Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Aqidah’ Category

Darurat Kristenisasi

Perkembangan Kristen terpesat di dunia ada di Indonesia. 140 persen selama lima tahun. dan pemurtadan besar-besaran Muslim ada di negara Muslim terbesar di dunia, itulah Indonesia. Dua juta pertahun murtad !” .

Pernyataan tersebut diucapkan Brigjen Pol (purn) Anton Tabah, anggota Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, saat menghadiri soft launching Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama (Bakorpa) di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016).

Menurut Anton presentase penduduk Muslim di negri kita tercinta saat ini mengalami penurunan drastis. Menurut data yang dilansir, Muslim Indonesia saat ini hanya tinggal 73 persen. Bandingkan dengan tahun 1950 yang sebanyak 99 persen, 89 persen paska lengsernya Suharto dan terus menurun  sejak adanya reformasi.

http://www.nugarislurus.com/2016/04/polemik-temuan-data-2-juta-muslimin-indonesia-murtad-setiap-tahun.html

Pakar Kristenisasi kenamaan, ustad Munzir Situmorang, menegaskan kabupaten Sukabumi, Cianjur,  Ciamis dan sekitarnya sejak beberapa tahun belakangan telah menjadi target kristenisasi para misionaris. Di kabupaten Cianjur, tak jauh dari tempat wisata Taman Bunga Cipanas, berdiri sebuah tempat wisata ziarah Kristen terbesar di Asia tenggara. Di tempat ini ratusan pasien setiap hari datang untuk berobat gratis untuk kemudian dimurtadkan.

Sedangkan untuk Sumatra, ustad Munzir mendapat informasi bahwa Lampung, Jambi, Bengkulu dan Palembang  adalah daerah yang masuk target pemurtadan. Bahkan Aceh yang selama ini dikenal dengan julukan Serambi Mekah dan Sumbar yang dikenal sebagai gudangnya para ulama, tak luput dari sasaran kristenisasi ! Naudzubillah min dzalik.

Ustad asli Medan ini juga mengingatkan betapa para pemuda Muslim di negri mayoritas Muslim ini amat sangat rentan di murtadkan. Keimanan yang tipis dan pengetahuan keislaman minim adalah penyebab utamanya.

“Berapa banyak lulusan S2 luar negri namun jadi imam shalat jenazah orang-tuanya saja tidak mampu. Bahkan tidak sedikit shalat Subuh saja terlewat. Ironisnya, orang-tuanya tidak menganggap sebagai masalah serius !”, keluh ustad Munzir.

“Jangankan shalat Subuh berjamaah, cobalah tengok sekeliling bapak-ibu sekalian, adakah anak muda di ruangan ini ???  “, tanyanya lagi, getir.

Kegelisahan ustad Munzir tampaknya sangat beralasan. Benteng keimanan terkuat adalah keluarga. Sekalipun miskin, iming-iming bantuan keuangan maupun pelayanan kesehatan gratis yang menjadi ujung tombak misionaris, tapi bila keimanan kuat tentu tak mudah pemurtadan terjadi. Ironisnya, pemurtadan tak jarang dilakukan oleh umat Islam sendiri !

Bahkan belakangan muncul pula ulama-ulama NU nyleneh yang kerap membuat pernyataan menyimpang, seperti yang diakukan Said Aqil Siraj, yang belakangan terindikasi beraliansi dengan Syiah. Terakhir ia menyatakan bahwa pemimpin kafir yang baik lebih utama dari pada seorang Muslim tapi dzalim. Untuk itu ia nekad mengajak dan mempromosikan Hari Tanoe kepada para santri suatu pesantren. Di tempat tersebut konglomerat non Muslim sekaligus politikus yang dikenal kerap berpindah dari satu partai ke partai lain tersebut, disambut bak seorang ulama besar. Para santri berebut bersalaman dan mencium tangannya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim”. (Terjemah QS. Al-Maidah (5):51).

Ayat di atas menunjukkan bahwa dzalim menurut kriteria Allah swt adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jadi bagaimana mungkin seorang Said Aqil bisa mengatakan hal yang bertolak belakang. Anehnya ia bisa berhasil kembali terpilih sebagai ketua umum PBNU meski banyak tokoh NU menolaknya. Hingga akhirnya lahir NU garis lurus untuk menunjukkan bahwa ada NU yang tidak lurus alias melenceng.

Belum lagi tokoh-tokoh JIL ( Jaringan Islam Liberal) yang dengan ringannya suka menafsirkan ayat-ayat suci Al-Quran sesukanya tanpa mengacu hadist shoheh, dan seenaknya menyamakan semua agama adalah sama. Dengan lihainya mereka bertutur bahwa Injil maupun Al-Quran sama-sama diturunkan oleh  Sang Pencipta, Allah Azza wa Jala, Tuhannya semua orang, tanpa menerangkan terjadinya penyimpangan terhadap kitab yang dibawa nabi Isa as tersebut. Tentu bagi Muslim yang cetek ilmunya terdengar mengesankan, sekaligus menyesatkan!

Ini makin membuktikan bahwa JIL dan Syiah memang bukan Islam, dan sedang berusaha menghancurkan Islam dari dalam.

Menjadi pertanyaan besar, mungkinkah JIL dan Syiah adalah bagian dari “ The Grand Design New World Order Dajjal Si Mata Satu”?? Seperti juga penyebar isu Islam adalah teroris, penggagas ISIS yang jauh dari Islam dll, yang menjadi penyebab lahirnya Islamophobia akut. Ironisnya, korbannya bukan hanya non Muslim yang tidak pernah mengenal ajaran Islam tapi juga kaum Muslimin itu sendiri. Yaitu dengan munculnya rasa tidak percaya diri terhadap ke-Islam-annya … 😦

Ntahlah, yang pasti, Kristenisasi bukan isapan jempol belaka. Para misionaris tidak main-main dengan “ Gerakan Penuaian Jiwa dan Transformasi 2005-2020”, sebuah program kristenisasi yang terdiri atas W10/40  dan W4/14. W10/40 atau Window 10/40 adalah sebuah kode untuk kawasan yang terbentang dari 10 sampai 40 derajat Lintang Utara garis Khatulistiwa. Itulah negara-negara dari Afrika Barat sampai Asia Timur. Negara-negara  mayoritas berpenduduknya Muslim ini adalah sasaran misionaris untuk pemurtadan.

( Lihat   http://misi.sabda.org/tantangan-dari-jendela-1040 ).

Sedangkan W4/14 atau Window/14 adalah rentang anak usia 4 hingga 14 tahun yang disasar misionaris untuk   digarap menjadi ujung tombak Kristenisasi. Mengapa 4 hingga 14 ? Karena itu adalah usia rentan dimana anak mudah diiming-imingi “kesenangan sesaat”. Diantaranya melalui hiburan seperti game online, mainan boneka, permen dan aneka permainan lain. Apalagi dengan kondisi saat ini dimana kedua orang-tua sibuk bekerja mencari nafkah dan mengejar karir.

Mereka menargetkan kedua program tersebut sepanjang tahun 2005-2020. Dapat dibayangkan bila sekarang saja, yaitu tahun 2016, mereka telah berhasil memurtadkan 2 juta Muslim pertahun, dan membuat persentase Muslim merosot hingga menjadi 73 persen, bagaimana pada tahun 2020 nanti ???  Alangkah mengerikannya !! Sementara kita tahu di Barat masyarakat, sebagian besar ilmuwannya pula, justru berbondong-bondong memeluk Islam.

( Lihat http://www.renunganharian.net/23-sisipan/juli-2012/349-jendela-4-14.html ).

Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan Junaidi Salat, pemeran film tahun 70-an “ Ali Topan anak jalanan” yang menikahi gadis Batak kemudian murtad dan kini menjadi pendeta. Dengan lancang ia mengatakan bahwa sebagian besar orang Islam itu bodoh hIngga dengan mudahnya bisa dimurtadkan.  Pendeta ini menyatakan bahwa gereja tempat ia berdakwah, ditargetkan menjadi gereja yang diisi seluruhnya oleh jamaah mantan Muslim.

“Mantan Muslim yang jadi jamaah saya awalnya hanya 5 orang, Sekarang sudah mencapai ratusan”, aku pendeta yang suka memalsukan ayat-ayat Quran itu, dengan bangga.

http://www.kabarmakkah.com/2016/04/inna-lillahi-pdt-junaedi-palsukan-ayat.html

https://www.youtube.com/watch?v=AOnFr1SJ1PM

Video diatas memperlihatkan bagaimana seorang murtad memurtadkan teman dan keluarganya sendiri tanpa dalil yang jelas. Naudzu’billah min dzalik …

Berikut adalah ayat 30 – 36 surat Maryam yang menunjukkan Isa as hanyalah seorang nabi seperti juga nabi Muhammad saw, nabi Musa as, nabi Ibrahim as dll.

Berkata Isa:

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya:

“Jadilah”, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus”. 

Yang juga memprihatinkan adalah peran pemerintah yang terkesan tidak peduli terhadap fenomena ini. Salah satu contohnya adalah Fauzi Bowo. Mantan gubernur  DKI ini di akhir jabatannya malah meletakkan batu pertama pembangunan sebuah gereja raksasa seluas 6000m2 dengan kapasitas 6000 jamaah. Padahal penghuni area yang meliputi 5 kelurahan di Cipayung Jakarta Timur tersebut bukan mayoritas Kristen. Tentangan dari warga sekitar yang masih terus terjadi hingga detik ini sama sekali tidak digubris.

Bandingkan dengan apa yang terjadi di Papua ketika kaum Muslimin ingin membangun rumah ibadah meski hanya sekedar mushola, bukan masjid. Dengan beringas dengan celurit di tangan warga menghancurkan dan membakar mushola sederhana tersebut. Tidak hanya itu, bahkan Persekutuan Gereja resmi menolak adanya pembangungan masjid di Papua. Namun adakah media main stream yang menyoroti hal tersebut ? Dimana suara Komnas  HAM??

http://islamedia.id/komnas-ham-membisu-melihat-umat-islam-papua-dilarang-membangun-masjid/

Mungkin inilah saatnya para ulama dan pendakwah harus bersatu, menjauhkan perbedaan dan merekatkan persamaan. Bukan lagi saatnya mempermasalahkan perbedaan kecil apalagi hanya di cabang. Aqidah umat harus diperkuat. Dakwah harus dari segala arah, disesuaikan dengan yang didakwahi. Anak-anak muda sudah waktunya mendapat perhatian khusus, didakwahi dengan materi dan cara yang sesuai dengan perkembangan jiwa dan kebutuhan mereka. Merekalah yang kelak akan  meneruskan perjuangan dakwah yang makin lama makin berat.

Yang juga patut diingat, Islam bukan melulu agama langit yang mengabaikan kesejahteraan kehidupan dunia. Artinya zakat infak sedekah harus benar-benar mengena sasaran yaitu menghilangkan kemiskinan. Karena kemiskinan beresiko melunturkan keimanan. Oleh karenanya masjid harus dikembalikan fungsinya bukan sekedar sebagai tempat shalat tapi juga sebagai pelayanan bantuan rakyat miskin, baik untuk bantuan keuangan maupun kesehatan.

Kristenisasi lewat perut yaitu mereka yang miskin harta dan aqidah, layanan kesehatan dan anak-anak muda yang lemah iman memerlukan perlawanan dan persatuan dari seluruh komponen Islam. Islamphobia harus segera diatasi agar rasa tidak percaya diri kaum Muslimin yang imannya sejak awal memang sudah tipis tidak makin menjadi tipis bahkan pudar dan hilang.

Untuk itu diperlukan tokoh panutan demi mengembalikan rasa percaya diri mereka. Para ulama harus dapat meyakinkan umatnya perlunya mempelajari dan memperdalam ilmu agama, tidak hanya puas sebagai Islam terlahir. Pentingnya ber-akhlak mulia, menjaga silaturahmi, hormat kepada orang-tua dll.

Akhir kata, semoga Allah swt ridho menjaga kita dan keluarga kita dari fitnah akhir zaman yang sungguh mengerikan tersebut. Semoga Allah Azza wa Jalla memberi kita kekuatan dan kesabaran di tengah keterasingan  seperti terasingnya para sahabat 14 abad silam, aamiin Allahumma aamiin …

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 15 Mei 2016.

Vien AM.

 

Read Full Post »

Bagi seorang Muslim Hawqalah yaitu lafaz ‘ Laa hawla wa laa quwwata illa billah “ tentu bukan hal yang asing. Ucapan tersebut sering kali diucapkan secara spontan ketika seseorang dalam kesulitan, dalam keadaan tertekan atau bisa juga ketika seseorang terkagum-kagum menyaksikan keajaiban yang terjadi, yaitu suatu kejadian yang mustahil terjadi menurut pikiran manusia.

Namun demikian mungkin tidak semua Muslim menyadari betapa dasyatnya Hawqalah tersebut. Karena sesungguhnya kalimat ringkas ini sarat makna dan memiliki keutamaan yang luar biasa.

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada ‘Abdullah bin Qois,

“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari no. 7386).

“ Laa hawla wa laa quwwata illa billah “ biasa diartikan dengan beberapa arti yang mirip satu sama lain. Sebagian ulama mengartikannya dengan “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata-mata “. Sementara sebagian lain mengartikannya dengan “Tidak ada kuasa bagi hamba untuk menolak keburukan dan tidak ada kekuatan untuk meraih kebaikan selain dengan kuasa Allah.” Dan ada pula ulama yang menafsirkannya dengan “Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah”.

Ibnu Mas’ud berkata,“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan perlindugan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.”

Imam Nawawi menyebutkan berbagai tafsiran di atas dalam Syarh Shahih Muslim dan beliau katakan, “Semua tafsiran tersebut hampir sama maknanya.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 26-27).

Lafaz “Laa haula wa laa quwwata illa billah” sesungguhnya adalah ungkapan penyerahan diri dalam segala urusan, khususnya sesuatu yang tidak kita sukai dan tidak diharapkan,  kepada Allah Azza wa Jalla sebagai Sang Pemilik. Tidak seorang hambapun mampu berbuat sesuatu bila Allah tidak berkehendak. Pun tidak kuasa menolak sekecil apapun bencana bila Allah menghendakinya.

Manfaat dan kelebihan memperbanyak Hawqalah diantaranya adalah :

  1. Sebagai simpanan kekayaan yang berlimpah di surga, dan pengaruhnya sangat menakjubkan.

Dari Abi Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadaku: “Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan yang menjadi simpanan kekayaan di dalam syurga?”, Maka aku menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah”. Maka beliau menjawab: “Ucapkanlah Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah”

Suatu ketika Al Asyja’i melaporkan kepada Rasulullah saw bahwa anaknya yang bernama Auf telah ditawan oleh musuh. Maka Rasulullah berpesan kepadanya agar Al Asyja’i mengutus seseorang untuk menemui anaknya dan menyampaikan agar Auf memperbanyak membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah”.

Maka setelah hal tersebut disampaikan dan Auf memperbanyak membaca “Laa Haula wa La Quwwata Illa Billah” terjadilah bermacam keajaiban. Betapa tidak, tali kulit yang mengikat tangan Auf tiba-tiba terlepas maka Auf pun kabur dengan menunggang onta milik musuh.

Bahkan saat Auf di kejar dan bertemu dengan musuhnya kembali dia dapat terlepas setelah membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah.”

Orang tua Auf menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah saw. Maka Rasulullahpun mengijinkan Auf untuk mengambil onta yang telah dicurinya dari musuhnya tersebut. Setelah itu turunlah ayat Al-Qur’an:

“Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar,” ( Terjemah QS. Ath-Thalaq(65):2)

Rasulullah saw bersabda: “ Perbanyaklah membaca ‘La Haula wa La Quwwata Illa Billah’, karena sesungguhnya ia merupakan perbendaharaan dari perbendaharaan-perbendaharaan Surga. (HR.Ahmad)

  1. Penawar bagi segala penyakit dan penderitaan seperti rasa bimbang.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang mengucapkan Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah maka hal itu sebagai penawar baginya dari 99 penyakit dan yang termudah adalah rasa bimbang”. (HR. Tabrani).

Hubaib bin Salamah rahimmullah saat menghadapi musuh atau mengepung sebuah benteng sangat senang memperbanyakkan ucapan “ Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah “.

Diceritakan bahwa suatu hari ia mengepung sebuah benteng milik bangsa Romawi sehingga ia putus asa, lalu tentara kaum Muslimin membaca zikir tersebut sambil bertakbir, akhirnya benteng tersebut hancur.

Pengalaman luar biasa juga pernah diceritakan oleh Abu Khair, Ishaq Al Gharawi. Dia menceritakan bahwa mereka pernah diserang sebuah pasukan dengan delapan puluh ekor gajah. Akibatnya pasukan mereka, termasuk pasukan berkuda menjadi berantakan.

Peristiwa ini, ujar Abu Khair membuat Muhammad bin Qasum panik. Melihat kondisi ini dia kemudian membaca “La Haula wa La Quwwata Illa Billah” berkali-kali.

Tak lama kemudian tiba-tiba saja gajah-gajah tersebut berhamburan mencari sumber air. Para pawang mereka tak mampu mengendalikan tingkah aneh gajah-gajah peliharaan mereka itu. Ternyata Allah swt telah memberikan rasa panas dan haus yang amat sangat kepada para gajah ciptaan-Nya tersebut.

Akhirnya, para pasukan Ishaq Al Gharawi pun dapat melanjutkan perjalanan, bahkan dengan menaiki gajah yang sudah ditaklukkan tersebut.

  1. Pencegah bahaya, dan bahaya yang paling rendah adalah bahaya kemiskinan.

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan “ Kalimat Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah” mempunyai pengaruh yang sangat menakjubkan saat menanggung beban pekerjaan yang sulit dan keras, atau saat menghadap kepada raja dan orang yang ditakutkan, selain pengaruhnya yang efektif untuk menolak kemiskinan.

Makhul rahimahullah berkata: “ Barangsiapa yang yang mengatakan Laa Haula wa Laa Quwwata illa Billaah maka akan lenyap dari dirinya tujuh puluh pintu petaka, yang paling rendah adalah bencana kemiskinan”.

Tentang keutamaan kalimat ini, banyak hadits meriwayatkannya.

Nabi saw yang mulia bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepadamu sebuah kalimat yang berasal dari bawah ‘Arsy dari pusaka surga? Katakanlah olehmu: Laa Haula wa La Quwwata Illa Billah”, niscaya Allah akan mengatakan, ‘hambaKu telah menyerahkan dirinya dan meminta perlindungan.”(HR Al-Hakim dari Abu Hurairah r.a)

“Perbanyaklah Al-Baaqiyaat Al-Shaalihaat, yaitu tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan laa haula wa laa quwwata illa billah.”(HR Ahmad, Ibn Hibban dan Al-Hakim dari Abu Sa’id r.a)

Begitu juga hadis dari Abu Musa ra, beliau berkata:

‘Rasulullah saw bersabda kepadaku: “Maukah aku tunjukkan salah satu perbendaharaan dari perbendaharaan syurga? Saya menjawab: “Mau ya Rasulullah”. Kemudian baginda bersabda: “La haula wala quwwata illa billah.”’

Imam a-Nawawi berkata: “La haula wa la quwwata illa billah”, itulah kalimat yang digunakan untuk menyerah diri dan menyatakan bahwa kita tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu urusan. Ia kalimah yang menyatakan bahawa seseorang hamba tiada mempunyai daya upaya untuk menolak sesuatu kejahatan (kemudaratan) dan tiada mempunyai daya kekuatan untuk mendatangkan kebaikan kepada dirinya melainkan dengan kudrat iradat Allah subhnahu wa ta’ala juga.”

Itu sebabnya seorang mukmin yang senantiasa mengucapkan kalimat “La Haula wala Quwwata illa billah” berulang-ulang kali, menyerahkan segenap hatinya kepada Sang Khalik, insya Allah jiwanya akan tenang, tenteram, dan segala urusan kembali kepada Allah Ta’ala.

Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa mukjizat pertolongan Allah swt bukan hanya hak monopoli para nabi. Seperti ketika nabi Ibrahim as yang tetap bugar meski dibakar api oleh raja Namrud atau nabi Musa as yang dikejar musuh dan tersudut di tepi laut hingga Allah swt memberikan pertolongan-Nya dengan terbelahnya laut. Ataupun nabi Yunus as yang dalam keadaan putus asa terbuang dari kapal kemudian dimakan seekor ikan hiu tapi bisa tetap hidup.

HauqalahJuga ketika Rasulullah saw dikejar musuh hingga mulut gua bersama sahabat Abu Bakar as-Siddiq, tetapi musuh  tidak dapat melihatnya. Pertolongan Allah swt yang semacam itu juga diperuntukkan kaum Muslimin melalui Hawqallah yaitu lafaz “La haula wa la quwwata illa billah”. Secara lengkap kita juga dapat menambahkan lafaz ” alliyil adzim” yang berarti ” Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung” di belakangnya.

Masya Allah … Sungguh, alangkah beruntungnya kita umat Islam.

Wallahu’ alam bish shawab.

Jakarta, 18 April 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

“ Lebih baik kafir tapi tidak korupsi dari pada Muslim tapi korupsi” !

Ungkapan diatas tiba-tiba menjadi demikian populer, khususnya menjelang di gelarnya pesta demokrasi dalam rangka pemilihan kepala daerah(pilkada) DKI 1 2017 mendatang. Padahal Al-Quran jelas-jelas melarang kaum Muslimin memilih pemimpin dari golongan orang kafir.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” ( Terjemah QS. An-Nisaa’ (4): 144).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.” ( Terjemah QS. Al-Maa-idah (5): 57).

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” ( Terjemah QS. Ali ‘Imraan (3): 28).

Ironisnya, ungkapan tersebut justru datang dari kaum Muslimin sendiri !  Orang-orang ini ngotot berpendapat “ Hanya Allah yang berhak menghakimi siapa yang kafir siapa yang tidak, bukan manusia ”.

Ada apakah gerangan ? Siapakah yang tidak benar, masyarakat yang tidak memahami ajaran agamanya atau pemimpin yang selalu mengecewakan masyarakatnya ???  Yang pasti ungkapan diatas jelas sama sekali tidak benar. Karena dosa terbesar dalam kacamata Islam adalah dosa syirik yaitu menyekutukan Sang Khalik, Azza wa Jalla. Itulah orang kafir.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (Terjemah QS. An-Nisa(4):48).

Jadi bagaimana mungkin orang yang mengaku beriman namun memilih pemimpin yang menanggung dosa besar bahkan dosa terbesar yang tidak diampuni-Nya. Pemimpin yang bukan saja tidak bisa memahami kitab kita, bahkan percayapun tidak ! Yang bahkan setuju dengan prostitusi, lgbt, melarang takbir keliling dan lain-lain yang berhubungan erat dengan Islam. Bagaimana mungkin Allah swt akan memberikan berkah-Nya kepada kita umat Islam?? Padahal sebagai orang beriman itulah yang paling dinantikan.

” Indonesia bukan negara Muslim mengapa pula memilih pemimpin harus membawa-bawa agama?”, begitu alasan sebagian masyarakat.

Ini tidak ada hubungannya dengan negara Islam atau bukan. Adalah tanggung-jawab setiap Muslim menjalankan agamanya. Muslim yang benar, baik itu pemimpin ataupun bukan, adalah mereka yang takut pada Tuhan-Nya, yang melaksanakan segala perintah dan menjauhi semua larangan.

Bila kemudian timbul pertanyaan mengapa ada orang yang mengaku Muslim, menjalankan shalat, puasa, zakat, haji dll tapi tetap korupsi ?

Jawabnya, yaitu karena ia melaksanakan kewajiban tersebut hanya ala kadarnya, sekedar menunaikan kewajiban, tanpa ilmu. Mungkin ia lupa bahwa segala amal ibadah itu sejatinya merupakan gabungan antara gerakan fisik/amal jasadiyah dan niat di hati/amal bathiniyah. Amal bathiniyah didasarkan atas beberapa hal, diantara karena adanya iman, yaitu yakin terhadap adanya rukun Iman yang 6, adanya rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, rasa takut ( khouf) dan harap ( roja’) serta adanya rasa pasrah dan kemauan untuk bertaubat. Pada tingkat inilah betul, hanya Allah swt yang berhak menilai seseorang itu kafir atau tidak. Tapi selama ia telah bersyahadat dan mendirikan shalat ia adalah Muslim.

Bukan lagi menjadi rahasia bahwa sebagian besar Muslim Indonesia adalah Muslim sejak lahir. Mereka lahir dari orang-tua Muslim dan hidup di lingkungan Muslim walau belum tentu Islami. Mereka mungkin shalat, puasa dll. Namun belum tentu melibatkan bathin, karena bisa jadi hanya menuruti perintah orang-tua dan guru di sekolah.

Sebaliknya dengan mualaf, yang hijrah, kembali ke fitrah karena mereka memang mencarinya. Mereka mau belajar hingga akhirnya menemukan kebenaran sejati. Dan akhirnya sadar bahwa shalat, puasa dll itu bukan sekedar gerakan fisik yang dikerjakan karena perintah, namun lebih karena kebutuhan. Mereka mengerjakannya dengan hati, karena yakin Allah itu ada, dan senantiasa mengawasi gerak-gerik manusia. Mereka percaya adanya segala yang ghaib seperti malaikat, surga, neraka dll.

Di atas itu, rasa syukur mereka atas segala nikmat seperti nikmat iman, islam, hidup, sehat, rezeki dll telah mampu melahirkan cinta mereka yang sangat besar kepada Tuhannya. Disamping juga rasa takut ditinggalkan dan dijauhi-Nya serta takut tidak mendapatkan cinta  dan perhatian-Nya dll. Disamping juga takut akan siksa dan azab-Nya. Jadi takutnya bukan seperti takut kepada orang jahat atau binatang buas atau yang semacamnya. Inilah yang akan melahirkan Muslim yang ber-akhlakul khorimah/ akhlak yang baik. Yaitu Muslim yang amanah, jujur dan santun.

Tapi tentu saja ini bukan berarti bahwa Muslim yang sejak lahir tidak mengamalkan amal bathiniyah. Mantan presiden RI ke 3 BJ Habibie adalah salah satu dari banyak contoh yang ada. Pada suatu kesempatan mantan ketua ICMI ( Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) pertama ini berkomentar  bahwa bila waktu bisa diputar ulang beliau lebih memilih ilmu agama dari pada sains yang sekarang disandang dan telah membesarkan namanya. Kedekatannya dengan anak-anak yatim piatu selain pribadi yang dikenal bersih bebas dari korupsi membuktikan hal tersebut.

Kemudian ada juga ibu Risma (walikota Surabaya), Ahmad Heryawan ( gubernur Jawa Barat), Ridwan Kamil (walikota Bandung),  M. Zaenal Majdi ( gubernur NTB), Adhyaksa Dault ( mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga) yang sering menjadi khatib shalat Jumat, atau pengusaha muda Sandiago Uno ( mantan ketua umum HIPMI ) yang rajin tahajud, dan masih banyak lagi.

Dari dunia internasional ada presiden Turki Tayyib Erdogan, Sultan Bolkiah dari Brunei serta Ahmed Aboutaleb, wali kota Roterdam di Belanda yang terbukti sukses menjadi pemimpin di kota dan negaranya masing-masing tanpa harus kehilangan identitas Muslim yang baik.

Tidak ada manusia yang sempurna, itu sudah pasti. Itu pentingnya ada pengawasan. Bukankah Islam mengajarkan agar saling mengingatkan dalam kebaikan ?

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” .(Terjemah QS. Al-Ashr(103):2-3).

Yang juga patut menjadi catatan, ungkapan “ Lebih baik kafir tapi tidak korupsi dari pada Muslim tapi korupsi”  di klaim sebagai pernyataan dari khalifah sekaligus sahabat dan ponakan nabi Muhammad saw yaitu Ali bin Abi Thali ra. Padahal sebenarnya adalah hanya pernyataan Ali bin Musa bin Ja’far bin Thawus, dikenal dengan sebutan Sayyid Ibnu Thawus, seorang tokoh ulama Syiah asal Irak yang lahir tahun 589 M.

http://manhajuna.com/sumber-ungkapan-pemimpin-kafir-yang-adil-lebih-baik-dari-pemimpin-muslim-yang-zalim/

Akhir kata, bila merasa Muslim pilihlah pemimpin Muslim, tapi jangan sembarang Muslim melainkan pilihlah Muslim yang berkwalitas.

Wallahu ‘alam bish shawwab.

Jakarta, 21 Maret 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Belakangan ini marak beredar pemberitaan tentang Gafatar, yang kemudian berlanjut dengan keluarnya fatwa MUI tentang kesesatan organisasi tersebut. Heboh tentang Gafatar muncul paska adanya laporan kehilangan demi kehilangan orang, khususnya di kantor polisi DIY Yogyakarta.

Pada akhir Desember 2015 seorang dokter bernama Rica Tri Handayani dilaporkan hilang bersama putranya yang masih balita. Ketika itu ia baru datang dari Lampung ke Yogya untuk menjenguk suaminya yang sedang mengambil spesialisi dokter, tetapi nyatanya sang suami tidak pernah bertemu dengan sang istri. Setelah lebih kurang 2 minggu, akhirnya polisi berhasil menemukan dokter muda tersebut di bandara Pangkalan Bun – Kalteng, bersama 6 orang lainnya. Memang selama 2 minggu dan beberapa hari setelahnya polisi kebanjiran pengaduan orang hilang.

Anehnya, setelah melalui pemeriksaan, pengakuan dokter Rica terhadap polisi tidak sama dengan pesan yang ditinggalkannya untuk sang suami. Kepada polisi ( sama dengan pengakuan 2 sepupu Rica yang sementara dituduh sebagai pelaku penculikan) Rica beralasan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sementara kepada suaminya ia berkata ingin berjuang di jalan Allah.

Yang pasti pada akhirnya polisi berkesimpulan bahwa Rica adalah mantan anggota Gafatar, sebuah organisasi yang mendeklarisasikan sebagai ormas yang bergerak di bidang sosial. Di situs resminya ormas yang didirikan pada tahun 2012 ini mencantumkan ketahanan dan kemandirian pangan sebagai program kerja mereka. Mereka memajang dokumentasi berbagai kegiatannya, diantaranya perkemahan, pelatihan kebencanaan, pelatihan untuk remaja, dan lain-lain.

“Gafatar bukan organisasi keagamaan,” demikian aku ketua umumnya yang di posting pada Februari 2015.

Namun Abu Deedat, anggota MUI, seorang kristolog sekaligus ketua umum Fakta ( Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) mengingatkan agar umat Islam waspada terhadap sepak terjang dan ulah Gafatar.

“Di beberapa daerah termasuk di Jakarta mereka banyak mendompleng kegiatan PMI seperti donor darah dan aksi sosial lainnya hingga menjerumuskan banyak orang ke dalam ormas tersebut,” ungkapnya.

Dari penelusurannya, terbongkar Gafatar yang merupakan sempalan NII, adalah organisasi terlarang yang beberapa kali berganti nama.  Adalah Abdus Salam alias Ahmad Mushaddeq yang  mengikrarkan diri sebagai rasul melalui aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah pada tahun 2006. Aliran ini berusaha merangkul sebanyak mungkin pengikut dengan cara mencampur-adukkan ajaran Islam, Nasrani dan Yahudi. Dan mengklaim bahwa Mushaddeq adalah sang messiah yang ditunggu ke 3 agama besar tersebut. Aliran ini juga tidak mau mempercayai hadist. Selain itu juga tidak mewajibkan shalat dan puasa bagi pengikutnya karena dianggap masih dalam periode Mekkah. (?).Aliran ini diperkirakan sempat memiliki 60 ribu pengikut, kebanyakan pelajar dan mahasiswa.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.(Terjemah QS. Al-Ahzab(33):40).

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Aku dilebihkan dari para nabi yang lain dengan enam hal: aku diberi ‘jawa’i’ al-Kalim (kalimat yang singkat tapi padat), aku ditolong dengan rasa takut pada musuh, dihalalkan bagiku harta rampasan (ghanimah), bumi dijadikan masjid dan suci bagiku, aku diutus kepada segenap makhluk dan aku menjadi penutup para nabi.” (HR.at-Turmudzy dan Ibn Majah).

Dari Jabir bin ‘Abdullah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaanku dan perumpamaan para Nabi seperti perumpamaan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah lalu ia sempurnakan dan buat indah kecuali ada satu tempat ubin lagi. Siapa saja yang memasukinya lalu melihatnya pastilah berkata, ‘Alangkah indahnya kecuali tempat ubin ini. Maka, akulah tempat ubin itu, para nabi ditutup denganku.” (HR.al-Bukhary dan Muslim)

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah terputus, sehingga tidak ada Rasul atau pun nabi setelah (sepeninggal)-ku.” …. (HR.at-Turmudzi dan Ahmad).

Syukurlah setahun kemudian yaitu pada tahun 2007, MUI menetapkan bahwa aliran ini sesat,  dan sang nabi palsu itupun dijebloskan ke penjara. Selanjutnya Al-Qiyadah Al-Islamiyah merubah namanya menjadi Milah Abraham, kemudian  Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA) dan terakhir sebagai Gafatar. Gafatar sendiri diresmikan pada tahun 2012 dengan merubah wajahnya aslinya namun sebenarnya masih tetap dengan misi lamanya.

( http://sangpencerah.com/2016/01/membongkar-kesesatan-gafatar.html ).

Bukankah nabi sendiri sudah memperkirakan bahwa  Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya 1 yang masuk surga. Dan saya yakin Milah Ibrahim inilah yang satu itu”, demikian alasan yang dikemukakan seorang kenalan ketika saya menanyakan mengapa ia mau menjadi pemeluk aliran sesat tersebut.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’ (HR. Ibnu Majah).

(http://almanhaj.or.id/content/453/slash/0/kedudukan-hadits-tujuh-puluh-tiga-golongan-umat-islam/).

Link diatas adalah beberapa hadist mengenai adanya golongan yang terpecah tersebut. Namun kalau diperhatikan lebih seksama, sebenarnya aneh juga. Aliran tersebut tidak mempercayai hadist namun mengapa ia justru menjadikan hadist diatas sebagai pegangan??

Dan lagi jelas dikatakan bahwa satu golongan yang benar dan masuk surga tersebut adalah Al-Jamaah, yaitu mereka yang berpegangan pada Al-Quran dan As-Sunnah atau Al-Hadist. Apalagi dengan adanya temuan MUI baru-baru ini bahwa terdapat lebih dari seratus aliran sesat di Jawa Barat. Apakah itu berarti perkiraan Rasulullah salah ?? Jawabannya pasti tidak ! Bukankah Allah swt telah menjamin segala apa yang dikatakan dan dikerjakan Rasul itu tidak mungkin menyimpang dari kebenaran ?

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya”. (Terjemah QS. An-Najm(53):1-3).

Dan kalaupun terjadi kekhilafan Allah yang akan langsung menegurnya. Seperti yang diabadikan-Nya melalui surat ‘Abasa misalnya. Surat ini turun menegur Rasulullah yang bermuka masam ketika ada orang buta datang menghadapnya. Ketika itu Rasul memang sedang berusaha mengajak pemuka-pemuka Quraisy agar mau mendengar ajaran Islam. Beliau tidak mempunyai maksud sedikitpun melecehkan orang buta tersebut. Hal sepele sebenarnya namun nyatanya Allah tetap menegurnya. Atau dalam surat AL-Kahfi yang menegur Rasulullah karena lupa mengatakan “ Insya Allah”.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi(18):23-24).

Jadi sudah pasti kitalah yang salah memahaminya. 73 golongan yang dimaksud Rasulullah itu tidak terbentur oleh nama seperti Muhamadiyah, NU, Salafi, Wahabi, FPI, Ahlusunnah Waljamaah ( Aswaja) dll. Namun isinya. Selama golongan tersebut menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pegangan, itulah golongan yang satu itu, yaitu golongan yang benar, yang dijanjikan masuk surga-Nya, apapun namanya.

Sebaliknya golongan/kelompok/aliran/sekte yang tidak demikian, antara lain mempercayai adanya nabi setelah Muhammad saw seperti Ahmadiyah, Gafatar/Milah Ibrahim, Lia Eden dll, tidak mau mengikuti sunnah/hadist seperti Ingkar Sunnah, menghalalkan mut’ah, memfitnah Umirul Mukminin ( istri-istri nabi) dan para sahabat ( kaum Anshar dan Muhajirin) seperti ajaran Syiah, memelesetkan dan memlintir ayat-ayat Al-Quran seperti orang-orang JIL yang menghalakan homoseksual, dll, apapun namanya, itulah golongan sesat yang 72 itu.

“Salah seorang dari kalian akan menjumpai seorang yang bersandar pada kursi sofanya. Datang kepadanya sebuah perintah dari perintahku yang aku perintahkan atau perkara yang aku larang. Kemudian ia menjawab: “Aku tidak tahu perkara itu. Apa yang kami temukan dalam Al-Quran itulah yang kami ikuti.” (HR. Abu Dawud: 3989, Ibnu Majah: 13, At-Tirmidzi: 2587).

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (Terjemah QS. An-Nisa’(4): 80).

“ (Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):13).

Ironisnya, MUI, lembaga dimana berkumpul para ulama yang seharusnya dapat menjadi pengayom tertinggi umat Islam di negri ini, kurang menunjukkan pengaruhnya. Ntah karena kurang didukung pemerintah era ini atau ntah mengapa fatwa mereka sering kali tidak didengar. Akibatnya berbagai aliran yang telah dinyatakan sesat seperti Syiah dan JIL terus saja berkembang tanpa banyak hambatan, hingga detik ini.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 12 Februari 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Akar Manusia

Suatu hari di sebuah pelatihan hidroponik ada seorang ibu bertanya kepada instruktur yang merupakan seorang pakar tanaman.

“Pak Iwan saya punya pohon apel Brazil ( atau yang semacamnya saya tidak begitu ingat). Mulanya pohon tersebut sangat subur. Batang dan dahannya terlihat kokoh, daunnya lebat begitupun buahnya. Pohoh tersebut sempat berbuah selama beberapa kali. Lezat buahnya. Namun belakangan ini tanpa saya sadari pohon tersebut keropos tanpa saya tahu apa penyebabnya. Apa yang sebenarnya terjadi pak ya?”, tanyanya dengan air muka duka.

“Oh akarnya bu itu”, jawab sang instruktur tegas.

“Tanaman sebagus apapun kelihatannya bila akarnya tidak ditanam secara baik pasti tidak akan kuat bertahan lama. Jangan sembarangan menanam pohon. Perhatikan akarnya. Akar harus benar-benar tertanam dalam di dalam tanah.  Itu sebabnya pohon ibu baru beberapa kali berbuah sudah keropos”, jelasnya.

Saya yang kebetulan berada di dekat lokasi percakapan dan mendengar percakapan tersebut langsung terkesiap.  Tiba-tiba saja saya teringat ayat berikut :

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun”. ( Terjemah QS. Ibrahim(14):24-26).

Allahuakbar … Maha benar Allah dengan segala firman-Nya !

my bougenvilleSaya teringat pohon Bougenville di rumah yang pernah dipindahkan ke lokasi baru karena di tempat yang lama akan dibuat teras tambahan. Pohon yang sebetulnya mudah perawatannya ini  ditanam secara sembarangan. Pohon itu terihat agak miring dan bunganya tidak pernah tumbuh lagi. Padahal sebelumnya sangat rimbun, daun dan bunganya yang warna-warni tumbuh dengan indahnya.  Sayangnya saya baru menyadari hal tersebut setelah batangnya mulai kurus dan kropos hingga akhirnya mati. Selidik punya selidik akhirnya ketahuan ternyata penyebabnya hanya akar yang kurang dalam tertanam …

Ya, akar memang mempuyai kedudukan yang amat penting, yaitu sebagai jangkar agar pohon dapat berdiri kokoh, tahan terhadap tiupan angin kencang. Selain juga sebagai penyerap nutrisi makanan. Begitupun manusia. Manusia membutuhkan akar agar dapat kokoh berdiri, tahan terhadap segala godaan dan nafsu duniawi yang menyesatkan. Itulah iman. Iman yang tertanam kuat di hati ibarat akar kokoh suatu tanaman. Hanya hati atau qalbu yang bersih yang mampu mengenal dan ingat akan Tuhannya. Hati adalah penimbang yang dapat membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. Itulah fitrah manusia yang dibawanya ketika lahir.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (Terjemah QS. Ar-Ruum (30):30).

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (Terjemah QS. Az-Zariyat (51):56).

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan), atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka…” QS.Al-A’raaf(7):172-174).

Demikianlah Allah swt membuat perumpamaan. Iman ibarat akar atau fondasi sebuah bangunan, amal ibadah dengan mencontoh rasulullah sebagai nutrisi yang dilakukan secara teratur ibarat batang pohon, serta akhlak yang baik ibarat bunga dan buahnya. Inilah contoh hamba Allah yang kelak dijanjikan masuk surga. Yang ketika di dunia mampu memberikan manfaat yang banyak bagi orang lain. Dengan akar yang kuat yang tahan menghadapi angin kencang hingga dapat dijadikan tempat bersandar, batang dan dahan serta dedaunan yang rimbun dapat dijadikan tempat berteduh. Sementara bunga-bungaannya yang indah mampu menyejukkan hati. Dan buahnya yang lezatpun dapat dinikmati. Alangkah indahnya …

Dari Nu’man bin Basyir Nabi Muhammad s.a.w bersabda,”Sesungguhnya dalam diri manusia itu ada sepotong daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh anggota badannya tetapi seandainya daging itu rusak dan kotor, maka kotor dan rusaklah seluruh anggota badannya. Daging yang dimaksudkan ini adalah hati.“( HR. Bukhari dan Muslim)

Sayangnya dengan berjalannya waktu, ketika seseorang telah melewati masa balighnya, potensi melupakan fitrah tersebut menjadi semakin besar. Kenikmatan dan hingar bingar dunia bisa menyesatkannya. Dan memang begitulah pekerjaan pasukan syaitan dibawah pimpinan Iblis yang tidak pernah mengenal lelah mencari mangsa yang akan dijadikannya teman di neraka kelak.

Akibatnya hati yang mulanya bersih dan sehat itu sedikit demi sedikit menjadi kotor dan sakit, bahkan bila terus didiamkan bisa mati suri. Akibatnya segala gerak langkah dan perbuatannya, meski perbuatan baik sekalipun tidak mampu mendatangkan ridho-Nya. Karena perbuatannya tidak berdasarkan kriteria dan perintah Allah sebagai Sang Pemilik.

Ini yang banyak terjadi di Barat. Mereka berbuat baik tapi atas dasar “ baik” menurut pemikiran dan akal mereka. Perzinahan dan Homoseksual contohnya. Kedua hal tersebut mereka bela habis-habis atas dasar HAM tanpa mempedulikan hak Sang Pencipta sebagai yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi mahluk ciptaan-Nya.  Juga toleransi kebablasan yang seringkali justru melanggar batas toleransi yang disyariatkan-Nya.

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat”. ( Terjemah QS. Al-Kahfi(18):103-105).

Itulah perumpamaan akar pohon yang ditanam tidak dengan benar. Yang bunga maupun buahnya bagai fatamorgana, yang tidak dapat memberi kenikmatan dan manfaat yang sesungguhnya, yaitu surga-Nya.

Na’udzubillah min dzalik.

Jakarta, 23 Januari 2016.

Vien AM.

Read Full Post »

Indonesia adalah negara dengan jumlah umat muslim terbesar di planet bumi ini, ada sekitar 199.5 juta orang Islam di Indonesia dari 234.25 juta penduduk Indonesia.Indonesia dan negara-negara Timur Tengah adalah negara yang paling duluan dipengaruhi dan dikuasai oleh sistem  Illuminaty sesuai dengan jumlah mayoritas pemeluk agama yaitu :
  • Indonesia sebagai Negara Mayoritas MUSLIM Terbesar di Dunia.
  • China sebagai Negara Mayoritas BUDDHA Terbesar di Dunia.
  • India sebagai Negara Mayoritas HINDHU Terbesar di Dunia.
  • Amerika Serikat sebagai Mayoritas KRISTEN PROTESTAN Terbesar di Dunia.
  • Vatikan dan Italia sebagai Mayoritas KRISTEN KHATOLIK Terbesar di Dunia.
  • Jepang Sebagai Mayoritas Pemeluk Kepercayaan SHINTO Terbesar di Dunia.
  • Russia sebagai Mayoritas Pemeluk Ideologi KOMUNIS Terbesar di Dunia.
  • Israel Sebagai Mayoritas YAHUDI Terbesar di Dunia.

Tanggal 2 Juli 2009 lalu, Koran The New York Times mengulas sengketa organisasi Freemason Amerika, sebuah organisasi persaudaraan internasional milik Zionis-Yahudi. Pangkal sengketa itu adalah pengangkatan seorang anggota yang bukan berkulit putih (kulit hitam) sebagai petingginya. Bagi anggota Freemason lain, pengangkatan Grand Master bukan dari kulit putih dianggap keluar dari tradisi.

Orang yang paling diributkan itu adalah pemuda bernama Victor Marshall (26), seorang laki-laki pemalu anggota cadangan militer angkatan darat Amerika Serikat.

Sebelum itu, tepatnya Mei 2008, penulis ternama Harun Yahya berkirim surat – melalui stafnya – kepada Suara Hidayatullah tentang tekanan Freemason kepada tokoh anti Evolusi dengan bukunya yang cukup ternama “Atlas Penciptaan”. Menurut Harun Yahya, Freemason pusat berkirim surat ke markasnya yang berada di Turki untuk menanyakan bagaimana orang seperti Harun Yahya bebas berkeliaran. Gara-gara tekanan Freemason, imuwan Turki bernama asli Adnan Oktar ini akhirnya kembali dipenjara.
Tidak banyak yang tahu – termasuk warga Amerika Serikat (AS) sendiri– tentang adanya pemerintah bayangan di Amerika Serikat yang konon kabarnya dihuni kelompok “pemuja setan” atauILLUMINATI. Misi besar yang dijadikan landasan kelompok ini adalah menciptakan tatanan dunia baru atau The New World Order. Sebuah misi yang sangat berbahaya. Sayang, seringkali kaum Muslim menganggapnya sebagai ilusi.
Bagaimana sebenarnya kedudukan mereka di Amerika Serikat? Sejauh mana langkah dan cara-cara mereka mengendalikan pemerintah Super Power itu?
Koresponden Suara Hidayatullah mewawancarai Jerry Duane Gray, mantan kameramen jaringan televisi CNBC Asia yang juga dikenal sebagai wartawan investigasi. Penulis yang banyak mengritik kebijakan pemerintahan Amerika Serikat ini baru-baru ini menulis buku berjudulBayang-Bayang Gurita, yang menceritakan kiprah organisasi Freemasonry di Negeri Paman Sam. “Banyak korban dari misi the New World Order,” ujar Jerry. Apa maksudnya? Baca wawancara lengkap pria kelahiran Wiesbaden, Jerman yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini.
Dalam salah satu buku yang Anda tulis, diungkapkan tentang agenda Tatanan Dunia Baru. Apa maksudnya?
Memang, kelompok Freemasonry (terdiri dari turunan raja, pimpinan negara, sekte Yahudi Zionis) tengah merancang tatanan dunia baru atau sering mereka sebut The New World Order. Agenda tersembunyinya adalah menyiapkan Dajjal untuk merusak dunia, hingga akhirnya mereka akan menguasai dunia sepenuhnya. Sampai sekarang misi mereka terus berjalan. Saya bahkan memperkirakan misi mereka sebentar lagi tercapai. Bagian dari rencana tatanan dunia baru adalah menyebarkan virus-virus penyakit yang mematikan.
Apa indikatornya?
Banyak sekali. Di antaranya adalah penguasaan jaringan media. Enam perusahaan media milik mereka, kini telah menguasai 90 persen jaringan informasi dunia. Opini publik dunia saat ini di tangan mereka. Jadi jangan heran, jika ada penggiringan opini atau propaganda tentang Islam adalah ajaran “teroris” yang wajib diperangi.
Selain itu, mereka juga telah menguasai ekonomi dunia. Hampir semua kebutuhan umat manusia di dunia diproduksi oleh mereka. Kelompok Freemason ini telah sukses membentuk ‘pemerintah bayangan’ Amerika Serikat.
Tujuannya untuk menguasai sumur-sumur minyak di dunia dan keuangan dunia, sekalipun melalui perang.
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia dan negara-negara dunia ketiga juga tidak lepas dari sasaran. Krisis ekonomi dunia gelombang kedua yang terjadi akhir tahun 2008, merupakan skenario mereka untuk menguasai dunia. Mereka sengaja menciptakan krisis ekonomi dengan harapan negara dunia ketiga tidak bisa bangkit.
Kita lihat sendiri, ketika Indonesia tengah berusaha bangkit dari keterpurukan akibat krisis ekonomi tahun 1997, sekonyong-konyong kembali dihantam badai krisis 2008. Indonesia mau bangkit dihantam lagi, mau bangkit dihantam lagi. Ini merupakan permainan mereka.
Bagi mereka, Indonesia adalah negara penting. Kelompok Freemason tidak ingin umat Islam bersatu. Itu sebabnya, di Indonesia setiap harinya ada sekitar 60 ribu intelijen suruhan mereka memecah-belah umat Islam.
Seperti apa Tatanan Dunia Baru yang direncanakan tersebut?
Mereka berkeinginan menciptakan satu pemerintahan dunia, satu pemimpin dunia, satu agama baru. Lalu membagi dunia ini menjadi sepuluh propinsi yang mematuhi segala kehendak mereka. Tatanan dunia baru menjadikan manusia di luar Yahudi menjadi kerbau-kerbau yang dicocok hidungnya, anjing-anjing suruhan, dan budak-budak yang patuh pada perintah majikan.
Soal pemerintah bayangan Amerika Serikat tak banyak diungkap?
Pusat komando pemerintah bayangan adalah Federal Emergency Management Agency (FEMA).  FEMA bukanlah institusi resmi di Amerika Serikat yang diketahui oleh umum. Institusi ini memiliki anggaran rahasia dalam jumlah miliaran dollar. Bahkan wewenang pemerintah bayangan melebihi presiden dan kongres.
Operasional pemerintah bayangan ini diperoleh dari ‘anggaran hitam’. Mereka mengendalikan perdagangan narkoba untuk meraup keuntungan yang berlimpah. Pemerintah bayangan ini dikendalikan oleh Zionis-Amerika atau kelompok Freemason. Meski Yahudi di Amerika Serikat hanya sekitar 2 persen tapi mereka menguasai 98 persen dari kekuatan yang ada di Amerika Serikat.
Apa warga Amerika Serikat tahu tentang Pemerintah Bayangan ini?
Warga Amerika Serikat itu punya karakter individualis. Mereka hanya memikirkan diri sendiri. Sekali pun FEMA telah menggurita, tapi hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Karakter masyarakat yang demikianlah yang membuat Amerika Serikat menjadi sasaran empuk bagi kaum Zionis untuk melakukan apa saja. Selain itu, pemerintah bayangan Amerika Serikat sangat rapat menjaga rahasia. Bahkan mereka tidak ragu membunuh orang yang menyebarluaskan rahasia pemerintah bayangan.
Bagaimana dengan terpilihnya Barack Obama?
Umat Islam Indonesia jangan salah menilai tentang Barack Obama. Jangan hanya melihat Obama pernah tinggal di Indonesia atau pernah makan nasi goreng di Menteng. Obama masih sama halnya dengan Bush, yakni masuk kelompok penyembah setan (Freemason). Di depan 1200 orang keturunan Yahudi sebelum terpilih, Obama pernah berjanji akan mendukung perjuangan Israel menguasai tanah Palestina. Obama akan terus melanjutkan perjuangan Bush dalam membentuk tatanan dunia baru.
Dari puluhan Presiden Amerika Serikat, hanya John F. Kennedy yang mencintai Amerika Serikat. 

“Dari puluhan Presiden Amerika Serikat, hanya John F. Kennedy yang mencintai Amerika Serikat.”

Kennedy sangat membela kepentingan-kepentingan masyarakat Amerika Serikat. Kennedy dianggap menghalangi rencana membentuk tatanan dunia baru. Karena itulah tahun 1963, ia tewas ditembak oleh orang-orang yang berada dalam ring satu. Mustahil Kennedy ditembak oleh masyarakat biasa, karena penjagaan terhadap Presiden AS dilakukan secara ketat dan berlapis.

Aktivitas Anda membongkar mereka tidak membahayakan diri Anda?
Tentu. Setiap saya mengisi kajian selalu ada saja intel yang hadir. Bahkan ada intel perempuan bule yang selalu hadir di acara-acara saya. Pernah suatu ketika, selepas mengisi acara, intel itu menyodorkan selembar surat yang berisi ajakan untuk bertemu dan membicarakan bisnis di sebuah kamar hotel bintang lima di Jakarta. Saya tidak memenuhi undangan itu. (Ibnu Syafa’at/ Suara Hidayatullah/ AGUSTUS 2009).

A. Sekilas Tentang Freemasonry

Kata Zionis ini kemudian dipergunakan sebagai nama suatu ideologi yang diikuti oleh bangsa Yahudi di seluruh dunia, yaitu bahwa bangsa Yahudi akan mendirikan kerajaan Israel Raya dengan Al-Quds sebagai ibu kotanya. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Zionis ini, berikut kami paparkan secara lengkap berdasarkan tulisan Dr. Majid Kailany dalam bukunya Al-Khatharush – Shahyuny ‘alal ‘Alamy al-Islamy1).

Banyak sudah pakar yang meneliti hakikat yang melatarbelakangi berbagai peristiwa sejarah. Dari mereka ada kelompok yang membentuk studi khusus, dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti tentang rahasia yang ada di balik peperangan antar manusia. Sebagian dari mereka ada yang menghabiskan waktu lebih dari 40 tahun, untuk mengetahui rahasia sejarah, seperti banyak disebutkan dalam kitab-kitab suci. Salah satu dari kisah yang terkenal adalah kisah terusirnya Adam dan Hawa istrinya dari Firdaus karena terpengaruh oleh godaan setan. Sejak peristiwa ini, kekuatan jahat tetap menghembuskan racunnya ketengah-tengah umat manusia sampai sekarang.

Sejarah ini menyadarkan kita, bahwa setiap peperangan, pergolakan atau kekacauan, yang sering menimbulkan kehidupan manusia dan materi adalah akibat dari persekongkolan kekuatan jahat terhadap kebenaran.

Berbagai data telah bisa dikumpulkan oleh para pengamat sejarah. Pada prinsipnya, pertikaian yang timbul sepanjang sejarah ternyata bukan melawan musuh berupa manusia, melainkan kekuatan setan dibalik kegelapan yang diderita oleh manusia, di seputar orang-orang yang menduduki jabatan penting di dunia. Mereka inilah yang menutup mata bangsa-bangsa dengan kaca mata setan, sehingga tidak bisa melihat ajaran Allah yang Maha Benar.

Kita sendiri sering melupakan peringatan Kitab Suci, bahwa setan itu adalah lambang kecerdikan, kesesatan dan kelicikan, sekaligus merupakan kekuatan untuk menghancurkan aturan Syariat Tuhan, yang diturunkan untuk mengatur kehidupan manusia dengan tenteram, damai, kasih-sayang dan saling menghormati. Pada saat yang sama kita melihat idiologi setan yang mengklaim filsafat sebagai kebenaran, yang dalam istilah politik modern berfungsi sebagai rezim thaghut dan diktator. Idiologi setan itu menciptakan sistem sosial yang membuka peluang lebar bagi timbulnya kebencian, kebobrokan dan pemberangusan kebebasan sejati, yang pada akhirnya mencabik-cabik ikatan keluarga dan masyarakat. Kitab Talmud atau Taurat Orang Yahudi (bukan Taurat Nabi Musa) adalah kisah Perjanjian Lama, yang dijadikan pegangan bagi kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga bumi ini penuh dengan kejahatan, kedhaliman dan penindasan. Demikianlah gereja setan yang berdiri di muka bumi, sejak lahirnya berusaha keras mengadakan persekongkolan untuk memerangi ajaran Allah.

Apakah Talmud itu?
Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Darul ‘Ulum, Kairo, Prof. Ahmad Syalabi menulis, “Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi, tetapi ada riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurunRiwayat-riwayat inilah yang kemudian dikenal dengan Talmud.” (Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990).
Ketika Nabi Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, persekongkolan setan telah sampai pada puncaknya. Dunia yang dikenal pada masa itu telah sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Mereka telah menguasai rakyat dan menduduki pos-pos penting dalam berbagai bidang kehidupan. Nabi Musa telah mengetahui ketimpangan itu segera memerangi mereka, dan menjuluki mereka sebagai anak-anak setan (Lucifer).Bahkan Nabi Musa mengungkapkan di muka umum, bahwa mereka itulah orang-orang yang menamakan dirinya Yahudi, dan sekaligus merusak syariat Nabi Musa. Mereka oleh Nabi Musa juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut agama apa pun, disamping juga ‘dikukuhkan’ sebagai rentenir Yahudi.

Dengan demikian, Nabi Musa sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat keburukan setan bertubuh manusia. Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan manusia dari kejahatan setan yang dari masa ke masa terus menyesatkan manusia. Tindakan Musa ini mengilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk mengetahui persekongkolan setan itu, agar selanjutnya bisa menghindar. Semoga salam sejahtera dilimpahkan Allah kepada Nabi Musa, semoga pula kita bisa mengambil i’tibar dari beliau dalam memerangi kejahatan setan.

B. Konspirasi dalam Perjalanan Sejarah

Tahun 1776 Howight (mungkin maksudnya Adam Weishaupt-AZ) telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang, dengan meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut :
  • Menghancurkan pemerintah yang sah, dan mendongkel ajaran agama dari pemeluknya.
  • Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles – Goyim) menjadi berbagai blok militer yang saling bermusuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, ras dan seterusnya.
  • Mempersenjatai blok-blok agar saling menghancurkan.
  • Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok, yang saling membenci. Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta materi yang mereka miliki akan terkuras habis.
  • Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap, yaitu menghancurkan pemerintah yang sah serta norma-norma susila, termasuk ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan masyarakat.

Ini merupakan langkah pertama untuk menabur benih pergolakan, kebejatan dan kekejaman. Peranan Howight (Adam Weishaupt) bukan hanya meletakkan prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk mengepalai organisasi rahasia tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai Perkumpulan Nurani Yahudi (mungkin maksudnya Illuminati-AZ). Sebutan ini lebih tepat jika dinisbatkan kepada asal kata ‘An-Naar’ yang berarti ‘api’, daripada kepada kata ‘An-Nur’ yang berarti cahaya. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan yang bertubuh manusia. Sedang setan itu menurut Al Qur’an diciptakan dari api. Dan lagi Howight (Adam Weishaupt) dalam gerakan yang dipimpinnya menggunakan tipu daya licik, agar hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia.

Organisasi bertujuan menciptakan satu pemerintahan dunia, yang tersendiri dari tokoh-tokoh yang memiliki tingkat intelegensia tinggi. Dengan perkumpulan inilah Howight (Adam Weishaupt) mampu merekrut sejumlah lebih dari 2000 tokoh kaliber dunia, dengan latar belakang yang berbeda untuk menjadi anggota kelompok nurani (Illuminati), mulai dari ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi, politisi, pengusaha dan guru-guru besar berbagai universitas terkemuka.
Tidak lama kemudian, Howight (Adam Weishaupt) berhasil mendirikan Freemasonry Induk yang disebut The Grand Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan bagi lain-lain perkumpulan Freemasonry yang tersebar di kota-kota besar seluruh dunia.

Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/ warga Yahudi sedunia, pen) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita.(Protocols of Zion* 1)

Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang non-Yahudi.(Protocols of Zion 2)

Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.(Protocols of Zion 3)

Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian mengenai arti kebebasan (liberal) itu benar-benar menimbulkan dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. (Protocols of Zion 4)

Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan Yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.(Protocols of Zion 5)

Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-Yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara agar Lembaga pemerintah Internasional (semacam PBB, IMF, World Bank sekarang ini, pen) memiliki daya polularitas yang tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada lembaga ini merasa memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat bangsanya.(Protocols of Zion 6)

Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab tuan tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya. Barangkali cara yang tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan demikian, tuan tanah akan berfikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus, maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan pabrik non-Yahudi. (Protocols of Zion 6)

Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit dengan oplah yang besar (dan kini ditambah stasiun TV, kantor berita, internet, pen). (Protocols of Zion 7)

Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting dalam kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus memberikan pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan yang mengandung unsur merusak citra bangsa. Sebagian orang menanyakan: ”Apa yang harus kita lakukan, bila ada yang mengetahui program kita yang ingin merusak citra bangsa!” Jawabnya: Kita harus merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke masyarakat harus dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan militer dan alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu kita mempersiapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus. (Protocols of Zion 9)

Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan menghapus adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk memperoleh setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan kita. Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang tidak segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan dipegang oleh agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan petunjuk kita.(Protocols of Zion 10)

Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen), seni dan olah raga. (Protocols of Zion 13)

Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita tinjau kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah pendidikan yang berjalan dengan kurikulum mereka sendiri (bukan meniru kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat. Segala macam yang melambangkan kemerdekaan berpendapat harus dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah kita gunakan untuk meraih tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik simpati masyarakat dengan memberi pelajaran empiris nyata (contohnya kurikulum berbasis kompetensi SD-SMA di Indonesia sekarang, pen), dan membuang pelajaran yang bersifat non-empiris (misalnya pendidikan budi-pekerti, pen). Pelajaran ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu berfikir luas, dan tidak mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka bagaikan binatang ternak, yang dapat digiring menurut kehendak pengembala. Mereka hanya mentaati penjelasan dari guru tanpa berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini telah berhasil kita suntikkan dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani oleh aktivis yang bernama Bouro. (Protocols of Zion 16)

Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-Yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat berharga lainnya (inilah alasan pemaksaan dibukanya Pasar Modal dan Pasar Uang di negara-negara yang berhasil mereka “liberalisasikan ekonominya”, pen). Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis. (Protocols of Zion 20)

 

Emas selalu memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia. (Protocols of Zion 22)

Emas selalu memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai dunia. (Protocols of Zion 22)
*)Dokumen “Protocols of Zion” yang sudah lama menjadi ‘kitab suci” Zionisme Internasional, selama ini dipahami sebagai sumber inspirasi kaum Yahudi untuk menata dunia sesuai dengan keinginannya, yaitu Dunia yang pada akhirnya hanya beragama satu, agama Yahudi. Inti ajaran agama Yahudi adalah pemujaan materi atau dikenal dengan istilah materialisme. Protokol itu pertama kalinya dibuat tahun 1895 di Basel-Swiss oleh pemimpin Zionis saat itu, Theodore Hertzel. Dokumen itu berisi 24 pasal (24 protocols). Tadinya sangat dirahasiakan sekali, tapi kemudian bocor dan sampai ke tangan pendeta orthodox Rusia, Sergey Nylos, yang menterjemahkan ke dalam bahasa Rusia pada tahun 1921. Seorang wartawan Inggris,Victor E Mersden, kemudian menterjemahkannya kembali kedalam bahasa Inggris dengan judul “The Protocols of The Learned Elders of Zion” pada tahun 1917. Berikut terjemahannya dalam versi Indonesianya.

“Hanya ada satu kekuatan yang benar-benar penting. Kekuatan tekanan politik. Kami orang-orang Yahudi adalah orang yang paling kuat di bumi, karena kita memiliki kekuatan ini, dan kita tahu bagaimana untuk menerapkannya.” ~ Ze’ev Jabotinsky, pemimpin teroris Yahudi-Zionis, pendiri kelompok teror Yahudi Irgun Zevai Leumi (Jewish Daily Bulletin, 27 Juli 1935)

“Orang-orang Yahudi memerintah dunia ini dengan proxy*, mereka mendapatkan bagaimana orang lain untuk berjuang dan mati untuk mereka … Mereka kini menguasai negara yang paling kuat … komunitas kecil ini telah menjadi kekuatan dunia.” ~ Dr Mahathir Mohamad

“Anda tidak bisa mengkritik Israel di negara ini dan bertahan. Kami dimiliki oleh propagandis musuh orang Arab. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu. Kongres, Gedung Putih, dan Hollywood, Wall Street, dimiliki oleh Zionis. Tidak ada pertanyaan dalam pendapat saya. Mereka menutup mulut mereka dengan uang… Kami sedang didorong ke arah yang salah dalam segala hal.” ~ Helen Thomas, seorang veteran 50 tahun dari White House Press Corps, yang dipaksa untuk mengundurkan diri setelah dia tercatat pada rekaman video mengatakan orang-orang Yahudi Israel untuk “segera keluar dari Palestina.”

“Anda tahu betul begitu juga  orang-orang Amerika yang bodoh itu sama-sama mengetahuinya, bahwa kami mengontrol pemerintah mereka, siapapun yang duduk di Gedung Putih. Anda lihat, saya tahu itu dan Anda tahu bahwa tidak ada Presiden Amerika yang sedang  berada dalam posisinya bisa menentang  kita, bahkan jika kita melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan olehnya. Apa yang bisa mereka (Amerika) lakukan terhadap kita? Tidak ada. Kami mengendalikan Kongres, kami mengontrol media, kita kendalikan show biz, dan kami mengontrol segala sesuatu di Amerika. Di Amerika Anda bisa mengkritik Tuhan, tetapi Anda tidak bisa mengkritik Israel…”  Tzipora Menache, Juru Bicara Wanita Israel
Pengaruh Pengendalian Media oleh Yahudi

Ini adalah merupakan fakta pengontrolan media yang dilakukan oleh Yahudi di Amerika. Bila Anda bersedia untuk menghabiskan waktu beberapa jam di perpustakaan besar, Anda bisa memverifikasi mereka secara akurat. Sedikitnya saya percaya bahwa fakta-fakta ini sangat mengganggu Anda. Haruskah minoritas, siapapun mereka diperbolehkan untuk memegang kekuatan yang luar biasa? Tentu saja tidak,  yang pasti, memungkinkan orang-orang yang dengan kepercayaan seperti diungkapkan dalam Talmud, menentukan apa yang harus kita baca, atau dengan kekuatan yang berada ditangan mereka, kita menyaksikan pengaruh kelompok minoritas kecil ini untuk membentuk pikiran kita sesuai dengan kepentingan mereka berdasarkan ajaran Talmud, kepentingan mereka yang seperti telah kita buktikan secara diametris bertentangan dengan kepentingan rakyat kita.

Dengan mengizinkan orang Yahudi untuk mengontrol berita dan media hiburan, kita melakukan lebih dari sekedar memberi mereka pengaruh yang menentukan sistem politik dan sebenarnya mengendalikan pemerintah kita, juga memberikan kepada mereka untuk mengendalikan pikiran dan jiwa anak-anak kita, yang ahlak dan pemikirannya lebih dominan dibentuk oleh televisi Yahudi dan film Yahudi daripada oleh orang tua mereka, sekolah mereka, atau pengaruh lainnya.

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS Ghafir atau al-Mu’min [40] : 19)
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Ali Imran : 54)
Wallahu’ alam bish shawwab.
Jakarta, 23 Desember 2015
Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »