Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Aqidah’ Category

Islam Nusantara

In the old days, the Dutch would highly value our culture. Nowadays, many Indonesians want to replace it by Arab culture and clothing.” ( Dulu orang Belanda sangat menghargai budaya kita. Sekarang banyak orang Indonesia ingin menggantikannnya dengan budaya dan pakaian Arab).

“ Nonik-nonik Belanda ikut berkebaya. Belanda gak pernah berniat menghancurkan budaya lokal Nusantara. Siapa justru yg paling berniat mengharamkan budaya lokal ini? “.

Belakangan ini pernyataan-pernyataan semacam pernyataan diatas banyak bermunculan di medsos, ntah itu di FB, Twitter atau sekedar BC melalui grup-grup WA ataupun BB dan yang sejenisnya.  Pernyataan bernada provokasi kebencian dan antipati terhadap budaya Arab tampak sekali nyata. Namun yang tambah tidak lucunya lagi mengapa harus membandingkannya dengan Belanda yang selama 350 tahun telah menjajah negri kita tercinta ini.

Bersamaan dengan itu muncul pula apa yang disebut dengan Islam Nusantara. Pada pembukaan acara Istighosah menyambut Ramadhan dan pembukaan munas alim ulama NU, di Masjid Istiqlal 14 Juni 2015 lalu, muncul istilah Islam Nusantara. Ketua Umum PBNU yang kembali terpilih Said Aqil Siradj mengatakan, NU akan terus memperjuangkan dan mengawal “ model” Islam teranyar tersebut.

“Yang paling berkewajiban mengawal Islam Nusantara adalah NU,” kata Said Aqil, yang disambut tepuk tangan meriah ribuan anggota NU yang memadati ruangan dalam Masjid Istiqlal.

“Islam Nusantara ini didakwahkan untuk merangkul, melestarikan dan menghormati budaya, tidak malah memberangus budaya. Dari pijakan sejarah itulah, NU akan terus mempertahankan karakter Islam Nusantara yaitu “Islam yang ramah, anti radikal, inklusif dan toleran.” ,” ujarnya usai acara kepada wartawan yang hadir pada acara tersebut.

NU tampaknya tidak main-main. Sebuah situs dengan nama yang sama tak lama kemudianpun lahir. Dalam situs tersebut dikatakan bahwa sejumlah media online Islam ternama seperti  eramuslim.com, hidayatullah.com, voa-alislam dll telah berusaha menggiring opini publik bahwa Islam Nusantara adalah sebuah upaya halus bagi proses deislamisasi di negeri tercinta ini. Situs ini juga tak lupa mengingatkan bahwa media-media online tersebut adalah media Islam “radikal” yang sempat di blokir BNPT beberapa waktu lalu. ( Namun setelah didemo banyak pihak karena alasan yang mengada-ada kembali dibuka tidak lama kemudian).

Hmm … Apa maksud ketua NU tersebut ? Apakah itu berarti Islam secara umum, yang bukan Nusantara, kebalikan dari semua itu ?? Bukankah Islam itu ya Islam tidak ada pengkotak-kotakan dalam Islam.

Barat saat ini memang sedang mengalami Islamophobia akut apalagi paska tragedi Paris Attact yang disusul insiden penembakan di St Bernardino California beberapa hari lalu dan memakan 14 orang korban meninggal. Yang membuat calon presiden AS Donal Trump  uring-uringan dan sesumbar mengeluarkan pernyataan bahwa bila ia terpilih akan melarang Muslim memasuki negaranya, meski hanya sebagai turis sekalipun !

Padahal siapapun pelakunya, baik itu ISIS ataupun orang yang mengaku beragama Islam jelas tidak bisa mewakili Islam, baik pemeluk maupun ajarannya. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Contoh paling mudah adalah dengan melihat bagaimana Rasulullah Muhammad saw bersikap. Bagaimana nabi Allah yang berakhlak mulia ini menghadapi orang-orang yang memusuhi beliau, mengejek bahkan bersengkongkol hendak membunuh beliau. Perang baru dilakukan setelah kaum yang memusuhi Islam makin lama makin membahayakan jiwa dan perkembangan Islam. Itupun bila mereka telah meminta ampun dan berjanji tidak lagi akan mengganggu maka kita diwajibkan berhenti memeranginya.

Dari sejarah kita juga dapat menyaksikan betapa Islam ketika berkuasa hak-hak non Muslim tetap terpelihara. Yerusalem dibawah kekuasaan Sultan Salahuddin contohnya, ataupun Sultan Mehmed yang hidup sezaman dengan Dracula si penguasa kejam nan sadis dari Rumania. Bandingkan dengan ketika Kristen berkuasa di suatu wilayah, Spanyol dibawah raja Ferdinand dan ratu Isabella, yang mengusir dan membunuhi kaum Muslimin dan Yahudi, misalnya.

Atau yang terjadi hingga detik ini, tengok bagaimana Zionis Israel Yahudi memperlakukan rakyat Palestina.  Semua orang tahu bagaimana kejam dan sadisnya mereka bertindak selama puluhan tahun lamanya. Namun apa yang dilakukan Barat yang notabene Kristen dan saat ini sedang memegang kontrol dunia ??? Padahal mereka inilah yang dengan gencar menggaungkan pentingnya HAM, toleransi dan demokrasi.

Jadi sungguh tidak penting apa yang dilakukan ketua NU dan kroni-kroninya itu dengan Islam Nusantaranya. Yang justru memberi kesan hendak memojokkan Islam dengan segala yang berbau Arab. Islam yang memang lahir di semenanjung Arabia, dibawa oleh nabinya yang juga orang Arab dengan membawa kita suci Al-Quran yang berbahasa Arab, jelas tidak bisa dilepaskan dari dunia Arab. Bukankah ketika shalat minimal 5x seharipun wajib menghadap Kiblat yang ada di Mekah ? Begitupun kewajiban haji dan umrah yang hanya bisa dilakukan di Mekah dan sekitarnya.

Yang juga perlu diingat, Rasulullah Muhamad saw ketika datang membawa ajaran Islam, yang dilawan adalah budaya dan kebiasaan Arab jahiliyah, yang telah melupakan ajaran Tauhid yang pernah diajarkan nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail ribuan tahun silam, jauh sebelum nabi Muhammad saw datang. Ketika itu kesyirikan meraja-lela, patung-patung yang dengan beribu alasan disembah. Itu sebabnya hal pertama yang dilakukan Rasulullah begitu menaklukan kota Mekah adalah menghancurkan semua patung yang ada di dalam Kabah.

Setelah itu secara bertahap kebiasaan bermabuk-mabukan, perzinahan, riba, pelecehan kaum perempuan dll dilarang. Termasuk juga kebiasaan kaum perempuan mempertontonkan auratpun dilarang, yaitu dengan perintah menggunakan jilbab. Dengan demikian jelas, jilbab bukanlah budaya Arab melainkan aturan Islam !

“ Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. ( Terjemah (QS. At-Taubah(33):59).

Jadi alangkah ironisnya bila detik ini ada orang yang mengaku ulama/santri/cendekiawan Muslim namun gemar mengolok-olok segala yang berbau Arab atau mengklaim bahwa Islam adalah sebuah budaya, yaitu budaya Arab, yang mencoba merubah dan mengutak-atik budaya Nusantara. Bahkan dengan santainya membandingkan dengan Belanda yang menurutnya tidak pernah berusaha merusak budaya Indonesia.

Mungkinkah mereka lupa bagaimana masuknya penjajahan Belanda ke Nusantara ?? Bagaimana keadaan Jawa, Sumatra, Sulawesi bahkan Ternate sebelum masuknya penjajahan berabad-abad  lamanya itu ?  Lupa bahwa Islam sudah ada jauuh sebelum Belanda menjajah negri yang dikarunia Allah swt rempah-rempahan dan aneka kekayaan bumi  .. Lupa bahwa nenek moyang kita dulu lebih mahir membaca huruf-huruf Arab dari pada huruf latin. Bahkan dulu hari libur itu Jumat bukan Minggu.

Mereka juga agaknya lupa betapa banyaknya ulama yang syahid dalam mempertahankan bangsa dan agama dari penjajahan Belanda … Apakah ini bukan namanya deislamisasi, penghapusan Islam dan menggantinya dengan budaya Barat ???

Menjadi pertanyaan besar apa sebenarnya maksud dan tujuan Islam Nusantara? Siapa tokoh-tokoh di balik ini semua. Yang pasti sosok ketua NU Said Aqil Siraj adalah sosok yang dikenal kontroversial. Beberapa kali ia mengeluarkan pernyataan yang terlihat membela Syiah.

Berikut tanggapan imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Ali Musthafa Ya’qn ub tentang ketua NU tersebut.

”Pernyataan Kiai Said sungguh tidak pantas dilakukan sebagai pemimpin NU. Pernyataan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan pemikiran Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari dan juga bertentangan dengan AD/ART NU itu sendiri,” kata Kiai Ali Musthafa Ya’qub dalam diskusi terbatas yang digelar PCNU Jember .

”Syi’ah memiliki paham bahwa membunuh orang selain Syi’ah itu ibadah. Ini sangat berbahaya sekali kalau disebarkan di Indonesia yang mayoritas umat Islam-nya berpaham Ahlussunnawaljama’ah yang bersebarangan dengan paham Syi’ah. Akan banyak friksi-friksi dan konflik yang berkecamuk di tengah masyarakat. Bahkan ini akan mengancam NKRI karena menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa,” papar tokoh NU ini.

”Bagi saya paham Syi’ah itu lebih berbahaya dari pada paham komunis, ini kalau dilihat dari perspektif ajaran dan dampak yang ditimbulkan di tengah masyarakat,” ujar ulama jebolan King Saud University Saudi Arabia yang dikenal sebagai ahli hadits ini. Pernyataan Ali Musthafa yang dimuat di situs nugarislurus ini juga memperlihatkan bahwa telah terjadi perpecahan di dalam tubuh ormas tertua ini.

http://www.nugarislurus.com/2015/03/kiyai-mustafa-yakub-tentang-syiah-said-aqil-dan-pbnu-menentang-adart-nu.html#ixzz3tyuxbr7W

https://www.nahimunkar.com/imam-besar-masjid-istiqlal-syiah-kelompok-liberal-sudah-masuk-ke-pbnu/

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah Youtube, yang sungguh tak sepantasnya keluar dari lisan seorang kiyai/ulama, Said menghina kebiasaan para ulama memanjangkan jenggot. Menurutnya, orang orang cerdas pasti tidak berjenggot contohnya Gus Dur, Quraish Shihab, dan Nurcholis Majid.

“Semakin panjang jenggot seseorang, semakin GOBLOK”. Perlu dicatat ketiga tokoh yang disebut Said adalah tokoh JIL yang terbiasa membela Syiah.

Demikian pula pernyataan budayawan Emha Ainun Najib yang lebih di kenal dengan nama cak Nun tentang dukungannya terhadap apa yang telah dilakukan Dedy Mulyadi, bupati Purwakarta belakangan ini. Ia menganjurkan agar sang bupati tegar dalam mempertahankan budaya Sunda. Seperti diketahui bupati tersebut telah menghiasi kota yang dipimpinnya itu dengan bermacam patung,  dan membalutnya dengan kain hitam putih kotak-kotak persis seperti Bali dengan budaya kental Hindunya. Hal ini tentu saja mendatangkan banyak kecaman baik dari masyarakat maupun ulama karena dianggap telah mendatangkan kesyirikan yang merupakan musuh utama Islam.

http://www.suara-islam.com/read/index/16241/Ulama-Purwakarta-Sebut-Bupati-Dedi-Mulyadi-Raja-Syirik

Prilaku nyleneh juga datang dari KH Masdar F Mas’udi salah satu ketua NU yang men-share pernyataan cendekiawan NU yang kabarnya tinggal di Kanada. Dengan ringannya cendekiawan tersebut mengata-ngatai kaum Muslimin yang memelihara jenggot dan bercelana cingkrang dengan kata-kata yang sungguh tidak elok.

Menjadi pertanyaan besar apa sebenarnya maksud tokoh-tokoh Syiah dan JIL yang bersembunyi di belakang bendera NU dengan Islam Nusantaranya itu ?? Apa dan siapa sebenarnya yang mereka bidik, budaya Arab atau ajaran Islam itu sendiri, agar kita kembali ke zaman jahiliyah, atau ke ajaran Hindu Budha ??

Atau lebih parah lagi agar wabah Arab Spring segera melanda republik tercinta ini seperti yang terjadi di Suriah, Yaman, Mesir dll ?? Dan memberi kesempatan Yahudi dengan Freemason dan Iluminaty beserta antek-anteknya seperti Syiah, JIL dan musuh-musuh Islam lainnya memperlancar pembentukan tatanan dunia baru dibawah pimpinan si mata satu Dajjal ??

Mari rapatkan barisan jangan lagi kita mau di adu domba. Perbedaan selama bukan di tauhid, mau wiridan, tahlilan, jenggotan, celana cingkrang, NU, Muhammadiyah, Wahabi, Salafi selama berpegang pada Al-Quran dan hadist, menjadikan Rasulullah dan para sahabat sebagai panutan, adalah bersaudara. Itulah Al-Jamaah.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71  golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, yang 71 golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’ (HR. Ibnu Majah).

“ dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia ( Muhammad); dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa”. ( Terjemah QS. Al-An’am (6):153).

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 17 Desember 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

Palestina belum juga ada tanda-tanda kemajuan kecuali berkibarnya bendera di PBB, sudah ditambah lagi kemelut Suriah yang dari hari ke hari makin saja membara. Krisis Suriah yang sudah memasuki tahun ke 5 makin berkepanjangan dengan masuknya Rusia yang terang-terangan membela rezim Syiah Bashar Asad melawan koalisi Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan Arab Saudi.

Prediksi Rasulullah 15 abad silam bahwa Islam di akhir zaman layaknya sebuah piring yang dikerubuti orang yang memangsanya tampaknya sudah menjadi kenyataan.

Dari Thauban ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang menghadapi piring dan mengajak orang lain makan bersama.”

Maka para sahabat r.a. pun bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam telah lemah dan musuh sangat kuat?”

Sabda Baginda SAW: “Bahkan masa itu mereka lebih banyak tetapi tidak berguna, tidak berarti dan tidak menakutkan musuh. Mereka adalah ibarat buih di laut.”

Sahabat bertanya lagi, “Mengapa mereka banyak tetapi seperti buih di laut?”

Jawab Rasulullah SAW, “Kerana ada dua penyakit, iaitu mereka ditimpa penyakit al-Wahn.”

Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu al-Wahn?”

Rasulullah SAW bersabda: “Cinta dunia dan takut akan kematian.”

Ya Bumi Syam yang merupakan julukan Suriah dan di akhir zaman nanti diprediksi bakal menjadi ajang pertempuran antara pasukan Musimin melawan kaum yang Kafir, saat ini memang layaknya piring yang diperebutkan musuh-musuh Islam. Kecuali Arab Saudi yang keberadaannya di arena pertempuran di pihak sekutu Amerika Serikat perlu dipertanyakan. Meski kemungkinan besar hanya merupakan strategi apalagi bila mengingat sosok raja Salman yang baru menduduki jabatan tertinggi Januari 2015 lalu.

Suriah dibawah Basyar Asad yang Syiah itu memang harus diperangi secara sungguh-sungguh. Syiah dengan Tauhidnya yang menyimpang adalah duri dalam tubuh Islam, layaknya musuh dalam selimut. Apalagi sejak revolusi Iran dibawah pimpinan Khomeini yang kemudian menyebar-luaskan Syiah Rafidhoh yang benar-benar ekstrim kesesatannya. Celakanya, Syiah inilah yang saat ini berkembang pesat hingga masuk ke Indonesia. Syiah Rafidhoh dikenal sangat membenci Islam Sunni yang sejak dulu merupakan mayoritas di dunia. Itu sebabnya pula mengapa Arab Yahudi terpaksa turun tangan menghadapi Yaman yang dikuasai Syiah Houti yang didukung Iran. Perlu diingat posisi Yaman yang memang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Jadi apa yang terjadi saat ini di Suriah bukan lagi perang saudara antar sesama Muslim sepeti yang sering diberitakan media sekuler. Revolusi damai yang dilakukan rakyat Suriah pada Maret 2011 terhadap rezim Syiah Basyar Asad dan dihadapi dengan cara kekerasan itu kini telah didomplengi pihak-pihak yang tidak senang melihat Islam bersatu. Meski kenyataannya Sunni dan Syiah sejak dulu memang sering bentrok apalagi sekarang dengan adanya perbedaan mencolok seperti dijelaskan di atas.

Ditambah lagi dengan adanya ISIS, organisasi yang dibidani dan didanai Amerika, dengan mencatut nama Islam, dan diterjunkan di sekitar Irak dan Suriah jadilah Suriah yang sudah kacau makin kacau saja. Strategi negara adi daya yang saat ini berada dibawah pimpinan Obama ini tampaknya benar-benar berhasil. Umum bahkan sebagian besar umat Islam sendiri akhirnya menjadi rancu, tidak dapat membedakan mana kaum Mujahidin yang berjuang rela menghadapi musuh Allah dengan ISIS yang berjuang karena bayaran dengan cara brutal pula.  Keberingasan ISIS yang didukung dana dan senjata yang sangat besar telah berhasil mencoreng wajah Islam yang sesungguhnya.

http://www.voa-islamnews.com/index.php/2015/10/07/pengakuan-mengagetkan-as-tentang-aset-mereka-suriah/

Yang terakhir adalah tragedy di Paris yang diberi nama Paris Attack pada 13 November lalu. Serangkaian bom bunuh diri dan serangan bersenjata menimpa pusat kota mode dunia ini. Serangan bom bunuh diri yang dimulai di stadion sepak bola dimana hadir presiden Perancis dan mentri luar negri Jerman untuk menyaksikan pertandingan persahabatan antar dua negara tersebut diikuti dengan rangkaian tembakan di restoran, gedung pertunjukkan musik dan beberapa tempat sudut lain di Paris.

Maka dalam hitungan menitpun seluruh dunia menyampaikan duka cita yang mendalam atas serangan yang memakan korban 130 orang itu. Tak lama kemudian ISIS mengklaim bertanggung-jawab atas serangan brutal tersebut, dengan alasan sebagai “upah” bergabungnya Perancis ke dalam pasukan sekutu dalam memerangi ISIS di Suriah.  Sejumlah pemimpin negara serempak berkumpul mengutuk dan sepakat meningkatkan gempuran.

Islamophobia yang sudah dimulai sejak serangan September 2001 dan sempat menurun kini kembali menjangkiti Barat. Dan korbannya sudah dapat dipastikan yaitu kaum Muslimin, terutama yang tinggal di Barat. Akibatnya rasa takut dan rasa Percaya Diri umatpun akhirnya runtuh, termasuk di negri kita tercinta Indonesia. Yang hingga demi memperbaiki nama baik Islam ada sebagian kaum Muslimin yang mulai mereka-reka bagaimana cara mengatasi hal ini. Sayangnya dengan cara yang berlebihan, diantaranya dengan menyatakan bahwa semua agama adalah sama, seperti yang dilakukan JIL dan yang teranyar dengan lahirnya Islam Nusantara. Celakanya lagi, ini didomplengi kaum Syiah yang terus berusaha keras agar dapat diterima kaum Muslimin di Indonesia yang mayortas Sunni ini.

Padahal tidak seharusnya umat Islam terjebak oleh hal ini, terjebak antara terorisme dan jihad yang sengaja dipelesetkan Barat. ISIS jelas bukan Islam. Islam tidak pernah mengajarkan membunuh perempuan, anak-anak dan orang yang tidak bersalah. Lihatlah bagaimana ISIS menyerang masjid, kaum Muslimin di pengungsian dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini kabarnya ODOJ ( One Day One Juz), suatu komunitas baca Al-Quran telah menerima ancaman dari ISIS !

Tidak dapat dipungkiri sikap dan reaksi dunia terhadap suatu permasalahan memang terlihat jelas pilih kasih. Coba bandingkan, bagaimana reaksi dunia ketika terjadi ledakan bom diri di Ankara yang memakan korban lebih dari 80 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, persis sebulan sebelum Paris Attack.  Padahal pemerintah Turki menegaskan biang keladinya sama dengan Paris Attack yaitu ISIS, meski tidak ada klaim resmi dari organisasi teroris tersebut.

Belum lagi kerusuhan yang tidak kurang dasyatnya yang  terjadi setiap hari di tanah Palestina yang dijajah Israel sejak puluhan tahun silam. Penangkapan, penculikan, perkosaan dan penembakan terhadap rakyat sipil, baik anak di bawah umur, perempuan maupun orang lanjut usia terjadi setiap hari tanpa adanya reaksi dunia seperti yang terjadi di Paris beberapa waktu lalu. Sama halnya dengan yang terjadi terhadap Muslim Rohingnya yang merupakan minoritas di Myanmar, juga Muslim Uighur yang tertindas di Cina.

Sementara itu kemarahan Perancis akibat Paris Attack tak tanggung-tanggung. Hanya selang beberapa hari setelah tragedy, Perancis mengirimkan jet-jet tempurnya untuk menggempur kota-kota di Suriah yang diduga sebagai markas ISIS terlaknat. Tak ayal lagi sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit, pabrik dan pasarpun hancur berantakan diterjang amukan bom yang dijatuhkan jet-jet tersebut. Sayangnya ternyata tidak tepat karena ISIS mengklaim bahwa apa yang mereka sasar itu telah mereka kosongkan.

Artinya yang menjadi korban lagi-lagi hanyalah rakyat biasa. Suriah yang telah ditinggalkan 60 % penduduknya itupun makin merana hidupnya. Belum lagi pengungsi Suriah yang hidup di pengungsian yang menjadi sasaran kemarahan penduduk setempat. Yang bahkan oleh para pemimpin sejumlah negara bagian di Amerka kabarnya mulai diawasi pergerakannya. Ini semua akibat ulah teroris pelaku bom bunuh diri yang membiarkan jejaknya “ tercecer “ dengan “ ditemukannya” sebuah passport Suriah di lokasi kejadian. Persis seperti yang dilakukan teroris pelaku Charlie Hebdo, yang passportnya “ tercecer”  di mobil sewaannya. ???

Terakhir, Turki yang beberapa hari lalu menembak jatuh jet tempur Rusia yang nyasar memasuki wilayah udara Turki, harus menerima sejumlah sanksi Rusia yang secara teori bakal membuat negara ini cukup terpukul. Putin bahkan dengan kejinya menyebar fitnah bahwa Turki dibawah Recep Tayyib Erdogan, satu dari pemimpin Islam terbaik era ini, sebenarnya adalah antek-antek ISIS.

Padahal Rusia yang katanya berkomitmen melawan ISIS demi mendukung Suriah dibawah Bashar Assad sebenarnya beberapa kali bukannya menargetkan ISIS melainkan para pejuang oposisi. Diantaranya faksi oposisi Turkmen yang merupakan etnis Turki yang tinggal di Suriah utara yang berbatasan dengan Turki. Disamping itu pasukan Rusia, bersama pasukan rezim Suriah, juga sering menjadikan warga sipil sebagai target mereka. Rumah penduduk, pasar, sekolah, rumah sakit bahkan konvoi truk yang membawa bantuan kemanusiaan dari Turki yang sedang melintaspun tak luput dari serangan mereka. Mereka juga tak segan menggunakan senjata kimia hingga menewaskan 140 jiwa rakyat Suriah.

Untuk itu tak salah bila akhirnya para ulama manca negara, diantaranya  ulama Mesir kenamaan Syeikh Yusuf Qaradawi menghimbau kaum Muslimin untuk berjihad membantu penderitaan kaum Muslimin di Suriah yang tertindas. Anehnya, Tempo dengan ringannya mengabarkan bahwa para ulama telah menelan ludah sendiri karena sebelumnya telah mengutuk tindakan brutal ISIS. Tampak jelas bahwa majalah sekuler ini ingin menyesatkan pembacanya antara gerakan terorisme ISIS dan jihad membela kaum Muslimin yang terdzalimi. Persis seperti provokasi Barat yang selama ini beredar.

http://jakartagreater.com/ulama-arab-saudi-serukan-muslim-dunia-jihad-lawan-rusia/ 

Pertanyaannya tegakah kita mengulangi kesalahan dengan membiarkan tanah Palestina yang direbut penjajah Zionis Israel 67 tahun lalu  itu dengan kembali membiarkan bumi Syam yang merupakan tanah warisan para nabi itu kepada musuh-musuh Islam ??? Membiarkan negara-negara yang memproduksi senjata secara massal seperti Amerika Serikat, Perancis dan Rusia mengeruk keuntungan dengan menggunakannya secara semena-mena terhadap kaum Muslimin ???

Bukankan Islam mengajarkan bahwa jihad tidak melulu dengan perang bersenjata? Melainkan juga dengan pena, dengan pikiran, dengan harta dan bisa juga dengan boikot ekonomi dengan tidak membelanjakan uang kita untuk membeli produk musuh??

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (Terjemah QS. At-Taubah(9):122)..

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 30 November 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

Semua orang pasti tahu apa itu raja/khalifah/kaisar/king/roi/malik  dan apa itu kerajaan/kekhalifahan/kekaisaran/monarki/kingdom/royaume/mamalik.   Dalam bahasa Indonesia  kata Raja ( Rani bila perempuan), yaitu pemimpin/penguasa tertinggi  dalam sebuah kerajaan, berasal dari Rājan yang merupakan bahasa Sangsekerta.

Sedangkan kata kerajaan atau monarki  berasal dari bahasa Yunani, monos yang berarti satu, dan archein yang berarti pemerintah. Kerajaan/monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki.

Seorang raja sudah pasti mempunyai wilayah kerajaan yang dikuasainya,  dan di masa lalu, biasanya secara absolut.  Seorang raja biasanya berkuasa hingga seumur hidupnya, dan biasanya yang menggantikan kedudukannya bila ia wafat adalah sang putra mahkota yang telah dipersiapkan secara matang.

Raja bisa menguasai daerah kekuasaan yang sangat luas, namun bisa juga kecil, kerajaan Monaco, misalnya.  Kerajaan ini hanya mempunyai luas wilayah sekitar 2 km2. Bandingkan dengan Jakarta yang luasnya 650km2. Suatu kerajaan dapat dikatakan besar dilihat dari beberapa faktor, antara lain luasnya, populasinya, ekonominya, lama kekuasaannya, bagaimana sang pemimpinnya berkuasa, bagaimana kehidupan rakyatnya dsbnya.

Kerajaan adalah sistem pemerintahan tertua di dunia. Tercatat pada suatu masa dulu pernah ada lebih dari 900 kerajaan di dunia ini. Kini yang masih bertahan hanya tinggal 40 buah saja, Arab Saudi, Yordania, Maroko, Malaysia, Inggris, Belanda, Spanyol, Kamboja dan Thailand adalah diantaranya.  Dari jumlah tersebut, hanya 4 yang mempunyai penguasa mutlak, selebihnya terbatas kepada sistem konstitusi.

Di masa lalu, kerajaan bisa berkuasa hingga ratusan tahun, dan daerah kekuasaannyapun bisa mencakup berpuluh-puluh Negara yang ada saat ini. Yang terpanjang adalah kerajaan/kekhalifahan Islam Ottoman. Kerajaan ini berkuasa selama hampir 7 abad lamanya, yaitu sejak tahun 1299 hingga 1923 lalu. Kekuasaannya terbentang dari Afrika Utara dan Spanyol di ujung Barat hingga perbatasan sebelum Cina di ujung Timur, Austria di ujung paling utara hingga Yaman di ujung selatan.

http://yusranyusufnur.blogspot.co.id/2012/11/10-kerajaan-terbesar-dalam-sejarah-dunia.html

Disamping mempunyai daerah kekuasaan dan rakyat yang dipimpin, sebuah kerajaan juga pasti mempunyai pasukan/tentara yang bertugas menjaga wilayahnya agar aman dari serbuan musuh, juga aparat yang bertugas menjalankan pemerintahan.

Demikian pulalah kerajaan Allah Azza wa  Jalla, kerajaan terbesar dan terluas di sepanjang sejarah kehidupan yang ada di alam semesta ini. Kerajaan ini meliputi langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya.

Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong”. (Terjemah QS. Al-Baqarah(2):107).

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allahlah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.(Terjemah QS. Ath-Thaggabun(64):1).

IMG_2722IMG_2864Kerajaan Allah yang teramat sangat luas ini seperti juga kerajaan dunia lainnya tidaklah kekal. Meski usianya sangat amat jauh dibanding kerajaan biasa yang umurnya “ hanya” ratusan tahun. Kerajaan Allah diciptakan jauh sebelum manusia ada, dan akan hancur nanti bersamaan dengan orang terakhir di dunia, yaitu pada hari Kiamat. Paling tidak itulah yang terjadi pada galaksi yang kita tempati ini.

 “ Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.

Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap,

lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (Terjemah QS. Fushshilat(41):9-12).

Setelah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya, Allahpun bersemayam di atas Arsy, yaitu di Kursy-Nya.  Arsy itu sendiri dijunjung oleh 8 malaikat.  Sementara jarak Kursy Allah ini dengan Arsy mencapai ratusan tahun ( cahaya ?) sebagaimana yang dikatakan Rasulullah Muhammad saw.

Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Aku telah diizinkan untuk menyampaikan tentang para malaikat Allah pembawa Arasy. Sesungguhnya ‘antara daun telinga dan lehernya berjarak tujuh ratus tahun.”

Abu Dzar radhiallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah Kursy di banding Arasy kecuali bagaikan cincin yang dilempar di atas padang di muka bumi.”

“ Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia” .(Terjemah QS. Al-Furqon(25):59).

“ Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (Terjemah QS.Al-Haqqah(69):17).

“ Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan”. (Terjemah QS. Al-Qaariah(101):1-5).

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dipanaskan,” (Terjemah QS. At-Takwir(81):1-6).

Uniknya meski kerajaan Allah yang begitu luas ini akan hancur pada saatnya nanti, tidak demikian dengan “ Sang Raja di Raja”. Jadi terbalik dengan kerajaan dunia yang bila rajanya suatu hari nanti wafat dan digantikan putra mahkota, maka kerajaan akan terus berlangsung.

IMG_3079Jadi pada sistim kerajaan Allah, Raja lebih dominan dari pada kerajaan. Ia akan tetap eksis meski kerajaannya telah hancur. Karena memang Dialah yang menciptakan kerajaan, kerajaan ada karena ada raja, bukan raja ada karena ada kerajaan.  Sang Raja hidup abadi, kekal selamanya. Itu sebabnya Ia tidak memerlukan pewaris, putra mahkota, keturunan atau apapun.

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya” .(Terjemah QS. Al-Isra(17):111).

Disamping itu seperti juga kerajaan dunia, kerajaan Allah juga memiliki pasukan yang senantiasa patuh pada perintah-Nya, tanpa syarat. Itulah malaikat yang senantiasa berzikir memuji dan memuja kebesaran Tuhannya. Malaikat yang tercipta dari cahaya, bersayap dan berukuran extra besar ini selain jumlahnya  amat sangat banyak juga mempunyai fungsi dan tugas yang beraneka ragam.

“Tidaklah ada tempat kosong  dengan ukuran empat jari tangan di semua lapisan langit, kecuali pada tempat tersebut ada Malaikatyang sedang berdiri, ruku’ atau sujud (artinya semuanya dalam keadaan beribadah kepada Allah)”. (HR Tirmidzi).

“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” . (Terjemah QS. Fathir(35):1).

Ada yang bertugas menjunjung  Arsy, ada yang bertugas membawa angin, membagikan rezeki, meniup terompet kematian dan kebangkitan, mencabut nyawa, mencatat amal manusia, menjaga surga, menjaga neraka dll. Dan yang tertinggi adalah malaikat Jibril, yaitu yang menyampaikan wahyu kepada para rasul. Malaikat Jibril inilah yang pernah dilihat Rasulullah Muhammad saw, yaitu ketika menyampaikan wahyu dari Allah Azza wa Jalla.

Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang” . (QS. At-Takwir(81):23).

“ Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),  yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy,  yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya”. (Terjemah QS.At-Takwir(81)19-21).

Dari [‘Ashim] dari [Abu Wa`il] dari [Abdullah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi, dari sayapnya berjatuhan aneka warna warni, mutiara dan yaqut. Allah Maha Mengetahui itu semua. (Musnad Ahmad No Hadist 3561)

Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,  dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,   dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya,   dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya,  dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,”  (Terjemah QS.Al-Mursalat(77):1-5).

“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” . (Al-Fathir(35):1).

2010-02 La Mongie - Pyrenee_35IMG_0761Namun demikian sesungguhnya Allah swt tidak memerlukan siapapun dan apapun termasuk pasukan elit malaikat yang dimiliki sekaligus diciptakannya sendiri itu. Karena hanya dengan kalimat “ Kun Fayakun” saja sebenarnya semuanya bisa terjadi.  Penciptaan malaikat dan keberadaannya di sekeliling kita lebih ditujukan untuk kepentingan manusia.  Agar manusia dapat mengerti dan lebih memahami apa tujuan dan hikmah dibalik kehidupan ini. Agar dapat mengikuti dan memahami ilmu-Nya meski hanya secuil . Itulah sunatullah.  Allah terlalu suci dan agung untuk mengurusi langsung para hamba ciptaan-Nya di muka bumi ini.

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.  Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).  Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah”. (Terjemah QS.Fathir(35):15-17).

Intinya kerajaan Allah dengan segala cakupannya, seperti para malaikat, langit dengan segala perhiasannya, bumi dengan segala isinya seperti gunung, sungai, aneka binatang dan lain lain adalah bukti keberadaan Sang Khalik, Raja dari segala raja, yang tak terbantahkan.

Allah swt yang memiliki Asmaul-Husna,  99 nama indah untuk mencerminkan sifat-sifat-Nya, yang dengan menyebut nama-nama tersebut memohonlah orang-orang beriman pertolongan dan perlindungan-Nya.

Alhasry 22-24

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.  Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Terjemah QS.Al-Hasyr(59):22-24).

ayat kursi

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.(Terjemah QS. Al-Baqarah(2):255).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 23 Oktober 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

 Kejahatan Syiah di Tanah Haram Dalam Kurun Sejarah

Saat ini, terkadang sulit bagi kita membedakan mana pihak yang benar dan mana pihak yang salah. Terkadang pihak yang salah, melakukan penghianatan dan kejahatan, melemparkan ungkapan-ungkapan yang menjelek-jelekkan orang lain sehingga kita menangkap orang yang salah ini adalah orang yang benar dan pihak yang benar adalah mereka yang melakukan kesalahan. Hal ini telah dikabarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau,

سيأتي على الناس سنوات خداعات يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها الأمين

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati,…” (HR. Hakim).

Hal itu juga terjadi pada klaim-klaim kebenaran yang dilemparkan oleh salah satu kelompok yang memiliki sejarah berdarah dalam Islam, yaitu kelompok Syiah. Orang-orang Syiah pada hari ini menuding Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni sebagai kelompok yang tidak mencintai keluarga Nabi, kelompok yang radikal, teroris, dan ekstrimis. Setelah itu, mereka menambahkan kebohongan-kebohongan untuk menguatkan pendapat mereka.

Jika kita membaca sejarah, maka akan kita dapati bahwa Syiah merupakan suatu sekte yang banyak menebarkan kebencian dan peperangan di tengah umat Islam. Tentang hancurnya Baghdad, lalu bagaimana Dinasti Fatmiyah berkuasa, dll. kali ini kita akan mengangkat sejarah tentang kejahatan Syiah di tanah Haram. Sebelum masuk pembahasan, kita ketahui terlebih dahulu bagaimana kedudukan Mekah dan Madinah bagi orang Syiah.

Kedudukan Karbala Setara Kedudukan Mekah

Di dalam kitab referensi utama Syiah seperti Biharul Anwar diriwayatkan,

قال جعفر …”فأوحى الله إليها أن كفي وقري، ما فضل ما فضلت به فيما أعطيت كربلاء إلا بمنزلة الإبرة غرست في البحر فحملت من ماء البحر، ولولا تربة كربلاء ما فضلتك، ولولا من تضمنه أرض كربلاء ما خلقتك ولا خلقت البيت الذي به افتخرت، فقري واستقري وكوني ذنبًا متواضعًا ذليلاً مهينًا غير مستنكف ولا مستكبر لأرض كربلاء، وإلا سخت بك وهويت بك في نار جهنم”

Ja’far berkata, “…Sesungguhnya Allah telah mewahyukan ke Kabah; kalaulah tidak karena tanah Karbala, maka Aku tidak akan mengutamakanmu, dan kalaulah tidak karena orang yang dipeluk oleh bumi Karbala (Husain), maka Aku tidak akan menciptakanmu, dan tidaklah Aku meciptakan rumah yang mana engkau berbangga dengannya, maka tetap dan berdiamlah kamu, dan jadilah kamu sebagai dosa yang rendah, hina, dina, dan tidak congkak dan sombong terhadap bumi Karbala, kalau tidak, pasti Aku telah buang dan lemparkan kamu ke dalam Jahanam”.

Datang ke Karbala Lebih Mulia dari Haji

Masih merujuk kitab-kitab referensi utama Syiah, tercantum sebuah riwayat tentang keutamaan ziarah ke tanah Karbala di Irak lebih dari ibadah haji ke Mekah.

إن زيارة قبر الحسين تعدل عشرين حجة، وأفضل من عشرين عمرة وحجة

“Sesungguhnya ziarah (berkunjung) ke kubur Husein sebanding dengan (pahala) haji sebanyak 20 kali. Dan lebih utama dari 20 kali umrah dan 1 kali haji.” (Furu’ al-Kafi, 1: 324).

Salah seorang penganut Syiah menyatakan,

إني حججت تسع عشرة حجة، وتسع عشرة عمرة”، أجابه الإمام بأسلوب يشبه السخرية قائلاً: “حج حجة أخرى، واعتمر عمرة أخرى، تكتب لك زيارة قبر الحسين عليه السلام

“Sungguh saya telah menunaikan haji sebanyak 19 kali dan umrah juga 19 kali.” Lalu imam menjawabnya dengan perumpamaan yg mengejek, “Berhajilah sekali lagi dan umrahlah sekali juga, maka akan dicatatkan untukmu (pahala yang sama) dengan berziarah ke kubur Husein ‘alaihissalam”. (Biharul Anwar, 38: 101).

Perdana mentri Irak, penganut Syiah 12 Imam, menyatakan bahwa tanah Karbala lebih berkah untuk menjadi kiblat umat Islam dunia. Ia beralasan, karena di Karbala terdapat Husein radhiallahu ‘anhu. Dan ia akan berusaha mewujudkan hal itu.

Berikut pernyataannya:

Nah.. setelah mengetahui kedudukan Mekah bagi orang-orang Syiah, kita pun mengetahui mengapa mereka melakukan pengrusakan dan perbuatan onar di tanah Haram. Kita juga menyadari potensi kecemburuan mereka terhadap Mekah ini akan senantiasa muncul. Sekarang akan kita lihat sejarah prilaku teror orang-orang Syiah di tanah haram.

1. Kejahatan Syiah di Masa Silam

Pertama: Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa an-Nihayah mencatatkan suatu peristiwa pembantaian jamaah haji oleh orang-orang Syiah Qaramithah. Pada tahun 312 H, orang-orang Syiah Qaramithah yang dipimpin oleh Abu Thahir, Husein bin Abi Said al-Janabi menyerang jamaah haji yang baru saja pulang dari Baitullah al-Haram selesai melaksanakan kewajiban mereka menunaikan ibadah haji. Mereka membunuh sejumlah besar jamaah, mengambil harta yang mereka inginkan, memilih para wanita dan anak-anak untuk mereka tawan, kemudian mereka tinggalkan orang-orang yang tersisa dengan mengambil onta-onta sebagai rampasan.

Kedua: masih dalam al-Bidayah wa an-Nihayah. Imam Ibnu Katsir juga mencatat kejadian pada tahun 317 H. Orang-orang Qaramithah dengan pemimpin mereka Abu Thahir, Husein bin Abi Said al-Janabi, memasuki Masjidil Haram dan membunuh jamaah haji yang sedang beribadah di sana. Peristiwa itu terjadi pada hari tarwiyah 8 di bulan haram, bulan Dzul Hijjah, dan tanah haram, Mekah al-Mukaramah. Para jamaah haji sampai berlindung di  kiswah Ka’bah, namun orang-orang Syiah ini tidak peduli dan tetap menumpahkan darah mereka. Mengapa hal ini terjadi? Karena mereka tidak memuliakan tanah haram sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Kemudian dengan sombongnya Abu Thahir memerintahkan jasad-jasad jamaah haji yang tewas di masukkan ke dalam sumur zam-zam, melepas kiswah dan pintu Ka’bah, dan yang keterlaluan ia mencongkel hajar aswad dan membawanya ke tempat mereka. Imam Ibnu Katsir menyebutkan pada tahun 339 H barulah mereka mengembalikannya lagi ke Mekah.

2. Kejahatan Syiah di Zaman Modern.

Pertama: Pada tahun 1406 H/1986 M, pihak keamanan Arab Saudi berhasil mengamankan bahan peledak yang dibawa jamaah haji Iran memasuki Mekah.

Kedua: Di tahun berikutnya, 1407 H/1987 M, kembali jamaah haji Syiah Iran mengadakan kerusuhan di tanah haram. Mereke berdomonstrasi anti Amerika di tanah suci dan di bulan suci dengan membawa senjata tajam.

Video:https://youtu.be/Ef6nNOGufWI

Ketiga: Pada tahun 1414 H/1994 M orang-orang Syiah mengadakan pengrusakan di dekat Masjid al-Haram. Mereka juga membunuh beberapa jamaah haji. Mereka adalah orang-orang Syiah dari Kuwait dan satu orang dari Arab Saudi sendiri. Saat itu, Allah bukakan kebusukan yang mereka tutupi dengan istilah toleransi atau persaudaraan Sunni-Syiah, di hadapan jamaah haji dari seluruh dunia.

Salah satu petinggi Hizbullah Lebanon menyatakan akan menyerang Mekah:

https://youtu.be/8PQJv5Esh8k

Sebenarnya masih sangat banyak sekali kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang Syiah di tanah haram, baik secara perorangan atau kelompok yang terorganisir. Mereka melakukan pencurian terhadap jamaah haji, membunuh jamaah yang berada antara shafa dan marwa, dll.

Penulis serahkan kepada pembaca sendiri yang menilai slogan-slogan persatuan yang digembar-gemborkan oleh orang-orang Syiah di negeri ini, apakah itu sebuah bualan atau memang sebuah kebenaran.

Siapa yang tidak membaca sejarah, maka ia akan dihukum dengan melakukan kesalahan yang sama dengan kesalahan di masa lalu.

Oleh Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com

Di copy dari : http://kisahmuslim.com/kejahatan-syiah-di-tanah-haram-dalam-kurun-sejarah/

Read Full Post »

Hikmah Kurban

Hari Raya Haji yang merupakan hari raya kedua  setelah Iedul Fitri, sebentar lagi akan tiba. Inilah saatnya untuk berkurban bagi yang mampu membeli hewan ternak kurban tentunya.  Yaitu kambing, sapi atau unta yang harganya sudah pasti tidak murah itu. Namun tetap saja setiap kali tiba saatnya, umat Islam berbondong-bondong melakukan ritual potong kurban tersebut.   Muslim di Negara-negar Timur Tengah bahkan merayakan hari yang juga disebut Iedul Adha tersebut, lebih meriah daripada Iedul Fitri. Apa sebetulnya hikmah dibalik itu semua.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya”. ( Terjemah QS. Al-Hajj(22):34).

Penyembelihan kurban adalah syariat yang usianya sudah amat tua, yaitu sejak zaman nabi Ibrahim as. Syariat ini pertama kali dimulai dengan turunnya perintah Allah swt kepada nabi Ibrahim as agar menyembelih  Ismail, satu-satunya putra beliau ketika itu. Perintah itu datang berupa mimpi sebagaimana tercermin pada terjemahan surat As-Shaffat ayat 102 – 110 dibawah ini.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar“.

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi  balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.              

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim“. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Dari ayat-ayat diatas dapat kita ketahui bahwa perintah Sang Khalik untuk menyembelih Ismail, putra Ibrahim as, sejatinya hanya untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat ketaatan Ibrahim kepada Tuhannya, Tuhan yang menciptakannya. Dan sebagai imbalan atas ketaatan keduanya, baik Ibrahim maupun Ismail maka Allah swt pun menggantikan Ismail dengan kambing sembelihan yang besar.  Maka sejak itulah penyembelihan kurbanpun menjadi syariat turun temurun, hingga ke umat nabi Muhammad saw detik ini.

Ada 3 macam faktor timbulnya ketaatan, yaitu rasa takut, rasa harap dan rasa syukur. Dan yang paling sempurna adalah ketika ketiganya ada menyatu di dalam jiwa seorang Mukmin.

Rasa takut atau khouf seorang Mukmin timbul karena ia tahu dan yakin akan adanya siksa, baik di dunia, alam kubur maupun di akhirat nanti.  Oleh karenanya ia berusaha sekuat mungkin agar tidak melanggar apa-apa yang dilarangnya.

Sedangkan rasa harap atau roja’ muncul karena ia tahu dibalik kerasnya siksa Allah ada rahmat-Nya. Yang dengan demikian ia akan berusaha sebanyak mungkin melakukan perbuatan baik. Perbuatan yang mendatangkan kasih sayang-Nya, agar Ia menjauhkan dirinya dari segala macam siksa.

Sementara itu rasa syukur, yang hanya mungkin timbul bila seseorang banyak merenung, memikirkan betapa banyaknya kenikmatan yang telah ia rasakan di dunia ini, akan menimbulkan keinginannya untuk selalu berusaha memenuhi keinginan-Nya. Dengan kata lain, ia ingin “ membalas” segala kebaikan-Nya, sesuatu yang tentu saja amat sangat mustahil. Hal yang perlu selalu diingat, kenikmatan tidak hanya dalam bentuk kekayaaan/harta benda namun juga nikmat sehat/bisa melihat/mendengar dll, ketenangan hidup dan yang puncaknya adalah nikmat Iman dan Islam.

Maka dengan adanya ke 3 unsur yang menyatu tersebut, lahirlah ketaatan. Yang dengan demikan seberat apapun perintah dan larangan-Nya ia akan berusaha memenuhinya. Contohnya yaitu tadi, nabi Ibrahim yang rela menyembelih putra satu-satunya yang bertahun-tahun lamanya ia tunggu kehadirannya. Juga ketabahan Ismail yang masih belia tapi memahami benar artinya pengorbanan.

Jadi sungguh sebenarnya tidak ada apa-apanya pengurbanan kita membeli seekor kambing atau bahkan seekor sapi, bila kita bandingkan dengan apa yang dikurbankan nabi besar Ibrahim as. Meskipun akhirnya Allah swt menggantinya dengan seekor kambing.

Namun kurban seberapapun besarnya bila tidak didasari atas ketaatan, tidak ada rasa takut, harap ataupun syukur kepada-Nya, tidaklah akan mendatangkan ridho-Nya. Sebaliknya kurban meski hanya seekor kambing kecil itupun untuk satu keluarga, bila dilandasi ketakwaan, ketundukan demi mencari ridho-Nya, akan mendatangkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan shalat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka” ( Terjemah QS. Al-Hajj(22):35).

Meskipun besar tidaknya kurban sepatutnya tentu sesuai kemampuan, tidak melulu hanya atas dasar takwa. Seharusnya malu seseorang yang telah diberi harta melimpah ruah namun hanya berkurban sedikit, tidak sesuai dengan apa yang dimikilinya, yang diterimanya. Resesi ekonomi yang belakangan ini sedang terjadi bukan alasan untuk tidak menjalankan syariat mulia ini. Disinilah keyakinan kita diuji, bahwa apabila kita bersyukur pasti Allah akan menambah nikmat-Nya.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Terjemah QS. Ibrahim(14):7).

Disamping itu kurban juga memiliki hikmah lain, yaitu kepedulian sosial. Allah swt memerintahkan kita untuk menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi atau unta bukannya tanpa tujuan.  Hewan ternak yang dalam bahasa Arabnya adalah An’am artinya adalah yang diberi nikmat.

Ya hewan ternak terutama kambing, sapi dan unta, adalah hewan yang mempunyai kenikmatan yang amat banyak. Mulai dari fungsinya, kambing dan unta yang bisa dijadikan alat transportasi,  sapi sebagai bajak sawah, hingga manfaatnya; dari susu, daging, kulit hingga bulunya.  Rasanya tak satupun Negara di dunia ini yang tidak memanfaatkan ketiga hewan tersebut, ntah itu untuk dikonsumsi susu/dagingnya atau/dan diambil kulit serta bulunya.

Sungguh tak salah Sang Khalik memerintahkan kita untuk berkurban ketiga hewan tersebut. Setelah hewan disembelih dengan cara dan syarat-syarat yang telah ditentukan, daging, kulit serta bulunya dibagikan kepada fakir miskin. Orang yang berkurban boleh ikut menikmatinya tapi tidak boleh lebih dari 1/ 3 bagiannya. Dengan demikian, secara zahir,  paling tidak ada 3 pihak yang diuntungkan pada hari kurban, yaitu si penjual hewan,  fakir miskin dan si pemberi kurban.

Jadi tidaklah benar persangkaan sebagian orang yang berpendapat bahwa kurban dalam Islam tidak ada bedanya dengan persembahan sesajian dalam agama lain. Kurban dalam Islam benar-benar untuk kemaslahatan umat, bahkan bukan hanya Muslim saja yang boleh menikmatinya.

“Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bahagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka. Amat buruklah ketetapan mereka itu” . (Terjemah QS. Al-An’am(6):136).

Maka alangkah anehnya bila saat ini ada Negara, contohnya Belgia, yang baru-baru ini mengeluarkan larangan berkurban bagi umat Islam. Apa alasannya? Bila cara penyembelihannya yang dipertanyakan, ketahuilah bahwa Rasulullah Muhammad saw adalah mahluk Allah yang paling menyayangi mahluk ciptaan Allah, termasuk hewan.

“Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan (tidak menyiksa) sesembelihannya.” (H.R. Muslim)

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya didekat leher seekor kambing, sedangkan dia menajamkan pisaunya. Binatang itu pun melirik kepadanya. Lalu beliau bersabda (artinya): “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini (sebelum dibaringkan, pen)?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (H.R. Ath Thabrani dengan sanad shahih)

Pengalaman pribadi kami dengan seorang sahabat non Muslim  yang asli Perancis, ia lebih senang membeli daging halal yang ada di kotanya. Alasannya, dagingnya lebih empuk dibanding daging standard yang dijual di kota tersebut. Tidak mengherankan bukan? Karena hewan yang dipotong secara syar’i memang  dalam keadaan santai alias tidak tegang hingga dagingnya lebih empuk dibanding yang tidak dipotong secara syar’ i.  Perumpamaannya, persis ketika seseorang akan diambil darahnya, si perawat pasti selalu mengingatkan agar kita tidak tegang, supaya darah lebih mudah diambil.

http://www.arrahmah.com/kajian-islam/jelang-idul-adha-4-syarat-syarat-penyembelihan-hewan-kurban.html

Mungkin yang masih harus menjadi PR bagi kita umat Islam, adalah penyelenggaraannya yang kadang kurang memperhatikan faktor kebersihan dan area pemotongan yang sering kali terkesan sembarangan.

Wallahu’ alam bish shawwab.

Jakarta, 7 September 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

Pada hari Minggu 16 Agustus 2015 lalu ratusan ribu umat Islam ibu kota dari berbagai ormas bersatu padu merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Sebagai tanda syukur atas keberhasilan bangsa Indonesia keluar dari penjajahan selama 3.5 abad tersebut umat Islam menggelar apa yang disebut  Parade Tauhid Indonesia. Parade ini digelar dengan long march bolak balik menyusuri rute  pintu 7 Senayan  hingga bundaran air mancur HI yang setiap Minggu pagi memang dicanangkan sebagai  Car Free Day.  Artinya jalur tersebut setiap hari tersebut memang bebas dari segala jenis kendaraan kecuali bus way yang mempunyai jalur tersendiri. Ini biasanya dimanfaatkan masyarakat ibu kota untuk berjalan kaki, lari pagi atau bersepeda santai.

Pada panggung utama pintu 7 tampak sejumlah ulama diantaranya, KH. Abdullah Syafi”i, KH. Cholil Ridwan, KH. Abu Jibriel, KH. Arifin Ilham, KH. Bachtiar Nasir, Habib Rizieq Syiahb, KH. Muhammad al-Khathththath, Ustadz Edi Mulyadi dan Ustadz Haikal Hasan. Dari tempat tersebut, setelah mendengarkan tausiyah dari beberapa ulama yang hadir, paradepun dilepas oleh ustadz Fadzlan Garamatan. Selanjutnya dibawah pimpinan laskar FPI,  dengan mengusung  bentangan bendera sepanjang 3 km dengan tulisan kalimat tauhid di atasnya ( Laa ilah ill Allah yang artinya Tidak ada Tuhan selain Allah), peserta berjalan menuju bunderan HI.

-ribuan-warga-dari-sejumlah-ormas-islam-menggelar-parade-_150816144743-896parade tauhidTak ayal lagi pemandangan bak lautan putih yang merupakan “Dress Code “ peserta memenuhi jalan protokol ibu kota. Acara ini berlangsung tertib aman dan terkendali dari pukul 7 pagi hingga menjelang Zuhur. Berbagai spanduk berisikan pesan Islami terlihat bertebaran, seperti “ Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka”, “ Tauhid itu beriman kepada qada dan qadar”, “ Tauhid itu memilih pemimpin ber-Tauhid”, “ Tolak Komunis dan Syiah di wilayah NKRI”, “ Nikah itu tidak sama dengan Mut’ah” dsb.

Acara ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah di tempat acara dibuka, yaitu pintu 7 Senayan.   Selanjutnya ratusan relawan kebersihan yang memang sudah disiapkan sebelumnya dengan sigap membersihkan jalanan yang baru saja digunakan parade.

Pertanyaannya apa sebenarnya tujuan acara perayaan kemerdekaan yang tak seperti biasanya ini. Meski parade tauhid seperti ini sebenarnya bukan yang pertama kali diadakan, karena pada tanggal 15 Mei lalu Solo menyelenggarakan acara yang sama.

“Dengan semangat menyambut Ramadhan 1436 ini semoga acara Parade Tauhid ini menjadi ajang kembalinya Ummat Islam kepada fitrah mereka dan tauhid yang murni dan tegaknya kalimah Allah subhanahu wata’ala. Aammiin,” demikian ustadz Lim panggilan ustadz Abdul Rochim Baasyir, dari Dewan Syariah Kota Surakarta berpesan sebelum acara dimulai.

Berikut rekaman video penjelasan ustadz Haikal Hasan sebagai ketua Parade Tauhid Indonesia di Jakarta.

https://www.youtube.com/watch?v=_FXyDfpbYLc

Intinya tujuan parade Tauhid baik yang diselenggarakan di Solo maupun di Jakarta adalah sama, yaitu mengingatkan kembali perlunya persatuan dibawah panji Laa ilaha illaAllah. Karena memang yang menjadi awal kekuatan untuk keluar dari berabad-abad penjajahan kolonial Belanda dan Jepang adalah agar dapat bebas menjalankan kemurnian ibadah kepada Allah Yang Satu. Itu sebabnya mengapa gaung  “Allahuakbar “ yang artinya Allah Maha Besar, menjadi kalimat penyemangat ketika pertempuran sengit merebut kemerdekaan terjadi.

Ironisnya kalimat takbir yang terdengar begitu menakutkan telinga penjajah yang notabene kafir itu, belakangan mulai dicoba untuk dikecilkan dan dikucilkan. Ajaibnya lagi, hal ini dilakukan oleh sekelompok pihak yang mengaku Muslim,  dengan alasan mengganggu ketenangan lingkungan. Oleh karenanya hanya boleh dikumandangkan di lingkungan masjid, itupun tidak boleh sampai terdengar dari luar masjid. Na’ udzubillah min dzalik … Ini Indonesia lho yang mayoritas penduduknya Muslim, bukan Perancis atau Negara Barat lainnya dimana Muslim adalah minoritas. Apa yang terjadi dengan negri ini???

IMG-20150823-WA0005Bahkan belum lama ini pemerintah, kemendagri dalam hal ini, telah melontarkan ide Islam Nusantara dengan fiqih nusantaranya yang salah satunya menyatakan bahwa pemimpin tidak harus beragama Islam. Tampak bahwa pemerintah kurang peka terhadap rakyatnya. Karena ketika untuk pertama kali istana menyelenggarakan suatu acara dengan pembukaan pembacaan ayat suci dengan langgam Jawa, sebagian besar ulama telah memprotesnya. Namun ternyata inilah yang terjadi, pemikiran Islam Nusantara tetap direalisasikan. Tak tanggung-tanggung bahkan kemendagri telah resmi mengeluarkan ajakan siapapun yang berminat dipersilahkan mengirimkan tulisan/hasil karya yang mendukung ide tersebut dengan imbalan 50 juta rupiah !!IMG-20150823-WA0006 (2)

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya(isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya”.  Lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga sedikit. Maka itu seburuk-buruk jual beli yang mereka lakukan” .(Terjemah QS. Ali Imran(3):187).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS.Al-Maidah(5):51).

Tampak jelas bahwa para pemimpin hari ini telah menyia-nyiakan amanah yang mereka pegang. Mereka telah memilah-milah ayat Al-Quran dan hadist demi kepentingan kelompok tertentu. Seperti juga yang dilakukan orang-orang Syiah dan JIL ( Jaringan Islam Liberal ) yang demi mencari muka dan simpati orang-orang kafir, berani menyatakan bahwa semua agama adalah benar, agama adalah urusan pribadi yang sifatnya ukhrawi maka harus dipisahkan dari urusan duniawi. Serta menakwilkan ayat-ayat sesuai kebutuhan mereka.

Disamping pentingnya rasa persatuan, parade Tauhid juga bertujuan menyadarkan kembali bahwa hidup ini senantiasa diawasi Sang Khalik, Allah swt, penguasa bumi dan langit, raja dari segala raja. Jangan lupa, sila pertama kita adalah Ketuhanan, yang berarti setiap warga negara baik Muslim maupun tidak, harus percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang dengan demikian maka seharusnya semua orang  Indonesia wajib takut berbuat kejahatan, salah satunya yaitu korupsi. Sebuah penyakit mental kronis yang tampaknya telah melanda hampir semua pejabat dan mantan pejabat di negri tercinta ini.  Padahal penyakit ini sejatinya lebih parah dari “ sekedar” makan babi, karena bagaimanapun perbuatan ini masih bisa dimaafkan dalam keadaan amat sangat terpaksa. Tapi tidak demikian dengan korupsi. Karena perbuatan memakan hak orang lain itu haram hukumnya tanpa ada kekecualian.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” . ( Terjemah QS. An-Nahl(16):115).

Yang juga tak kalah pentingnya, parade Tauhid sebenarnya juga adalah ajang unjuk kekuatan demi menjaga jalannya pemerintahan yang baik. Ini penting, agar para pemimpin tidak seenaknya saja mengelola Negara. Mereka harus ingat dan menyadari bahwa mereka dipilih dan diangkat oleh rakyat, dengan tujuan untuk melindungi rakyat, menjaga kepentingan rakyat agar seluruh rakyat dan bangsa ini dapat hidup tenang, aman, makmur dan  sejahtera. Hingga dengan demikian dapat beribadah kepada Tuhannya dengan tenang.

“ Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. (Terjemah QS. Az-Zariyat(56):51).

Parade unjuk kekuatan seperti ini pernah dilakukan Rasulullah dan pasukannya ketika memasuki Mekah yaitu pada Fathu Makkah atau penaklukan Mekah . Waktu itu Mekah masih dikuasai Musryikin Quraisy. Sementara Islam di Madinah telah berhasil menaklukan hati banyak orang. Mekah harus dikuasai karena disinilah Kabah berada  dan di kota ini pula ayat suci Al-Quranul Karim turun untuk pertama kalinya. Disamping Mekah memang adalah kota kelahiran kaum  Muhajirin dimana mereka harus berhijrah ke Madinah meninggalkan sanak saudara dan perniagaan mereka demi dapat menjalankan agama barunya itu, yaitu Islam.

Namun demikian Rasulullah ingin agar korban jatuh sesedikit mungkin. Beliau tidak ingin perang saudara terjadi  di kota suci ini, kecuali terpaksa. Sementara itu sehari sebelum hari penaklukan, Abu Sufyan, pemimpin Quraisy Mekah,  telah masuk Islam walaupun secara paksa. Abbas bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah sekaligus sahabat Abu Sufyan yang memaksanya masuk Islam. Ini ia lakukan  karena ia tahu sebenarnya Abu Sufyan mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang sesungguhnya dan Muhammad adalah Rasul-Nya.  Namun karena gengsi dan kebiasaannya yang gila hormat dan kebesaran ia masih ragu untuk bersyahadat. Ia khawatir ditinggalkan masyarakat dan pendukungnya.

Untuk itulah maka Rasulullah memutuskan untuk memasuki Mekah dengan segenap atribut kebesaran dan kemegahannya. Rasulullah datang dengan membawa 100 ribu pasukannya.  Tujuan tak lain agar Abu Sufyan, benar-benar takluk dan hatinya mantab  memeluk Islam.  Hingga dengan demikian ia dapat mempengaruhi penduduk Mekah agar mau menerima Islam tanpa banyak perlawanan.  Hingga dengan demikian tidak perlu terjadi pertumpahan darah.

“ Selamatkanlah kaummu !”, ujar Abu Sufyan yang memasuki Mekah sebelum Rasulullah dan pasukan Islam memasukinya. Dengan suara nyaring, ia berteriak : “Wahai orang-orang Quraisy, Muhammad datang kepada kalian membawa pasukan yang tidak mungkin dapat kalian atasi. Karena itu barang siapa memasuki rumah Abu Sufyan, maka ia aman, barang siapa menutup pintu rumahnya, maka ia aman. Dan barang siapa memasuki Masjid al-Haram, maka ia aman.”

Begitulah, ternyata strategi yang digunakan Rasulullah ini benar-benar berhasil. Mekkah segera takluk tanpa perlawanan kecuali sedikit. Seluruh penduduknyapun lalu bersyahadat.  Di kemudian hari,  Abu Sufyan sendiri berhasil membuktikan keseriusannya dalam ber-Islam. Ia tercatat telah ikut berperang beberapa kali bersama pasukan Islam. Pada peristiwa pengepungan Tha’if ia bahkan kehilangan salah satu matanya.

( Baca:  http://vienmuhadisbooks.com/2011/05/27/xxv-penaklukkan-mekah-fathu-makkah-1/ ).

Dengan mengambil hikmah peristiwa diatas itulah panitia penyelenggara ingin menyentil kaum Muslimin terutama yang kurang PD atas ke-Islam-annya seperti Abu Sufyan di awal ke-Islam-annya. Untuk menunjukkan betapa Islam adalah ajaran yang sempurna. Bahwa Islam bukanlah agama teror seperti yang dituduhkan Barat selama ini. Bahkan banyak sekali aturan dan hukum Islam bila diterapkan dengan baik pasti dapat mengeluarkan bangsa ini dari segala kesulitan.

Islam menawarkan berbagai solusi, diantaranya bagaimana mengatasi kemiskinan di negri yang dianugerahi kekayaan alam tak terhingga ini. Pemberdayaan zakat umat Muslim yang merupakan 87 % penduduk Indonesia adalah salah satu contohnya.  Bila zakat sebesar 2.5 % per  wajib zakat ini bisa dikelola pemerintah dengan baik, dapat dipastikan Indonesia tidak perlu harus berhutang ke lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF, ADB dll yang pasti memiliki kepentingan tertentu dan membuat bangsa ini sulit menentukan masa depan sendiri.  Tidak perlu bangsa ini merengek minta dibelas-kasihani bangsa lain dan merendahkan harga diri bangsa. Apalagi hingga menjual keimanan.

Baitul Maal, yang bisa disamakan dengan Lembaga Keuangan Negara saat ini, telah diterapkan sejak awal Rasulullah menjadi pemimpin di Madinah.  Rasulullah mengangkat secara langsung petugas yang harus memungut zakat sekaligus mendistribusikannya kepada yang berhak. Para petugas ini dibekali dengan petunjuk tehnis operasional, bimbingan sekaligus ancaman sanksi agar zakat dapat dikelola dengan sebaik-baiknya.  Muadz bin Jabal adalah salah satu petugas yang ditunjuk Rasulullah untuk mengurusi zakat di Yaman.

Begitu pula di zaman Khalifatul Rasyidin. Baik Abu Bakar, Umar, Ustman maupun Ali menerapkan sistim yang sama. Baitul maal bukan hanya sekedar mengurusi zakat, tapi juga sebagai lembaga keuangan Negara yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk kepentingan umum. Seperti rumah sakit umum, sekolah, perumahan rakyat dan lain-lain. Dan ini semua hanya dapat terlaksana ketika setiap orang sadar harus menjalankan Islam dengan iman dan ihsan, secara kaffah/menyeluruh, tidak setengah-setengah.

Termasuk didalamnya menerapkan toleransi terhadap umat beragama lain. Ketika itu umat Yahudi dan Nasrani diberi kebebasan menjalankan agama masing-masing, selama mereka mau tunduk kepada negara. Dan  sebagaimana umat Islam yang wajib membayar zakat, mereka juga dikenai pajak yang disebut jiziyah. Bersama mereka membangun Negara.  Inilah kunci keberhasilan dan kejayaan Islam di masa lalu.

Ini baru zakat belum lagi infak sodaqoh serta wakaf yang jumahnya juga pasti sangat besar. Malaysia dan Brunei Darusalam adalah contoh 2 negara tetangga yang sukses menjadikan negaranya kaya berkat sistim ini.

“Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggu saat kehancurannya” (HR. Bukhari).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 25 Agustus 2015.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »