Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Aqidah’ Category

“ Lebih baik kafir tapi tidak korupsi dari pada Muslim tapi korupsi” !

Ungkapan diatas tiba-tiba menjadi demikian populer, khususnya menjelang di gelarnya pesta demokrasi dalam rangka pemilihan kepala daerah(pilkada) DKI 1 2017 mendatang. Padahal Al-Quran jelas-jelas melarang kaum Muslimin memilih pemimpin dari golongan orang kafir.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” ( Terjemah QS. An-Nisaa’ (4): 144).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” ( Terjemah QS. Al-Maa-idah (5): 57).

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” ( Terjemah QS. Ali ‘Imraan (3): 28).

Ironisnya, ungkapan tersebut justru datang dari kaum Muslimin sendiri !  Orang-orang ini ngotot berpendapat “ Hanya Allah yang berhak menghakimi siapa yang kafir siapa yang tidak, bukan manusia ”.

Ada apakah gerangan ? Siapakah yang tidak benar, masyarakat yang tidak memahami ajaran agamanya atau pemimpin yang selalu mengecewakan masyarakatnya ???  Yang pasti ungkapan diatas jelas sama sekali tidak benar. Karena dosa terbesar dalam kacamata Islam adalah dosa syirik yaitu menyekutukan Sang Khalik, Azza wa Jalla. Itulah orang kafir.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):48).

Jadi bagaimana mungkin orang yang mengaku beriman namun memilih pemimpin yang menanggung dosa besar bahkan dosa terbesar yang tidak diampuni-Nya. Pemimpin yang bukan saja tidak bisa memahami kitab kita, bahkan percayapun tidak ! Yang bahkan setuju dengan prostitusi, lgbt, melarang takbir keliling dan lain-lain yang berhubungan erat dengan Islam. Bagaimana mungkin Allah swt akan memberikan berkah-Nya kepada kita umat Islam?? Padahal sebagai orang beriman itulah yang paling dinantikan.

” Indonesia bukan negara Muslim mengapa pula memilih pemimpin harus membawa-bawa agama?”, begitu alasan sebagian masyarakat.

Ini tidak ada hubungannya dengan negara Islam atau bukan. Adalah tanggung-jawab setiap Muslim menjalankan agamanya. Muslim yang benar, baik itu pemimpin ataupun bukan, adalah mereka yang takut pada Tuhan-Nya, yang melaksanakan segala perintah dan menjauhi semua larangan.

Bila kemudian timbul pertanyaan mengapa ada orang yang mengaku Muslim, menjalankan shalat, puasa, zakat, haji dll tapi tetap korupsi ?

Jawabnya, yaitu karena ia melaksanakan kewajiban tersebut hanya ala kadarnya, sekedar menunaikan kewajiban, tanpa ilmu. Mungkin ia lupa bahwa segala amal ibadah itu sejatinya merupakan gabungan antara gerakan fisik/amal jasadiyah dan niat di hati/amal bathiniyah. Amal bathiniyah didasarkan atas beberapa hal, diantara karena adanya iman, yaitu yakin terhadap adanya rukun Iman yang 6, adanya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, rasa takut ( khouf) dan harap ( roja’) serta adanya rasa pasrah dan kemauan untuk bertaubat. Pada tingkat inilah betul, hanya Allah swt yang berhak menilai seseorang itu kafir atau tidak. Tapi selama ia telah bersyahadat dan mendirikan shalat ia adalah Muslim.

Bukan lagi menjadi rahasia bahwa sebagian besar Muslim Indonesia adalah Muslim sejak lahir. Mereka lahir dari orang-tua Muslim dan hidup di lingkungan Muslim walau belum tentu Islami. Mereka mungkin shalat, puasa dll. Namun belum tentu melibatkan bathin, karena bisa jadi hanya menuruti perintah orang-tua dan guru di sekolah.

Sebaliknya dengan mualaf, yang hijrah, kembali ke fitrah karena mereka memang mencarinya. Mereka mau belajar hingga akhirnya menemukan kebenaran sejati. Dan akhirnya sadar bahwa shalat, puasa dll itu bukan sekedar gerakan fisik yang dikerjakan karena perintah, namun lebih karena kebutuhan. Mereka mengerjakannya dengan hati, karena yakin Allah itu ada, dan senantiasa mengawasi gerak-gerik manusia. Mereka percaya adanya segala yang ghaib seperti malaikat, surga, neraka dll.

Di atas itu, rasa syukur mereka atas segala nikmat seperti nikmat iman, islam, hidup, sehat, rezeki dll telah mampu melahirkan cinta mereka yang sangat besar kepada Tuhannya. Disamping juga rasa takut ditinggalkan dan dijauhi-Nya serta takut tidak mendapatkan cinta  dan perhatian-Nya dll. Disamping juga takut akan siksa dan azab-Nya. Jadi takutnya bukan seperti takut kepada orang jahat atau binatang buas atau yang semacamnya. Inilah yang akan melahirkan Muslim yang ber-akhlakul khorimah/ akhlak yang baik. Yaitu Muslim yang amanah, jujur dan santun.

Tapi tentu saja ini bukan berarti bahwa Muslim yang sejak lahir tidak mengamalkan amal bathiniyah. Mantan presiden RI ke 3 BJ Habibie adalah salah satu dari banyak contoh yang ada. Pada suatu kesempatan mantan ketua ICMI ( Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) pertama ini berkomentar  bahwa bila waktu bisa diputar ulang beliau lebih memilih ilmu agama dari pada sains yang sekarang disandang dan telah membesarkan namanya. Kedekatannya dengan anak-anak yatim piatu selain pribadi yang dikenal bersih bebas dari korupsi membuktikan hal tersebut.

Kemudian ada juga ibu Risma (walikota Surabaya), Ahmad Heryawan ( gubernur Jawa Barat), Ridwan Kamil (walikota Bandung),  M. Zaenal Majdi ( gubernur NTB), Adhyaksa Dault ( mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga) yang sering menjadi khatib shalat Jumat, atau pengusaha muda Sandiago Uno ( mantan ketua umum HIPMI ) yang rajin tahajud, dan masih banyak lagi.

Dari dunia internasional ada presiden Turki Tayyib Erdogan, Sultan Bolkiah dari Brunei serta Ahmed Aboutaleb, wali kota Roterdam di Belanda yang terbukti sukses menjadi pemimpin di kota dan negaranya masing-masing tanpa harus kehilangan identitas Muslim yang baik.

Tidak ada manusia yang sempurna, itu sudah pasti. Itu pentingnya ada pengawasan. Bukankah Islam mengajarkan agar saling mengingatkan dalam kebaikan ?

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” .(Terjemah QS. Al-Ashr(103):2-3).

Yang juga patut menjadi catatan, ungkapan “ Lebih baik kafir tapi tidak korupsi dari pada Muslim tapi korupsi”  di klaim sebagai pernyataan dari khalifah sekaligus sahabat dan ponakan nabi Muhammad saw yaitu Ali bin Abi Thali ra. Padahal sebenarnya adalah hanya pernyataan Ali bin Musa bin Ja’far bin Thawus, dikenal dengan sebutan Sayyid Ibnu Thawus, seorang tokoh ulama Syiah asal Irak yang lahir tahun 589 M.

http://manhajuna.com/sumber-ungkapan-pemimpin-kafir-yang-adil-lebih-baik-dari-pemimpin-muslim-yang-zalim/

Akhir kata, bila merasa Muslim pilihlah pemimpin Muslim, tapi jangan sembarang Muslim melainkan pilihlah Muslim yang berkwalitas.

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Maret 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Belakangan ini marak beredar pemberitaan tentang Gafatar, yang kemudian berlanjut dengan keluarnya fatwa MUI tentang kesesatan organisasi tersebut. Heboh tentang Gafatar muncul paska adanya laporan kehilangan demi kehilangan orang, khususnya di kantor polisi DIY Yogyakarta.

Pada akhir Desember 2015 seorang dokter bernama Rica Tri Handayani dilaporkan hilang bersama putranya yang masih balita. Ketika itu ia baru datang dari Lampung ke Yogya untuk menjenguk suaminya yang sedang mengambil spesialisi dokter, tetapi nyatanya sang suami tidak pernah bertemu dengan sang istri. Setelah lebih kurang 2 minggu, akhirnya polisi berhasil menemukan dokter muda tersebut di bandara Pangkalan Bun – Kalteng, bersama 6 orang lainnya. Memang selama 2 minggu dan beberapa hari setelahnya polisi kebanjiran pengaduan orang hilang.

Anehnya, setelah melalui pemeriksaan, pengakuan dokter Rica terhadap polisi tidak sama dengan pesan yang ditinggalkannya untuk sang suami. Kepada polisi ( sama dengan pengakuan 2 sepupu Rica yang sementara dituduh sebagai pelaku penculikan) Rica beralasan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sementara kepada suaminya ia berkata ingin berjuang di jalan Allah.

Yang pasti pada akhirnya polisi berkesimpulan bahwa Rica adalah mantan anggota Gafatar, sebuah organisasi yang mendeklarisasikan sebagai ormas yang bergerak di bidang sosial. Di situs resminya ormas yang didirikan pada tahun 2012 ini mencantumkan ketahanan dan kemandirian pangan sebagai program kerja mereka. Mereka memajang dokumentasi berbagai kegiatannya, diantaranya perkemahan, pelatihan kebencanaan, pelatihan untuk remaja, dan lain-lain.

“Gafatar bukan organisasi keagamaan,” demikian aku ketua umumnya yang di posting pada Februari 2015.

Namun Abu Deedat, anggota MUI, seorang kristolog sekaligus ketua umum Fakta ( Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) mengingatkan agar umat Islam waspada terhadap sepak terjang dan ulah Gafatar.

“Di beberapa daerah termasuk di Jakarta mereka banyak mendompleng kegiatan PMI seperti donor darah dan aksi sosial lainnya hingga menjerumuskan banyak orang ke dalam ormas tersebut,” ungkapnya.

Dari penelusurannya, terbongkar Gafatar yang merupakan sempalan NII, adalah organisasi terlarang yang beberapa kali berganti nama.  Adalah Abdus Salam alias Ahmad Mushaddeq yang  mengikrarkan diri sebagai rasul melalui aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah pada tahun 2006. Aliran ini berusaha merangkul sebanyak mungkin pengikut dengan cara mencampur-adukkan ajaran Islam, Nasrani dan Yahudi. Dan mengklaim bahwa Mushaddeq adalah sang messiah yang ditunggu ke 3 agama besar tersebut. Aliran ini juga tidak mau mempercayai hadist. Selain itu juga tidak mewajibkan shalat dan puasa bagi pengikutnya karena dianggap masih dalam periode Mekkah. (?).Aliran ini diperkirakan sempat memiliki 60 ribu pengikut, kebanyakan pelajar dan mahasiswa.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.(Terjemah QS. Al-Ahzab(33):40).

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Aku dilebihkan dari para nabi yang lain dengan enam hal: aku diberi ‘jawa’i’ al-Kalim (kalimat yang singkat tapi padat), aku ditolong dengan rasa takut pada musuh, dihalalkan bagiku harta rampasan (ghanimah), bumi dijadikan masjid dan suci bagiku, aku diutus kepada segenap makhluk dan aku menjadi penutup para nabi.” (HR.at-Turmudzy dan Ibn Majah).

Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaanku dan perumpamaan para Nabi seperti perumpamaan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah lalu ia sempurnakan dan buat indah kecuali ada satu tempat ubin lagi. Siapa saja yang memasukinya lalu melihatnya pastilah berkata, ‘Alangkah indahnya kecuali tempat ubin ini. Maka, akulah tempat ubin itu, para nabi ditutup denganku.” (HR.al-Bukhary dan Muslim)

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, sehingga tidak ada Rasul atau pun nabi setelah (sepeninggal)-ku.” …. (HR.at-Turmudzi dan Ahmad).

Syukurlah setahun kemudian yaitu pada tahun 2007, MUI menetapkan bahwa aliran ini sesat,  dan sang nabi palsu itupun dijebloskan ke penjara. Selanjutnya Al-Qiyadah Al-Islamiyah merubah namanya menjadi Milah Abraham, kemudian  Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA) dan terakhir sebagai Gafatar. Gafatar sendiri diresmikan pada tahun 2012 dengan merubah wajahnya aslinya namun sebenarnya masih tetap dengan misi lamanya.

( http://sangpencerah.com/2016/01/membongkar-kesesatan-gafatar.html ).

Bukankah nabi sendiri sudah memperkirakan bahwa  Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya 1 yang masuk surga. Dan saya yakin Milah Ibrahim inilah yang satu itu”, demikian alasan yang dikemukakan seorang kenalan ketika saya menanyakan mengapa ia mau menjadi pemeluk aliran sesat tersebut.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’ (HR. Ibnu Majah).

(http://almanhaj.or.id/content/453/slash/0/kedudukan-hadits-tujuh-puluh-tiga-golongan-umat-islam/).

Link diatas adalah beberapa hadist mengenai adanya golongan yang terpecah tersebut. Namun kalau diperhatikan lebih seksama, sebenarnya aneh juga. Aliran tersebut tidak mempercayai hadist namun mengapa ia justru menjadikan hadist diatas sebagai pegangan??

Dan lagi jelas dikatakan bahwa satu golongan yang benar dan masuk surga tersebut adalah Al-Jamaah, yaitu mereka yang berpegangan pada Al-Quran dan As-Sunnah atau Al-Hadist. Apalagi dengan adanya temuan MUI baru-baru ini bahwa terdapat lebih dari seratus aliran sesat di Jawa Barat. Apakah itu berarti perkiraan Rasulullah salah ?? Jawabannya pasti tidak ! Bukankah Allah swt telah menjamin segala apa yang dikatakan dan dikerjakan Rasul itu tidak mungkin menyimpang dari kebenaran ?

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya”. (Terjemah QS. An-Najm(53):1-3).

Dan kalaupun terjadi kekhilafan Allah yang akan langsung menegurnya. Seperti yang diabadikan-Nya melalui surat ‘Abasa misalnya. Surat ini turun menegur Rasulullah yang bermuka masam ketika ada orang buta datang menghadapnya. Ketika itu Rasul memang sedang berusaha mengajak pemuka-pemuka Quraisy agar mau mendengar ajaran Islam. Beliau tidak mempunyai maksud sedikitpun melecehkan orang buta tersebut. Hal sepele sebenarnya namun nyatanya Allah tetap menegurnya. Atau dalam surat AL-Kahfi yang menegur Rasulullah karena lupa mengatakan “ Insya Allah”.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi(18):23-24).

Jadi sudah pasti kitalah yang salah memahaminya. 73 golongan yang dimaksud Rasulullah itu tidak terbentur oleh nama seperti Muhamadiyah, NU, Salafi, Wahabi, FPI, Ahlusunnah Waljamaah ( Aswaja) dll. Namun isinya. Selama golongan tersebut menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pegangan, itulah golongan yang satu itu, yaitu golongan yang benar, yang dijanjikan masuk surga-Nya, apapun namanya.

Sebaliknya golongan/kelompok/aliran/sekte yang tidak demikian, antara lain mempercayai adanya nabi setelah Muhammad saw seperti Ahmadiyah, Gafatar/Milah Ibrahim, Lia Eden dll, tidak mau mengikuti sunnah/hadist seperti Ingkar Sunnah, menghalalkan mut’ah, memfitnah Umirul Mukminin ( istri-istri nabi) dan para sahabat ( kaum Anshar dan Muhajirin) seperti ajaran Syiah, memelesetkan dan memlintir ayat-ayat Al-Quran seperti orang-orang JIL yang menghalakan homoseksual, dll, apapun namanya, itulah golongan sesat yang 72 itu.

“Salah seorang dari kalian akan menjumpai seorang yang bersandar pada kursi sofanya. Datang kepadanya sebuah perintah dari perintahku yang aku perintahkan atau perkara yang aku larang. Kemudian ia menjawab: “Aku tidak tahu perkara itu. Apa yang kami temukan dalam Al-Quran itulah yang kami ikuti.” (HR. Abu Dawud: 3989, Ibnu Majah: 13, At-Tirmidzi: 2587).

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (Terjemah QS. An-Nisa’(4): 80).

“ (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):13).

Ironisnya, MUI, lembaga dimana berkumpul para ulama yang seharusnya dapat menjadi pengayom tertinggi umat Islam di negri ini, kurang menunjukkan pengaruhnya. Ntah karena kurang didukung pemerintah era ini atau ntah mengapa fatwa mereka sering kali tidak didengar. Akibatnya berbagai aliran yang telah dinyatakan sesat seperti Syiah dan JIL terus saja berkembang tanpa banyak hambatan, hingga detik ini.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 Februari 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Akar Manusia

Suatu hari di sebuah pelatihan hidroponik ada seorang ibu bertanya kepada instruktur yang merupakan seorang pakar tanaman.

“Pak Iwan saya punya pohon apel Brazil ( atau yang semacamnya saya tidak begitu ingat). Mulanya pohon tersebut sangat subur. Batang dan dahannya terlihat kokoh, daunnya lebat begitupun buahnya. Pohoh tersebut sempat berbuah selama beberapa kali. Lezat buahnya. Namun belakangan ini tanpa saya sadari pohon tersebut keropos tanpa saya tahu apa penyebabnya. Apa yang sebenarnya terjadi pak ya?”, tanyanya dengan air muka duka.

“Oh akarnya bu itu”, jawab sang instruktur tegas.

“Tanaman sebagus apapun kelihatannya bila akarnya tidak ditanam secara baik pasti tidak akan kuat bertahan lama. Jangan sembarangan menanam pohon. Perhatikan akarnya. Akar harus benar-benar tertanam dalam di dalam tanah.  Itu sebabnya pohon ibu baru beberapa kali berbuah sudah keropos”, jelasnya.

Saya yang kebetulan berada di dekat lokasi percakapan dan mendengar percakapan tersebut langsung terkesiap.  Tiba-tiba saja saya teringat ayat berikut :

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun”. ( Terjemah QS. Ibrahim(14):24-26).

Allahuakbar … Maha benar Allah dengan segala firman-Nya !

my bougenvilleSaya teringat pohon Bougenville di rumah yang pernah dipindahkan ke lokasi baru karena di tempat yang lama akan dibuat teras tambahan. Pohon yang sebetulnya mudah perawatannya ini  ditanam secara sembarangan. Pohon itu terihat agak miring dan bunganya tidak pernah tumbuh lagi. Padahal sebelumnya sangat rimbun, daun dan bunganya yang warna-warni tumbuh dengan indahnya.  Sayangnya saya baru menyadari hal tersebut setelah batangnya mulai kurus dan kropos hingga akhirnya mati. Selidik punya selidik akhirnya ketahuan ternyata penyebabnya hanya akar yang kurang dalam tertanam …

Ya, akar memang mempuyai kedudukan yang amat penting, yaitu sebagai jangkar agar pohon dapat berdiri kokoh, tahan terhadap tiupan angin kencang. Selain juga sebagai penyerap nutrisi makanan. Begitupun manusia. Manusia membutuhkan akar agar dapat kokoh berdiri, tahan terhadap segala godaan dan nafsu duniawi yang menyesatkan. Itulah iman. Iman yang tertanam kuat di hati ibarat akar kokoh suatu tanaman. Hanya hati atau qalbu yang bersih yang mampu mengenal dan ingat akan Tuhannya. Hati adalah penimbang yang dapat membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. Itulah fitrah manusia yang dibawanya ketika lahir.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (Terjemah QS. Ar-Ruum (30):30).

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Terjemah QS. Az-Zariyat (51):56).

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan), atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka…” QS.Al-A’raaf(7):172-174).

Demikianlah Allah swt membuat perumpamaan. Iman ibarat akar atau fondasi sebuah bangunan, amal ibadah dengan mencontoh rasulullah sebagai nutrisi yang dilakukan secara teratur ibarat batang pohon, serta akhlak yang baik ibarat bunga dan buahnya. Inilah contoh hamba Allah yang kelak dijanjikan masuk surga. Yang ketika di dunia mampu memberikan manfaat yang banyak bagi orang lain. Dengan akar yang kuat yang tahan menghadapi angin kencang hingga dapat dijadikan tempat bersandar, batang dan dahan serta dedaunan yang rimbun dapat dijadikan tempat berteduh. Sementara bunga-bungaannya yang indah mampu menyejukkan hati. Dan buahnya yang lezatpun dapat dinikmati. Alangkah indahnya …

Dari Nu’man bin Basyir Nabi Muhammad s.a.w bersabda,”Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada sepotong daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota badannya tetapi seandainya daging itu rusak dan kotor, maka kotor dan rusaklah seluruh anggota badannya. Daging yang dimaksudkan ini adalah hati.“( HR. Bukhari dan Muslim)

Sayangnya dengan berjalannya waktu, ketika seseorang telah melewati masa balighnya, potensi melupakan fitrah tersebut menjadi semakin besar. Kenikmatan dan hingar bingar dunia bisa menyesatkannya. Dan memang begitulah pekerjaan pasukan syaitan dibawah pimpinan Iblis yang tidak pernah mengenal lelah mencari mangsa yang akan dijadikannya teman di neraka kelak.

Akibatnya hati yang mulanya bersih dan sehat itu sedikit demi sedikit menjadi kotor dan sakit, bahkan bila terus didiamkan bisa mati suri. Akibatnya segala gerak langkah dan perbuatannya, meski perbuatan baik sekalipun tidak mampu mendatangkan ridho-Nya. Karena perbuatannya tidak berdasarkan kriteria dan perintah Allah sebagai Sang Pemilik.

Ini yang banyak terjadi di Barat. Mereka berbuat baik tapi atas dasar “ baik” menurut pemikiran dan akal mereka. Perzinahan dan Homoseksual contohnya. Kedua hal tersebut mereka bela habis-habis atas dasar HAM tanpa mempedulikan hak Sang Pencipta sebagai yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi mahluk ciptaan-Nya.  Juga toleransi kebablasan yang seringkali justru melanggar batas toleransi yang disyariatkan-Nya.

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi(18):103-105).

Itulah perumpamaan akar pohon yang ditanam tidak dengan benar. Yang bunga maupun buahnya bagai fatamorgana, yang tidak dapat memberi kenikmatan dan manfaat yang sesungguhnya, yaitu surga-Nya.

Na’udzubillah min dzalik.

Jakarta, 23 Januari 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Indonesia adalah negara dengan jumlah umat muslim terbesar di planet bumi ini, ada sekitar 199.5 juta orang Islam di Indonesia dari 234.25 juta penduduk Indonesia.Indonesia dan negara-negara Timur Tengah adalah negara yang paling duluan dipengaruhi dan dikuasai oleh sistem  Illuminaty sesuai dengan jumlah mayoritas pemeluk agama yaitu :
  • Indonesia sebagai Negara Mayoritas MUSLIM Terbesar di Dunia.
  • China sebagai Negara Mayoritas BUDDHA Terbesar di Dunia.
  • India sebagai Negara Mayoritas HINDHU Terbesar di Dunia.
  • Amerika Serikat sebagai Mayoritas KRISTEN PROTESTAN Terbesar di Dunia.
  • Vatikan dan Italia sebagai Mayoritas KRISTEN KHATOLIK Terbesar di Dunia.
  • Jepang Sebagai Mayoritas Pemeluk Kepercayaan SHINTO Terbesar di Dunia.
  • Russia sebagai Mayoritas Pemeluk Ideologi KOMUNIS Terbesar di Dunia.
  • Israel Sebagai Mayoritas YAHUDI Terbesar di Dunia.

Tanggal 2 Juli 2009 lalu, Koran The New York Times mengulas sengketa organisasi Freemason Amerika, sebuah organisasi persaudaraan internasional milik Zionis-Yahudi. Pangkal sengketa itu adalah pengangkatan seorang anggota yang bukan berkulit putih (kulit hitam) sebagai petingginya. Bagi anggota Freemason lain, pengangkatan Grand Master bukan dari kulit putih dianggap keluar dari tradisi.

Orang yang paling diributkan itu adalah pemuda bernama Victor Marshall (26), seorang laki-laki pemalu anggota cadangan militer angkatan darat Amerika Serikat.

Sebelum itu, tepatnya Mei 2008, penulis ternama Harun Yahya berkirim surat – melalui stafnya – kepada Suara Hidayatullah tentang tekanan Freemason kepada tokoh anti Evolusi dengan bukunya yang cukup ternama “Atlas Penciptaan”. Menurut Harun Yahya, Freemason pusat berkirim surat ke markasnya yang berada di Turki untuk menanyakan bagaimana orang seperti Harun Yahya bebas berkeliaran. Gara-gara tekanan Freemason, imuwan Turki bernama asli Adnan Oktar ini akhirnya kembali dipenjara.
Tidak banyak yang tahu – termasuk warga Amerika Serikat (AS) sendiri– tentang adanya pemerintah bayangan di Amerika Serikat yang konon kabarnya dihuni kelompok “pemuja setan” atauILLUMINATI. Misi besar yang dijadikan landasan kelompok ini adalah menciptakan tatanan dunia baru atau The New World Order. Sebuah misi yang sangat berbahaya. Sayang, seringkali kaum Muslim menganggapnya sebagai ilusi.
Bagaimana sebenarnya kedudukan mereka di Amerika Serikat? Sejauh mana langkah dan cara-cara mereka mengendalikan pemerintah Super Power itu?
Koresponden Suara Hidayatullah mewawancarai Jerry Duane Gray, mantan kameramen jaringan televisi CNBC Asia yang juga dikenal sebagai wartawan investigasi. Penulis yang banyak mengritik kebijakan pemerintahan Amerika Serikat ini baru-baru ini menulis buku berjudulBayang-Bayang Gurita, yang menceritakan kiprah organisasi Freemasonry di Negeri Paman Sam. “Banyak korban dari misi the New World Order,” ujar Jerry. Apa maksudnya? Baca wawancara lengkap pria kelahiran Wiesbaden, Jerman yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini.
Dalam salah satu buku yang Anda tulis, diungkapkan tentang agenda Tatanan Dunia Baru. Apa maksudnya?
Memang, kelompok Freemasonry (terdiri dari turunan raja, pimpinan negara, sekte Yahudi Zionis) tengah merancang tatanan dunia baru atau sering mereka sebut The New World Order. Agenda tersembunyinya adalah menyiapkan Dajjal untuk merusak dunia, hingga akhirnya mereka akan menguasai dunia sepenuhnya. Sampai sekarang misi mereka terus berjalan. Saya bahkan memperkirakan misi mereka sebentar lagi tercapai. Bagian dari rencana tatanan dunia baru adalah menyebarkan virus-virus penyakit yang mematikan.
Apa indikatornya?
Banyak sekali. Di antaranya adalah penguasaan jaringan media. Enam perusahaan media milik mereka, kini telah menguasai 90 persen jaringan informasi dunia. Opini publik dunia saat ini di tangan mereka. Jadi jangan heran, jika ada penggiringan opini atau propaganda tentang Islam adalah ajaran “teroris” yang wajib diperangi.
Selain itu, mereka juga telah menguasai ekonomi dunia. Hampir semua kebutuhan umat manusia di dunia diproduksi oleh mereka. Kelompok Freemason ini telah sukses membentuk ‘pemerintah bayangan’ Amerika Serikat.
Tujuannya untuk menguasai sumur-sumur minyak di dunia dan keuangan dunia, sekalipun melalui perang.
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia dan negara-negara dunia ketiga juga tidak lepas dari sasaran. Krisis ekonomi dunia gelombang kedua yang terjadi akhir tahun 2008, merupakan skenario mereka untuk menguasai dunia. Mereka sengaja menciptakan krisis ekonomi dengan harapan negara dunia ketiga tidak bisa bangkit.
Kita lihat sendiri, ketika Indonesia tengah berusaha bangkit dari keterpurukan akibat krisis ekonomi tahun 1997, sekonyong-konyong kembali dihantam badai krisis 2008. Indonesia mau bangkit dihantam lagi, mau bangkit dihantam lagi. Ini merupakan permainan mereka.
Bagi mereka, Indonesia adalah negara penting. Kelompok Freemason tidak ingin umat Islam bersatu. Itu sebabnya, di Indonesia setiap harinya ada sekitar 60 ribu intelijen suruhan mereka memecah-belah umat Islam.
Seperti apa Tatanan Dunia Baru yang direncanakan tersebut?
Mereka berkeinginan menciptakan satu pemerintahan dunia, satu pemimpin dunia, satu agama baru. Lalu membagi dunia ini menjadi sepuluh propinsi yang mematuhi segala kehendak mereka. Tatanan dunia baru menjadikan manusia di luar Yahudi menjadi kerbau-kerbau yang dicocok hidungnya, anjing-anjing suruhan, dan budak-budak yang patuh pada perintah majikan.
Soal pemerintah bayangan Amerika Serikat tak banyak diungkap?
Pusat komando pemerintah bayangan adalah Federal Emergency Management Agency (FEMA).  FEMA bukanlah institusi resmi di Amerika Serikat yang diketahui oleh umum. Institusi ini memiliki anggaran rahasia dalam jumlah miliaran dollar. Bahkan wewenang pemerintah bayangan melebihi presiden dan kongres.
Operasional pemerintah bayangan ini diperoleh dari ‘anggaran hitam’. Mereka mengendalikan perdagangan narkoba untuk meraup keuntungan yang berlimpah. Pemerintah bayangan ini dikendalikan oleh Zionis-Amerika atau kelompok Freemason. Meski Yahudi di Amerika Serikat hanya sekitar 2 persen tapi mereka menguasai 98 persen dari kekuatan yang ada di Amerika Serikat.
Apa warga Amerika Serikat tahu tentang Pemerintah Bayangan ini?
Warga Amerika Serikat itu punya karakter individualis. Mereka hanya memikirkan diri sendiri. Sekali pun FEMA telah menggurita, tapi hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Karakter masyarakat yang demikianlah yang membuat Amerika Serikat menjadi sasaran empuk bagi kaum Zionis untuk melakukan apa saja. Selain itu, pemerintah bayangan Amerika Serikat sangat rapat menjaga rahasia. Bahkan mereka tidak ragu membunuh orang yang menyebarluaskan rahasia pemerintah bayangan.
Bagaimana dengan terpilihnya Barack Obama?
Umat Islam Indonesia jangan salah menilai tentang Barack Obama. Jangan hanya melihat Obama pernah tinggal di Indonesia atau pernah makan nasi goreng di Menteng. Obama masih sama halnya dengan Bush, yakni masuk kelompok penyembah setan (Freemason). Di depan 1200 orang keturunan Yahudi sebelum terpilih, Obama pernah berjanji akan mendukung perjuangan Israel menguasai tanah Palestina. Obama akan terus melanjutkan perjuangan Bush dalam membentuk tatanan dunia baru.
Dari puluhan Presiden Amerika Serikat, hanya John F. Kennedy yang mencintai Amerika Serikat. 

“Dari puluhan Presiden Amerika Serikat, hanya John F. Kennedy yang mencintai Amerika Serikat.”

Kennedy sangat membela kepentingan-kepentingan masyarakat Amerika Serikat. Kennedy dianggap menghalangi rencana membentuk tatanan dunia baru. Karena itulah tahun 1963, ia tewas ditembak oleh orang-orang yang berada dalam ring satu. Mustahil Kennedy ditembak oleh masyarakat biasa, karena penjagaan terhadap Presiden AS dilakukan secara ketat dan berlapis.

Aktivitas Anda membongkar mereka tidak membahayakan diri Anda?
Tentu. Setiap saya mengisi kajian selalu ada saja intel yang hadir. Bahkan ada intel perempuan bule yang selalu hadir di acara-acara saya. Pernah suatu ketika, selepas mengisi acara, intel itu menyodorkan selembar surat yang berisi ajakan untuk bertemu dan membicarakan bisnis di sebuah kamar hotel bintang lima di Jakarta. Saya tidak memenuhi undangan itu. (Ibnu Syafa’at/ Suara Hidayatullah/ AGUSTUS 2009).

A. Sekilas Tentang Freemasonry

Kata Zionis ini kemudian dipergunakan sebagai nama suatu ideologi yang diikuti oleh bangsa Yahudi di seluruh dunia, yaitu bahwa bangsa Yahudi akan mendirikan kerajaan Israel Raya dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Zionis ini, berikut kami paparkan secara lengkap berdasarkan tulisan Dr. Majid Kailany dalam bukunya Al-Khatharush – Shahyuny ‘alal ‘Alamy al-Islamy1).

Banyak sudah pakar yang meneliti hakikat yang melatarbelakangi berbagai peristiwa sejarah. Dari mereka ada kelompok yang membentuk studi khusus, dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti tentang rahasia yang ada di balik peperangan antar manusia. Sebagian dari mereka ada yang menghabiskan waktu lebih dari 40 tahun, untuk mengetahui rahasia sejarah, seperti banyak disebutkan dalam kitab-kitab suci. Salah satu dari kisah yang terkenal adalah kisah terusirnya Adam dan Hawa istrinya dari Firdaus karena terpengaruh oleh godaan setan. Sejak peristiwa ini, kekuatan jahat tetap menghembuskan racunnya ketengah-tengah umat manusia sampai sekarang.

Sejarah ini menyadarkan kita, bahwa setiap peperangan, pergolakan atau kekacauan, yang sering menimbulkan kehidupan manusia dan materi adalah akibat dari persekongkolan kekuatan jahat terhadap kebenaran.

Berbagai data telah bisa dikumpulkan oleh para pengamat sejarah. Pada prinsipnya, pertikaian yang timbul sepanjang sejarah ternyata bukan melawan musuh berupa manusia, melainkan kekuatan setan dibalik kegelapan yang diderita oleh manusia, di seputar orang-orang yang menduduki jabatan penting di dunia. Mereka inilah yang menutup mata bangsa-bangsa dengan kaca mata setan, sehingga tidak bisa melihat ajaran Allah yang Maha Benar.

Kita sendiri sering melupakan peringatan Kitab Suci, bahwa setan itu adalah lambang kecerdikan, kesesatan dan kelicikan, sekaligus merupakan kekuatan untuk menghancurkan aturan Syariat Tuhan, yang diturunkan untuk mengatur kehidupan manusia dengan tenteram, damai, kasih-sayang dan saling menghormati. Pada saat yang sama kita melihat idiologi setan yang mengklaim filsafat sebagai kebenaran, yang dalam istilah politik modern berfungsi sebagai rezim thaghut dan diktator. Idiologi setan itu menciptakan sistem sosial yang membuka peluang lebar bagi timbulnya kebencian, kebobrokan dan pemberangusan kebebasan sejati, yang pada akhirnya mencabik-cabik ikatan keluarga dan masyarakat. Kitab Talmud atau Taurat Orang Yahudi (bukan Taurat Nabi Musa) adalah kisah Perjanjian Lama, yang dijadikan pegangan bagi kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan kejahatan, kedhaliman dan penindasan. Demikianlah gereja setan yang berdiri di muka bumi, sejak lahirnya berusaha keras mengadakan persekongkolan untuk memerangi ajaran Allah.

Apakah Talmud itu?
Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Darul ‘Ulum, Kairo, Prof. Ahmad Syalabi menulis, “Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi, tetapi ada riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurunRiwayat-riwayat inilah yang kemudian dikenal dengan Talmud.” (Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990).
Ketika Nabi Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, persekongkolan setan telah sampai pada puncaknya. Dunia yang dikenal pada masa itu telah sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Mereka telah menguasai rakyat dan menduduki pos-pos penting dalam berbagai bidang kehidupan. Nabi Musa telah mengetahui ketimpangan itu segera memerangi mereka, dan menjuluki mereka sebagai anak-anak setan (Lucifer).Bahkan Nabi Musa mengungkapkan di muka umum, bahwa mereka itulah orang-orang yang menamakan dirinya Yahudi, dan sekaligus merusak syariat Nabi Musa. Mereka oleh Nabi Musa juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut agama apa pun, disamping juga ‘dikukuhkan’ sebagai rentenir Yahudi.

Dengan demikian, Nabi Musa sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat keburukan setan bertubuh manusia. Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan setan yang dari masa ke masa terus menyesatkan manusia. Tindakan Musa ini mengilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk mengetahui persekongkolan setan itu, agar selanjutnya bisa menghindar. Semoga salam sejahtera dilimpahkan Allah kepada Nabi Musa, semoga pula kita bisa mengambil i’tibar dari beliau dalam memerangi kejahatan setan.

B. Konspirasi dalam Perjalanan Sejarah

Tahun 1776 Howight (mungkin maksudnya Adam Weishaupt-AZ) telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut :
  • Menghancurkan pemerintah yang sah, dan mendongkel ajaran agama dari pemeluknya.
  • Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles – Goyim) menjadi berbagai blok militer yang saling bermusuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya.
  • Mempersenjatai blok-blok agar saling menghancurkan.
  • Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok, yang saling membenci. Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta materi yang mereka miliki akan terkuras habis.
  • Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap, yaitu menghancurkan pemerintah yang sah serta norma-norma susila, termasuk ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan masyarakat.

Ini merupakan langkah pertama untuk menabur benih pergolakan, kebejatan dan kekejaman. Peranan Howight (Adam Weishaupt) bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk mengepalai organisasi rahasia tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai Perkumpulan Nurani Yahudi (mungkin maksudnya Illuminati-AZ). Sebutan ini lebih tepat jika dinisbatkan kepada asal kata ‘An-Naar’ yang berarti ‘api’, daripada kepada kata ‘An-Nur’ yang berarti cahaya. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan yang bertubuh manusia. Sedang setan itu menurut Al Qur’an diciptakan dari api. Dan lagi Howight (Adam Weishaupt) dalam gerakan yang dipimpinnya menggunakan tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia.

Organisasi bertujuan menciptakan satu pemerintahan dunia, yang tersendiri dari tokoh-tokoh yang memiliki tingkat intelegensia tinggi. Dengan perkumpulan inilah Howight (Adam Weishaupt) mampu merekrut sejumlah lebih dari 2000 tokoh kaliber dunia, dengan latar belakang yang berbeda untuk menjadi anggota kelompok nurani (Illuminati), mulai dari ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi, politisi, pengusaha dan guru-guru besar berbagai universitas terkemuka.
Tidak lama kemudian, Howight (Adam Weishaupt) berhasil mendirikan Freemasonry Induk yang disebut The Grand Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan bagi lain-lain perkumpulan Freemasonry yang tersebar di kota-kota besar seluruh dunia.

Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/ warga Yahudi sedunia, pen) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita.(Protocols of Zion* 1)

Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang non-Yahudi.(Protocols of Zion 2)

Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.(Protocols of Zion 3)

Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian mengenai arti kebebasan (liberal) itu benar-benar menimbulkan dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. (Protocols of Zion 4)

Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan Yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.(Protocols of Zion 5)

Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-Yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara agar Lembaga pemerintah Internasional (semacam PBB, IMF, World Bank sekarang ini, pen) memiliki daya polularitas yang tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada lembaga ini merasa memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat bangsanya.(Protocols of Zion 6)

Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab tuan tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya. Barangkali cara yang tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan demikian, tuan tanah akan berfikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus, maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan pabrik non-Yahudi. (Protocols of Zion 6)

Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit dengan oplah yang besar (dan kini ditambah stasiun TV, kantor berita, internet, pen). (Protocols of Zion 7)

Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting dalam kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus memberikan pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan yang mengandung unsur merusak citra bangsa. Sebagian orang menanyakan: ”Apa yang harus kita lakukan, bila ada yang mengetahui program kita yang ingin merusak citra bangsa!” Jawabnya: Kita harus merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke masyarakat harus dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan militer dan alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu kita mempersiapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus. (Protocols of Zion 9)

Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan menghapus adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk memperoleh setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan kita. Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang tidak segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan dipegang oleh agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan petunjuk kita.(Protocols of Zion 10)

Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen), seni dan olah raga. (Protocols of Zion 13)

Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita tinjau kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah pendidikan yang berjalan dengan kurikulum mereka sendiri (bukan meniru kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat. Segala macam yang melambangkan kemerdekaan berpendapat harus dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah kita gunakan untuk meraih tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik simpati masyarakat dengan memberi pelajaran empiris nyata (contohnya kurikulum berbasis kompetensi SD-SMA di Indonesia sekarang, pen), dan membuang pelajaran yang bersifat non-empiris (misalnya pendidikan budi-pekerti, pen). Pelajaran ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu berfikir luas, dan tidak mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka bagaikan binatang ternak, yang dapat digiring menurut kehendak pengembala. Mereka hanya mentaati penjelasan dari guru tanpa berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini telah berhasil kita suntikkan dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani oleh aktivis yang bernama Bouro. (Protocols of Zion 16)

Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-Yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat berharga lainnya (inilah alasan pemaksaan dibukanya Pasar Modal dan Pasar Uang di negara-negara yang berhasil mereka “liberalisasikan ekonominya”, pen). Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis. (Protocols of Zion 20)

 

Emas selalu memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia. (Protocols of Zion 22)

Emas selalu memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia. (Protocols of Zion 22)
*)Dokumen “Protocols of Zion” yang sudah lama menjadi ‘kitab suci” Zionisme Internasional, selama ini dipahami sebagai sumber inspirasi kaum Yahudi untuk menata dunia sesuai dengan keinginannya, yaitu Dunia yang pada akhirnya hanya beragama satu, agama Yahudi. Inti ajaran agama Yahudi adalah pemujaan materi atau dikenal dengan istilah materialisme. Protokol itu pertama kalinya dibuat tahun 1895 di Basel-Swiss oleh pemimpin Zionis saat itu, Theodore Hertzel. Dokumen itu berisi 24 pasal (24 protocols). Tadinya sangat dirahasiakan sekali, tapi kemudian bocor dan sampai ke tangan pendeta orthodox Rusia, Sergey Nylos, yang menterjemahkan ke dalam bahasa Rusia pada tahun 1921. Seorang wartawan Inggris,Victor E Mersden, kemudian menterjemahkannya kembali kedalam bahasa Inggris dengan judul “The Protocols of The Learned Elders of Zion” pada tahun 1917. Berikut terjemahannya dalam versi Indonesianya.

“Hanya ada satu kekuatan yang benar-benar penting. Kekuatan tekanan politik. Kami orang-orang Yahudi adalah orang yang paling kuat di bumi, karena kita memiliki kekuatan ini, dan kita tahu bagaimana untuk menerapkannya.” ~ Ze’ev Jabotinsky, pemimpin teroris Yahudi-Zionis, pendiri kelompok teror Yahudi Irgun Zevai Leumi (Jewish Daily Bulletin, 27 Juli 1935)

“Orang-orang Yahudi memerintah dunia ini dengan proxy*, mereka mendapatkan bagaimana orang lain untuk berjuang dan mati untuk mereka … Mereka kini menguasai negara yang paling kuat … komunitas kecil ini telah menjadi kekuatan dunia.” ~ Dr Mahathir Mohamad

“Anda tidak bisa mengkritik Israel di negara ini dan bertahan. Kami dimiliki oleh propagandis musuh orang Arab. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu. Kongres, Gedung Putih, dan Hollywood, Wall Street, dimiliki oleh Zionis. Tidak ada pertanyaan dalam pendapat saya. Mereka menutup mulut mereka dengan uang… Kami sedang didorong ke arah yang salah dalam segala hal.” ~ Helen Thomas, seorang veteran 50 tahun dari White House Press Corps, yang dipaksa untuk mengundurkan diri setelah dia tercatat pada rekaman video mengatakan orang-orang Yahudi Israel untuk “segera keluar dari Palestina.”

“Anda tahu betul begitu juga  orang-orang Amerika yang bodoh itu sama-sama mengetahuinya, bahwa kami mengontrol pemerintah mereka, siapapun yang duduk di Gedung Putih. Anda lihat, saya tahu itu dan Anda tahu bahwa tidak ada Presiden Amerika yang sedang  berada dalam posisinya bisa menentang  kita, bahkan jika kita melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan olehnya. Apa yang bisa mereka (Amerika) lakukan terhadap kita? Tidak ada. Kami mengendalikan Kongres, kami mengontrol media, kita kendalikan show biz, dan kami mengontrol segala sesuatu di Amerika. Di Amerika Anda bisa mengkritik Tuhan, tetapi Anda tidak bisa mengkritik Israel…”  Tzipora Menache, Juru Bicara Wanita Israel
Pengaruh Pengendalian Media oleh Yahudi

Ini adalah merupakan fakta pengontrolan media yang dilakukan oleh Yahudi di Amerika. Bila Anda bersedia untuk menghabiskan waktu beberapa jam di perpustakaan besar, Anda bisa memverifikasi mereka secara akurat. Sedikitnya saya percaya bahwa fakta-fakta ini sangat mengganggu Anda. Haruskah minoritas, siapapun mereka diperbolehkan untuk memegang kekuatan yang luar biasa? Tentu saja tidak,  yang pasti, memungkinkan orang-orang yang dengan kepercayaan seperti diungkapkan dalam Talmud, menentukan apa yang harus kita baca, atau dengan kekuatan yang berada ditangan mereka, kita menyaksikan pengaruh kelompok minoritas kecil ini untuk membentuk pikiran kita sesuai dengan kepentingan mereka berdasarkan ajaran Talmud, kepentingan mereka yang seperti telah kita buktikan secara diametris bertentangan dengan kepentingan rakyat kita.

Dengan mengizinkan orang Yahudi untuk mengontrol berita dan media hiburan, kita melakukan lebih dari sekedar memberi mereka pengaruh yang menentukan sistem politik dan sebenarnya mengendalikan pemerintah kita, juga memberikan kepada mereka untuk mengendalikan pikiran dan jiwa anak-anak kita, yang ahlak dan pemikirannya lebih dominan dibentuk oleh televisi Yahudi dan film Yahudi daripada oleh orang tua mereka, sekolah mereka, atau pengaruh lainnya.

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS Ghafir atau al-Mu’min [40] : 19)
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Ali Imran : 54)
Wallahu’ alam bish shawwab.
Jakarta, 23 Desember 2015
Vien AM.

Read Full Post »

Islam Nusantara

In the old days, the Dutch would highly value our culture. Nowadays, many Indonesians want to replace it by Arab culture and clothing.” ( Dulu orang Belanda sangat menghargai budaya kita. Sekarang banyak orang Indonesia ingin menggantikannnya dengan budaya dan pakaian Arab).

“ Nonik-nonik Belanda ikut berkebaya. Belanda gak pernah berniat menghancurkan budaya lokal Nusantara. Siapa justru yg paling berniat mengharamkan budaya lokal ini? “.

Belakangan ini pernyataan-pernyataan semacam pernyataan diatas banyak bermunculan di medsos, ntah itu di FB, Twitter atau sekedar BC melalui grup-grup WA ataupun BB dan yang sejenisnya.  Pernyataan bernada provokasi kebencian dan antipati terhadap budaya Arab tampak sekali nyata. Namun yang tambah tidak lucunya lagi mengapa harus membandingkannya dengan Belanda yang selama 350 tahun telah menjajah negri kita tercinta ini.

Bersamaan dengan itu muncul pula apa yang disebut dengan Islam Nusantara. Pada pembukaan acara Istighosah menyambut Ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU, di Masjid Istiqlal 14 Juni 2015 lalu, muncul istilah Islam Nusantara. Ketua Umum PBNU yang kembali terpilih Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal “ model” Islam teranyar tersebut.

“Yang paling berkewajiban mengawal Islam Nusantara adalah NU,” kata Said Aqil, yang disambut tepuk tangan meriah ribuan anggota NU yang memadati ruangan dalam Masjid Istiqlal.

“Islam Nusantara ini didakwahkan untuk merangkul, melestarikan dan menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya. Dari pijakan sejarah itulah, NU akan terus mempertahankan karakter Islam Nusantara yaitu “Islam yang ramah, anti radikal, inklusif dan toleran.” ,” ujarnya usai acara kepada wartawan yang hadir pada acara tersebut.

NU tampaknya tidak main-main. Sebuah situs dengan nama yang sama tak lama kemudianpun lahir. Dalam situs tersebut dikatakan bahwa sejumlah media online Islam ternama seperti  eramuslim.com, hidayatullah.com, voa-alislam dll telah berusaha menggiring opini publik bahwa Islam Nusantara adalah sebuah upaya halus bagi proses deislamisasi di negeri tercinta ini. Situs ini juga tak lupa mengingatkan bahwa media-media online tersebut adalah media Islam “radikal” yang sempat di blokir BNPT beberapa waktu lalu. ( Namun setelah didemo banyak pihak karena alasan yang mengada-ada kembali dibuka tidak lama kemudian).

Hmm … Apa maksud ketua NU tersebut ? Apakah itu berarti Islam secara umum, yang bukan Nusantara, kebalikan dari semua itu ?? Bukankah Islam itu ya Islam tidak ada pengkotak-kotakan dalam Islam.

Barat saat ini memang sedang mengalami Islamophobia akut apalagi paska tragedi Paris Attact yang disusul insiden penembakan di St Bernardino California beberapa hari lalu dan memakan 14 orang korban meninggal. Yang membuat calon presiden AS Donal Trump  uring-uringan dan sesumbar mengeluarkan pernyataan bahwa bila ia terpilih akan melarang Muslim memasuki negaranya, meski hanya sebagai turis sekalipun !

Padahal siapapun pelakunya, baik itu ISIS ataupun orang yang mengaku beragama Islam jelas tidak bisa mewakili Islam, baik pemeluk maupun ajarannya. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Contoh paling mudah adalah dengan melihat bagaimana Rasulullah Muhammad saw bersikap. Bagaimana nabi Allah yang berakhlak mulia ini menghadapi orang-orang yang memusuhi beliau, mengejek bahkan bersengkongkol hendak membunuh beliau. Perang baru dilakukan setelah kaum yang memusuhi Islam makin lama makin membahayakan jiwa dan perkembangan Islam. Itupun bila mereka telah meminta ampun dan berjanji tidak lagi akan mengganggu maka kita diwajibkan berhenti memeranginya.

Dari sejarah kita juga dapat menyaksikan betapa Islam ketika berkuasa hak-hak non Muslim tetap terpelihara. Yerusalem dibawah kekuasaan Sultan Salahuddin contohnya, ataupun Sultan Mehmed yang hidup sezaman dengan Dracula si penguasa kejam nan sadis dari Rumania. Bandingkan dengan ketika Kristen berkuasa di suatu wilayah, Spanyol dibawah raja Ferdinand dan ratu Isabella, yang mengusir dan membunuhi kaum Muslimin dan Yahudi, misalnya.

Atau yang terjadi hingga detik ini, tengok bagaimana Zionis Israel Yahudi memperlakukan rakyat Palestina.  Semua orang tahu bagaimana kejam dan sadisnya mereka bertindak selama puluhan tahun lamanya. Namun apa yang dilakukan Barat yang notabene Kristen dan saat ini sedang memegang kontrol dunia ??? Padahal mereka inilah yang dengan gencar menggaungkan pentingnya HAM, toleransi dan demokrasi.

Jadi sungguh tidak penting apa yang dilakukan ketua NU dan kroni-kroninya itu dengan Islam Nusantaranya. Yang justru memberi kesan hendak memojokkan Islam dengan segala yang berbau Arab. Islam yang memang lahir di semenanjung Arabia, dibawa oleh nabinya yang juga orang Arab dengan membawa kita suci Al-Quran yang berbahasa Arab, jelas tidak bisa dilepaskan dari dunia Arab. Bukankah ketika shalat minimal 5x seharipun wajib menghadap Kiblat yang ada di Mekah ? Begitupun kewajiban haji dan umrah yang hanya bisa dilakukan di Mekah dan sekitarnya.

Yang juga perlu diingat, Rasulullah Muhamad saw ketika datang membawa ajaran Islam, yang dilawan adalah budaya dan kebiasaan Arab jahiliyah, yang telah melupakan ajaran Tauhid yang pernah diajarkan nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail ribuan tahun silam, jauh sebelum nabi Muhammad saw datang. Ketika itu kesyirikan meraja-lela, patung-patung yang dengan beribu alasan disembah. Itu sebabnya hal pertama yang dilakukan Rasulullah begitu menaklukan kota Mekah adalah menghancurkan semua patung yang ada di dalam Kabah.

Setelah itu secara bertahap kebiasaan bermabuk-mabukan, perzinahan, riba, pelecehan kaum perempuan dll dilarang. Termasuk juga kebiasaan kaum perempuan mempertontonkan auratpun dilarang, yaitu dengan perintah menggunakan jilbab. Dengan demikian jelas, jilbab bukanlah budaya Arab melainkan aturan Islam !

“ Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah (QS. At-Taubah(33):59).

Jadi alangkah ironisnya bila detik ini ada orang yang mengaku ulama/santri/cendekiawan Muslim namun gemar mengolok-olok segala yang berbau Arab atau mengklaim bahwa Islam adalah sebuah budaya, yaitu budaya Arab, yang mencoba merubah dan mengutak-atik budaya Nusantara. Bahkan dengan santainya membandingkan dengan Belanda yang menurutnya tidak pernah berusaha merusak budaya Indonesia.

Mungkinkah mereka lupa bagaimana masuknya penjajahan Belanda ke Nusantara ?? Bagaimana keadaan Jawa, Sumatra, Sulawesi bahkan Ternate sebelum masuknya penjajahan berabad-abad  lamanya itu ?  Lupa bahwa Islam sudah ada jauuh sebelum Belanda menjajah negri yang dikarunia Allah swt rempah-rempahan dan aneka kekayaan bumi  .. Lupa bahwa nenek moyang kita dulu lebih mahir membaca huruf-huruf Arab dari pada huruf latin. Bahkan dulu hari libur itu Jumat bukan Minggu.

Mereka juga agaknya lupa betapa banyaknya ulama yang syahid dalam mempertahankan bangsa dan agama dari penjajahan Belanda … Apakah ini bukan namanya deislamisasi, penghapusan Islam dan menggantinya dengan budaya Barat ???

Menjadi pertanyaan besar apa sebenarnya maksud dan tujuan Islam Nusantara? Siapa tokoh-tokoh di balik ini semua. Yang pasti sosok ketua NU Said Aqil Siraj adalah sosok yang dikenal kontroversial. Beberapa kali ia mengeluarkan pernyataan yang terlihat membela Syiah.

Berikut tanggapan imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Ali Musthafa Ya’qn ub tentang ketua NU tersebut.

”Pernyataan Kiai Said sungguh tidak pantas dilakukan sebagai pemimpin NU. Pernyataan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan pemikiran Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari dan juga bertentangan dengan AD/ART NU itu sendiri,” kata Kiai Ali Musthafa Ya’qub dalam diskusi terbatas yang digelar PCNU Jember .

”Syi’ah memiliki paham bahwa membunuh orang selain Syi’ah itu ibadah. Ini sangat berbahaya sekali kalau disebarkan di Indonesia yang mayoritas umat Islam-nya berpaham Ahlussunnawaljama’ah yang bersebarangan dengan paham Syi’ah. Akan banyak friksi-friksi dan konflik yang berkecamuk di tengah masyarakat. Bahkan ini akan mengancam NKRI karena menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa,” papar tokoh NU ini.

”Bagi saya paham Syi’ah itu lebih berbahaya dari pada paham komunis, ini kalau dilihat dari perspektif ajaran dan dampak yang ditimbulkan di tengah masyarakat,” ujar ulama jebolan King Saud University Saudi Arabia yang dikenal sebagai ahli hadits ini. Pernyataan Ali Musthafa yang dimuat di situs nugarislurus ini juga memperlihatkan bahwa telah terjadi perpecahan di dalam tubuh ormas tertua ini.

http://www.nugarislurus.com/2015/03/kiyai-mustafa-yakub-tentang-syiah-said-aqil-dan-pbnu-menentang-adart-nu.html#ixzz3tyuxbr7W

https://www.nahimunkar.com/imam-besar-masjid-istiqlal-syiah-kelompok-liberal-sudah-masuk-ke-pbnu/

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah Youtube, yang sungguh tak sepantasnya keluar dari lisan seorang kiyai/ulama, Said menghina kebiasaan para ulama memanjangkan jenggot. Menurutnya, orang orang cerdas pasti tidak berjenggot contohnya Gus Dur, Quraish Shihab, dan Nurcholis Majid.

“Semakin panjang jenggot seseorang, semakin GOBLOK”. Perlu dicatat ketiga tokoh yang disebut Said adalah tokoh JIL yang terbiasa membela Syiah.

Demikian pula pernyataan budayawan Emha Ainun Najib yang lebih di kenal dengan nama cak Nun tentang dukungannya terhadap apa yang telah dilakukan Dedy Mulyadi, bupati Purwakarta belakangan ini. Ia menganjurkan agar sang bupati tegar dalam mempertahankan budaya Sunda. Seperti diketahui bupati tersebut telah menghiasi kota yang dipimpinnya itu dengan bermacam patung,  dan membalutnya dengan kain hitam putih kotak-kotak persis seperti Bali dengan budaya kental Hindunya. Hal ini tentu saja mendatangkan banyak kecaman baik dari masyarakat maupun ulama karena dianggap telah mendatangkan kesyirikan yang merupakan musuh utama Islam.

http://www.suara-islam.com/read/index/16241/Ulama-Purwakarta-Sebut-Bupati-Dedi-Mulyadi-Raja-Syirik

Prilaku nyleneh juga datang dari KH Masdar F Mas’udi salah satu ketua NU yang men-share pernyataan cendekiawan NU yang kabarnya tinggal di Kanada. Dengan ringannya cendekiawan tersebut mengata-ngatai kaum Muslimin yang memelihara jenggot dan bercelana cingkrang dengan kata-kata yang sungguh tidak elok.

Menjadi pertanyaan besar apa sebenarnya maksud tokoh-tokoh Syiah dan JIL yang bersembunyi di belakang bendera NU dengan Islam Nusantaranya itu ?? Apa dan siapa sebenarnya yang mereka bidik, budaya Arab atau ajaran Islam itu sendiri, agar kita kembali ke zaman jahiliyah, atau ke ajaran Hindu Budha ??

Atau lebih parah lagi agar wabah Arab Spring segera melanda republik tercinta ini seperti yang terjadi di Suriah, Yaman, Mesir dll ?? Dan memberi kesempatan Yahudi dengan Freemason dan Iluminaty beserta antek-anteknya seperti Syiah, JIL dan musuh-musuh Islam lainnya memperlancar pembentukan tatanan dunia baru dibawah pimpinan si mata satu Dajjal ??

Mari rapatkan barisan jangan lagi kita mau di adu domba. Perbedaan selama bukan di tauhid, mau wiridan, tahlilan, jenggotan, celana cingkrang, NU, Muhammadiyah, Wahabi, Salafi selama berpegang pada Al-Quran dan hadist, menjadikan Rasulullah dan para sahabat sebagai panutan, adalah bersaudara. Itulah Al-Jamaah.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71  golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, yang 71 golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’ (HR. Ibnu Majah).

“ dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia ( Muhammad); dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa”. ( Terjemah QS. Al-An’am (6):153).

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 17 Desember 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

Palestina belum juga ada tanda-tanda kemajuan kecuali berkibarnya bendera di PBB, sudah ditambah lagi kemelut Suriah yang dari hari ke hari makin saja membara. Krisis Suriah yang sudah memasuki tahun ke 5 makin berkepanjangan dengan masuknya Rusia yang terang-terangan membela rezim Syiah Bashar Asad melawan koalisi Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan Arab Saudi.

Prediksi Rasulullah 15 abad silam bahwa Islam di akhir zaman layaknya sebuah piring yang dikerubuti orang yang memangsanya tampaknya sudah menjadi kenyataan.

Dari Thauban ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”

Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”

Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih banyak tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”

Sahabat bertanya lagi, “Mengapa mereka banyak tetapi seperti buih di laut?”

Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.”

Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”

Rasulullah SAW bersabda: “Cinta dunia dan takut akan kematian.”

Ya Bumi Syam yang merupakan julukan Suriah dan di akhir zaman nanti diprediksi bakal menjadi ajang pertempuran antara pasukan Musimin melawan kaum yang Kafir, saat ini memang layaknya piring yang diperebutkan musuh-musuh Islam. Kecuali Arab Saudi yang keberadaannya di arena pertempuran di pihak sekutu Amerika Serikat perlu dipertanyakan. Meski kemungkinan besar hanya merupakan strategi apalagi bila mengingat sosok raja Salman yang baru menduduki jabatan tertinggi Januari 2015 lalu.

Suriah dibawah Basyar Asad yang Syiah itu memang harus diperangi secara sungguh-sungguh. Syiah dengan Tauhidnya yang menyimpang adalah duri dalam tubuh Islam, layaknya musuh dalam selimut. Apalagi sejak revolusi Iran dibawah pimpinan Khomeini yang kemudian menyebar-luaskan Syiah Rafidhoh yang benar-benar ekstrim kesesatannya. Celakanya, Syiah inilah yang saat ini berkembang pesat hingga masuk ke Indonesia. Syiah Rafidhoh dikenal sangat membenci Islam Sunni yang sejak dulu merupakan mayoritas di dunia. Itu sebabnya pula mengapa Arab Yahudi terpaksa turun tangan menghadapi Yaman yang dikuasai Syiah Houti yang didukung Iran. Perlu diingat posisi Yaman yang memang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Jadi apa yang terjadi saat ini di Suriah bukan lagi perang saudara antar sesama Muslim sepeti yang sering diberitakan media sekuler. Revolusi damai yang dilakukan rakyat Suriah pada Maret 2011 terhadap rezim Syiah Basyar Asad dan dihadapi dengan cara kekerasan itu kini telah didomplengi pihak-pihak yang tidak senang melihat Islam bersatu. Meski kenyataannya Sunni dan Syiah sejak dulu memang sering bentrok apalagi sekarang dengan adanya perbedaan mencolok seperti dijelaskan di atas.

Ditambah lagi dengan adanya ISIS, organisasi yang dibidani dan didanai Amerika, dengan mencatut nama Islam, dan diterjunkan di sekitar Irak dan Suriah jadilah Suriah yang sudah kacau makin kacau saja. Strategi negara adi daya yang saat ini berada dibawah pimpinan Obama ini tampaknya benar-benar berhasil. Umum bahkan sebagian besar umat Islam sendiri akhirnya menjadi rancu, tidak dapat membedakan mana kaum Mujahidin yang berjuang rela menghadapi musuh Allah dengan ISIS yang berjuang karena bayaran dengan cara brutal pula.  Keberingasan ISIS yang didukung dana dan senjata yang sangat besar telah berhasil mencoreng wajah Islam yang sesungguhnya.

http://www.voa-islamnews.com/index.php/2015/10/07/pengakuan-mengagetkan-as-tentang-aset-mereka-suriah/

Yang terakhir adalah tragedy di Paris yang diberi nama Paris Attack pada 13 November lalu. Serangkaian bom bunuh diri dan serangan bersenjata menimpa pusat kota mode dunia ini. Serangan bom bunuh diri yang dimulai di stadion sepak bola dimana hadir presiden Perancis dan mentri luar negri Jerman untuk menyaksikan pertandingan persahabatan antar dua negara tersebut diikuti dengan rangkaian tembakan di restoran, gedung pertunjukkan musik dan beberapa tempat sudut lain di Paris.

Maka dalam hitungan menitpun seluruh dunia menyampaikan duka cita yang mendalam atas serangan yang memakan korban 130 orang itu. Tak lama kemudian ISIS mengklaim bertanggung-jawab atas serangan brutal tersebut, dengan alasan sebagai “upah” bergabungnya Perancis ke dalam pasukan sekutu dalam memerangi ISIS di Suriah.  Sejumlah pemimpin negara serempak berkumpul mengutuk dan sepakat meningkatkan gempuran.

Islamophobia yang sudah dimulai sejak serangan September 2001 dan sempat menurun kini kembali menjangkiti Barat. Dan korbannya sudah dapat dipastikan yaitu kaum Muslimin, terutama yang tinggal di Barat. Akibatnya rasa takut dan rasa Percaya Diri umatpun akhirnya runtuh, termasuk di negri kita tercinta Indonesia. Yang hingga demi memperbaiki nama baik Islam ada sebagian kaum Muslimin yang mulai mereka-reka bagaimana cara mengatasi hal ini. Sayangnya dengan cara yang berlebihan, diantaranya dengan menyatakan bahwa semua agama adalah sama, seperti yang dilakukan JIL dan yang teranyar dengan lahirnya Islam Nusantara. Celakanya lagi, ini didomplengi kaum Syiah yang terus berusaha keras agar dapat diterima kaum Muslimin di Indonesia yang mayortas Sunni ini.

Padahal tidak seharusnya umat Islam terjebak oleh hal ini, terjebak antara terorisme dan jihad yang sengaja dipelesetkan Barat. ISIS jelas bukan Islam. Islam tidak pernah mengajarkan membunuh perempuan, anak-anak dan orang yang tidak bersalah. Lihatlah bagaimana ISIS menyerang masjid, kaum Muslimin di pengungsian dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini kabarnya ODOJ ( One Day One Juz), suatu komunitas baca Al-Quran telah menerima ancaman dari ISIS !

Tidak dapat dipungkiri sikap dan reaksi dunia terhadap suatu permasalahan memang terlihat jelas pilih kasih. Coba bandingkan, bagaimana reaksi dunia ketika terjadi ledakan bom diri di Ankara yang memakan korban lebih dari 80 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, persis sebulan sebelum Paris Attack.  Padahal pemerintah Turki menegaskan biang keladinya sama dengan Paris Attack yaitu ISIS, meski tidak ada klaim resmi dari organisasi teroris tersebut.

Belum lagi kerusuhan yang tidak kurang dasyatnya yang  terjadi setiap hari di tanah Palestina yang dijajah Israel sejak puluhan tahun silam. Penangkapan, penculikan, perkosaan dan penembakan terhadap rakyat sipil, baik anak di bawah umur, perempuan maupun orang lanjut usia terjadi setiap hari tanpa adanya reaksi dunia seperti yang terjadi di Paris beberapa waktu lalu. Sama halnya dengan yang terjadi terhadap Muslim Rohingnya yang merupakan minoritas di Myanmar, juga Muslim Uighur yang tertindas di Cina.

Sementara itu kemarahan Perancis akibat Paris Attack tak tanggung-tanggung. Hanya selang beberapa hari setelah tragedy, Perancis mengirimkan jet-jet tempurnya untuk menggempur kota-kota di Suriah yang diduga sebagai markas ISIS terlaknat. Tak ayal lagi sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit, pabrik dan pasarpun hancur berantakan diterjang amukan bom yang dijatuhkan jet-jet tersebut. Sayangnya ternyata tidak tepat karena ISIS mengklaim bahwa apa yang mereka sasar itu telah mereka kosongkan.

Artinya yang menjadi korban lagi-lagi hanyalah rakyat biasa. Suriah yang telah ditinggalkan 60 % penduduknya itupun makin merana hidupnya. Belum lagi pengungsi Suriah yang hidup di pengungsian yang menjadi sasaran kemarahan penduduk setempat. Yang bahkan oleh para pemimpin sejumlah negara bagian di Amerka kabarnya mulai diawasi pergerakannya. Ini semua akibat ulah teroris pelaku bom bunuh diri yang membiarkan jejaknya “ tercecer “ dengan “ ditemukannya” sebuah passport Suriah di lokasi kejadian. Persis seperti yang dilakukan teroris pelaku Charlie Hebdo, yang passportnya “ tercecer”  di mobil sewaannya. ???

Terakhir, Turki yang beberapa hari lalu menembak jatuh jet tempur Rusia yang nyasar memasuki wilayah udara Turki, harus menerima sejumlah sanksi Rusia yang secara teori bakal membuat negara ini cukup terpukul. Putin bahkan dengan kejinya menyebar fitnah bahwa Turki dibawah Recep Tayyib Erdogan, satu dari pemimpin Islam terbaik era ini, sebenarnya adalah antek-antek ISIS.

Padahal Rusia yang katanya berkomitmen melawan ISIS demi mendukung Suriah dibawah Bashar Assad sebenarnya beberapa kali bukannya menargetkan ISIS melainkan para pejuang oposisi. Diantaranya faksi oposisi Turkmen yang merupakan etnis Turki yang tinggal di Suriah utara yang berbatasan dengan Turki. Disamping itu pasukan Rusia, bersama pasukan rezim Suriah, juga sering menjadikan warga sipil sebagai target mereka. Rumah penduduk, pasar, sekolah, rumah sakit bahkan konvoi truk yang membawa bantuan kemanusiaan dari Turki yang sedang melintaspun tak luput dari serangan mereka. Mereka juga tak segan menggunakan senjata kimia hingga menewaskan 140 jiwa rakyat Suriah.

Untuk itu tak salah bila akhirnya para ulama manca negara, diantaranya  ulama Mesir kenamaan Syeikh Yusuf Qaradawi menghimbau kaum Muslimin untuk berjihad membantu penderitaan kaum Muslimin di Suriah yang tertindas. Anehnya, Tempo dengan ringannya mengabarkan bahwa para ulama telah menelan ludah sendiri karena sebelumnya telah mengutuk tindakan brutal ISIS. Tampak jelas bahwa majalah sekuler ini ingin menyesatkan pembacanya antara gerakan terorisme ISIS dan jihad membela kaum Muslimin yang terdzalimi. Persis seperti provokasi Barat yang selama ini beredar.

http://jakartagreater.com/ulama-arab-saudi-serukan-muslim-dunia-jihad-lawan-rusia/ 

Pertanyaannya tegakah kita mengulangi kesalahan dengan membiarkan tanah Palestina yang direbut penjajah Zionis Israel 67 tahun lalu  itu dengan kembali membiarkan bumi Syam yang merupakan tanah warisan para nabi itu kepada musuh-musuh Islam ??? Membiarkan negara-negara yang memproduksi senjata secara massal seperti Amerika Serikat, Perancis dan Rusia mengeruk keuntungan dengan menggunakannya secara semena-mena terhadap kaum Muslimin ???

Bukankan Islam mengajarkan bahwa jihad tidak melulu dengan perang bersenjata? Melainkan juga dengan pena, dengan pikiran, dengan harta dan bisa juga dengan boikot ekonomi dengan tidak membelanjakan uang kita untuk membeli produk musuh??

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (Terjemah QS. At-Taubah(9):122)..

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 November 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »