Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Kubah, menara, mihrab dan mimbar adalah 4 hal yang umumnya menjadi tanda sebuah masjid. Meski sebenarnya bukan menjadi keharusan. Sebaliknya patung dan gambar mahluk hidup haram hukumnya. Itu sebabnya ketika Rasulullah memasuki Ka’bah setelah penaklukan Makkah ( Fathu’ Makkah) hal pertama yang dilakukan Rasulullah adalah menurunkan patung-patung dan menghapus gambar-gambar yang ada didalam bangunan kubus tersebut.

masjd Ali Pasha, Kairo

masjd Ali Pasha, Kairo

Pada masa kejayaan Islam, masjid tumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Saking banyaknya masjid di kota Kairo yang ditaklukan pada tahun 640 M, kota ini memperoleh gelar negri 1000 menara. Begitu juga kota-kota di Andalusia Spanyol yang selama 7 abad memang pernah berada di bawah kekuasaan Islam. Masjid dan madrasah terlihat dimana-mana. Bahkan hingga kini bila kita berkendaraan di wilayah tersebut menara-menara tua bekas masjid masih terlihat dari kejauhan.

Katedral Jerez, Spanyol

Katedral Jerez, Spanyol

IMG_9466

Katedral Palermo, Sisilia

IMG_3808

Katedral Malaga – Spanyol

Peninggalan masjid dan madrasah di Spanyol hingga kini masih bisa disaksikan. Sejumlah katedral  seperti katedral di Sevilla, Cordoba, Granada, Toledo, Malaga dan  Saragosa adalah bekas masjid yang sudah direnovasi sedemikan rupa. Demikian pula katedral-katedral di Sisilia, Italia. Bahkan mihrabnyapun di sebagian kecil gereja-geraja tersebut masih ada yang dipertahankan.

( Baca https://vienmuhadi.com/2009/11/10/menilik-jejak-islam-di-eropa-2-andalusia/

marbella-mosque-king-abdul-aziz-21860387

Masjid Marbella – Spanyol

Sayang ketika berada Andalusia Spanyol, kami tidak sempat mengunjungi masjid cantik King Abdul Aziz, nama lain masjid Marbella, yang dibangun megah di perbukitan kota pantai  Marbella itu.

2009-11-Granada Alhambra_27

Mezquita Del Cristo De La Luz, Toledo, Spain

Mezquita Del Cristo De La Luz, Toledo, Spain

Alhambra5Selain ke 4 hal diatas, kaligrafi yang menjadi ciri khas masjid juga bisa dijadikan tanda bahwa sebuah bangunan tadinya adalah masjid. Pada masa itu masjid-masjid selain jamaahnya membludak juga indah. Masjid besar selain dilengkapi dengan madrasah lengkap plus perpustakaannya dan pasar yang tidak seberapa jauh, biasanya juga diperindah dengan taman dengan air mancur air mancurnya.

Sebaliknya ada hadist yang mengatakan bila masjid hanya diperindah dan orang berlomba membangun masjid namun tidak meramaikannya ( tidak menggunakannya untuk shalat dan kegiatan keagamaan lainnya) maka itu adalah salah satu tanda datangnya hari Kiamat.

HR.Khamsah, kecuali Imam Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari jalan Anas ra. dari Nabi saw. “Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum orang-orang saling berbangga diri dengan masjid-masjidnya”.

Di negri kita tercinta, Indonesia, tampaknya tanda-tanda tersebut mulai terlihat. Orang-orang kaya  berlomba membangun masjid yang bagus dan indah namun tidak banyak orang yang mengerjakan shalat di dalamnya.

Masjid Milan, Italia

Masjid Milan, Italia

Masjid di Moskow, Rusia

Masjid di Moskow, Rusia

Masjid Madrid, Spanyol

Masjid Madrid, Spanyol

masjid di London

masjid di London

Masjid Petersburg, Rusia

Masjid Petersburg, Rusia

Kazan Mosque, Rusia

Kazan Mosque, Rusia

Terbalik dengan apa yang terjadi di benua Eropa. Masjid di daratan Eropa yang lumayan indah bisa dihitung dengan jari. Tetapi ini harus kita syukuri. Karena sungguh tidak mudah membangun rumah ibadah bagi umat Islam di benua ini. Apalagi pasca tragedi September 2001. Sejak beberapa tahun lalu Swis, negara yang dikenal dengan sebutan Euro Islam ini, melarang pembangunan menara masjid. Hal ini kemudian menjalar ke negara-negara tetangga seperti Jerman, Belanda, Belgia dan Italia.

Masjid di Roterdam

Masjid di Roterdam

Kubah Masjid Biru Istanbul, Turki

Kubah Masjid Biru Istanbul, Turki

Masjid di Kehl, Jerman

Masjid di Kehl, Jerman

Masjid Roterdam

Masjid Roterdam

Kubah masjid Jenewa

Kubah masjid Jenewa

Namun demikian, di Roterdam Belanda pada tahun 2012 dan dua masjid besar yang ada di Jenewa dan Zurich, dua kota terbesar di Swis, memiliki menara yang lumayan tinggi. Bahkan kabarnya negara yang luasnya hanya 1\3 pulau Jawa ini memiliki ratusan masjid meski hanya majid-masjid kecil. ( atau mungkin hanya mushola ??).

Mosque de ParisSementara itu Muslim di Perancis pantas bersyukur karena di Paris berdiri dengan megahnya sebuah masjid, yaitu Grande Mosquee de Paris. Masjid dengan menara setinggi 33 meter ini berdiri setelah melewati perjuangan panjang seorang diplomat Maroko kelahiran Andalusia. Masjid yang terletak dipusat kota ini akhirnya dapat berdiri dengan tegak  pada tahun 1926 M, 20 tahun setelah peletakkan batu pertamanya.

Masjid ini didirikan sebagai tanda terima kasih atas pengorbanan 70.000 tentara Muslim ( sebagian besar keturunan Aljazair, Tunis dan Maroko di Afrika Utara) yang berperang untuk Perancis. Untuk diingat, Paris ketiga negara tersebut adalah Negara bekas jajahan Perancis. Sebagai catatan, pada PD II, masjid Agung Paris ini pernah digunakan sebagai tempat pengungsian rahasia dan perlindungan bagi warga Yahudi yang dikejar pasukan Jerman. Dari masjid ini pulalah dikeluarkan puluhan, bahkan ratusan surat tanda lahir muslim palsu untuk melindungi anak-anak Yahudi dari kematian akibat ditangkap Jerman untuk dibawa ke kamp konsentrasi.

IMG_4702

IMG_4694IMG_1153IMG_1155IMG_1154cropmosque de parisMasjid Agung Paris memiliki arsitektur gaya Maure-Hispano, gaya Muslim Spanyol. Masjid Karaiyun Fez di Maroko yang menjadi inspirasi masjid ini. Seperti juga masjid-masjid di Andalusia dan istana Alhambra di Granda, Spanyol, taman dengan sejumlah air mancurnya menghiasi masjid ini.

IMG_4695IMG_4704IMG_4694IMG_4690Saat ini meski masjid terlihat kurang terawat karena kekurangan dana ( itu sebabnya, belakangan ini masjid dibuka untuk turis. Dengan biaya 3 euro para turis bisa berkeliling melihat-lihat masjid) masjid masih digunakan secara aktif. Bahkan pada waktu shalat Jumat kaum Muslimin harus berdesak-desakan mencari tempat. Tidak saja jamaah lelakinya namun juga jamaah perempuannya. Masjid ini juga dilengkapi dengan madrasah, perpustakaan, hamam dan restoran.

IMG_4696IMG_4700Suatu ketika, ba’da shalat Jumat, seorang gadis ber-abaya hitam menghampiri saya. Rupanya ia penasaran dengan Al-Quran yang saya baca. Ia menanyakan mengapa Al-Quran saya banyak keterangan-keterangannya. Kebetulan saya hari itu memang membawa Al-Quran dimana tertulis Asbabun- nuzul ayat. Ia juga terheran-heran ketika saya terangkan bahwa kalimat yang ada di bawah setiap kata itu bukan cara membacanya namun artinya.

“ Jadi anda bisa membaca huruf-huruf Arab tersebut?”, tanyanya terheran-heran. Saya katakan bahwa rata-rata Muslim Indonesia bisa membaca Al-Quran walaupun tidak tahu artinya. Dalam hati, saya berkata, malu juga hati ini .. masak bertahun-tahun shalat minimal 5 kali sehari dan mengaji namun tidak juga faham artinya … 😦  ..

Namun lebih lucu lagi, gadis keturunan Tunisia kelahiran Paris itu berkata bahwa ia dan rata-rata teman Muslim Arabnya malah tidak bisa membaca huruf-huruf Al-Quran! Ia membaca Al-Quran berkat bantuan tulisan latin dibawahnya. Olala ..

Tetapi ia bersyukur, beberapa tahun belakangan ini Mosquee de Paris membuka kursus tajwid. Juga kursus agama dan bahasa Arab. Setiap Sabtu sekarang ia mengikuti berbagai ilmu agama di masjid tersebut. “ Gratis pula .. “, katanya senang. Ia menambahkan dari hari ke hari makin banyak saja orang Perancis yang tertarik dengan ajaran Islam. Allahuakbar ..

Berikut beberapa masjid lumayan besar kota-kota utama Perancis yang berhasil kami tandangi.

Mosque de Bordeaux

Mosque de Bordeaux

Mosque de Pau - France

Mosque de Pau – France

Masjid Genevilliers, Perancis

Masjid Genevilliers, Perancis

Masjid di Evry Courcouronnes Paris

Masjid di Evry Courcouronnes Paris

IMG_1992

Masjid Strassbourg (2012)

Masjid Strassbourg (2012)

Masjid Lille, Perancis

Masjid Lille, Perancis

Sebenarnya Grande Mosquee de Paris bukan satu-satunya masjid di Paris. Melalui http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_mosques_in_Europe saya menemukan bahwa masjid di Paris bahkan Perancis dan Eropa ini cukup banyak.  Namun ketika kami berjalan-jalan dan mencoba mencari lokasi masjid, dengan bantuan GPS, sesuai list tersebut, ternyata kami sulit menemukannya. Karena ternyata sebagian besar masjid itu hanya masjid kecil yang letaknya amat terpencil dan seringkali tidak terlihat dari luar. Bahkan tulisan dan tanda-tandanyapun tidak ada. Kita baru bisa menemukannya bila kebetulan berpapasan dengan Muslim lain,menanyakannya, dan sangat beruntung bila ia mengetahuinya !

Begitupun masjid dimana suami saya selalu melakukan shalat. Masjid ini adalah bangunan apartemen 3 lantai milik Mulim yang diwakafkan.  Karena tidak memadai akhirnya shalat Jumat terpaksa dilaksanakan dua kali. Bahkan dibeberapa tempat dan kota( seperti Marseilles dimana jumlah Muslim dikabarkan amat banyak)  sejumlah Muslim terpaksa melaksanakan shalat Jumat di jalan-jalan. Hal inilah yang hingga detik ini menjadi pemicu debat berkepanjangan di parlemen. Hampir setiap hari televisi menyiarkan berita dan debat mengenai Islam, mengenai penting tidaknya pemerintah mendirikan masjid dll.

Saya pikir, ‘ Inikah yang disebut tipu daya Allah? “. Tujuan mereka ingin menjelekkan dan menjauhkan masyarakat yang makin lama makin tertarik dengan ajaran Islam. Namun nyatanya dengan sering munculnya perdebatan mengenai Islam justru makin banyak lagi orang Perancis yang memeluk Islam! Tidak hanya di Perancis tetapi juga di Inggris, Belanda dan negara-negara Eropa lainnya.

« Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya ».(QS. Ali Imran (3) :54).

Majid Toulouse, Perancis

Majid Toulouse, Perancis

Masjid Lyon, Perancis

Masjid Lyon, Perancis

Lain lagi dengan masjid di Toulouse, Perancis Selatan. Masjid yang nyaris siap pakai tersebut di protes masyarakat sekitar. Padahal masjid tersebut sengaja di bangun di lokasi yang tidak jauh dari masjid lama yang kecil dan terpencil.

Kabar terakhir dari Marseilles. Yves Moraine, pemimpin partai berkuasa UMP seperti dikutip BBC belum lama ini menerangkan bahwa lebih baik memberi tempat berkumpul ( maksudnya masjid ) yang terbuka dan terlihat secara jelas kepada kaum Muslimin dari pada mereka harus diam-diam berkumpul dan membicarakan serta merencanakan sesuatu ( maksudnya terorisme) di gudang-gudang atau apartemen lusuh. Karena, masih menurutnya, pemerintah akan lebih mudah mengawasi gerak-gerik kaum Muslimin. ( Baca : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/07/13/124461-muslim-marseille-menyulap-katredal-menjadi-masjid ).

IMG_0420

Masjid di Dublin, Irlandia

Untuk itu, Notre Dame de la Garde, katedral yang berdiri di atas ketinggian Marseille, kabarmya akan dihibahkan untuk  umat Islam. Katedral yang memiliki corak bergaris hitam putih mirip masjid ini memang terlihat kurang terawat karena lama ditinggalkan umatnya. Sejarah mencatat, betapa banyaknya gereja tua di Eropa yang tak terawat akhirnya dibeli oleh kaum Muslimin kemudian dijadikan masjid. Masjid di Dublin Irlandia adalah salah satu contohnya. Subhanallah …

Bila hal ini benar-benar terlaksana masjid agung Marseille ini bakal mampu menampung 7000 jamaah. Dengan demikian masjid yang rencananya akan dilengkapi perpustakaan raksasa ini bakal menjadi masjid terbesar di seantero Perancis.

Namun banyak pihak yang menentang rencana ini. Politikus kawakan Marie Le Pen dan putrinya Marine Le Pen yang dikenal sangat anti Islam tentu saja yang paling merasa jengkel bagai kebakaran jenggot.

“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci”.(QS.Ash-Shaf(61):8)

Tampaknya saudara-saudara Muslim kita di Perancis masih harus bersabar menanti Islam menjadi tuan rumah di negri Sarkozi ini. Agar pemerintah segera mengizinkan warga Muslimnya memiliki rumah sendiri, yaitu masjid. Bersabar agar dapat kembali ke habitat sebagaimana ikan bersabar menanti dimasukkan kembali ke lautan atau keburu menggelepar kehabisan oksigen ..  Apalagi, jajak pendapat terakhir mengatakan bahwa Marine Le Pen berhasil mengungguli sang presiden berkuasa !

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 2 Maret 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat.  Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang”.(QS. An-Nur(24):36-37).

Itulah masjid, tempat yang dimuliakan dimana didalamnya para hamba yang takwa menyebut-nyebut nama-Nya, meng-agung-kan-Nya.

Masjid bagi umat Islam bukanlah sekedar lambang atau tempat suci untuk mengerjakan shalat. Namun juga tempat untuk mengerjakan segala sesuatu yang sifatnya demi mengagungkan dan membesarkan Sang Khalik, Allah  azza wa jalla. Meski tanpa itu semuapun Allah swt tetap dalam ke-Agung-an dan ke-Besar-an-Nya.

Masjid adalah rumah yang paling mulia. Tempat ini merupakan tempat paling baik bagi umat Islam untuk berkumpul melaksanakan shalat, membaca ayat-ayat suci Al-Quran, memahami dan mengkajinya.  Dengan berkumpul di masjid minimal 5 kali sehari, tua muda, kaya miskin dan apapun kebangsaan serta warna kulitnya akan terbentuk ikatan persaudaraan yang kuat dengan landasan cinta dan patuh hanya kepada-Nya.

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat”.

Masjid adalah tempat terbaik untuk berdoa dan mendirikan shalat, baik shalat sendiri apalagi shalat jamaah. Di dalam masjid inilah diharapkan terbangun ukhuwah dan mahabbah antar sesama kaum Muslimin. Dan semua ini diikat karena ketaatan dan kecintaan kepada Sang Khalik, Allah Azza wa Jalla Yang Esa.

Maka adalah wajar bila umat Islam dimanapun berada, sampai kapanpun, akan selalu memerlukan keberadaan masjid. Perumpamaan kaum Muslimin dengan masjidnya adalah laksana ikan di dalam lautan. Ia akan mati bila harus dikeluarkan dari habitat aslinya.

Masjid-Quba

Masjid Quba

Itu sebabnya hal pertama yang dibangun begitu Rasulullah hijrah ke Madinah adalah membangun masjid. Masjid tersebut adalah masjid Quba yang terletak 5 km di sebelah tenggara Madinah. Masjid ini dibangun pada tahun 1 H atau tahun 622 M, hanya beberapa saat sebelum memasuki Madinah.

Rumah ibadah tersebut amat sangat sederhana. Bahkan pembangunannyapun hanya dalam hitungan hari. Karena bangunan masjid memang tidak rumit. Tidak perlu hiasan, lukisan dan sebagainya. Dari sini jelas terlihat betapa penting dan tingginya kedudukan masjid itu.

« … Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”.(QS.At-Taubah(9) :108).

Masjid Quba yang kita lihat saat ini telah berubah jauh dari awal pembangunannya. Masjid ini setiap hari selalu ramai dikunjungi jamaah yang melakukan ibadah haji maupun umrah. Meski demikian berdasarkan hadist dibawah ini, masjid Quba bukan termasuk ke dalam 3 masjid yang memiliki ke-utama-an  bagi umat Islam.

Dari Abu Ad-Darda’ ra, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad).

1. Masjidil Haram.

Masjidil Haram.png_thumbMasjidil Haram di Mekah adalah rumah ibadah di dunia  yang pertama kali didirikan. Dasar Rumah ibadah ini sudah ada sejak zaman nabi Adam as. Nabi Ibrahim as dibantu putranya nabi Ismail as meneruskan pendiriannya beberapa ratus kemudian ( atau ribu tahun ?? ) karena adanya perintah dari Sang Pemilik, Allah swt.

“ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(QS.Al-Baqarah(2):127).

sai 2011

Sa’i

Masjidil Haram Desember 2015P1010016Keutamaan masjid ini adalah karena adanya Ka’bah di dalam masjid tersebut. Di masjid inilah setiap tahun pada bulan Zulhjjah umat Islam melaksanakan ibadah haji. Sementara setiap waktu umat Islam datang membanjiri bait Allah ini untuk melaksanakan ibadah umrah.

Masjid ini pertama kali diperluas pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, yaitu pada tahun 17 H atau 639 M. Saat ini Masjidil Haram yang mempunyai luas 328.000  meter persegi dapat menampung 730.000 jamaah dalam satu waktu sholat berjamaah. Pada musim haji pemerintah Arab Saudi mampu menerima lebih dari 1.5 juta tamu Allah belum termasuk jamaah tuan rumah. Indonesia sendiri tahun ini dikabarkan mendapat tambahan kuota haji sebesar 10 ribu hingga totalnya mencapai 211 ribu jamaah.

2. Masjid Nabawi.

masjid-nabawi

Masjid Nabawi didirikan begitu Rasulullah usai mendirikan masjid Quba dan shalat di dalam masjid tersebut. Dari Quba beliau saw segera meneruskan perjalanan. Di ambang pintu Madinah ( dulu Yatsrib), dimana penduduk kota mengelu-elukan kedatangan sang utusan, Rasulullah membiarkan untanya berjalan sendiri tanpa kendali hingga akhirnya berhenti di suatu tempat. Tempat itu adalah tanah milik dua anak yatim piatu. Ini adalah petunjuk dan kehendak Allah swt. Rasulullah kemudian membeli tanah tersebut dan menjadikannya masjid. Itulah masjid Nabawi atau masjid Nabi.

Nabawi1 (2)Di dalam masjid ini terdapat makam nabi yang dinamakan Raudhah yang artinya taman surga. Raudhah dapat dengan mudah dikenali dengan melihat kubah hijau yang terletak di bagian selatan masjid, disamping mimbar dimana imam biasa memimpin shalat.

Pada awal pendiriannya masjid ini hanya berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Dindingnya terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka. Rasulullah saw turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para sahabat dan kaum muslimin.

Rasulullah dan keluarga mendiami salah satu sisi masjid sederhana ini. Sementara sejumlah fakir miskin yang tidak memiliki rumah menempati salah satu bagian lain. Masjid juga merangkap madrasah yaitu tempat belajar. Didalam masjid inilah para sahabat selalu berkumpul. Dari kegiatan ibadah seperti shalat, mengkaji ayat-ayat, memotong kurban, membicarakan masalah keseharian penduduk hingga membahas strategi perang.

Islam adalah pandangan hidup, way of life. Karenanya tidak ada pemisahan antara kehidupan spiritual dengan kehidupan sosial dan politik. Semua menjadi suatu kesatuan. Kehidupan dunia bagi umat Islam adalah karena-Nya dan untuk-Nya.

Selama beberapa waktu masjid Nabawi tetap dalam keadaan demikian hingga akhirnya direnovasi dan diperluas untuk pertama kalinya pada masa kekhalifahn Umar bin Khattab pada tahun 17 H. Saat ini masjid memiliki luas hampir 100.000 m², belum termasuk lantai atas yang mempunyai luas 67.000 m². Masjid Nabawi saat ini dapat menampung sekitar 535.000 jemaah setiap harinya.

” Barangsiapa mendatangi masjidku ini dan ia tidak mendatanginya melainkan  untuk mempelajari suatu kebaikan dan mengajarkannya maka kedudukannya laksana pejuang fi sabilillah. Namun barangsiapa datang bukan dengan tujuan tersebut maka ia seperti orang yang melihat harta orang lain”. (HR Bukhari).

3. Masjidil Aqsho.

Selanjutnya adalah Masjidil Aqsho. Masjid ini adalah kiblat pertama umat Islam sebelum dipindahkan ke Makah.

“ … Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. … “(QS.Al-Baqarah(2):143).

Dari Al-Barra’ bin Azib ra, ia berkata, “Kami sholat bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, kemudian beliau mengalihkan arah ke kiblat (di Mekkah).” (HR Bukhari dan Muslim).

Masjid As-Saqrah

Bagian dalam kubah As-Sakrah sedang di renovasi

Bagian dalam kubah As-Saqrah yg sedang di renovasi

kubah masjidil Aqsho

Masjidil Aqsho

 Masjid suci ke 3 setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ini terletak di Yerusalem Timur. Masjidil Aqsho terletak di dalam sebuah kawasan yang dinamakan Haram al Quds al Syarif. Di dalam  kawasan ini berdiri 2 masjid, yaitu Masjidil Aqsho yang berkubah abu-abu, dan Masjid As-Saqrah ( Masjid Kubah Batu/ Dome of the Rock) yang kubahnya ke-emas-an dimana di dalamnya terdapat “batu terbang”.

https://teguhimanprasetya.wordpress.com/2010/02/12/batu-terbang-masjid-al-aqsha-dan-kubah-emas/

Dari batu tersebut Rasulullah menuju singgasana-Nya dengan mengendarai buroq, sejenis kuda putih bersayap. Disanalah Rasulullah menerima perintah dari Tuhannya agar mendirikan shalat 5x dalam sehari.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. ( Terjemah QS. Al-Isra(17):1)

Dikisahkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian aku turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?” Aku menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya aku telah menguji dan mencoba Bani Israil”.

Beliau bersabda :“Maka akupun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian aku kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”.

Maka terus menerus aku pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu kejelekan”. Kemudian aku turun sampai aku bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka akupun berkata: “Sungguh aku telah kembali kepada Tuhanku sampai akupun malu kepada-Nya”. (HR. Muslim)

Ironisnya, saat ini,  sangat sulit bagi umat Islam untuk menunaikan shalat didalam rumah suci ini. Pemerintah pendudukan Yahudi yang sejak puluhan tahun menguasai negri ini adalah penyebabnya. Itu sebabnya umat Islam begitu gigih berjuang agar Zionis Israel segera hengkang dari tanah yang mereka jajah dan duduki sejak tahun 1967 tersebut.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 1 Maret 2011.

Vien AM.

Read Full Post »

Gunung Merapi di Jawa Tengah sejak 3 November 2010 hingga hari ini, 7 November   2010 setiap hari tanpa henti memuntahkan lahar dan hawa panasnya. Aktifitas gunung yang mulai meletus tanggal 26 Oktober 2010 ini makin hari terlihat makin meningkat.

Bahkan kekuatan letusan tersebut dikabarkan mendekati atau hampir sama dengan letusan yang terjadi pada tahun 1872 yang selama ini dianggap sebagai letusan terbesar gunung ini. Rangkaian letusan ini telah mengancam 32 desa di sekelilingnya dan memakan korban nyawa lebih dari 100 orang.

Sementara letusan yang terjadi pada  tahun 1930, dilaporkan berhasil menghancurkan tiga belas desa dan menewaskan 1400 orang, Menurut catatan,  ini adalah letusan dengan catatan korban terbesar hingga saat ini.

Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 m adalah satu dari gunung api teraktif di Indonesia. Lereng selatan gunung ini berada di kabupaten Sleman, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, sisanya  berada di dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu sisi barat di kabupaten Magelang, kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur serta kabupaten Klaten di sisi tenggara.

Gunung ini sangat berbahaya karena mengalami letupan kecil 2-5 tahun sekali dan mengalami letupan besar 10-15 tahun sekali. Dengan demikian terhitung sejak tahun 1548 M, Merapi telah meletus 68 kali. Padahal gunung ini dikelilingi pemukiman yang sangat padat penduduk. Kota Yogyakarta tercatat sebagai kota besar yang terdekat, yaitu sekitar 27 km dari puncaknya. Sementara puluhan desa di lerengnya hingga ketinggian 1700 m hanya berjarak sekitar 4 km.

Puncak Merapi yang sekarang, yaitu Puncak Anyar menurut catatan baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Gunung ini terletak di  Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar tercatat di tahun 1006, 1786, 1822, 1872 dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah pulau Jawa diselubungi abu, Ahli geologi Belanda, van Bemmelen, berteori bahwa letusan tersebut menyebabkan pusat kerajaan Medang (Mataram Hindu) harus berpindah ke Jawa Timur.

Sementara itu letusan-letusan yang terjadi pada tahun 2010 ini selain menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km juga mengeluarkan muntahan awan panas dan larva pijar secara tidak beraturan. Rangkaian letusan ini juga teramati sebagai penyimpangan dari yang selama ini terjadi. Karena bersifat eksplosif disertai suara ledakan dan gemuruh yang terdengar hingga jarak 50 km.

Kota Yogyakarta tertimpa hujan kerikil, pasir  dan abu vulkanik. Hujan abu vulkanik  dilaporkan tidak saja mencapai Purwokerto dan Cilacap namun juga Tasikmalaya, Bandung dan Bogor di Jawa Barat. Selanjutnya mulai teramati adanya titik api diam di puncaknya. Ini menandakan  dimulainya suatu fase baru yaitu bahwa magma telah mencapai lubang kawah.

Saat ini kawah berdiameter 400 meter yang terbentuk di puncak Merapi terbuka ke selatan atau mengarah ke Kali Gendol. Melalui sungai inilah lahar dingin mengalir dan melahap segala apa yang ada di sekitarnya. 12 sungai yang berhulu di gunung ini tampaknya harus siap menerima muntahan lahar yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merapi

Tradisi masyarakat Jawa.

Daerah istimewa Yogyakarta atau DIY adalah satu dari dua propinsi Republik Indonesia yang mempunyai status istimewa. Propinsi yang menjadi wilayah Indonesia sejak tahun 1950 ini disebut istimewa karena sejatinya ia adalah sebuah kesultanan, yaitu kesultanan Yogyakarta.

Kesultanan ini adalah warisan kerajaan Mataram Hindu yang berdiri pada abad 8. Pada masa itulah sejumlah candi seperti candi Borobudur, candi Prambanan, candi Mendut dll dibangun. Candi-candi tersebut merupakan tempat peribadatan pemeluk agama Hindu dan Budha yang ketika itu memang menjadi agama resmi kerajaan. Berbagai kegiatan ritual diadakan di tempat suci ini. Bahkan candi Borobudur yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh PBB beberapa waktu lalu hingga saat ini dilapokan sebagai tempat suci terbesar umat Budha di dunia. Candi ini hanya terletak 40 km dari Yogyakarta.

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa raja-raja mereka adalah titisan para dewa. Itu sebabnya mereka meyakini bahwa roh para raja yang telah wafat sebenarnya tidak pernah meninggalkan dunia nyata. Mereka bahkan tetap memiliki kekuasaan dan mempunyai kerajaan tersendiri. Itulah kerajaan ghaib.

Tempat-tempat tertentu seperti gunung Merapi dan pantai Samudra Selatan adalah contohnya. Bila Nyi Roro Kidul dipercaya sebagai satu-satunya penguasa pantai  Samudra Selatan maka kerajaan gunung Merapi lain lagi. Masyarakat Jawa meyakini bahwa setidaknya ada 9 jin yang menguasai gunung ini.Mereka adalah Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Mbah Nyai Gadhung Wikarti, Kyai Petruk dan Kyai Megantoro. Masing-masing tokoh tersebut dipercaya memiliki tugas masing-masing.

Ntah ini hanya mitos belaka atau tidak namun nyatanya hingga kini keraton Yogyakarta terbiasa menyelenggarakan berbagai ritual  rutin diantaranya upacara Labuhan. Upacara yang diadakan dalam rangka memperingati naik tahtanya  sang sultan ini tujuannya antara lain adalah agar gunung Merapi dan laut selatan  tidak ‘ngambek’, tanahnya tetap subur menghasilkan padi, keraton Yogya tetap langgeng dan sultan sehat walafiat.

Dalam ritual ini berbagai sesajen mulai dari pakaian sultan, potongan rambut, guntingan kuku hingga bunga-bungaan, kemenyan dan jajan pasar dipersiapkan dengan baik. Selanjutnya setelah doa-doa selesai dibacakan sesajen  tersebut dilempar / dilarung ke laut  sebagai persembahan kepada penguasa laut atau gunung ! Ini adalah tugas yang biasa dipimpin mbah Marijan, sang juru kunci Merapi yang beberapa hari lalu meninggal terkena awan panas Merapi.

(Bersambung ).

Untuk baca lanjutannya, click :

https://vienmuhadi.com/2010/11/09/hikmah-dibalik-tragedi-merapi-pentingnya-menegakkan-akidah/

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Medang

http://news.okezone.com/read/2010/11/08/340/390756/raja-jogja-langgar-perjanjian-pariyan-negari

http://us.detiknews.com/read/2010/11/02/124552/1482554/158/prof-heru-nugroho-mitos-merapi-sengaja-dipelihara

http://us.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/08/tgl/25/time/131150/idnews/661899/idkanal/10

Read Full Post »

Sambungan  Hikmah dibalik tragedi Merapi (1).

Masuknya Islam di Jawa.

Ada beberapa pendapat tentang masuknya Islam ke Indonesia. Umumnya orang meyakini bahwa Islam masuk pulau Jawa pada abad 14 melalui para pedagang Gujarat – India. Namun ada juga yang berpendapat pedagang-pedagang tersebut datang dari Persia dan Yaman. Namun Hamka berpendapat lain, bahwa sebetulnya Islam telah masuk Idonesia jauh sebelum itu, yaitu pada abad 7. Penyebaran ini dilakukan pada masa khalifah Ustman bin Affan yang memerintahkan Muawiyah bin Abu Sufyan agar mengirim utusan ke Jepara ( kerajaan Kalingga).

Namun demikian Islam baru menyebar ke seluruh pelosok Jawa pada sekitar abad 14. Yaitu pada masa para wali yang Sembilan atau yang dikenal dengan Wali Songo. ( 1404-1650). Mereka adalah Mualana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Muria dan Sunan Gunung Jati.

Para wali yang rata-rata masih bersaudara atau mempunyai hubungan guru dan murid ini tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat. Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa.

Berbeda dengan cara dakwah Rasulullah dan para sahabat yang mengutamakan akidah, para wali ini berdakwah dengan memasukkan ajaran Islam ke dalam tradisi Hindu Budha yang memang sudah mendarah daging dalam seluruh lapisan masyarakat kerajaan Mataram  ketika itu.

Karena para wali tersebut menganut paham yang cenderung sufistik maka merekapun merasa bahwa kesenian dan kebudayaan adalah sarana dakwah yang paling cocok  untuk memperkenalkan ajaran Islam. Kesenian wayang kulit dan tembang suluk adalah salah satu contohnya. Wayang adalah berasal dari kata Ma Hyang yang artinya menuju kepada yang Maha Esa, Sedangkan Suluk yang secara harfiah berarti menempuh (jalan) dimaksudkan sebagai menempuh jalan (spiritual) untuk menuju Allah.

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. (QS.Al-Baqarah(2):165).

Dakwah ini memang terbukti ampuh. Toleransi terhadap kepercayaan lama yaitu Hindu dan Budha yang begitu tinggi, terhadap tradisi nenek moyang, hukum adat dan berbagai ritual lainnya ternyata berhasil menarik para raja kala itu untuk memeluk Islam. Karena dengan demikian para raja ini tidak merasa terancam kehilangan kedudukan dan kekuasaan. Itu sebabnya orang Jawa walaupun Muslim hingga kini masih bangga dengan keningratannya, priyayi. ( darah keluarga kerajaan). Perbedaan tingkatan dalam masyarakat ini adalah warisan agama Hindu yang disebut kasta. Walaupun sebenarnya tidak persis sama karena istilah priyayi sebenarnya dipopulerkan penjajah Belanda dengan tujuan menjauhkan raja dari rakyatnya.

Tampaknya inilah yang menjadi perbedaan mencolok antara Muslim pada umumnya dengan rata-rata Muslim Jawa. Muslim Jawa yang seperti ini sering disebut dengan istilah abangan atau Muslim yang tidak menjalankan ajaran Islam secara tegak alias bengkok karena mencampur adukkannya dengan ajaran Hindu-Budha dan tradisi nenek moyang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo

http://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Indonesia

Islam dan tragedi Merapi.

Telah diriwayatkan bahwa Walid bin Mugirah, ‘As bin Wail As Sahmi, Aswad bin Abdul Muttalib dan Umaiyah bin Khalaf bersama rombongan pembesar-pembesar Quraisy datang menemui Nabi saw. Mereka menyatakan, “Hai Muhammad! Marilah engkau mengikuti agama kami dan kami mengikuti agamamu dan engkau bersama kami dalam semua masalah yang kami hadapi, engkau menyembah Tuhan kami setahun dan kami menyembah Tuhanmu setahun. Jika agama yang engkau bawa itu benar, maka kami berada bersamamu dan mendapat bagian darinya, dan jika ajaran yang ada pada kami itu benar, maka engkau telah bersekutu pula bersama-sama kami dan engkau akan mendapat bagian pula daripadanya”. Beliau menjawab, “Aku berlindung kepada Allah dari mempersekutukan-Nya”.Lalu turunlah surah Al Kafirun sebagai jawaban terhadap ajakan mereka.

«  Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah, agamaku”.(QS.Al-Kafirun(109) :1-6).

Karena sikap tegas dan tidak kenal kompromi inilah Rasulullah dimusuhi dan diperangi orang-orang Quraisy. Maka demi tegaknya ajaran Islam, peperangan demi peperanganpun akhirnya terpaksa dijalani. Sebagai hamba yang dipercaya menerima ayat-ayat Al-Quran tentu saja Rasulullah tahu betul apa yang dikehendaki Allah azza wa jalla,Sang Khalik, pemilik tunggal jagad raya ini.

Itulah Akidah. Ia tidak boleh dicampur adukkan oleh paham apapun. Penyembahan hanya kepada-Nya, murni hanya kepada Allah swt. Tidak ada kebengkokan dalam Islam. Tidak ada perantara, tidak ada kerja sama, tidak ada sekutu, tidak ada anak bagi-Nya. Semua orang di sisi Allah adalah sama yaitu para hamba, para abdi yang tergantung kepada-Nya.

Oleh karenanya segala perbuatan dan amal sebaik apapun bila dilakukan bukan karena-Nya dan tidak dalam rangka mencari ridho Allah swt maka tidak ada gunanya diakhirat nanti.

«  Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya ».(QS.An-Nur(24) :39).

Namun bila saat ini mungkin sebagian orang menganggap bahwa kekuatan ghaib ( jin) begitu besar dan berhasil mempengaruhi mereka, ini karena mereka memang menyerahkan dan  mempercayakan urusan mereka kepada para jin. Allah swt yang memberi izin kepada jin-jin tersebut untuk merealisasikan harapan orang-orang yang menjadikan jin/syaitan sebagai pemimpin. Mereka itulah yang disebut orang yang zalim.

“Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya”.(QS.An-Nahl(16):99).

« Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu (syaitan) terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat ».(QS.Al-Hijr(15) :42).

Tidakkah kita memperhatikan betapa banyaknya ayat-ayat yang menunjukkan kemurkaan Allah swt terhadap kaum yang berbuat kesyirikan, yang menduakan-Nya, yang menjadikan syaitan/thaghut sebagai pemimpin, yang meminta bantuan kepada selain Allah ?

« Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu`aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya ».(QS.Hud(11) :94).

«  Adapun kaum `Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka ».(QS.Al-Haqqah(69) :6-8).

Gunung Merapi dan bencana apapun yang terjadi di dunia ini terjadi atas kehendak-Nya, karena izin-Nya. Bukan karena jin atau penguasa ghaib manapun. Tidak juga mahluk ghaib yang taat seperti para malaikat.  Karena para malaikatpun hanya menjalankan tugas yang dibebankan Yang Maha Kuasa Yang Esa, Allah swt.

Bencana juga terjadi bukan semata karena azab. Namun juga bisa sebagai peringatan bagi hamba-hamba yang disayangi-Nya karena Ia ingin kita kembali ke jalan yang benar. Sang Khalik tidak ingin kita terus terombang-ambing dalam kesesatan dan ketidak-tahuan.

« Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka”.(QS.Al-Mukminun(23):75)

Sejak ratusan tahun gunung Merapi telah berkali-kali meletus. Berarti telah berkali-kali pula Allah swt memperingatkan masyarakat Jawa yang suka mencampur-adukkan ajaran yang dibawa Rasulullah saw untuk kembali kepada kemurnian penyembahan, yaitu meminta tolong hanya kepada Allah swt. Namun nyatanya hingga detik ini berbagai upacara ritual kesyirikan tetap saja dilaksanakan. Tidakkah ayat berikut membuat mereka sadar akan kesalahan tersebut? Lupakah mereka akan pepatah : “Sesal kemudian tidak  ada guna” atau  “Nasi telah menjadi bubur?”

“Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: “Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata karena kita mempersamakan kamu ( jin dan syaitan) dengan Tuhan semesta alam”. Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.  Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa`at seorangpun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman“. (QS.Asy-Syu’ara(26):96-102).

Para peneliti saat ini telah memperingatkan bahwa ancaman gunung tersebut kali ini berbeda dengan ancaman-ancaman sebelumnya. Gunung tersebut telah terlihat bersiap memuntahkan  magma panasnya secara maksimal. Sudah tibakah saatnya azab itu dijatuhkan ??

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS.Al-Furqon(25):68-70).

Tampaknya tugas wali songo dalam mengajarkan Islam di tanah Jawa 7 abad silam belumlah tuntas. Ini bukan hanya tugas dan kewajiban para dai namun juga kita sebagai Muslim yang baik agar mengingatkan dan mengajak saudara-saudara kita di Jawa untuk memurnikan ajaran Islam. Bila para pemimpin terlihat sibuk dengan urusan dunia mereka  biarlah mereka mempertanggung-jawabkan urusan maha berat ini di hari akhirat nanti.

Semoga tulisan ini dan juga siapapun yang mau meneruskannya kepada yang membutuhkannya menjadi saksi bahwa kita telah menjalankan perintah-Nya.

” Barangsiapa diantaramu yang melihat kejelekan maka rubahlah dengan tangannya. Maka jika tidak sanggup maka rubahlah dengan perkataanya. Dan jika tidak sanggup rubahlah dengan hatinya, dan itulah yang paling lemah imannya”. (HR. Bukhari-Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 7 November 2010.

Vien AM.

Read Full Post »

Meningkatkan Rasa Syukur

by Lutfi S Fauzan on Thursday, October 7, 2010 at 12:51am

Tidak diragukan lagi, untuk meraih sukses kita perlu meningkatkan rasa syukur kita terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita. Bagaimana tidak, kita sudah belajar bagaimana manfaat syukur yang luar biasa dalam kehidupan kita. Namun, yang menjadi pertanyaan, kenapa masih banyak orang yang tidak atau kurang bersyukur? Atau ada juga orang yang merasa sudah bersyukur, tetapi dia merasa tidak ada tambahan nikmat sesuai dengan janji Allah. Padahal janji Allah tidak mungkin salah. Artinya cara bersyukur kita yang salah, kita merasa bersyukur padahal kita belum bersyukur.

Tiga Kesalahan Dalam Bersyukur

Jika kita bersyukur, nikmat kita akan ditambah oleh Allah. Mungkin, kita sudah hafal ayat Al Quran yang menjelaskan hal ini:

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (QS Ibrahim:7)

Lalu, mengapa ada orang yang merasa sudah bersyukur tetapi merasa tidak mendapatkan nikmat tambahan? Karena janji Allah tidak mungkin salah, artinya ada yang salah dengan diri kita. Ada tiga kemungkinan:

  • Pertama: cara kita bersyukur yang salah.
  • Kedua: kita kurang peka terhadap nikmat yang sebenarnya sudah Allah berikan kepada kita.
  • Ketiga: Allah memberikan nikmat lain yang terbaik bagi kita, tapi kita tidak menyadarinya.

Pada artikel kali ini, saya akan fokus menyoroti tentang point kedua dan ketiga. Dengan dua penyebab itu, kita akan kurang bersyukur. Jika kita kurang bersyukur, maka wajar jika nikmat tidak kunjung datang. Kita harus terus meningkatkan rasa syukur kita terhadap nikmat Allah. Insya Allah, poin pertama, cara bersyukur akan dibahas pada artikel lain.

Bagaimana cara meningkatkan rasa syukur?

1.Luangkan waktu untuk merenungkan nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita.

Nikmat itu sangat banyak, bahkan tidak akan terhitung. Lalu mengapa banyak orang yang merasa tidak mendapatkan nikmat? Karena mereka kurang memberikan perhatian terhadap nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan. Allah mengulang-ngulang ayat “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” dalam surah ar Rahmaan, dimana salah satu hikmahnya adalah agar kita lebih memperhatikan nikmat-nikmat. Saat kita memberikan perhatian terhadap nikmat, kita akan melihat, kita akanngeh, bahwa nikmat Allah yang kita terima sangat banyak.

2.Berprasangka baiklah kepada Allah.

Banyak nikmat yang tidak terlihat bagi kita. Kita sering menganggap bahwa nikmat itu harus dalam bentuk materi, padahal lebih luas dari itu. Seringkali kita menganggap bahwa nikmat itu adalah sebuah pemberian, padahal bisa saja Allah sudah menghindarkan kita dari suatu musibah yang asalnya akan menimpa kita. Mungkin tidak ada yang bertambah pada diri kita, tetapi terhindar dari musibah bukankan sebuah nikmat yang besar? Renungkanlah…

3.Setelah kita mengetahui bahwa nikmat Allah begitu banyaknya, maka langkah selanjutnya ialah memasukan pengetahuan ini ke dalam hati. Agar melekat dengan diri kita sehingga rasa syukur kita akan bertambah. Caranya ialah terus menerus mengingat nikmat dalam berbagai kesempatan. Semakin sering kita mengingat nikmat, akan semakin tertancap dalam hati, maka rasa syukur pun akan meningkat.

Jadi cara meningkatkan rasa syukur diawali dengan pengetahuan akan nikmat yang telah kita terima. Namun tidak cukup hanya pengetahuan saja, karena banyak orang yang tahu tetapi kurang bersyukur. Pengetahuan akan nikmat ini harus tertanam dalam hati kita.

Kita sudah mengetahui bagaimana cara meningkatkan rasa syukur. Muda-mudahan dengan meningkat rasa syukur, nikmat kita akan bertambah.

Read Full Post »

Sedikit Tidur, itu Lebih Baik

Oleh : Ir. Abdeldaem Al Kaheel

Tidur selama delapan jam setiap hari atau hampir setiap hari, sudah lama dianggap sebagai rentang waktu tidur yang ideal sebagai waktu yang diperlukan oleh tubuh manusia.Tetapi penelitian baru mengatakan, bila tidur selama itu jika dilakukan setiap hari atau hampir setiap hari, justru lebih dapat mempersingkat masa hidup. Sebuah studi yang dilakukan atas lebih dari satu juta orang yang tidur delapan jam atau lebih dalam sehari menunjukkan mereka meninggal di usia yang lebih muda dari rekan-rekan mereka yang tidur dengan jam yang lebih sedikit.

Sebagaimana tidur empat jam setiap hari atau hampir setiap hari, juga kemungkinannya untuk meninggal lebih cepat. Tapi mereka yang tidur enam jam sehari, menurut penelitian dapat hidup lebih lama. Para Ilmuwan di University of California mengatakan, studi ini menunjukkan hubungan antar jarak waktu tidur dan tingkat kematian yang tinggi. Namun, tim peneliti belum berhasil mendapat jawaban di balik hubungan ini.

Profesor Jim Horne dari Sleep Research Centre di University of Loughborough mengatakan, bahwa mereka yang berpendapat tidur lama, itu tidak benar. Kami dapat mengkorfirmasi bahwa tidur enam atau tujuh jam satu hari sudah cukup lama. Jarak waktu atau jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuh adalah jika Anda dalam kondisi terjaga lalu merasa ingin untuk tidur di siang hari.

Lagi-lagi, kita ucapkan Subhanallah. Al Qur’an telah diturunkan di tengah masa, di mana banyak sekali utopi yang menyebutkan bahwa tidur dalam waktu lama itulah yang paling baik. Sampai datang penelitian di abad 21 yang menegaskan bahwa waktu tidur yang pendek itulah yang lebih baik bagi manusia. Bukankah ini seperti yang telah ditegaskan dalam Al Qur’an di banyak ayat-ayatnya saat menerangkan tentang salah satu kebiasaan orang-orang yang bertakwa :

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS Adz-Szariyat : 17-18)

Seperti itu juga ALLah swt memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk tidak banyak tidur, dan mengganti apa yang telah dikurangi dari waktu tidur di malam, pada waktu siang. ALLah swt berfirman :

“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih bereksan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (QS Al Muzzamil : 1-7)

Dalam ayat ini dijelaskan perintah untuk tidak banyak tidur di waktu malam, dan menggantikannya di waktu siang. Ini juga menegaskan apa yang telah ditemukan para peneliti saat sekarang. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa serangan jantung umumnya datang setelah pagi hari sampai terbitnya matahari. Kita jadi mengerti kenapa Nabi yang mulia itu melewati waktu paginya hingga matahari terbit, dengan berdzikir, bertsbih dan tilawah Al Qur’an.

Ada lagi penelitian lain yang menjelaskan bahwa bangun di tengah malam itu bermanfaat bagi kesehatan, khususnya bagi jantung. Tidur yang panjang akan merusak dan membahayakan jantung. Jantung terkadang kekurangan oksigen akibat tidur yang terlalu lama, dan karenanya para ilmuwan mengatakan : “Bangun di malam hari, meski hanya satu kali, itu bermanfaat bagi jantung untuk memasok oksigen yang memadai dan untuk menghindari kematian mendadak.

Subhanallah. Ini juga telah dikonfirmasikan oleh Al Qur’an dan Rasulullah saw, ketika ia bangun di malam hari untuk tafakkur terhadap penciptaan ALLah swt, dan melakukan shalat malam.

Tidur di Siang Hari, Sama Pentingnya dengan Tidur di Malam Hari

Para peneliti mengatakan tidur siang hari sebentar — yang disebut dalam Islam dengan istilah qailulah — itu sangat berguna, sama seperti tidur di malam hari. Mereka mengatakan, bahwa dari perspektif perbaikan sikap dan perilaku, tidur siang berguna, sama sebagaimana tidur malam, terkait dengan fungsi kognitif seesorang. Sebuah tim peneliti dari Universitas Lubech, Jerman, melakukan tes diagnostik pada 52 sukarelawan. Para sukarelawan diminta untuk tidur dalam rentang waktu tertentu, tanpa membedakan waktu siang atau malam. Dan hasilnya, kondisi mereka sama dan tidak berbeda.

Di sini kita diingatkan kembali ingat dengan apa yang disampaikan oleh Al Qur’anul Karim, untuk tidur di malam hari dan siang hari. Bahkan tidur siang sebentar itu tidak kalah pentingnya sebagaimana tidur malam.

“Dan di antara ayat-ayat-Nya tidur di malam hari dan siang hari.”

Ini adalah tanda keajaiban Al Qur’an sebagai Kitab yang diturunk an dari ALLah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Karena informasi ini baru bagi para ilmuwan, bahkan mereka tidak tahu pentingnya tidaur siang kecuali di abad kedua puluh satu. Sedangkan Al Qur’an telah menekankan pentingnya tidur malam dan siang, sebagai suatu keajaiban dan tanda kekuasaan ALLah, sejak empat belas abad lalu!

Subhanallah. Apakah setalah semua fakta ini masih ada yang mengatakan bahwa Al Qur’an adalah karangan manusia?

Memori Otak Lemah, Saat Seseorang Baru Saja Bangun Tidur

Para ilmuwan Universitas Harvard melakukan penelitian terkait hubungan antara memori ingatan dan tidur. Mereka menggunakan alat scan resonansi MRI fungsional magnet, hingga mereka mendapati adanya aktivitas otak di kawasan yang spesifik. Kemudian aktivitas itu bergerak ke wilayah kedua dan begitulah seterusnya bahwa otak melakukan penataan informasi, berkoordinasi, dan menyimpan informasi sehingga mudah diambil kembali setelah seseorang bangun dari tidur. Namun studi selanjutnya menunjukkan bahwa fokus otak seseorang ada pada tahap minimum ketika ia baru saja bangun tidur. Dibutuhkan waktu antara 15-30 menit untuk dapat mengembalikan kemampuan pikiran. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar seseorang segera setalah bangun tidur melakukan beberapa latihan ringan untuk memulihkan aktivitas otak.

Di sini, kita juga bisa memahami mengapa Nabi saw banyak mengingat ALLah langsung setelah bangun dari tidur. Beliau kemudian berwudhu, berdo’a, lalu shalat. Jadi beliau menggunakan bagian waktunya setelah tidur untuk berdo’a dan berdzikir, sebelum melakukan aktivitas lain atau menentukan keputusan. Jika ktia kaji pandangan para ilmuwan dewasa ini, mereka menegaskan bahwa memori manusia berada pada posisi terendah setelah baru saja bangun dari tidur.

Para peneliti memperingatkan dokter yang berjaga malam, juga petugas pemadam kebakaran dan pekerja di malam hari yang pekerjaannya membutuhkan pengambilan keputusan penting setelah bangun. Disarankan mereka untuk tidak mengambil keputusan atau tidak mengambil tindakan apapaun sampai setelah seperempat jam setelah bangun tidur.

Itu sebabnya ALLah berfirman :

“ALLAh memegang jiwa (seseorang) pada saat kematiannya dan jiwa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) ALLah bagi kaum yang berpikir.” (QS Az-Zumar : 42)

Ayat ini menjelaskan tentang pentingnya tidur dan kaitan antara tidur dengan mati. Karena itu, kita harus perhatikan kondisi tidur kita, dengan berdzikir kepada ALLah swt sebelum tidur dan setelah bangun dari tidur. Bercermin pada apa yang dilakukan Rasulullah saw.

Apa Pelajaran yang Kita Petik dari Studi ini?

1. Jangan terlalu banyak tidur, dan bangunlah di saat shalat Subuh. Ini akan menambah kekuatan jantung dan meningkatkan kesehatan serta menambah kegairahan untuk beraktivitas. Gantilah sebagian kekurangan tidur kita di waktu malam dengan tidur sejenaj di waktu siang.

2. Manfaatkan waktu tidur kita dengan mendengarkan tilawah AL Qur’an murattal. Otak akan bekerja menyimpan ayat-ayat yang dibacakan itu saat kita tidur. Ini adalah salah satu cara untuk membantu kita menghafal Kitabullah. Saya menerapkan cara ini dan saya telah mampu menghafal Al Qur’an tanpa kesulitan yang berarti. Alhamdulillah.

3. Hal pertama yang harus dilakukan setelah bangun langsung adalah berdo’a sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah saw,

“Segala puji bagi ALLah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah kami dikumpulkan.”

Lalu berwudhulah, shalat sekitar 15 menit minimal. Aktivitas seperti ini akan menambah kemampuan kita untuk bisa tepat mengambil keputusan penting dalam hidup.

Akhirnya, saya memohon kepada ALLah swt agar mengokohkan ktia di atas kebenaran ini. Menjadikan seluruh kemukjizatan ini sebagai sarana yang bisa meyakinkan hati siapapun yang ragu terhadap hakikat Islam. Agar mereka mengetahui kemuliaan agama ini. Agar mereka tahu kasih sayang yang telah dibawa Rasulullah saw.

Saya tutup artikel ini, dengan firman ALLah swt,

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagaian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS Ar-Rum : 23).

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »