Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Save Palestine’ Category

Oleh Ihsan Tandjung

Masih ada sebagian muslim di Indonesia yang mempermasalahkan persoalan Palestina. Mereka bertanya: “Mengapa kita harus memperhatikan apa yang terjadi nun jauh di Gaza sana? Bukankah di negeri kita sendiri masih banyak masalah? Lebih baik kita urus negeri kita saja. Soal Palestina, yah biarkan saja diurus sama yang lain. Kita urus urusan kita sajalah..!!”

Benarkah sikap seperti ini?

Saudaraku, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah memperingatkan kita bahwa salah satu tanda menjelang datangnya hari Kiamat ialah kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi. Suatu bentuk peperangan yang menjadi sangat unik karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan bahwa pada saat itu alam-pun turut berfihak kepada pasukan Islam. Pepohonan dan bebatuan pada hari itu diizinkan Allah berbicara kepada pasukan Islam. Alam akan memberitahu pasukan Islam posisi tentara Yahudi.

“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sampai Yahudi berlindung di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon berbicara “Hai Muslim, hai hamba Allah, ini Yahudi di belakangku, kemari, bunuhlah dia,” kecuali Ghorqod sebab ia sungguh pohon kaum Yahudi.” (HR Muslim 5203)

Artinya, berdasarkan hadits di atas bilamana kaum Muslimin sudah menjadi sadar bahwa kaum Yahudi merupakan musuh bebuyutan yang pada akhirnya harus diperangi, maka hal itu menandakan sudah dekatnya kedatangan hari Kiamat. Sedangkan peristiwa perang di Gaza kemarin jelas-jelas merupakan suatu konflik yang melibatkan kaum Yahudi di satu fihak dan kaum Muslimin di lain fihak.

Namun demikian, ada hal penting yang perlu kita catat. Dalam hadits di atas Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan bahwa perang melawan Yahudi sebagi pertanda dekatnya hari Kiamat adalah perang yang dilancarkan oleh kaum Muslimin terhadap kaum Yahudi. Tidak ada samasekali di dalam hadits di atas isyarat bahwa yang memerangi Yahudi adalah kaum Muslimin bangsa tertentu, misalnya bangsa Palestina sendirian. Perang tersebut akan diikuti oleh segenap kaum Muslimin berlatar-belakang aneka bangsa. Sehingga pohon dan batupun tatkala memanggil tidak berkata: ”Hai orang Palestina… hai orang Mesir… hai orang Yordania… hai orang Suriah…. hai orang Arab… hai orang Malaysia… hai orang Indonesia… hai orang Melayu…” TIDAK, saudarku…! Pada saat perang ideologi itu berlangsung pohon dan batu hanya memanggil dengan satu identitas: “Hai Muslim, hai hamba Allah…”

Bila kita lihat peristiwa Gaza kemarin, maka kita menyaksikan bahwa praktis bangsa Palestina berperang melawan Yahudi sendirian. Tidak ada yang membantu mereka. Sehingga hal ini menjelaskan kepada kita mengapa pertolongan Allah dan kemenangan belum sepenuhnya berfihak kepada ummat Islam. Dan Israel bisa melenggang dengan pongahnya melakukan genosida yang begitu keji.

Maka saudaraku, di sinilah munculnya kewajiban bagi kita untuk terlibat menunjukkan solidaritas terhadap apa yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Sebab bila kita tidak memiliki kepedulian akan apa yang menimpa mereka, maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengancam bahwa kita tidak akan dianggap sebagai bagian dari komunitas ummat Islam..!!

“Barangsiapa tidak peduli dengan urusan kaum Muslimin, maka ia tidak termasuk ke dalam golongan mereka.” (HR Thabrani 7686)

Kita dewasa ini memang sangat tidak berdaya. Kita hanya sanggup menonton di layar kaca pembantaian yang terjadi atas saudara-saudara kita di Gaza. Paling jauh kita hanya bisa berdoa, menangis, mengirim dana, obat-obatan, makanan, pakaian, menulis artikel, mengirim tim medis, jurnalis dan aktifis kemanusiaan. Tapi satu hal yang pasti, kita samasekali tidak memiliki izin, peluang dan kesanggupan untuk turut serta berjihad bahu membahu bersama para pejuang Hamas dan pejuang Palestina faksi lainnya.

Hal ini menandakan bahwa sesungguhnya perang di Gaza kemarin belum merupakan perang sebagaimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam isyaratkan di dalam hadits di atas. Perang di Gaza baru melibatkan sebagian ummat Islam dari satu bangsa tertetnu. Ia belum menjadi perang yang melibatkan segenap kaum Muslimin dari berbagai bangsa dan penjuru dunia. Padahal fihak Israel sudah sampai ke tahap melibatkan Yahudi dari berbagai latar belakang bangsa dan penjuru dunia. Ini jelas belum menunjukkan keseimbangan perlawanan. Padahal Israel sudah mempersiapkan seluruh warganya dengan digencarkannya megaproyek penghijauan berupa penanaman pohon Ghorqod sebanyak-banyaknya…!!! Kadangkala, mereka lebih memahami hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kita daripada sebagian kita sendiri.

Jangankan perang kemarin melibatkan kaum Muslimin dari berbagai bangsa dan penjuru dunia, bahkan kalangan pemerintah Arab negara tetangga Gaza saja ada yang malah berkolaborasi dengan Israel..!! Kita saksikan bahwa kesatuan faksi-faksi Palestina sulit disatukan, terutama antara Hamas dan Fatah, bukan karena sembarang sebab. Tetapi harus diakui bahwa sebagian pemimpin Fatah, terutama yang dewasa ini memegang posisi formal dalam lembaga Otoritas Palestina, memang memiliki hubungan yang sedemikian akrab dengan pemerintah zalim Israel sehingga mau tidak mau kesan yang muncul adalah mereka berkolaborasi dengan musuh. Repotnya lagi, fihak Hamas memiliki bukti-bukti kuat yang membenarkan munculnya kesan tadi.

Maka saudaraku, kasus Gaza setidaknya semakin menyadarkan dunia umumnya, ummat Islam khususnya, bahwa memerangi bangsa Yahudi menuntut kita semua untuk berada dalam kesatuan barisan Mujahidin fi sabilillah. Dan kita cukup optimis bahwa walaupun kali ini warga Gaza sendirian menghadapi kekuatan militer Yahudi Zionis Israel, setidaknya telah terjadi penyadaran dan pengkondisian kepada sebagian besar Ummat Islam bahwa bukanlah ikatan kebangsaan Palestina yang bisa menyelesaikan problema kezaliman penjajah Israel. Bukan pula ikatan ke-Arab-an. Tetapi memang haruslah wujud suatu semangat dan network ke-Islaman untuk menuntaskan masalah ini. Sebab masalah ini pada hakikatnya merupakan konflik abadi antara pembela Kebenaran versus pembela Kebatilan. Pasukan Islam merupakan representasi dari ahlul-haq alias Hizbullah sedangkan pasukan Yahudi merupakan representasi dari ahlul-batil alias Hizbusy-Syaithan. Wallahua’lam bish-showwab.

Dikutip dari : http://danielmas.wordpress.com/2009/02/13/palestina-dan-skenario-akhir-zaman/

Read Full Post »

Israel attacks Gaza aid fleet – Middle East – Al Jazeera English.

Read Full Post »

Begitu mengetahui takwil mimpinya, Fir’aun langsung memerintahkan aparatnya untuk segera memburu  dan membunuh bayi-bayi lelaki yang baru lahir di seluruh pelosok negri Mesir yang dipimpinnya. Dalam mimpinya itu Firaun, sang raja negri 1000 piramida tersebut melihat seorang pemuda Yahudi menjatuhkan kekuasaannya yang absolut. Namun takdir Allah tidak dapat dihindari. Pemuda Yahudi itu nyatanya lolos dari pembunuhan pasukan Firaun. Bahkan ia hidup tenang di dalam istana megah Firaun dengan segala limpahan kekayaan dan kasih sayang istri Firaun sendiri!   

“ Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; “Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir`aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir`aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah isteri Fir`aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfa`at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.”(QS.Al-Qashash(28):7-9). 

Ya, pemuda Yahudi dalam mimpi raja Mesir yang kejam tersebut adalah Musa, seorang Rasul Allah, salah satu Ulul Azmi yang diutus kepada kaum Yahudi. Ketika itu Yahudi dibawah kekuasaan Mesir diperlakukan sebagai budak belian. Dibawah Musa as inilah kaum Yahudi berhasil lolos dari kekejaman Firaun. Sementara Firaun sendiri beserta  pasukan yang mengejar rombongan Musa tertimpa azab Allah. Mereka tenggelam dibawah sungai Nil yang tiba-tiba menutup kembali begitu rombongan Musa melewati sungai yang terbelah atas izin-Nya itu.  Kisah legendaris yang diperkirakan terjadi lebih 3000 tahun lalu ini tidak saja tercantum dalam Al-Quran namun juga di kitab Injil dan Taurat.   

Fenomena diatas kembali muncul melalui perbuatan biadab Israel terhadap rakyat Palestina namun dengan posisi terbalik. Israel dengan Zionisnya memerankan tokoh Firaun yang keji dan kejam sedangkan rakyat Palestina memerankan tokoh bangsa Yahudi yang ditindas.  Agresi Israel ke Jalur Gaza yang baru beberapa hari lalu mencapai genjatan senjata sementara adalah contoh terakhir penindasan Israel terhadap Palestina.

Adalah fakta bahwa kebanyakan orang Yahudi sangat fanatik terhadap agamanya terlepas apakah agama dan kitab yang dipegangnya sekarang ini murni atau tidak. Dalam kehidupan kesehariannya, banyak orang Yahudi yang masih pergi ke sinagog (tempat ibadah penganut agama ini) untuk beribadah dan membahas Taurat dan Talmud.  Dengan penuh rasa percaya diri mereka bepergian mengenakan topi kecil dan jubah khas Yahudi seta merayakan dan memperingati hari-hari besar mereka. Dan hal tersebut bukan hanya dikerjakan oleh pendeta-pendetanya namun juga para pejabat tinggi termasuk anggota  Zionisnya. Organisasi elit Yahudi ini dibentuk atas dasar berbagai kepentingan. Tidak saja atas dasar keagamaan dan kepercayan namun lebih lagi karena kepentingan politik. Zionis inilah yang membidani lahirnya negara Israel di atas tanah Palestina. Mengapa Palestina? Karena mereka yakin di atas tanah inilah ( tepatnya di atas areal Haram Asy-Syarif dimana sekarang ini berdiri Masjid Al-Aqsho dan Masjid As-Saqroh) Bait Allah, rumah suci mereka pada zaman keemasan Daud as dan Sulaiman as ribuan tahun lalu pernah berdiri! 

Jadi jelas, jika  ditinjau dari kacamata diatas  faktor utama penindasan Israel terhadap Palestina adalah  faktor yang amat kental dengan nuansa keagamaan. Pertanyaannya, mengapa orang Yahudi begitu membenci dan memusuhi Islam? Yang pertama tentu saja karena Haram Asy-Syarif saat ini berada di bawah kekuasaan Islam. Namun dari sisi lain, kita tahu bahwa orang Yahudi sejak dahulu kala dikenal suka terhadap kekerasan dan kemaksiatan. Al-Quran berkali-kali menuturkan betapa keras kepalanya mereka ini. Mereka cenderung tidak mau mendengar orang yang mengajak kepada kebaikan. Mereka bahkan memfitnah dan membunuh para nabi. Salah satu contohnya adalah penyaliban nabi Isa as, walaupun kemudian dengan cara yang tidak kita ketahui  Allah swt menyelamatkan dan menyerupakan Isa as dengan Yudas, salah satu muridnya yang berkhianat. Malapetaka ini terjadi pada tahun 30 an Masehi di Yerusalem.    

Sejarah juga bersaksi betapa sejak dahulu kala orang Yahudi dimanapun berada sering dimusuhi dan dibenci. Holocaust yang tejadi  pada sekitar tahun 1940an oleh Nazi adalah salah satu contohnya walaupun sebenarnya mungkin tidak sedasyat yang dikumdangkan Israel sekarang ini. Tragedi pembantaian Yahudi (juga antisemit, prilaku membenci orang-orangYahudi yang hingga sekarang ini banyak dijumpai di Eropa) sebenarnya adalah akibat dari ulah mereka sendiri. Nazi dibawah kepimpinan Hitler berkeyakinan  bahwa PD I  terjadi akibat perbuatan rasis mereka. Bangsa Yahudi sejak dulu merasa dirinya bangsa superior, bangsa pilihan Tuhan yang berhak berlaku sewenang-wenang terhadap bangsa lain. 

Hanya orang Yahudilah yang dipandang sebagai manusia: Seisi dunia ini semuanya untuknya dan segala sesuatu haruslah melayaninya terutama ‘binatang’ yang berbentuk orang.” ( Hal 60 kitab Talmud).

Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diberi ampun”. Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga)……. ” (QS.Al-A’raf(7):169). 

Sejarah juga mencatat kerajaan Yahudi berdiri dengan segala kebesarannya hanya dalam waktu yang sangat singkat , yaitu  pada masa raja sekaligus nabi Daud as dan nabi Sulaiman as. Ini terjadi pada sekitar tahun 1010 SM -927 SM. Setelah itu kerajaan selalu dalam perpecahan. Fitnah, kejahatan dan kekerasan meraja-lela dimana-mana. Generasi ini adalah generasi rakus yang mencintai kehidupan duniawi secara berlebihan. Mereka lupa akan negri akhirat. Dalam keadaan seperti itulah akhirnya pada tahun 587 SM kerajaan ini ditaklukan oleh  raja Nebukadnezar dari kerajaan Babilonia. Oleh raja tersebut orang-orang Yahudi kemudian dibawa ke negrinya dan sekali lagi dijadikan budak belian. 

Pada masa kehidupan Rasulullah di Madinah di tahun 600 an M Yahudi terus saja  berulah. Ketika itu di Madinah yang masih bernama Yatrib hidup beberapa kabilah Yahudi. Mereka suka mengolok-olok agama dan ajaran penduduk asli yang memang belum mengenal agama samawi. Mereka mengatakan bahwa kitab suci  mereka menceritakan akan datangnya seorang utusan Allah yang akan membela kepentingan mereka. Mereka juga menambahkan orang yang mengkafirkan utusan tersebut akan diazab Tuhan. 

Itu sebabnya ketika pada tahun 610 M datang berita mengenai kehadiran seorang utusan Tuhan di Mekah penduduk asli Yatrib segera berbondong-bondong datang ke Mekah. Mereka tidak ingin kalah cepat dari orang Yahudi dalam membait utusan tersebut. Sebaliknya orang Yahudi. Menyadari bahwa ternyata utusan yang telah lama mereka nantikan, utusan yang telah digambarkan dalam kitab suci mereka  tidak datang dari kaumnya, orang Yahudi beramai-ramai  menolak mengakui sang utusan, Muhammad saw.   

Sifat iri dan dengki inilah yang menjadi penyebab awal mengapa pengikut Yahudi amat membenci ajaran Islam. Sejak itupun mereka berusaha keras melenyapkan Rasulullah, para pengikut serta ajarannya. Ketika akhirnya Rasulullah hijrah ke Madinah dengan dukungan penduduk yang kelak dinamai kaum Anshor, orang-orang  Yahudi bertambah kesal. Oleh karenanya demi menghindari bentrokan Rasulullah membuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dan Yahudi. Namun berbagai perjanjian yang disepakati  kedua belah pihak tersebut sering berakhir dengan pelanggaran yang dilakukan Yahudi. Berkali-kali orang Yahudi berbuat keributan dan berusaha membunuh Rasulullah  Hingga akhirnya Rasulullah terpaksa mengusir orang-orang tersebut dari tanah Madinah untuk selamanya.   

Selanjutnya pada masa penaklukan Yerusalem oleh Khalid bin Walid dibawah kepemimpinan khalifah Umar Bin Khattab pada tahun 636M. Pemimpin Nasrani ketika itu berpesan kepada sang khalifah yang khusus datang dari Madinah agar orang Yahudi jangan diperbolehkan tinggal disekitar Yerusalem. Mengapa? Karena para pendeta Nasrani ketika itu telah mengetahui kebusukan Yahudi! Talmud yang dijadikan undang-undang Yahudi adalah buktinya. Oleh sebab itu sejak abad 15 sejumlah Paus telah memerintahkan agar Talmud ini diberangus dan dilarang peredarannya karena dianggap dapat memprovokasi umat Nasrani. Dengan demikan jelas bahwa Yahudi bukan hanya memusuhi Islam namun juga Nasrani. Ia tidak menyukai keadilan dan kemapanan. Tegasnya Yahudi menentang kekuasaan Sang Khalik, Allah swt. Ini yang menyebabkan kemurkaan-Nya.          

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Al-A’raf(7):167). 

Jadi Yahudi sejatinya amat meyakini ajaran pokok agama samawi. Mereka tidak saja rajin mempelajari Injil dan Taurat namun juga Al-Quran dan hadis. Kitab perjanjian lama dan perjanjian baru adalah gabungan antara Taurat dan Injil. telah lama mereka acak-acak. Mereka juga memiliki kitab Talmud yang sering disebut-sebut sebagai ayat-ayat hitam. Al-Quran satu-satunya kitab yang tidak dapat mereka aduk-aduk. Padahal dalam kitab suci umat Islam ini terdapat banyak cerita dan kisah penyelewengan Yahudi. Ini yang mereka benci dan  ingin mereka hapuskan. 

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi. (HR. Shahih Muslim No.5203). 

Bangsa Yahudi sangat percaya terhadap hadis diatas. Ini terlihat dari kebijaksanaan  pemerintah Israel yang baru-baru ini mengeluarkan imbauan untuk menanam jenis pohon tertentu di tanah Israel. Dengan gencar imbauan ini diserukan melalui berbagai media komunikasi diantaranya melalui internet. Mereka mengiming-iminginya dengan sertifikat dengan berbagai bentuknya yang cantik. Pohon ini dijual dengan harga 18 US$ per pohon. Untuk menarik pembeli, selain mencantumkan ayat dalam Injil mereka juga  menawarkan potongan-potongan harga menarik. Pohon-pohon ini dijual mulai harga satuan, tigaan, limaan hingga ratusan dan ribuan! Saat ini pohon-pohon yang baru ditanam tersebut terlihat memenuhi tanah Israel. Namun sayangnya, sudah betulkah pohon yang ditanam itu adalah pohon Gharqad, pohon yang akan melindungi mereka dari azab-Nya? Wallahu’alam..     

Dalam kaitan penyerangan Israel terhadap Jalur Gaza  beberapa waktu lalu, banyak hikmah yang dapat kita petik. Sebagaimana kita maklumi Sang Pencipta telah menetapkan bahwa pada akhir zaman nanti wilayah Palestina dan sekitarnya akan menjadi ajang pertempuran antara pengikut-Nya melawan pengikut kebathilan. Juga kita ketahui lebih dari 90 % penduduk Palestina adalah Muslim. Hamas adalah wakil rakyat yang saat ini memegang pemerintahan  di Jalur Gaza. Ia adalah pemenang pemilu yang digelar secara demokratis pada tahun 2006 namun ditolak oleh Israel, Amerika Serikat dan Barat serta ironisnya oleh Fatah, partai yang dikalahkan Hamas. Diberitakan bahwa untuk menjadi anggota Hamas diperlukan penyaringan ketat. Orang yang bukan jamaah shalat Subuh masjid manapun jangan harap dapat menjadi anggota partai ini! 

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid)sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]. 

Apa yang diketahui Zionis tentang hal ini ? Seorang penguasa Yahudi mengatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Yaitu bila jumlah jamaah shalat Subuh menyamai jumlah  jamaah  shalat Jum’at.  Inilah hikmah pertama yang harus kita ketahui. 

Yang kedua.  Dalam surat Al-Isra ayat  4 dan 5, Allah menerangkan bahwa Bani Israel  akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali. Pada kerusakan atau kejahatan pertama,  Allah telah membalasnya dengan kekuatan yang amat besar hingga bani ini mengalami penderitaan dan kesengsaraan. yang amat berat. Balasan apakah itu ? Sejumlah ulama  berpendapat balasan tersebut terjadi ketika Nebukadnezar datang menghancurkan kerajaan Yahudi.. Tapi ada pula yang berpendapat bahwa Holocaust adalah balasan yang dimaksud ayat  4 dan 5 surat Al-Isra.    

Yang ketiga.  Allah berfirman sebagai berikut :

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali
dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan
kamu kelompok yang lebih besar.
” (QS. Al-Isra’(17): 6).

Berkat rahmat dan kasih sayang-Nya, bangsa Israel telah mendapat kesempatan untuk menguasai kembali tanah Palestina. Ini yang terjadi pada tahun 1948. Jika tidak karena izin-Nya mustahil negara Israel bisa berdiri di atas tanah Palestina. Setelah hampir dua setengah milenium bangsa Israel tidak memiliki negara dan hidup terlunta-lunta, kini bangsa Israel berhasil memiliki negara, kekuatan, harta dan pendukung. Mereka bahkan telah berhasil menguasai hampir seluruh aspek kehidupan manusia di seluruh pelosok dunia. Mulai dari media, perbankan dan keuangan, militer, perdagangan, teknologi dan lain sebagainya telah berada di genggaman mereka.

Selanjutnya Allah berfirman : “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri…….”. (QS.Al-Isra’(17):7).

Tetapi apa yang dilakukan bangsa ini? Sungguh tak terkira banyaknya bukti ketidak adilan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Mulai dari pengusiran baik secara halus maupun kasar, pemboikotan ekonomi dan sosial hingga pembunuhan dan pembantaian yang mengarah pada genosida. Bahkan juga ’perang’ dengan menggunakan fosfor putih yang terlarang. Rakyat Palestina dibuat benar-benar menderita. Mereka seperti hidup dalam penjara raksasa. Kesatuan mereka dipecah menjadi 2, Tepi Barat dan Jalur Gaza yang jaraknya sangat berjauhan. Belum puas dengan itu, Israel mendirikan tembok-tembok pembatas di kota-kota besar Tepi Barat. Ini yang membuat rakyat Palestina hidup terisolasi, tidak mendapatkan  pasokan listrik dan air yang memadai. Perekonomian dan perdagangan lumpuh. Anak-anak terancam putus sekolah. Fasilitas sosial sangat minim.   

Frustasikah bangsa Palestina? Inilah hikmah yang ke empat. Seorang perempuan anggota DPR yang suatu ketika berkunjung ke Gaza menuturkan bahwa ia ditanyai seorang perempuan Palestina. ” Apakah anda hafal Al-Quran ?”, tanya perempuan Palestina tersebut. Ketika anggota DPR tersebut menjawab bahwa ia hafal 20 juz, perempuan Palestina itu balik bertanya dengan nada keheranan ” Berapa umur anda saat ini?”. ” 41 tahun ”, jawab si anggota DPR.. ” Kemana saja anda selama itu ??”…

Berita lain juga mengabarkan bahwa sebagian besar korban di Gaza adalah anak-anak. Mereka ini rata-rata adalah para hafizh ( penghafal Al-Quran). Mereka ini dijatuhi bom ketika sedang berada di dalam masjid-masjid. Israel beralasan bahwa masjid di bom karena dijadikan tempat persembunyian anggota Hamas. Namun hal ini dibantah Hamas. Dan tentu saja ini tidak benar. Dari sejumlah bukti diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pertempuran antara rakyat Palestina, khususnya Hamas dengan Israel adalah pertempuran antara hamba Allah  yang shaleh melawan kebathilan. Peperangan dalam rangka menegakkan kebenaran dan keadilan yang hakiki. Sebuah kebenaran dan keadilan bagi seluruh manusia bukan bagi sekelompok atau segolongan manusia. Inilah inti ajaran Islam. Sebaliknya Israel jelas-jelas ingin melenyapkan segala bentuk kemapanan, keadilan dan ketenangan hidup. Ia ingin menguasai dunia  dengan sebuah sistim tatanan baru yang tunduk dibawah kekuasaan dan kemauan hawa nafsu ke-Yahudi-an. Dunia yang tunduk demi kepentingan Yahudi semata dengan Dajjal sebagai tuhannya!

 ”…. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (QS.Ar-Rad (13):11)

 Ayat diatas adalah hikmah ke lima dari pertempuran antara Palestina dan Israel. Pertempuran tersebut harus  menjadi semangat bagi seluruh pemuja kebenaran dan keadilan terutama Muslim dimanapun berada untuk membuktikan keimanan mereka. Kebenaran dan keadilan harus diperjuangkan bukan sekedar hanya dipikirkan apalagi diwacanakan atau dimimpikan. Dalam perjuangan ada yang harus dikorbankan. Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang wafat dalam memperjuangkan kebenaran tersebut. Itulah para syuhada. Sedangkan imbalan bagi yang tetap hidup adalah kebahagiaan dan ketentraman di dunia. Kerajaan dimana Yusuf memegang sebuah jabatan penting di Mesir pada masa lalu, kerajaan Daud dan Sulaiman, kerajaan ratu Balqis, kerajaan Habasyah serta kekhalifahan Islamiyah yang berumur hingga lebih dari seribu tahun adalah contoh nyata kemenangan yang diberikan-Nya kepada masyarakat yang takwa.

Dan hikmah yang terakhir adalah janji Allah pasti akan datang. Israel tidak lama  lagi akan jatuh dan  Palestina pasti akan menang. Rakyat Palestina dibawah pemerintahan hamba-hamba-Nya yang shaleh, yang mau berjihad menentang kedzaliman, berjuang menegakkan kalimat Allah dan bertempur demi mendapatkan haknya pasti akan mencapai apa yang diinginkan dan dicita-citakan selama ini. Mereka telah bersabar selama lebih dari 60 tahun untuk menanda-tangani berbagai perjanjian perdamaian yang selalu dilanggar pihak lawan. Maka janji Allah pasti akan dipenuhi, Insya Allah.

 “……. Apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan
orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke
dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan
untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
” (QS. Al-Isra’(17):7).

Itulah bunyi kelanjutan ayat yang menandakan bahwa Israel dengan Zionisnya akan dikalahkan. Itulah hukuman bagi kaum yang tidak mau menepati janji-janjinya. Ketetapan Allah adalah pasti. Sebagaimana Fir’aun yang berusaha melawan takwil mimpinya maka usaha Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestinapun tidak akan mampu mencegah apalagi membendung rencana-Nya. Pepatah berkata ”Mati satu tumbuh seribu”. Keadaan ini benar-benar terjadi di tanah Palestina. Karena selama 22 hari serangan Israel di Gaza yang menewaskan 400-an anak telah lahir pula lebih dari seribu anak!  Subhanallah….

Hidup para pemegang kalimat Allah, hidup Palestina, Allahu Akbar….

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Jakarta, 28/1/08.

Sylvia Nurhadi . 

Read Full Post »

Bunuh diri dalam Islam hukumnya jelas, dosa bahkan masuk dosa besar! Bunuh diri dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan. Allah melaknat perbuatan ini karena bunuh diri sama dengan tidak bersyukur , tidak menghargai pemberian nikmat hidup yang diberikan-Nya. Hidup adalah ujian, batu loncatan untuk menuju kehidupan yang lebih abadi yaitu kehidupan akhirat. Kehidupan didunia adalah tiket yang harus dipergunakan sebaik mungkin agar dinegri akhirat nanti  tidak terjebak ke dalam derita,  duka nestapa dan penyesalan yang tiada akhir di neraka. 

 Kesulitan  hidup di dunia baik itu kemiskinan, penyakit, kegagalan dalam membina keluarga, kegagalan dalam cinta, kegagalan dalam karier maupun kegagalan-kegagalan lain dalam hidup ini tidak ada artinya sama sekali dibanding siksa neraka. Ini adalah cobaan yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Dan balasan yang akan diterima seseorang itu tergantung dari tingkat cobaan serta kesabaran yang diperlihatkannya. Makin tinggi dan berat cobaan makin tinggi pula kesabaran yang dibutuhkan. Oleh karenanya ganjaran pahalanyapun  lebih banyak lagi. Disamping itu Allah juga berfirman bahwa Ia tidak akan memberi cobaan lebih dari kemampuan seseorang.

 Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya……”. (QS. Al-Baqarah (2): 286).

 Begitupun membunuh manusia lain. Betapapun miskinnya Allah melarang seseorang membunuh anak-anak mereka.

 “ Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”(QS.Al-Isra (17):31).

Namun tidak semua perbuatan membunuh itu dilarang. Dengan beberapa alasan Allah membolehkannya. Contohnya yaitu ketika dalam perang. Tetapi dengan catatan  tidak boleh dengan nafsu amarah. Perang dalam Islam yang diperbolehkan adalah dalam rangka menegakkan kebenaran, menegakkan keadilan,melawan kezaliman. Islam adalah agama yang cinta damai tetapi tetap tegas.

Berikut  pengalaman Ali bin Thalib yang amat patut untuk dicontoh.

Pada suatu pertempuran, Ali bin Abi Thalib menjatuhkan lawannya. Kemudian ia meletakkan kakinya di atas dada lawannya lalu menempelkan pedangnya ke leher lawan tersebut. Tetapi ia tidak segera membunuh orang itu.

Mengapa engkau tidak segera membunuhku?” Orang itu berteriak dengan marah.

Aku adalah musuhmu. Mengapa kamu hanya berdiri saja?

Lalu ia meludahi muka Ali. Mulanya Ali menjadi marah, tetapi kemudian dia mengangkat kakinya dari dada orang itu dan menarik kembali pedangnya.

Aku bukan musuhmu”. Ali menjawab. “Musuh yang sebenarnya adalah sifat-sifat buruk yang ada dalam diri kita. Engkau adalah saudaraku, tetapi engkau meludahi mukaku. Ketika engkau meludahi aku, aku menjadi marah dan keangkuhan datang kepadaku. Jika aku membunuhmu dalam keadaan seperti itu, maka aku akan menjadi seorang yang berdosa, seorang pembunuh. Aku akan menjadi seperti semua orang yang kulawan. Perbuatan buruk itu akan terekam atas namaku. Itulah sebabnya aku tidak membunuhmu”.

Sebaliknya Allah swt mengizinkan seseorang untuk menuntut balas atas kematian yang dilakukan seseorang secara sengaja dan zalim terhadap keluarganya. Tetapi dengan syarat tidak melampaui  batas. Apalagi bila si pembunuh telah mengakui kesalahan, meminta maaf serta membayar diat. Maka tidak ada lagi alasan bagi seorang ahli waris untuk membalas kematian tersebut.

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan”.(QS.Al-Isra (17):33).

Bagaimana dengan bom bunuh diri yang belakangan ini makin marak saja terjadi. Saya secara pribadi berpendapat bahwa bom bunuh diri termasuk kasus khusus. Bom bunuh diri yang dilakukan dengan niat mengakhiri berbagai masalah dan kegagalan dalam kehidupan sudah pasti dilarang, haram.hukumnya alias dosa. Namun bom diri yang dilakukan dalam rangka perang  sama hukumnya dengan yang berlaku dalam perang. Bom bunuh diri yang banyak terjadi di wilayah perang seperti di Palestina adalah contohnya.

Harus diakui, seluruh permukaan tanah Palestina adalah wilayah perang. Karena pemerintahan dan negara Israel yang berdiri diatas tanah Palestina dan diakui oleh PBB pada tahun 1948 tidaklah  berdiri atas kemauan dan kehendak rakyat yang mendiami wilayah tersebut.

Sekedar untuk diketahui, Palestina sebelum berdirinya Israel adalah negri yang diakui sebagai negri yang memliki toleransi amat tinggi. Mayoritas penduduknya yang etnis Arab Muslim mampu hidup berdampingan dengan Arab Nasrani, Armenia maupun Yahudi secara rukun dan damai. Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan mandatari  Inggris yang menguasai Palestina sejak tahun 1917, pada tahun 1922 perbandingan jumlah penduduk antara Muslim, Yahudi dan Nasrani adalah 78 : 11 : 10. Pada tahun 1931 adalah 74 : 17 : 9 dan pada tahun 1945 adalah 60 : 31 : 8. Total penduduk ketika itu adalah 1.845.560 jiwa. Gaza, Hebron, Nablus dan Ramallah adalah 4 kota terbesar yang dikuasai Muslim yaitu antara 83 hingga 99 %. Sementara berdasarkan kepemilikan tanah pada tahun 1945 perbandingan Muslim dan Yahudi adalah adalah 84 : 2.

( click : Rahasia Israel Yang Tidak Dipublikasikan )

Namun sejak Israel bercokol ditanah tersebut, kerusuhan dan ketegangan terus saja terjadi setiap hari. Dengan berdatangannya orang-orang Yahudi dari seluruh pelosok dunia,     etnis Arab Muslim yang semula mayoritas makin lama makin terpinggirkan. Mereka terus ditekan, dikucilkan dan terusir. Saat ini mereka hanya menduduki  Gaza dan Tepi Barat yang tidak lebih dari 25 % dari seluruh Palestina sebelum 1948. Itupun letaknya terpisah ratusan km. Dan dengan dibangunnya tembok-tembok pembatas di dalam kota-kota Tepi Barat seperti yang terjadi di Yerusalem Timur, Bethlehem, Jericho dll  sejak tahun 2001 wilayah Palestinapun makin lama makin menyempit. Hingga akhirnya yang tersisa hanya tinggal 12 % saja. Disinilah mereka hidup berdesak-desakan.

Belum lagi dengan kwalitas hidup yang serba dalam kesulitan. Karena otoritas Israel hanya menyalurkan 15 % air bersih dan  listrik ke wilayah ini. Keadaan mereka benar-benar sangat memprihatinkan. Mereka tertindas di tanah air mereka sendiri dan ironisnya lagi seluruh dunia mengetahuinya! Dapatkah kita merasakan bagaimana tertekannya perasaan mereka?  Bagaimana dan dengan apa mereka harus melawan ? Bagaimana mereka dapat meng-agung-kan-Nya, mendirikan ibadah dengan tenang ? Siapa yang mau membela dan melindungi anak-anak mereka ??

Maka bom bunuh diripun akhirnya menjadi pilihan terakhir. Untuk menghindari agar korban sipil dapat ditekan tampaknya agak sulit. Mereka memang tinggal di wilayah yang padat penduduk dengan pos penjagaan tentara yang tersebar dimana-mana. Setiap waktu setiap saat selalu terjadi keributan. Untuk pergi mencari nafkah, ke sekolah, ke pasar  bahkan ke dokterpun mereka musti berkali-kali melalui pos penjagaan yang super ketat. Dibawah todongan senjata pula ! Maka jalan satu-satunya hanya meledakkan diri didepan pos-pos penjagaan tersebut.

Namun bila kemudian aksi bom bunuh diri ini divonis sebagai kejahatan perang, tentunya banyak pihak yang harus dilibatkan dan dipersalahkan. Begitu pula dengan timbulnya kesan kebencian yang begitu mendalam terhadap Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah negara adi daya yang menjadi sekongkol Israel. Tanpa dukungan dan perlindungan negri paman Sam ini mustahil Israel dengan Zionisnya mampu berbuat semena-mena terhadap rakyat Palestina. Sebenarnya bahkan umat Kristiani Palestinapun membenci kebijaksanaan Israel. Bagaimanapun mereka merasa bahwa dibawah bendera Palestina Muslim ( dulu) mereka aman. Toleransi diantara pemeluk Islam, Nasrani dan Yahudi sangat tinggi dijunjung.             

Saya sering mendengar dan membaca berita mengenai korban kejahatan perang melalui berbagai media, baik televisi, koran maupun internet. Namun baru kali ini saya mendengar sendiri dari mulut anak perempuan saya yang berumur 15 tahun. Ia murid sebuah SMA di Pau, kota kecil di Perancis Selatan. Di sekolah inilah ia berkenalan dengan seorang remaja Chechnya. Darinya ia mengetahui bahwa temannya tersebut adalah pengungsi korban perang Chechnya.

Chechnya adalah salah satu negara bagian Rusia yang berjuang untuk melepaskan dan memerdekakan diri dari Rusia. Karena letaknya yang berdekatan dengan Turki Ustmaniyah sejak abad 15 mayoritas penduduknya adalah Muslim. Namun dibawah pemerintahan Rusia mereka sangat sulit menjalankan ajaran Islam. Walaupun pada tahun 1991 dengan bubarnya Republik Federasi Rusia, Chechnya berhasil memproklamirkan diri, perang sengit tetap saja terjadi. Rupanya Rusia tidak ingin kehilangan wilayah yang dikabarkan kaya akan minyak ini. Perang yang berlangsung sejak tahun 1994 dan menelan korban meninggal ratusan ribu jiwa, jutaan anak yatim piatu dan cacat serta menghancurkan sebagian besar infrakstuktur negri ini hingga kini sesekali masih saja berlangsung.    

Click : Distruction of Chechnya

Bella, demikian nama remaja tersebut, menceritakan bahwa ia masih dapat mengingat bagaimana kedua saudara lelakinya ditembak tentara Rusia di depan matanya hingga meninggal ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah menuju rumah. Menurut anak saya, temannya yang cantik dan santun itu kelihatan kurang percaya diri dan agak pendiam serta pemalu. Saya katakan itu adalah trauma akibat dari apa yang pernah terjadi terhadap dirinya. Ayah Bella hingga saat ini masih sering pulang ke negaranya untuk membantu perjuangan saudara dan teman-temannya. Sementara kakak lelakinya bekerja di salah satu kota di Perancis bagian utara. Dengan gaji yang pas-pasan ia harus menyantuni hidup Bella, adik dan kedua orang-tuanya yang hingga saat ini masih   mengontrak sebuah apartemen sempit di Pau. Bella sendiri bisa sekolah karena bea siswa Perancis.

Suatu hari anak saya juga bercerita bahwa Bella hanya hafal beberapa surat pendek saja dan tampaknya sering meng-qodho shalat Zuhur dan  Asar dengan Magrib! Hampir semua murid di Perancis memang sulit menjalankan shalat Zuhur pada waktunya. Karena selain sekolah tidak menyediakan tempat shalat suasananya juga  kurang mendukung. Biasanya mereka memang meng-qodhonya dengan Asar. Namun dengan Magrib??

Inilah salah satu dampak perang yang nyata terlihat. Anak-anak tidak saja hanya kehilangan orang-tua dan sanak keluarga namun juga bimbingan dan pegangan agama. Bella masih lumayan karena bagaimanapun ia masih menjalankan shalatnya. Namun bagaimana dengan yang lain.. Karena banyak korban perang yang kemudian diadopsi oleh penduduk setempat yang pada umumnya pemeluk Nasrani atau malah Atheis !

Belum lagi dengan nasib mereka yang terpaksa hidup mengemis, tinggal di tenda-tenda pengungsian yang kumuh. Mereka hidup hanya berdasarkan belas kasihan orang lain. Mereka adalah para korban perang yang datang dari berbagai negara seperti Irak, Palestina, Afganistan, Serbia dan Chechnya.

Ironisnya, bahkan sesungguhnya kitapun, rakyat Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk Islam secara tidak langsung telah ikut andil dalam penghancuran tersebut. Sebab dengan berbelanja dan mengkonsumsi berbagai produk Zionis yang dibungkus label barat berarti kita telah memberikan keuntungan kepada Israel. Dan dengan kekayaan yang makin menggunung itulah  mereka menekan saudara-saudara kita dimanapun berada.

Sungguh mengherankan, di zaman modern ini dimana kata demokrasi, keadilan, persamaan hak dll begitu sering dikumandangkan namun nyatanya penindasan, monopoli, pemaksaaan pikiran bahkan perang masih saja terjadi di hadapan kita. Ironisnya, sebagian umat Muslim dengan begitu na’ifnya tetap saja merasa bahwa mereka sedang tidak ditekan. Padahal jelas apapun dalih dan alasannya yang selalu menjadi korban adalah negara-negara Islam yang mayoritas penduduknya tegar dalam menegakkan agamanya. Setelah Turki Otoman jatuh pada 1924, dunia Islam benar-benar terpuruk. Palestina, Irak, Afganistan, Serbia, Chechnya .. siapa berikutnya .. Iran? Indonesia?  

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS.Al-Baqarah(2):109)

Wallahu’alam bishawab.

Pau – France, 24 Oktober 2009.

Vien AM.

Read Full Post »

Tanpa bermaksud membela apalagi membesarkan orang-orang Yahudi,  sengaja artikel berikut saya kutip agar dapat diambil hikmahnya.

Sabili Edisi No. 16 Th XVI 26 Februari 2009/1 Rabiul Awal 1430H
Oleh: Eman Mulyatman

Perang panjang dengan Yahudi entah berlanjut sampai berapa generasi. Baik Israel maupun Palestina sadar dengan hal itu. Bagaimana dengan Indonesia? Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama.

Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu,“MengapaYahudi Pintar?

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk PHd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”. Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikuti terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah
cara makan. Sejak awal mengandung sang ibu suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandung kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang-orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu-ibu yang sedang
mengandung mengkonsumsi pil minyak ikan.

Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang-orang Yahudi, perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet).”

Biasanya kalau sudah ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut mereka, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badan. Uniknya, mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah-buahan, ini akan menyebabkan kita merasa mengantuk, lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka, menyuruh Anda merokok di luar rumah.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dahsyat ditemukan oleh saintis yang mendalami bidang gen dan DNA. Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal adalah buah-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih main piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi,  hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak-anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, perbandingan anak-anak di Calfornia,dalam tingkat IQ-nya bisa dikatakan 6 tahun ke belakang!

Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan ialah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman saya ini memanah dan menembak dapat melatih otak memfokus sesuatu perkara disamping mempermudah persiapan membela negara.”
Selanjutnya perhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah) disini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi.”

Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan serius belajar ekonomi. Di akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktekkannya. Dan Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap tim) dapat keuntungan sebanyak US$ 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.”

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina? Terjawab sudah mengapa agresi Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat Holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismail Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Qur’an.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz al-Qur’an ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam seusia muda itu mereka sudah menguasai al-Qur’an, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika anak Palestina menjadi para penghapal al-Qur’an. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada yang main playstation atau game. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghapal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghapal al-Qur’an itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat, Singapura.

Contoh yang penulis ambil sederhana saja, rokok. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “goblok”? Kata goblok diambil bukan dari penulis, tapi kata itu dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti yang menyokong teori ini. “Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu. “Jika Anda ke Jakarta, dimana saja Anda berada; dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke museum, hidung Anda akan segera mencium asap rokok! Dan harga rokok? Cuma 70 sen dolar! Hasilnya! Dengan penduduk berjumlah jutaan orang, ada berapa banyakkah universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Adakah ini bukan akibat merokok? Anda pikirlah sendiri?”

faisal.Cool

Dikutip dari :

http://www.mail-archive.com/syiar-islam@yahoogroups.com/msg06208.html

Read Full Post »

Hati-hati bahaya Yahudi!

Ketika peristiwa 11/09/2001 terjadi yaitu ambruknya Menara Kembar WTC di New York, yang konon sebagai akibat ditabrakannya masing-masing sebuah pesawat Boeing 767 ke kedua menara tersebut, dunia menjadi gempar. Bangunan yang merupakan lambang supremasi dan kebanggaan warga AS itu runtuh dalam hitungan detik. Padahal diberitakan bangunan tersebut dibangun dalam waktu hampir 7 tahun dengan menggunakan konstruksi baja dan aluminium,tahan api dan tahan guncangan angin topan dan memilki kedalaman fondasi 70 kaki pula.

Kemudian dalam waktu tidak kurang dari 1 bulan setelah kejadian, Washington menjatuhkan vonisnya yang tanpa bukti kuat serta proses peradilan dengan memborbardir Afganistan, dengan dalih mencari Osama Bin Laden sebagai otak peledakan WTC. Dan nama Islampun kemudian ikut tercoreng dengan digambarkan sebagai agama penyebar terror. Bahkan George W Bush selaku kepala Negara adidaya telah dengan lancang menyatakan: “Either you are with us or you with the terrorists”.

Namun saat ini ketika pemerintah Israel selama berhari-hari hingga detik ini terus mengerahkan pasukannya untuk memborbardir Palestina secara membabi-buta hanya dengan alasan mencari seorang kopralnya yang disandera pejuang Palestina, mana reaksi dunia? Dipihak mana mereka berdiri? Siapakah sebenarnya sang teroris? Padahal yang dituntut pihak penyandera adalah pembebasan sejumlah tahanan wanita dan tahanan dibawah umur 18 tahun, meskipun sebelumnya yang dituntut memang sekitar 1500an tahanan pejuang Palestina. Sebaliknya sebagai tindakan balasan, atas restu pemerintahannya, pasukan Israel malah nekat menyandera sejumlah mentri dan pejabat Palestina. Dan seperti bisa diduga, pemerintah Amerikapun dengan ringan menyatakan adalah hak Israel untuk mempertahankan diri! Lalu bagaimana pula halnya dengan kamp Guantanamo, dimana ratusan tahanan yang dicurigai terlibat aksi terorisme disekap tanpa pernah diadili? Kemanakah HAM yang mereka agung-agungkan selama ini ditempatkan?

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah(yang benar)”.Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS.Al Baqarah ( 2):120).

Selain itu sebagai informasi tambahan, beberapa waktu sebelum Palestina dibombardir, negara-negara barat yang tidak setuju atas kebijaksanaan pemerintahan baru negara tersebut menyatakan enggan meneruskan pinjaman keuangannya.Namun ketika akhirnya mereka menyetujuinya, mereka mengajukan persyaratan bahwa pemerintah setempat tidak berhak mengetahui cara kerja maupun kemana mereka akan mendistribusikan bantuannya tersebut. Tidakkah hal ini sungguh menyakitkan? Memang tidaklah sepatutnya sebuah negara muslim menggantungkan diri atas bantuan negara kafir yang kemudian akan menyebabkan negara tersebut menjadi lemah dan terhina.

“Hai-hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.”. (QS. Al Mumtahanah(60):13).

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Israil dengan lisan Daud as dan ‘Isa as putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang yang kafir(musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.”.(QS.Al Ma-idah(5):78-80).

Harus diakui kaum Yahudi adalah kaum yang cerdas. Dikabarkan lebih dari 65% bangsa Israel berpendidikan S3. Mereka hidup berbaur dengan berbagai bangsa dan agama disebabkan ‘diaspora’ atau pertebaran bangsa Yahudi sejak awal abad Masehi, terutama di Eropa dan Amerika. Itu sebabnya kita mengenal adanya orang Yahudi Belanda, Yahudi Rusia, Yahudi Amerika dan lain-lain. Walaupun begitu, mereka tetap menjaga utuh ke-Yahudi-annya meskipun acapkali mereka menyatakan bukan pemeluk agama Yahudi. Mereka mempunyai motifasi yang sangat kuat untuk menciptakan Yahudi Raya, mereka berambisi untuk menguasai seluruh dunia dengan pusat pemerintahan di tanah leluhurnya, Yerusalem, sebagai obsesi untuk kembali ke tanah yang dijanjikan berabad-abad yang lalu. Mereka tidak akan segan untuk bertempur dengan siapapun, bangsa atau agama apapun yang berani menghalangi cita-cita mereka itu.Maka untuk mencapai impian tersebut mereka bertekad harus menguasai segala ilmu pengetahuan. Sekarang ini mereka telah menguasai tidak hanya sektor perekonomian, seperti perbankan dll, tetapi juga sektor-sektor komunikasi seperti persurat-kabaran dan media internet, hiburan bahkan pendidikan. Dengan menguasai perekonomian, tentu lebih mudah bagi mereka untuk menyebarkan ide-ide dan pandangan mereka. Issu-issu seperti HAM,demokrasi,persamaan agama,persamaan hak,emansipasi wanita dan segala hal yang hanya bersifat dan mementingkan keduniawian semata adalah hal-hal yang gemar mereka dengungkan secara berlebihan guna menarik simpati lawan. Termasuk di negara tercinta kita ini, Indonesia.

Namun jangan lupa, kita umat Islam, sejak awal telah diingatkan akan kejahatan dan sifat licik Yahudi ini. Berapa banyak rasul Allah yang telah didustakan,bahkan rasul merekapun, Daud as dan Sulaiman as tidak luput dari fitnah mereka. “Isa as” mereka salib, mereka juga telah berkali-kali mencoba membunuh nabi Muhammad saw.

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab(Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya(berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran(mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus.Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu(pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang(diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang(yang lain) kamu bunuh?”. (QS.Al Baqarah(2):87)

Ajaran yang dianut mereka saat inipun tidak lagi sama dengan ajaran Tauhid yang diajarkan para rasul mereka. Pengikut dan budak si mata satu alias Dajjal ini memang sudah ditakdirkan menjadi musuh utama Islam. Maka untuk membantu saudara-saudara kita yang tertindas baik di Palestina atau dimanapun mereka berada apakah yang dapat kita lakukan, selain berdoa tentunya?

Marilah kita bersatu, minimal untuk tidak membelanjakan harta kita di supermarket atau toko-toko yang mereka modali, tidak menyekolahkan anak-anak kita di sekolah-sekolah yang beraliansi dengan mereka serta mencari informasi yang akurat, tidak hanya berdasarkan berita yang mereka sebarkan melalui media-media yang mereka kuasai.

scan10001

( Gambar diambil dari Koran Republika 11/7/2006)

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta,7 Juli 2006

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »