Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Catatan Perjalanan’ Category

Kami tiba di kota pelabuhan tersebut pada pukul 15.30 waktu setempat. Kamipun langsung  memanfaatkan waktu yang tersisa di hari itu dengan berjalan-jalan melihat pusat kota. Danau dimana kita dapat memberi makan angsa yang bebas berenang di atasnya tampaknya menjadi hiburan tersendiri bagi warga Stavanger. Danau ini terletak diantara pelabuhan yang cukup ramai dan pusat perbelanjaan. Tak kalah menarik adalah deretan restoran dengan arsitektur bangunan kayu yang di cat warna-warni. Restoran ini berdiri berjajar di sepanjang pedestrian berbatu yang mengikuti kontur tanah naik turun.

Kami sempat beberapa kali melihat dan berpapasan dengan Muslimah, berkat jilbabnya, Subhanallah … Sayang kami tidak mempunyai informasi tentang Muslim di kota ini. Namun tanpa sengaja  kami menemukan resto halal siap saji hanya beberapa puluh meter dari hotel tempat kami menginap.

Hanya kami satu-satunya restoran yang seluruh sajiannya halal”, tegas sang pemilik resto yang menyediakan masakan lumayan bervariasi selain kebab.

« Kebab itu kayak masakan Padang kalo di Indonesia kali ya, tapi ini versi internasionalnya », begitu komentar anak-anak setengah bergurau.

Hmm, benar juga ya, kebab memang bisa di jumpai hampir di seluruh pelosok dunia lho, paling tidak di negara-negara yang sudah kami kunjungi. Dan yang lebih melegakan kebab yang kami kunjungi selalu halal, hingga kamipun mengambil kesimpulan kedai kebab sudah pasti halal karena biasanya pemiliknya Muslim Turki, Maroko atau Tunisia. Paling tidak itulah kesimpulan kami saat itu.

Esoknya, sesuai rencana kami menuju pelabuhan untuk memulai cruise kami menyusuri Lysefyord. Fyord sepanjang 42 km ini akan ditempuh selama 3 jam  dengan kapal Rodne Fyord Cruise. Tepat pukul 11 siang kapal berkapasitas 40 – 45  penumpang ini berlabuh meninggalkan pelabuhan. Alhamdulillah udara cerah meski tetap saja di luar lumayan dingin dan berangin.

IMG_7108IMG_2627IMG_2593Kapal berlayar keluar dari pelabuhan awalnya perlahan, melewati kapal-kapal yang di parkir dan bangunan-bangunan yang berdiri di tepi pelabuhan. Setelah melewati jembatan panjang yang menghubungkan daratan satu ke daratan yang lain, kapalpun mulai melaju pesat membelah sungai menuju laut dengan latar belakang Subhanallah, bukan cuma deretan bukit, tapi bukit yang bertumpuk, saling tumpah tindih memamerkan keindahannya. Belum lagi airnya yang begitu bening dan bersih bagaikan kristal, ditambah  pantulan cahaya matahari.

IMG_7029IMG_7045IMG_7069

Pulpit Rock dari bawah

Pulpit Rock dari bawah

Angin kencang yang makinIMG_7095 lama makin dingin segera menerpa wajah-wajah penumpang yang nekad bertahan di dek kapal.  Akhirnya sebagian besar penumpangpun menyerah, dengan terpaksa harus puas menikmati keindahan ciptaan-Nya dari dalam kapal yang dilengkapi heater itu. Namun ternyata kapal lebih sering berjalan perlahan bahkan berhenti sejenak, ketika mendekati obyek menarik. Diantaranya air terjun, tebing-tebing yang cantik, perkampungan penduduk, adanya sekawanan kambing yang sedang menuruni tebing dan lain-lain, termasuk Pulpit Rock atau Preikestolen yang termasyur itu. Kami segera membayangkan bagaimana rasanya berada diatas sana, di tepi tebing yang menjorok ke laut tersebut.

Semoga udara tetap cerah”, itulah harapan kami.

Namun ternyata Sang Khalik berkehendak lain. Sekitar 20 menit menjelang kapal merapat ke pelabuhan hujan rintik-rintik turun bahkan makin lama makin deras. Kami terpaksa berlarian ketika turun dari kapal, menuju restoran siap saji yang ada di sekitar lokasi. Padahal rencananya kami akan take away dan menyantapnya di dalam mobil, sebagai bekal sebelum mendaki tebing.

Sampai kami selesai makan siang, dan melanjutkan perjalanan ke Tau, dengan ferry selama kurang lebih 1 jam, hujan tetap tidak berhenti. Apa boleh buat tampaknya kami harus merubah rencana. Tidak tega sebenarnya melihat wajah anak-anak yang tidak mampu menyembunyikan kekecewaan mereka. Dengan berat hati, akhirnya diputuskan hiking besok pagi saja, sepagi mungkin. Dengan catatan rute perjalanan turistik Stavanger – Bergen sepulang hiking terpaksa dibatalkan.

“Kasian ayah, habis hiking pasti kan cape banget kalo harus nyetir 6 jam-an jalur pegunungan pula. Kita lewat tol aja, ok” bujuk saya.

IMG-20141023-WA003IMG_7136Setelah semua setuju maka mobilpun melancar mantab menuju penginapan di sekitar Tau, sebuah kota kecil tak jauh dari Pilpit Rock. Pemandangan alam yang disuguhkan negri ini memang benar-benar mengagumkan. Pegunungan yang terlihat tumpang tindih bukan sekedar berderet saja, sungai dan danau yang airnya amat jernih menjadi pemandangan utama kami. Tak sampai setengah jam kemudian sampailah kami di “ The Wathne Feriesenter “, penginapan ala bumi perkemahan yang terdiri dari beberapa rumah kayu berwarna merah lengkap dengan terasnya.  Bumi perkemahan ini terletak di ujung danau panjang Tysdalvalnet seluas 3.74 km2, dan di apit jejeran gunung yang sungguh menakjubkan.

Waduuh, kalau di dunia ini ada pemandangan yang begitu menakjubkan, gimana di surga yaa, Subhanallah. Ayo berlomba kita dalam kebaikan supaya bisa lihat keindahan di surga sana ”, setengah bercanda berkata saya kepada suami dan anak-anak.

Lebay deh ibu “, jawab anak-anak sontak. 🙂 …

Sore itu, setelah hujan reda kami mensurvey perjalanan menuju Pulpit Rock yang katanya hanya setengah jam dengan mobil. Dengan petunjuk GPS kamipun menyusuri jalan-jalan kecil, naik turun, sempit dan berkelak-kelok menuju kesana. Sesuai perkiraan memang benar sekitar setengah jam. Namun yang lebih menyenangkan lagi pemandangannya itu lho, benar-benar sulit untuk dilukiskan. Meski ketika pulang kami sempat tersesat karena hari telah gelap. Tak urung waswas juga hati ini berjalan menyusuri tebing-tebing tinggi di pinggir laut dengan pemandangan bayangan gunung-gunung dan bukit gagah namun terkesan angker saking gelapnya.  Alhamdulillah akhirnya sampai juga kami di penginapan, leganya hati ini.

Esok paginya sesuai rencana kami berangkat menuju Pulpit Rock, agak ngaret, karena berfoto-foto dulu di tepi danau. Akibatnya sesampai di Preikestolen Fjellstue, pos terdekat untuk mencapai tujuan, parkiran sudah dipenuhi kendaraan para wisatawan, termasuk bus-bus besar turis dari mancanegara. Pos yang dilengkapi youth hostel ini terletak agak tinggi di pegunungan menghadap danau. Berdasarkan info yang tercantum di papan informasi dibutuhkan waktu kurang lebih 4 jam pulang pergi.

IMG_7151IMG_1182IMG_7168IMG_7186Maka dimulailahIMG_7264 pendakian ini dengan penuh semangat. Meski jujur bagi saya, track sepanjang 3.8 km ini lumayan berat. Track memang sudah disiapkan dengan baik dan relative aman, tetapi tetap saja di beberapa tempat lumayan terjal, cukup membuat nafas saya tersengal-sengal. Maklum selain faktor U alias umur, juga kurang execise … 🙂  Track ini lumayan bervariasi, ada yang relative landai, ada yang terdiri dari tumpukan batu-batu sedang kadang cukup runcing, ada yang besar tapi ada juga yang super besar, yang bahkan untuk melaluinya saja terpaksa setengah merangkak.  Beruntung kedua putra-putri kami cukup kuat dan gesit menolong ibunya yang semangat 45. Pemandangan selama perjalanan tidak perlu diceritakan, silahkan dinikmati saja sendiri.

IMG_7205IMG_2722IMG_7251IMG_7234IMG_2713Kurang lebih 2.5 jam kemudian sampailah kami di puncak tebing Preikestolen atau Pulpit Rock yang selama beberapa bulan ini hanya kami pandang lewat foto. Tebing berbentuk persegi panjang ini memiliki pelataran datar seluas 25×25 meter. Diatas pelataran inilah dengan berbagai pose seolah berani melawan alam, para wisatawan mancanegara itu bergaya di tepi jurang yang tak berpengaman itu.  Batu besar yang menjorok ke selat yang kemarin kami arungi itu, dimana di hadapannnya berdiri kokoh daratan tinggi berkarang besar, mampu memberikan sensasi yang sungguh luar biasa. Subhanallah …

Hebatnya, meski tak berpagar sama sekali, tidak pernah ada laporan korban terjatuh atau kecelakaan lain. Satu-satunya laporan hanyalah pasangan asal Austria yang sengaja datang ke tempat ini untuk bunuh diri bersama, dengan meloncat ke dalam kedalaman jurang sungai yang tak terlihar dasarnya itu.  Naudzubillamin dzalik …

Setelah puas menikmati keindahan kebesaran Allah, kamipun kembali.  Kami menempuh perjalanan pulang tersebut persis sama dengan ketika berangkat, yaitu 2.5 jam. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore, kami belum sempat makan siang, pantas saja kalau perut terasa keroncongan. Ketika itu kami berada di Joperland, sebuah kota kecil tidak jauh dari Pulpit Rock. Kebetulan hari itu hari Minggu jadi kota sepi, tidak ada satupun toko dan restoran yang kami lalui buka. Alhasil begitu melihat ada resto kebab, yang selama ini kami anggap pasti halal, tanpa berpikir panjang kamipun masuk. Tak lama kamipun sudah asik menikmati makan siang kami sambil berceloteh tentang pengalaman kami tadi siang. Hingga ketika kami hampir selesai makan, tiba-tiba anak kami berkata pelan:

“Yah bu lihat…”, bisik anak kami sambil diam-diam menunjuk ke arah dapur resto. Sontak kamipun segera melirik ke arah yang ditunjuknya. Disana, di dinding dapur restoran cepat saji tersebut, terlihat sebuah salib tergantung.

“Astaghfirullahaldzim … “, seru kami nyaris bersamaan.

Koq aneh ya, tadi Dilla kan udah tanya halal g nih …  Jawabnya halal”, keluh putri kami kecewa.

Ntahlah, Allah Maha tahu, pasti Ia mengetahui bahwa kami sama sekali tidak bermaksud mengkonsumsi apa yang diharamkannya. Yah, setidaknya bukan babi ajalah, celetuk anak-anak lagi mencoba menenangkan diri.

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Baqarah(2):173).

Akhirnya kamipun mengakhiri perjalanan di salah satu Negara Skandivania itu dengan menempuh perjalanan ke Bergen. Bergen adalah kota ke 2 terbesar di Norwegia setelah Oslo, ibu kota Norwegia. Kota yang terletak di utara Stavanger ini sebenarnya hanya berjarak 210 km dari Stavanger namun harus ditempuh dalam waktu 5 jam-an. Ini disebabkan kecepatan kendaraan maksimal yang dizinkan pemerintah setempat, yaitu hanya 80 km/jam, termasuk di jalur tol.

Tak dapat dipungkiri, pemandangan sepanjang perjalanan tersebut sungguh indah dipandang mata.  Jalur dibuat sedemikan rupa memotong laut, selat, danau, sungai dan pegunungan, kadang menyeberang dengan ferry sering kali menerobos terowongan yang sangat panjang. Terakhir, sebelum masuk Bergen, mobil naik ferry, dan selama 1 jam kami berada diatasnya. Di ferry ini kita dapat turun dari kendaraan dan naik ke lobby ferry yang mempunyai fasilitas lengkap, seperti restoran, wc dll.

Akhir kata, ya Allah jadikan segala kesempatan yang Engkau berikan kepada kami sekeluarga untuk menikmati keindahan-Mu sebagai bekal untuk lebih mendekatkan lagi kepada-Mu.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali Imran(5):190-191).

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 10 November 2014.

Vien AM.

Read Full Post »

Fyord, dari bahasa Norwegia fjord, adalah bagian panjang dan sempit dari laut yang berada di antara tebing, bukit terjal atau gunung, hingga membentuk semacam teluk sempit memanjang. Fyord terbentuk ketika bongkahan es raksasa di puncak gunung ( gletser) memotong lembah berbentuk  U karena terjadinya pengikisan alam baik abrasi maupun erosi terhadap batuan dasar di sekitarnya. Proses ini terjadi secara perlahan selama jutaan tahun hingga akhirnya terbentuklah aliran sungai di sela-sela bukit, tebing, gunung sebagai dampak mencairnya gletser yang jatuh dan meleleh di lembah sempit tersebut dan juga area sekitarnya. Itu sebabnya air fyord sangat bersih dan jernih.

Itu pula sebabnya fyord bisa sangat dalam dan sangat panjang, dengan kedalaman bisa mencapai 1.300 m di bawah permukaan laut. Contohnya adalah fyord Sognefjord di Norwegia yang mempunyai panjang 205 kilometer dan kedalaman 1308 meter (4291 kaki ) di bawah permukaan laut, serta memiliki lebar sekitar 2.8 mil.

Fyord memiliki nilai ekonomis sangat tinggi karena selain merupakan daya tarik wisata yang sangat mengagumkan, fyord yang kaya akan sedimen ini menarik untuk diteliti demi mengungkap keberadaan minyak bumi ataupun jenis mineral-mineral bumi lainnya. Ini masih ditambah lagi dengan adanya terumbu karang dan berbagai jenis ikan, diantaranya ikan salmon yang terkenal mahal itu.

Geirangerfjord Norway

Geirangerfjord Norway

Hardangerfjor Norway

Hardangerfjor Norway

Milford Sound1 New Zealand

Milford Sound1 New Zealand

Fyord banyak ditemukan di negara-negara  Skandinavia, Islandia, Greenland dan New Zealand.  Menurut catatan resmi, fjord terpanjang di dunia adalah Scoresby Sund di Greenland (350 km), disusul Greely/Tanquary Fiord di Canada (230 km) dan Sognefjord di Norwegia  (203 km). Sedangkan fyord terdalam di dunia adalah Skelton Inlet di Antartika (-1, 933 m ), kemudian Sognefjord di Norwegia ( -1,308 m ) dan Messier Channel di Cili (-1,288 m). Ukuran minus di dalam kurung menunjukkan ukuran di bawah permukaan laut.

“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan”.(QS. An-Nuur(24):43).

Subhanallah, sungguh luar biasa cantiknya fyord buatan-Mu Ya Allah. Kecantikan alam ciptaan-Nya inilah yang membuat kami memutuskan untuk mengunjungi Norwegia. Kebetulan kami memang telah berniat menghadiri wisuda S2 putra kami ke 2 di Leiden, Belanda.  Dan setelah searching internet kesana kemari, Pulpit Rock atau Preikestolen, tebing terjal di Norwegia dengan pemandangan spektakuler fyord bernama Lyse atau Lysefyord di bawahnya, menjadi pilihan tujuan utama kami.

Wah lumayan nih bisa sekalian jadi ladang dakwah ibu, kayaknya Muslim belum terlalu dikenal disana deh”, itu mimpi saya. Dengan modal minimal jilbab saja sebenarnya tidak sulit bagi Muslimah untuk berdakwah. Paling tidak untuk sekedar menunjukkan bahwa Islam itu exist, dan lebih penting lagi bahwa Islam bukan cuma milik dunia Arab seperti bayangan kebanyakan orang Barat.

“ Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (QS. Al-Ahzab(59):33).

Rencananya waktu 3 hari yang sebenarnya terlalu singkat itu akan kami gunakan untuk hiking ke tebing berketinggian 600 meter tersebut, menyusuri Lysefyord dengan kapal dan terakhir menyisir rute turistik 6 jam Stavanger – Bergen dengan mobil sewaan. Tiket kapal telah kami beli jauh-jauh hari melalui internet karena lebih murah dibanding membeli langsung di lokasi.

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya …”. (QS. Al-Mulk (67):15).

Maka pada tanggal 15 September 2014 lalu saya, suami dan putri bungsu kami, jadilah terbang meninggalkan tanah air menuju daratan Eropa. Kami menumpang Qatar Airways yang transit 4 jam di Doha. Total perjalanan kurang lebih 18 jam. Kami mendarat di bandara Charles de Gaule Paris sekitar pukul 7 pagi waktu setempat.

Dari ibu kota Perancis ini kami langsung melanjutkan perjalanan ke Denhag Belanda dengan mengendarai mobil sewaan yang telah di booking suami dari tanah air.  Perjalanan dengan jarak tempuh 472 km ini ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 jam. Syukur Alhamdulillah Allah swt memberi kekuatan dan kemampuan suami tercinta menyetir setelah penerbangan panjang malam sebelumnya. Trima-kasih ayaaah …

Dua malam kami menginap di Denhag yang jaraknya hanya 22 km dari Leiden dimana wisuda bakal dilaksanakan. Acara wisuda di universitas tertua di Belanda ini ternyata amat sangat sederhana, tidak ada toga dan atribut lain seperti di negri kita. Di Indonesia, bahkan wisuda TK pun memakai toga … 🙂

Wisuda diselenggarakan 2x dalam setahun. Namun penyelenggaraannya bukan di hall atau ruang besar seperti umumnya wisuda di Indonesia, melainkan di beberapa ruangan kelas.  Wisudawan dipanggil satu persatu untuk masuk ke dalam ruangan sesuai jadwal yang telah diberikan sebelumnya. Ia berhak mengundang maksimal 15 orang sahabat dan handai taulan untuk duduk di deretan kursi di belakangnya. Sementara duduk di seberang wisudawan, dosen pembimbing dan rektor fakultas.

Disanalah keduanya, selama 10 menit memberikan speech : penilaian, kesan, nasehat serta saran kepada si wisudawan. Keduanya berbicara dengan suara cukup kencang hingga semua yang hadir bisa ikut mendengarkan. Suasananya demikian hidup, akrab dan santai. Setelah itu disertai jabat tangan, ijazahpun diserahkan. Bravo Bimo, semoga ilmunya bermanfaat dunia akhirat, bagi diri, keluarga dan lingkungan, aamiin YRA.

Esoknya, kami menyempatkan mengunjungi Delft dan Roterdam yang jaraknya hanya beberapa puluh km dari Denhag. Jarak antar kota di Belanda memang sangat berdekatan, maklum negara ini luasnya hanya sekitar 41 ribu km2. Bandingkan dengan Indonesia yang luasnya 1.990.250 km2.

Belanda,  Netherlands dalam bahasa Inggris, Nederland dalam bahasa Belanda,  artinya adalah  tanah yang rendah. Ini dikarenakan seperempat tanah negara ini memang berada di bawah permukaan laut. Rata-rata kota di negara ini berada di 1 m dibawah permukaan laut, bahkan ada yang 7 m. Tentu saja hal ini sangat berbahaya. Itu sebabnya bendungan menjadi semacam keharusan. Berkat dinding-dinding bendungan inilah Belanda  aman dari ancaman air laut yang sewaktu-waktu bisa mendatangkan bencana.

Disamping itu untuk menambah luas tanah negaranya, pemerintah berikhtiar maksimal dengan mereklamasi laut serta mengembangkan sistim tata air yaitu dengan kanal dan kincir angin yang kemudian menjadi ciri khas negara ini. Alhasil, hampir setengah dari penduduk Belanda sekarang ini hidup di darat yang telah direklamasi.

“God created the world, but the Dutch created Holland” ujar Rene Descartes, seorang filsuf Perancis kenamaan mencoba menggambarkan bagaimana orang Belanda mengeringkan daratan yang digenangi air agar dapat menjadi permukiman yang layak didiami.

Leiden

Leiden

Delf

Delf

di depan Leiden Univ, Leiden

di depan Leiden Univ, Leiden

Setelah puas berkeliling menikmati indahnya kanal-kanal kotaIMG_6566, siangnya kami melanjutkan perjalanan ke Paris. Perjalanan bertambah seru karena putra kami yang baru saja diwisuda ikut bergabung.  Di Paris kami hanya satu malam, dan rencananya kami akan menutup perjalanan kali ini dengan kembali ke Paris untuk 2 malam yaitu sekembalinya dari Norwegia nanti. Sebagai catatan, kami menggunakan penerbangan Jakarta – Paris – Jakarta atas permintaan si bontot yang ingin bernostalgia, mengingat hari-harinya di kota ini.

Sedangkan kota tujuan utama kami di Norwegia adalah Stavanger. Stavanger adalah kota ke 3 terbesar dan ke 4 terpadat penduduk di Norwegia.  Kota ini mempunyai luas 71 km2 dan sekitar 125 ribu penduduk ( 2010) bandingkan dengan Jakarta yang berluas sekitar 662 km2 dan 10 juta penduduk ( 2011).

Kota ini terletak di Norwegia bagian barat daya, tak jauh dari Laut Utara yang kaya minyak itu. Bagi sebagian besar orang Indonesia mungkin nama ini terdengar asing. Namun tidak bagi kami, terutama suami yang bekerja di perusahaan minyak. Karena Stavanger adalah kota minyak. Oil Capital of Norway adalah julukannya, disebabkan banyaknya perusahaan minyak dunia berkantor di kota ini, termasuk perusahaan dimana suami bekerja.

IMG_6880IMG_6960IMG_6883Namun yang diluar dugaan suami ternyata Stavanger tidak se’angker’yang dibayangkannya. Selama ini bila ada sejawat yang ditempatkan di Stavanger, yang terbayang adalah kota antah berantah di ujung dunia yang sepiii, dingiiin dan jauh dari keramaian. Nyatanya Stavanger cukup ramai, kotanya juga menarik dan unik, terutama bentuk rumahnya yang terbuat dari kayu.

Tetapi yang paling menakjubkan, kontur alamnya itu lho, Subhanallah … Dimana-mana terlihat bukit yang menyembul di tengah atau di balik laut dan danau … Dan yang lebih menguntungkan lagi, udara yang cukup ideal, yaitu sekitar 20 derajat, padahal ini sudah masuk musim gugur, biasanya bulan September maksimal hanya  15 derajat. Alhamdulillah,  terima-kasih ya Allah …

Meski belakangan saya baru tahu ternyata Norwegia memiliki iklim yang lebih besahabat dibandingkan dengan Negara lain dengan posisi ketinggian yang sama yaitu Alaska, Greenland dan Siberia.

( Bersambung).

Read Full Post »

Yang juga unik, di pelataran parkir Tanah Lot yang disesaki kios berbagai souvenir khas Bali, terdapat sejumlah kios yang telah disulap menjadi musholla! Kelihatannya ini adalah wakaf pemilik kios. Ya Allah semoga Engkau membalas mereka dengan yang lebih baik lagi, aamiin …

Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang membangun masjid, maka Allah akan bangunkan baginya semisalnya di surga.” (HR. Bukhari, dan HR. Muslim).

Demikianlah akhirnya kami mengakhiri liburan ini, dengan pertanyaan menggelantung berapa persenkah kira-kira Muslim di pulau ini. Dan ternyata tidak perlu menunggu terlalu lama saya mendapatkan jawaban. Karena suatu hari tak lama setelah itu, secara bercanda uztad di suatu pengajian, mengajak jamaahnya tamasya ke Bali, untuk menengok kampung Muslim di Nusa Penida, Bali !

Tak ayal lagi, sepulang pengajian itu saya langsung browsing mencari keberadaan kampung tersebut. Ternyata benar, di Nusa Penida, pulau kecil di sebelah tenggara Bali yang merupakan bagian dari kabupaten Klungkung itu, terdapat perkampungan Muslim.

Dan ternyata perkampungan Muslim tidak hanya terdapat di Nusa Penida, namun juga di kabupaten Klungkung yang terletak di daratan Bali. Kabupaten Klungkung terbagi atas 1/3 bagian di daratan Bali dimana Semarapura ibukota Klungkung berada, dan 2/3 bagian di Nusa Penida..

Ada beberapa komunitas Muslim kuno di Klungkung daratan, diantaranya yaitu kampung Gelgel, kampung Lebah, kampung Jawa dan kampung Kusamba. Di kampung Kusamba yang mayoritas Muslimnya keturunan Banjar ini terdapat berbagai peninggalan Muslim kuno, diantaranya adalah makam seorang tokoh desa dan Al-Quran yang diperkirakan usianya telah mencapai 400 tahun. Al-Quran ini merupakan tulisan tangan ulama besar asal Bugis.

Sementara di kampung Gelgel berdiri sebuah masjid tertua di Bali, masjid Al-Huda namanya. Masjid ini konon dibangun pada abad 13, namun sumber lain mengatakan pada abad 14 atau 15. Sejarah masuknya Islam ke pulau seribu pura ini memang sudah lama sekali yaitu sejak berkuasanya kerajaan Bali kuno, Gelgel. Kerajaan Gelgel adalah cikal bakal kerajaan Klungkung.

Islam masuk ke kerajan ini berkat hubungan dekatnya dengan  kerajaan Majapahit yang ketika itu telah memeluk Islam, Ini terjadi di akhir masa jatuhnya Majapahit Hindu Budha, dengan datangnya laksamana Cheng Ho, seorang jenderal muslim China dari dinasti Ming.

Menurut buku sejarah “Masuknya Islam di Bali”  Islam datang dari Majapahit ke pulau Bali melalui  kabupaten Klungkung pada tahun 1460 M. Ini terjadi pada masa kerajaan Gelgel, tepatnya pada masa Raja Watu Renggong, yang ketika itu karena simpatinya mengizinkan rombongan tamunya yang berjumlah 40 orang itu, bermukim di daerah Gelgel. Muslim Majapahit Inilah cikal bakal umat Islam yang ada saat ini, khususnya yang berada di Desa Kampung Gelgel, Kampung Lebah dan sebagian kampung Kusamba serta desa Kampung Toyapakeh di Nusa Penida.

Jumlah umat Islam di Klungkung saat ini diperkirakan sekitar 5 % dari penduduk Klungkung. Mereka bisa bertahan selama berabad-abad lamanya karena bisa  menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang mayoritas Hindu dengan baik. Saudara-saudari kita seiman tersebut kabarnya menggunakan nama-nama khas Bali seperti Wayan, Nyoman, Nengah, Ketut dll. Penampilan merekapun tidak ada bedanya dengan penduduk asli Bali. Intinya, mereka hidup rukun, saling menghormati dan menjaga kepercayaan masing-masing.

Sedangkan umat Islam yang saat ini tersebar di beberapa wilayah Bali masuk dari berbagai periode, cara dan dari pelbagai daerah di tanah air ini. Ada yang berasal dari zaman kerajaan Sasak dan Bugis yang dibawa para raja Buleleng, ada yang dari pulau Madura, bahkan ada pula komunitas Muslim Sumatera Utara.

Masjid di Bedugul

Masjid di Bedugul

Masjid Polda Denpasar

Masjid Polda Denpasar

Masjid di Denpasar

Masjid di Denpasar

Jumlah umat Islam di Bali saat ini mencapai 9 % dari total penduduk Bali. Sebagian besar memilih tinggal di Denpasar dan Badung karena tempat ini memang daerah wisata yang tentunya relative lebih terbuka daripada wilayah lain yang masih sangat kental kehidupan adat dan keberagamaannya.

Muncul sebuah pertanyaan besar, mengusik hati ini, mengapa Islam tidak juga berhasil menyentuh apalagi menembus hati sanubari masyarakat asli Bali, meski Islam telah masuk ratusan tahun yang lalu ?? Pertanyaan sekaligus harapan saya yang lain, semoga toleransi yang berhasil dibangun sedemikian rupa tidak sampai melampau batas akidah.

Tentu bukan lagi rahasia bahwa sebagian masyarakat Muslim di tanah Jawa ada yang masih mencampurak-adukkan akidah islam dan Hindu. Perayaan 1 Suro misalnya, perayaan dimana Kyai Slamet dikirab. Pada hari itu ‘sang kyai’ yang tak lain adalah seekor sapi/kerbau/lembu berwarna putih diarak, dielu-elukan dan dihormati karena dianggap memilki kekuatan dalam memberikan rezeki. Yang bahkan kotorannyapun dijadikan rebutan karena dianggap suatu keberkahan. Jelas, ini adalah sebuah upacara tradisi yang mengandung kesyirikan, dosa terbesar dalam ajaran Islam.

Sapi/lembu, terutama yang berwarna putih, dalam ajaran Hindu memang sangat dimuliakan. Kedudukannya seperti ibu sendiri. Karenanya umat Hindu dilarang mengkonsumsi daging hewan suci ini. Selain itu, sapi juga dihormati karena ia adalah kendaraan dewa Syiwa, salah satu dewa HIndu yang tiga, yaitu dewa Brahma dan dewa Wisnu. Tak heran jika belakangan ini seorang pemuka Bali meminta umat islam di pulau tersebut untuk mengganti kurban sapi dengan hewan lain pada saat hari raya kurban.

http://narayanasmrti.com/hindu-menjawab/kenapa-orang-hindu-menghormati-sapi/

Mungkin inilah yang menjadi kendala utama mengapa ajaran Islam sulit ditrima umat Hindu. Namun yang menjadi menarik untuk dperhatikan, 1 Suro dalam kalender Jawa sebenarnya berasal dari tahun baru Hijriyah milik umat Islam. Nama Suro diambil dari kata Asyura, hari besar Islam yang jatuh pada tanggal 10 Muharam. Pada hari itu umat Islam disunahkan untuk berpuasa.

Bahwa Nabi shalallahu’alaihi wa sallam ketika tiba di Madinah, beliau mendapat Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura. Maka beliau bertanya (kepada mereka) : “Hari apakah ini yang kalian bershaum padanya?” Maka mereka menjawab : “Ini merupakan hari yang agung, yaitu pada hari tersebut Allah menyelamatkan Musa beserta kaumnya dan menenggelamkan Fir’aun bersama kaumnya. Maka Musa bershaum pada hari tersebut dalam rangka bersyukur (kepada Allah). Maka kami pun bershaum pada hari tersebut” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Maka Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bershaum pada hari tersebut dan memerintahkan (para shahabat) untuk bershaum pada hari tersebut. (HR. Al-Bukhari dan HR. Muslim )..

Harus diakui, Islam dan Yahudi memang memiliki ikatan yang sangat kuat. Ini disebabkan nabi Musa as dan nabi Muhammad saw dan juga seluruh nabi dan rasul itu adalah utusan Allah swt, Tuhan Yang Satu. Tuhan yang tak dapat dilihat oleh mata manusia, karena zatnya memang berbeda, bukan dari cahaya seperti malaikat, atau api seperti jin apalagi tanah seperti manusia.

Itu sebabnya banyak orang menyebut kedua agama ini, tiga, dengan Nasrani, sebagai agama Monotheisme. Meski pada perjalanannya Yahudi mengklaim bahwa Tuhan memiliki anak yaitu Uzair, dan Nasrani, Yesus atau nabi Isa as.

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At-Taubah(9):30).

Ironis, Syiah Rofidhoh, salah satu sekte dalam Islam mengklaim bahwa Ali bin Abu Thalib, keponakan sekaligus menantu Rasulullah saw, adalah Tuhan !  Ini yang menyebabkan MUI mengeluarkan fatwa bahwa Syiah yang seperti itu adalah aliran sesat, bahkan sebagian menyatakan bukan Islam.

Bagaimana dengan agama Hindu ? Adakah keterikatan ajaran Polytheisme ini dengan Islam atau Yahudi? Mungkin sapi/ lembu bisa menjadi bahan pemikiran. Ini atas dasar kisah umat Yahudi yang suatu ketika pernah diperintahkan untuk menyembelih sapi sebagai kurban.

« Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina. … … “.(QS. Al-Baqarah(2) :67).

Namun mereka terus saja mencoba membantah perintah tersebut, hingga membuat mereka sendiri susah. Selanjutnya juga kisah Samiri yang mencoba menyesatkan mereka dengan sesembahan sapi, ketika Musa sedang menanti perintah Tuhannya. Kisah ini berakhir dengan diusirnya Samiri.

“ kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”. (QS.Thoha(20:88).

“Berkata Musa: “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: “Janganlah menyentuh (aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).. Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu”.   (QS.Thoha(20:97-98).

Adakah ajaran Samiri yang mengagungkan sapi/lembu ada kaitannya dengan ajaran Hindu yang ada saat ini? Wallahu’alam .. Yang pasti, 15 abad lampau, ketika Rasulullah diperintahkan Tuhannya agar memperkenalkan Islam kepada penduduk Mekah, mereka menolak dengan alasan mereka telah memiliki sesembahan sendiri. Yaitu Latta, Uzza dan Manat. Mereka mengatakan itu adalah ajaran warisan nenek moyang yang usianya telah sangat tua dan harus dipertahankan. Hingga turunlah firman Allah :

“ Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS. Al-Maidah(5):104).

“Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.(QS. Az- Zumar(39):29).

Ayat diatas adalah perumpamaan dan penggambaran antara Polytheisme dan  Monotheisme.  Polytheisme diumpamakan sebagai seorang budak yang dimiliki lebih dari 1 orang yang senantiasa berselisih. Sedangkan Monotheisme diumpamakan sebagai seorang budak yang dimiliki 1 orang merdeka. Ini untuk menunjukkan betapa sulitnya si budak memenuhi perintah sang pemilik yang banyak, karena setiap pemilik memberi perintah yang berlawanan.

Selain itu, penduduk Mekah juga khawatir bila mereka memeuk Islam dan meninggalkan tuhan-tuhan mereka, rezeki mereka akan jauh. Padahal selama ini mereka merasa hidup berkecukupan. Mekah sejak zaman jahiliyah memang telah cukup tenar dan mendatangkan kemakmuran bagi penduduknya. Ini berkat ritual haji, ritual peninggalan nabi Ibrahim as ribuan tahun lalu, yang sayangnya telah diselewengkan.

Namun dapat kita saksikan hari ini, Mekah telah menjadi makmur ratusan kali lipat dibanding zaman Rasulullah dulu. Setiap hari jutaan jamaah dari seluruh penjuru dunia datang untuk memenuhi panggilan-Nya. Ini berkat ridho dan izin Allah swt karena penduduk Mekah mau ‘kembali’ ke fitrah, Islam, yaitu menyembah hanya kepada Allah, tuhannya semua manusia, mulai nabi Adam as sebagai manusia pertama sampai manusia terakhir nanti. Hingga ritual haji yang tadinya sarat kesyirikan itupun akhirnya kembali ke aslinya, sebagaimana mustinya.

“Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah akan membuat kamu sekalian berkecukupan dengan karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-Taubah [9):28).

Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi),  ... … “.(QS.Al-Hajj(22):66).

Demikianlah, semoga saudara-saudari kita Muslim di Bali mampu meneladani Rasulullah, tidak hanya menjadi Muslim yang baik, namun juga mau dan mampu berdakwah memperkenalkan Islam kepada saudara-saudari kita di pulau dewata. Selalu terngiang di telinga ini “Mengapa selama bertahun-tahun saya tinggal di Jawa tak seorangpun mengajak saya kepada Islam”, keluh seorang mualaf negri kanguru yang menemukan hidayah justru setelah kembali ketanah airnya.

Saya yakin, kebanyakan orang Bali masih bersih hatinya, tidak seperti rata-rata penduduk kota besar didunia ini,  yang suka buruk sangka dan malas menolong. Selama 3 hari kami di pulau tersebut, beberapa kali kami terpaksa berhenti dan bertanya kepada penduduk setempat karena kami kesasar, maklum petunjuk arah di Bali sangat minim. Kami sempat berpikir, “Kasian banget nih, turis-turis bule kalo kesasar gimana yaa … 😦  “.

Namun orang Bali memang hebat, dengan sabar mereka mau menolong kami. Tak terkecuali, seorang berperawakan preman, badan besar bertato, kuping ditindik dan bersepatu lars. Ketika itu ia sedang di bengkelnya, sibuk memperbaiki motor. Terus terang kami kaget melihat penampilannya begitu ia menengok dan membalikan badan karena kami memanggilnya untuk menanyakan arah menuju bandara Ngurah Rai, Denpasar. Namun kami kembali tercengang atas reaksinya yang begitu bersemangat memberikan  jawaban dengan dialek khas Balinya, tanpa sedikitpun merasa terganggu.

Sebenarnya bukan hal yang mengherankan, bukankah mayoritas penduduk pulau seribu pura ini taat beragama.  Ya, begitulah ciri orang beragama, yakin bahwa segala perbuatannya di dunia akan dibalas di hari akhirat nanti. Yang dengan demikian hidayah akan mudah masuk, insya Allah …

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS. Al-Ahzab(33):35).

Jakarta, 14 November 2013.

Wallahu’alam bish shawwab.

Vien AM.

Nara sumber :

http://dhurorudin.wordpress.com/2012/01/19/berkunjung-ke-kampung-muslim-kusamba-bali-tulisan-2-2/

http://forum.kompas.com/travel/287615-mengunjungi-dua-kampung-islam-di-bali.html

http://ahmadyaniblog.wordpress.com/monografi/

http://wargamuslimsahatabali.blogspot.com/2011/10/masuknya-islam-ke-pulau-bali-sejarah.html

http://sejarah.kompasiana.com/2013/03/02/islamisasi-di-bali-533474.html

Read Full Post »

Siapa tak kenal Bali, pulau paling terkenal di Indonesia, yang saking terkenalnya, kerap kali orang Barat tidak mengetahui bahwa pulau tersebut adalah bagian dari Negara Indonesia ..  😦  … Pulau berjulukan pulau Dewata ini mampu menyedot 6 hingga 8 ribu turis mancanegara setiap harinya, Ini menjadikan Bali sebagai pusat wisata  penyumbang devisa terbesar se-Indonesia.

Tak dapat dipungkiri Bali memang memilki daya tarik yang tak ada bandingnya. Bukan hanya alamnya yang begitu mempesona namun juga suasananya yang sarat romantisme dan eksotisme. Ini masih ditambah lagi dengan kultur dan budaya religiusnya yang begitu mistis, yang tampaknya menjadi daya tarik istimewa wisatawan Barat yang atheis. Tak heran bila sejumlah produser film Barat mengabadikannya dalam karya mereka. Tak tanggung-tanggung bahkan bintang-bintang kenamaan Holywood seperti mantan pasangan Tom Cruise dan Kattie Holmes, Bradd Pit dan Angelina Jolie  serta Julia Robert dll dikabarkan pernah mengunjungi pulau ini.

IMG_1479IMG_5607Alhamdulillah, untuk ke sekian kalinya kami kembali mendapat kesempatan untuk mengunjungi pulau ini. Obyek-obyek wisata ‘standard’ seperti pantai Kuta, pantai Jimbaran, Tanah Lot, Bedugul dan Kintamani adalah tempat-tempat yang kami kunjungi selama 2 hari 2 malam kami berada di pulau tersebut. Waktu yang terasa amat singkat bila kita ingin menikmati Bali dan menggali keindahannya lebih jauh lagi.

Bahkan bagi mereka yang hanya ingin menikmati pantai-pantai di Balipun, 2 hari tidaklah cukup.  Karena selain Kuta yang terkenal paling ‘crowded’, Bali juga memiliki Legian dan Seminyak yang berada di garis pantai yang sama dengan Kuta. Kemudian ada lagi pantai Sanur dan Nusa Dua yang lebih tenang, jauh dari kebisingan kota. Ditambah lagi Uluwatu bagi para pecinta surfing. Dan masih banyak lagi pantai di bagian Bali lainnya yang kabarnya juga cukup menarik.

Jujur, sebenarnya saya jauh lebih suka menikmati pemandangan pegunungan daripada pantai. Namun malam itu, putri kami satu-satunya yang memang sangat menyukai pantai memaksa saya untuk menanggalkan alas kaki dan menikmati kelembutan pasir. Ketika itu kami sedang berada di salah satu resto di Jimbaran, dimana berjajar resto di atas pasir pantai, menikmati lezatnya masakan khas Bali dan tariannya yang mistis itu.

Dan tenyata Subhanallah, di bawah gemerlapnya bintang-bintang nun jauh disana, telinga yang menikmati suara deburan ombak, serta mata yang menyaksikan ombak yang saling berkejaran, kaki sayapun dapat merasakan lembutnya pasir putih ciptaan-Nya.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”.(QS.Ali Imran(3):190-191).

Selain pantai yang indah, Bali juga mempunyai danau yang terletak di dataran tinggi. Pemandangan menakjubkan tersebut dapat dinikmati dari Kintamani, kota berudara sejuk yang terletak di bagian utara pulau.

Kali ini kami mencoba jalur alternative, yaitu melalui Tegalalang. Pada peta panduan wisata yang saya beli beberapa bulan lalu, ada beberapa titik yang diberi bintang, artinya di tempat tersebut ada obyek wisata yang cukup menarik. Ternyata itu adalah Ubud, yang memang belum pernah kami kunjungi, dan « paddy terrace ».

IMG_5508Paddy teracce adalah lahan persawahan bertingkat-tingat, yang  menggunakan  sistim Subak, sebuah pengairan tradisional khas Bali yang telah diakui dan mendapat penghargaan international. Tampaknya orang Bali tahu betul bagaimana memanfaatkan kekayaan dan kecantikan alam mereka. Buktinya, untuk melewati jalan umum dengan area persawahan cantik sepanjang beberapa ratus meter disisi jalannya saja kita dikenai pajak. Meski sebenarmya pemandangan seperti ini tidak hanya terdapat di tempat ini.

Namun memang banyak kelebihannya melewati jalur ini. Sepanjang jalan Celuk mendekati Ubud hingga paddy terrace, berjajar  workshop benda-benda seni khas Bali dari perak dan emas. Juga toko-toko  dan pasar yang menjual berbagai souvenir khas Bali, mulai gantungan kunci sederhana, bolpen, kipas, pakaian hingga patung-patung batu berbagai model dan ukuran. Yang tak kalah menarik, saya sempat melihat mukena Bali yang sedang trend di Jakarta di gantung-gantung di pasar.  Mukena ini tebuat dari kain katun yang adem dengan corak bunga warna warni nan cerah.

Juga surprise buat kami, mendapati sejumlah resoran dengan label HALAL dengan huruf-huruf lumayan mencolok. Cukup membuat hati lega, setelah sepanjang perjalanan 79 km tersebut, mata terus disuguhi tulisan “ Babi Guling” di warung dan resto-resto yang ada di sepanjang jalan. Spontan muncul pertanyaan dihati, berapa persen sebenarnya Muslim di pulau yang mayoritas beragama Hindu ini. Tampaknya ada peningkatan signifikan pada 10 tahun terakhir ini. Karena ketika itu rasanya kami tidak menemukan hal tersebut.

Demikian pula ketika kami tiba di Kintamani. Kami sempat ragu menentukan resto halal  mana yang akan kami jajal. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke salah satu resto dimana terpampang tulisan besar ‘HALAL”dan “ADA MUSHOLA”. Restoran prasmanan ini terletak di pinggir jalan menghadap ke danau Batur yang terletak di gunung dengan nama yang sama. Sebuah pemandangan yang sungguh menakjubkan, Subhanallah …

Sayangnya, kenikmatan tersebut terganggu oleh banyaknya lalat yang mengerubuti meja panjang yang dipasang di bibir tebing tersebut … 😦 …

IMG_5550IMG_5542Setelah puas menikmati indahnya panorama, makan siang yang sebenarnya lumayan enak tapi gara-gara lalat jadi menjijikan, plus shalat zuhur dan asar yang dijama’ di mushola yang bersih, kamipun segera meninggalkan area. Kami meluncur menuju Ubud yang tadi hanya kami lewati karena khawatir terlalu sore tiba di Kintamani.

Menjelang magrib kami tiba di Ubud. Ubud adalah sebuah kota kecil dengan jalan-jalan sempit yang disesaki resto dan toko-toko souvenir serta barang seni khas Bali. Juga workshop untuk belajar menari, melukis dll kegiatan seni Bali. Banyak wisatawan asing yang menyukai kota ini.  Kami berada di kota ini selama kurang lebih 1 jam, dan kemudian kembali ke Kuta, ke hotel dimana kami menginap, untuk beristirahat sejenak.

Malamnya kami keluar lagi dengan berjalan kaki untuk mencari makan malam. Lagi-lagi kami kembali dibuat terpana dengan adanya sebuah area dimana berjajar sejumlah restoran dengan label HALAL mencolok. Area ini berada di pinggir jalan raya di depan pantai Kuta yang crowded, dimana puluhan restoran berjajar, berlomba menarik perhatian pengunjung dengan gegap gempitanya music live yang disajikan khusus bagi para pengunjung.

Setelah puas menyantap hidangan makan malam, kami melewati tengah malam dengan menikmati suara deburan ombak yang saling berkejaran, sambil menatap langit luas tak beratap yang berlampu bintang-bintang itu. Ini masih ditambah lagi dengan nikmat lembutnya pasir ciptaan-Nya. Allahuakbar …

“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya)”, (QS. An-nahl(160:12).

“Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS.Ar-Rahman(55):13).

IMG_5568IMG_5621Kesokan harinya giliran danau Bedugul dan tanah Lot yang kami sambangi. Di kedua obyek wisata ini berdiri pura, rumah ibadah umat Hindu. Mayoritas masyarakat Bali tampaknya memang sangat religius. Berkali-kali, sejak kedatangan kami di hari pertama, kami menyaksikan masyarakat berbondong-bondong menuju pura yang jumlahnya tak terhitung itu, untuk menghadiri upacara adat dan keagamaan. Fenomena ini terlihat baik di kota besar seperti Denpasar maupun kota-kota kecil yang kami lewati.

2004-11 Bali-14Di semua tempat umum tanpa kecuali, mulai dari toko, restoran hingga hotel bintang 5 sekalipun, sesajen yang berupa bunga-bungaan selalu terlihat disajikan, baik di dalamnya maupun di depan jalan masuknya. Bahkan di perempatan-perempatan jalan dan pohon-pohon besar yang sengaja diberi sarung kotak-kotak hitam putih khas Bali, hampir selalu ditemukan sesajen tersebut. Beberapa kali saya memergoki gadis-gadis muda berkebaya Bali dengan tali kuningnya di pinggang, meletakkan piring berisi bunga dan lidi yang ujungnya dibakar di kasir-kasir toko oleh-oleh yang kami kunjungi.  Mereka meletakannya setelah membacakan doa sejenak.

Masyarakat Bali sebagai mayoritas pemeluk Hindu memang memiliki banyak sekali upacara adat dan keagamaan. Ngaben, Ngerebong, Mekotek, Mejaga-jaga dan Mesuryak adalah diantaranya. Dan sebagian besar upacara tersebut diselenggarakan di pura. Tak heran bila Bali mempunyai julukan pulau Seribu Pura.

(Lihat:http://www.indonesia.travel/id/destination/277/ubud/article/50/upacara-pembakaran-jenazah-paling-megah-di-bali

http://www.indonesia.travel/id/destination/277/ubud/article/50/upacara-pembakaran-jenazah-paling-megah-di-bali ).

2004-11 Bali-17Di Bedugul pada tahun 2004, beruntung kami bisa menyaksikan upacara seseorang yang baru saja meninggal dunia. Meski itu bukan upacara yang spektakuler seperti Ngaben, yaitu pembakaran jasad. Setelah ritual tertentu, tampaknya pembacaan doa, dengan sebuah perahu, debu hasil pembakaran jasad dibawa ke tengah danau. Disana debu tersebut dituangkan kedalam danau, diserahkan kepada perlindungan dewa laut.

Upacara-upacara semacam ini selalu menarik perhatian banyak wisatawan asing maupun wisatawan lokal, Tampaknya inilah kelebihan utama wisata Bali dibanding wisata pantai lain didunia ini.

Bedugul saat ini jauh berbeda dengan Bedugul 9 tahun yang lalu. Ini dapat kami rasakan begitu kami memasuki area parkir dan gerbang utamanya. Pekarangannya yang luas meskipun masih asri namun telah terlihat dikomersialkan sedemikian rupa. Sementara di bagian dalam pekarangan, dimana 2 pura berdiri, air danau naik hingga terlihat memisahkan kedua pura tersebut.

IMG_5558Namun seperti juga di sepanjang jalan menuju Kintamani kemarin, surprised juga terjadi disini, yaitu banyaknya resto di sekitar obyek wisata yang memasang label HALAL dengan tulisan mencolok. Bahkan di sisi seberang jalan pura Bedugul, di atas sebuah tempat yang agak tinggi, sebuah masjid besar terlihat kokoh berdiri. Allahuakbar …

Sedangkan di Tanah Lot, menurut saya pribadi tidak terlalu banyak perubahan, kecuali yaitu tadi, sama dengan di Bedugul, warung-warung makan dengan label HALAL.  Alhamdulillah …

Namun ada pernyataan salah seorang penjaja warung yang cukup mengagetkan kami.

Hati-hati bu, tidak semua warung disini benar-benar halal “, “Meski ada tulisan HALAL nya ??”, tanya saya lagi, setengah tak percaya. “Ya, meski ada tulisan HALAL nya”, jawabnya meyakinkan.

Na’udzubillah min dzalik. Memang sih tulisan HALAL besar nan mencolok tersebut memang bukan label standard yang dikeluarkan MUI. Bahkan sebagian tulisan tersebut hanya menggunakan huruf latin. Tetapi ada juga warung yang mencantumkan tulisan Bismillahirahmanirahim dalam huruf Arab, meyakinkan bahwa pemiliknya adalah Muslim. Namun tentu saja bukan jaminan bahwa masakannya Halal kaaan …

Kabar baiknya, masih menurut ibu pemilik warung asal Madura tadi, orang Bali asli kalau sudah memeluk Islam, “jempol “, katanya sambil mengangkat jempolnya. Subhanallah …

( Bersambung)

Read Full Post »

Kami tiba di masjid Essalam tepat ketika shalat Isya baru saja dimulai. Sayang, kembali saya harus sendirian shalat, di lantai 3 yang belum sempurna pengerjaannya.  Saya bahkan terpaksa menghidupkan sendiri lampu di ruangan yang sebagian lantainya masih beton dan belum berkarpet tersebut. Kabel listrik masih menjuntai tak beraturan di lantai.

P1020670P1020669Masjid ini memiliki 4 lantai, tangganya melingkar, dimana beberapa ruang kelas berdiri di sisi-sisinya. Sebenarnya hanya lantai 3 dan 4 saja yang belum benar-benar rampung,  menunggu pemasangan keramik, plus kubahnya yang juga masih terlihat polos, tanpa ornament. IMG_4288

Namun dari luar masjid ini tidak terlihat bahwa belum selesai secara sempurna. Dibawah taburan lampu, ia terlihat megah dan indah. Kata Muhammad, ‘guide’ kami, banyak orang berpendapat bahwa dari arah taman, masjid ini mirip Taj Mahal, istana merangkap masjid  di India yang terkenal itu. Itu sebabnya ia ngotot mengambil foto kami berdua, berkali-kali, agar hasilnya minimal mirip, mungkin …   🙂 ..

roterdam at nightJujur, sebenarnya kami belum puas melihat masjid yang kabarnya merupakan masjid terbesar di negara ini. Namun berhubung hari telah larut malam dan kami juga belum makan malam ditambah lagi khawatir nanti tersesat pulangnya, akhirnya kami memutuskan untuk kembali lagi besok. Dengan alasan khawatir tersesat ini pulalah Muhammad terus ikut berjalan-jalan menemani kami menikmati kota yang memang indah ini. Hingga lama-lama risih juga kami dibuatnya.

Setelah kami yakinkan bahwa kami akan baik-baik saja akhirnya pemuda tersebutpun pamit. Tentu saja kami tak lupa mengucapkan banyak terima-kasih atas kebaikannya itu. Sebelumnya ia juga sempat memberikan alamat Universitas Islam Roterdam yang akan kami tandangi besok, insyAllah.

Belakangan ia mengaku bahwa sebenarnya ia mempunyai  alasan pribadi mengapa ia melakukan semua ini. Ia menceritakan suatu hari beberapa tahun  yang lalu, ia pernah berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia. Disana ia sendiri dan merasa kesepian hingga ia bertemu seorang pemuda lokal yang menawarkannya menemani keliling kota. Untuk membalas kebaikan itulah ia menemani kami di kotanya ini. Subhanallah …

Esok paginya kami pergi menuju UIR (Universitas Islam Rotterdam). Rencananya dari situ kami akan mampir lagi ke masjid Essalam, untuk melihat keindahannya di waktu pagi, sebelum keliling kota. Dalam perjalanan menuju UIR ini kami mengalami kejadian unik, yaitu bertemu dan ngobrol dengan seorang ‘kenek’ trem. Asal tahu, trem di Roterdam ini mempunyai semacam kenek yang kalau di bus di Jakarta tugasnya menarik bayaran. Bedanya disini ia hanya memeriksa tiket.

P1020694Saya menyebutnya unik karena si kenek ini lihai berbahasa Jawa meski Jawa ngoko alias Jawa kasar, tapi sama sekali tidak faham bahasa Indonesia. Dari pembicaraan dengan bahasa Jawa inilah akhirnya kami tahu bahwa istrinya ternyata berasal dari Suriname yang memang dipenuhi orang Jawa yang dibawa oleh orang-orang Hindia Belanda pada tahun 1890-1939. Di Negara bekas jajahan Belanda ini kemudian mereka beranak pinak dan menjadi warga negara Suriname yang terletak di Amerika Selatan. Di atas trem inilah kami sempat ngobrol ngalur ngidul dengannya, bagaimana ia menjalani ke-islam-annya, meski sering kali kami tidak bisa memahaminya.  🙂 ..

Oya, kami juga sempat ‘terdampar’ di sebuah resto Suriname di pusat kota. Resto ini menjual aneka masakan khas Indonesia seperti gado-gado, soto, rendang, tempe dan juga lumpia. Rasanyapun cukup enak, lumayan untuk obat kangen …

IMG_4380IMG_4394IMG_4371Kembali ke perjalanan pagi itu. Dengan bekal petunjuk Muhammad sampai juga kami di tujuan. Universitas ini terletak di sebelah kanal yang memang banyak di jumpai di kota ini. Cuaca cerah di awal musim dingin yang sungguh indah itu menambah kecantikan bangunan milik umat Islam ini. Pepohonan yang masih menyisakan warnanya yang beraneka, air mancur dan jembatan kayu lengkung serta bebek-bebek yang masih bisa bertahan berenang di airnya yang dingin itu, menambah keinginan hati ini untuk berlama-lama di tempat yang pasti diberkahi-Nya.

Kami sempat melongokkan kepala ke pintu gerbang bangunan ini, namun tidak menjumpai seorangpun didalamnya. Hari ini memang hari Minggu. Namun menurut pak dosen yang kami jumpai kemarin ketika Magrib di masjid Maulana, universitas  tetap buka. Justru pada hari inilah umat Islam bisa memanfaatkan waktu libur mereka untuk belajar berbagai ilmu tambahan mengenai Islam disini. Kami memang sempat juga melihat beberapa orang masuk kedalam, tapi mungkin mereka langsung masuk ke kelas hingga kami tidak melihatnya kembali.

Universitas Islam Rotterdam didirikan pada tahun 1997, dan telah beroperasi selama itu tanpa pengakuan resmi dari pemerintah Belanda. Akreditasinya baru diberikan pada Maret 2013 lalu ( 4 bulan setelah kunjungan kami). Sebuah langkah maju yang bagaimanapun patut disyukuri umat Islam sedunia. Universitas ini berada di bawah payung Federation of the Universities of the Islamic World yang berkedudukan di Rabat, Maroko.

Sekedar informasi tambahan, wali kota Roterdam yang baru diangkat pada tahun 2009, yaitu Ahmad Abuthalib adalah seorang politikus Belanda keturunan Maroko. Abuthalib yang merupakan putra seorang imam di kota kecil di Maroko ini adalah Muslim pertama yang mendapat kepercayaan dan menduduki jabatan wali kota di kota besar Belanda. Mungkinkah ini salah satu faktor penyebab universitas mendapat akreditasi? Wallahua’alam …

“Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir”.(QS.Al-Anfal(8):18).

Sebagian besar Muslim Belanda adalah keturunan imigran Turki, disusul oleh Maroko, Tunisia, Aljazair dan Suriname. Mereka masuk ke Negara kincir ini pada sekitar tahun 1960 an. Jadi Muslim Belanda memang relatif baru. Menurut catatan resmi, pada tahun 1994 Islam di Belanda menduduki rangking 3 setelah Katolik Roma dan Kristen Protestan.

Namun sebuah surat kabar lokal Dutch Metro, edisi 29 Juli 2002, melaporkan bahwa Islam menduduki peringkat teratas. Koran gratis ini juga melaporkan penyebabnya  kemungkinan adalah karena rata-rata penduduk asli Belanda adalah atheis.Kebanyakan berpindahnya mereka ini ke Islam adalah karena pernikahan. Sementara jumlah pemeluk Kristen dan Protestan makin lama makin menipis. Bahkan rumah-rumah ibadah mereka sering terpaksa dilelang atau dijual karena kekurangan jamaah.

Di salah satu rute perjalanan trem kami, kami melihat sebuah wilayah yang di sepanjang jalannya dipenuhi toko-toko daging berlabel halal, juga toko-toko yang menjual pernak pernik Islami, seperti sajadah, tasbeh dll. Sejumlah perempuan berjilbab dan laki-laki bergamis terlihat ‘berseliweran’ di sini tempat ini. Sayang kami tidak tahu nama daerahnya.

Mungkin ini memang lokasi pemukiman Muslim“, komentar suami.

Kabar terakhir, Viva News, Senin 22 April 2013, melaporkan bahwa seorang tangan kanan Geert Wilder, pemimpin salah satu partai Belanda yang dikenal kebenciannya yang amat sangat terhadap Islam itu telah bersyahadat!

Dalam laporannya, disebutkan bahwa Arnoud van Doorn, wakilnya itu, justru muak dengan ulah pemimpinnya yang selalu memojokkan Islam melalui karikaturnya bahkan telah membuat film berjudul “Fitna”yang sangat menjelek-jelekan Islam. Ia malah makin penasaran dengan kebenaran film tersebut. Dan akhirnya menyadari bahwa selama ini ia “buta”.

Semakin banyak saya membaca (Al-Quran dan hadits) semakin saya meyakini bahwa Islam adalah agama yang indah dan bijaksana,” kata Doorn kepada kantor berita Iran Mehr.

Untuk itu iapun rela dimusuhi tidak saja orang-orang partainya namun juga rata-rata orang Belanda yang membenci islam.

(http://dunia.news.viva.co.id/news/read/407015-politisi-anti-islam-belanda-itu-kini-jadi-muslim )

Kepedulian umat Islam terhadap agamanya tampaknya tidak tanggung-tanggung. VOA ( Voice Of Al-Islam) melaporkan bahwa ratusan umat Islam Amsterdam rela meninggalkan kotanya demi berjihad membantu saudara-saudaranya yang tertindas di Suriah. Disana mereka bergabung dengan sesama Muslim dari berbagai negara diantaranya dari Belgia, Jerman, Kanada dan Rusia yang mempunyai tujuan sama.

(http://www.voa-islam.com/news/international-jihad/2013/06/17/25289/ratusan-muslim-belanda-tinggalkan-hidup-nyaman-dan-keluarga-harmonis-demi-jihad-di-suriah/).

Sebaliknya kebencian dan antipati masyarakat Belanda terhadap Islam ( Islamophobia) seperti juga rekan-rekan kafir dan atheis mereka di Eropa semakin menjadi-jadi. Isu bahwa pemotongan daging secara halal tidak hewanwi ( menyontek kata manusiawi untuk hewan .. 🙂  ) membuat mereka bernafsu ingin menutup tempat pemotongan seperti itu. Mereka menantang pembuktian bahwa memotong hewan secara Islam tidak lebih menyiksa daripada dipotong setelah dibius.

Padahal 2 dokter bedah kenamaan Eropa, yaitu Lord Horder dan Sir C.A Lovatt Evans dari Universitas London berani mengatakan bahwa pemotongan hewan secara Islam terbukti paling tidak menyakitkan hewan yang dipotong. Pemotongan tepat di nadi utama membuat mereka cepat mati tanpa lama tersiksa. Kenyataan bahwa hewan menjelang disembelih secara ini tidak begitu berontak dan meronta bisa menjadi buktinya.

https://www.facebook.com/notes/sholat-tahajud-by-qiyamul-lail/ilmuwan-barat-berbicara-tentang-penyembelihan-hewan-cara-islami/10150371004712123 ).

” Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.” (QS Al-An’am: 121).

“Wahai Aisyah, ambilkanlah alat sembelih.” Kemudian beliau berkata lagi: “Asahlah alat itu dgn batu.” (HR. Muslim no. 1967).

cube box housecube box house2roterdam citySetelah puas memandangi UIR meski hanya dari luar kamipun meninggalkan lokasi. Sore hari setelah berjalan-jalan menikmati keindahan kota, melihat cube box housenya yang terkenal serta kanal-kanal dan sungainya yang sangat bersih, lengkap dengan perahu-perahu yang diparkir di pelabuhan kamipun kembali mengunjungi masjid Essalam. Kali ini kami sempat menyaksikan sejumlah anak dan remaja sedang belajar di dalam kelas-kelas yang ada di dalam masjid. Para ibu dengan jilbabnya terlihat mengajar anak-anak dan para remaja tersebut mengaji, Subhanallah ..

9Hari sudah menjelang magrib ketika kami meninggalkan masjid, bersamaan dengan bubarnya penonton sepak bola di stadion yang berdiri tidak jauh dari lokasi masjid. Yakin pasti Sang Khalik telah mengatur skenario terbaiknya  agar para pecandu bola tersebut bisa melihat keindahan Islam, minimal melalui kubah dan menaranya yang begitu menantang. Allahuakbar …

Jakarta, 16 Juli 2013.

Vien AM.

Read Full Post »

Sabtu, 17/11/2012, pukul 13.30  dengan menumpang kereta cepat Thalys Paris – Roterdam kami tiba di tujuan. Perjalanan yang mustinya hanya memakan waktu 2.5  jam itu sempat tertunda 1 jam dikarenakan  adanya perbaikan rel kereta. Beruntung tujuan kami memang Roterdam karena stasiun-stasiun di sebelah utara kota terbesar no 2 di Belanda ini hampir semua mengalami gangguan. Tujuan Amsterdam misalnya, penumpang tujuan kota ini terpaksa harus turun di Roterdam dan melanjutkan perjalanan dengan alat transportasi lain.

Stasiun Roterdam sendiri ternyata sedang dalam taraf renovasi besar-besaran. Ke depannya stasiun ini akan terintegral antara stasiun kereta api antar kota maupun antar Negara, trem dan bus. Kami membeli tiket terusan tram dan bus, yang bisa digunakan keliling kota selama 2 hari dengan harga 11.5 euro. Setelah itu kamipun meninggalkan stasiun menuju hotel yang telah kami booking melalui internet booking beberapa hari yang lalu.

IMG_4244Syukur Alhamdulillah hotel tersebut sangat dekat dengan stasiun pusat tersebut. Meski sebelumnya kami sempat tersesat ke arah yang berlawanan dengan lokasi hotel, yaitu arah belakang stasiun. Namun ada untungnya, karena kami malah menemukan sebuah kedai kebab halal di tempat tersebut, meski tidak tertulis di depannya. Kedai ini terletak di depan parkiran sepeda, dimana ratusan bahkan mungkin ribuan sepeda, mulai sepeda bagus sampai sepeda butut dan super butut, tampak diparkiran ini. Sepeda di Belanda memang dikenal sebagai alat transportasi yang paling populer dan disukai warga.

Segera setelah cek-in hotel kami menuju halte yang ada tepat di seberang hotel, tujuan kami adalah masjid yang kabarnya terbesar di Belanda. Teman saya yang mengabarkan hal ini beberapa tahun yang lalu dan baru bisa kami kunjungi hari ini, Insya Allah. Sayangnya saya tidak mencatat nama masjid yang dimaksudkannya itu.

Ternyata Roterdam mempunyai masjid yang lumayan banyak. Uniknya masyarakat awam hanya menyebutnya masjid Turki atau  masjid Maroko. Karena memang kedua kelompok Muslim asal Negara inilah yang mendominasi negri kincir angin ini.  Maka dengan modal peta kota yang kami miliki dan banyak bertanya, kamipun akhirnya tiba di sebuah masjid Maroko. Itupun setelah kami bolak balik turun naik dan berganti trem. Ini untungnya membeli tiket terusan.

Namun saya yakin bahwa masjid ini yang bukan dimaksud teman saya. Sedikit catatan, ternyata di kota ini tidak terlalu mudah menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris. Tetapi tidak masalah, masjid dimanapun adalah rumah Allah apalagi bila masjid tersebut ada di Eropa, di Negara dimana Muslim adalah minoritas.

IMG_4260IMG_4263Dari luar, masjid yang cukup besar ini tidak terlihat seperti bangunan masjid pada umumnya. Tidak ada menara dan kubah yang cukup mencolok.  Bila saja tidak tertulis kata Masjid dalam huruf Hijaiyah di salah satu dindingnya mungkin orang tidak akan menyangka bahwa bangunan tersebut adalah rumah ibadah kaum Muslimin. Saya sempat memperhatikan banyaknya perempuan berjilbab mondar mandir di sekitar lokasi. Bahkan sebuah tulisan besar “HALAL” terpampang di sebuah toko kelontong di seberang masjid.

Tanpa kesulitan suami memang bisa masuk dan shalat tahiyatul masjid. Sebaliknya saya, sebagai seorang perempuan sulit bahkan hanya untuk sekedar masuk ke dalam. Rupanya pintu masuk bagian laki-laki dan perempuan terpisah cukup jauh. Seorang  jamaah laki-laki, dengan ditemani suami saya mengantar ke pintu kecil di salah satu sudut masjid. Tapi ternyata terkunci rapat, dan tak seorangpun tahu bagaimana caranya  bisa masuk. Apa boleh buat, saya harus pasrah, puas hanya melihatnya.

Tak lama setelah suami selesai shalat, ketika kami sedang berdiri di depan masjid, memandang peta dan mencari posisi kami berada, seorang bule perempuan bersepeda tiba-tiba menawarkan bantuan.

“May I help you?”, tanyanya dari atas sepeda.

Pucuk dicinta ulam tiba. Kami segera menanyakan dimanakah letak masjid terbesar di Roterdam ini. Tanpa banyak bicara iapun menunjuk ke suatu arah, “ Do you see that tall tower in front of you?”, tanyanya balik.

“That’s what you are looking for”, katanya lagi sambil tersenyum meyakinkan.

IMG_4269Subhanallah … Bagaimana mungkin kami tadi tidak melihatnya. Segera setelah mengucapkan terima kasih kamipun segera menuju masjid  bermenara  jangkung itu.  Menjelang magrib kami baru sampai di tujuan, karena meskipun kelihatannya dekat ternyata tetap memakan waktu, apalagi kami hanya berjalan kaki dan santai pula, sambil menikmati kota.

IMG_0996IMG_0981Alhamdulillah kami sempat shalat berjamaah, meski di bagian perempuan yang letaknya di lantai atas itu, saya hanya sendirian. Usai shalat saya sempatkan mengamati masjid cantik ini meski tidak besar. Ornament kaligrafi  warna-warni khas masjid Turki mendominasi bagian dalam rumah ibadah ini.

P1020652Selesai itu sayapun turun dan mendapati suami sedang berbincang dengan beberapa jamaah. Suami saya memperkenalkan saya kepada mereka. Ternyata salah seorang dari mereka adalah seorang dosen tafsir dan hadist universitas Islam yang ada di kota ini, Subhanallah ..

Dari percakapan tersebut kami mengetahui bahwa ternyata bukan ini masjid yang kami cari. Masjid terbesar yang kami cari itu namanya masjid Essalam, masjid Maroko. Sementara masjid ini adalah masjid Turki, masjid Maulana, namanya. Kebetulan sekali salah seorang jamaah tersebut berniat pergi ke masjid Essalam.

Maka jadilah kamipun pergi ke masjid tersebut, bersama Muhammad, pemuda asal Turki yang mengadu nasib di negri ini. Dan lebih surprised lagi, pak dosenlah yang mengantar kami ke tempat tersebut. Yang dengan sangat menyesal mengatakan tidak dapat mengantar kami masuk karena ia sudah punya acara.

Beliau bahkan juga mengatakan sangat ingin  mengantar kami mengunjungi universitas dimana ia mengajar, sayang itupun beliau tidak bisa. Untuk itu beliau segera menelpon beberapa kenalannya menanyakan siapa tahu ada yang bisa mengantar kami masuk. Tetapi tampaknya keberuntungan kami tidak sebanyak itu, karena tak satupun kenalannya menyanggupi. Namun tetap saja kami merasa sangat terharu  dan tersanjung atas kebaikan dan perhatiannya yang begitu besar. Indahnya persaudaraan.

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.” (HR. Muslim).

Akhirnya tibalah kami di masjid yang dimaksud. Setelah mengucapkan banyak terima-kasih kamipun turun dari kendaraannya yang sarat buku-buku tebal itu. Ditemani Muhammad kamipun menerobos malam menuju masjid.

Awalnya heran juga kami mengapa menuju masjid terbesar koq jalannya lumayan sulit. Ternyata ini jalan potong. Di depan sebuah café remang-remang ia mengatakan bahwa café itu tempat anak-anak muda Roterdam mangkal untuk menikmati hashis.

Iseng saya bertanya : “But not our Muslims guys, I hope”.

Ternyata jawabannya diluar dugaan saya. Banyak anak-anak muda Muslim yang suka datang dan mengkonsumsi barang haram tersebut.  Jadi shalat jalan minum dan ganjapun jalan. Astaghfirullah, alangkah menyedihkannya. Jangan-jangan ini pula yang menyebabkan orang Belanda tidak menaruh simpati kepada Islam … 😦

Ini yang terjadi terhadap masjid Essalam yang kini ada dihadapan kami. Lebih 7 tahun lamanya Muslim Roterdam harus menanti masjid ini terealisasi. Konstruksi masjid yang diharapkan mampu menampung 2600 jamaah ini telah dimulai sejak tahun 2000 hingga 2003. Namun pada tahun 2004 baru bisa mulai dibangun. Ironis, hingga kami berada disini, tahun 2012, masjid belum juga tuntas meski sudah bisa digunakan.

IMG_4278Kabarnya tinggi menara yang menjadi masalah bagi kelanjutan masjid ini. Masjid yang berdiri di sekitar pemukiman padat penduduk Muslim Maroko ini memang bertetangga dengan stadion bola terkenal di kota ini,  Fijenoord. Menara kembarnya yang menjulang tinggi diatas kubah bertinggi 25 m inilah yang membuat risau warga asli Roterdam karena dianggap menyaingi stadion.

Lokasi masjid ini benar-benar strategis. Selain berdiri di tepi jalan raya, sejumlah jalur bus, trem dan kereta api juga melewati masjid ini. Pusat perbelanjaan juga terletak dekat. Belum lagi parkiran dan tamannya yang luas, yang pastinya nikmat untuk menampung shalat Iedul Fitri dan Iedul Adha.

Barangkali ini yang  menyebabkan , Geert Wilders, tokoh politik Belanda yang sering menyerang Islam dengan karikatur Rasulullah itu makin bertambah berang. Dalam akun twitternya ia berkomnentar sinis : “That horrible thing does not belong here but in Saudi Arabia.”

“ Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”.(QS.At-taubah(9):32).

Dan ini terbukti dengan tidak sedikitnya warga non Muslim yang menjadi tetangga masjid besar ini tidak menjadikannya masalah bahkan bangga akan keberadaannya.

 “It is beautiful and to me it does not matter whether it’s a mosque or a church.”

( Bersambung ke : https://vienmuhadi.com/2013/07/16/bertandang-ke-masjid-terbesar-belanda-di-roterdam-2-tamat/  )

Read Full Post »

Pagi ini kami sudah harus meninggalkan Kazan. Masih ada sedikit waktu untuk keliling kota.  Dengan bantuan recepsionis hotel kami mendapatkan sopir taxi yang mau memenuhi keinginan tersebut. Alhamdulillah …

Kazan adalah ibu kota propinsi Tatarstan, merupakan kota ketiga terbesar di Rusia setelah Moskow dan St Petersburg. Selain dikenal sebagai pusat industri, sains, politik dan komunikasi, Kazan juga dikenal sebagai kota pelajar. Disamping Universitas Islam Rusia ( UIR), yang kami kunjungi kemarin, Kazan yang merupakan kota terpadat penduduk ke 8 di Rusia, juga memiliki Kazan State University.

P1020291P1020278Ke tempat inilah taxi membawa kami berkeliling, disamping gedung-gedung lain, yang terlewati jalur ke bandara, tentunya. Waktu kami memang tidak banyak, jadi kami hanya melewatinya saja. Universitas ini dibangun pada tahun 1804 dan menjadikannya salah satu universitas tertua di negri ini. Bahkan menduduki urutan ke 2 setelah Moskow University.

Perpustakaan universitas ini menempati ranking penting berkat koleksi bukunya yang mengagumkan. Sejumlah manuscript berbahasa Arab karya cendekiawan Muslim seperti Ibnu Sinna yang hidup di abad 11 ( 980 – 1037 M) melengkapi perpustakaan ini. Saat ini Kazan  sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Summer Universiade 2013 yang akan berlangsung tanggal 6 – 17 Juli ini dan kejuaraan dunia sepak bola FIFA 2018.

Penduduk Kazan terbagi atas ras Rusia yang mayoritas Kristen Ortodoks dan suku Tatar yang Muslim. Di kota inilah sebagian besar Muslim Rusia berkumpul. Toleransi antar kedua agama besar ini telah ada sejak lama. Sejarah sejumlah kerajaan Islam yang pernah mendominasi daratan Rusia secara umum, tampaknya  yang menjadi latar belakang hal ini.

IMG_3722Kehidupan beragama khususnya Islam yang sempat lama menjadi agama resmi kerajaan Khanat Kazan memang hancur sejak serbuan raja Rusia Ivan IV di tahun 1552. Raja ini mempunyai julukan Ivan the terrible karena kekejamannya. Salah satu contoh kekejamaannya adalah perintah untuk mencongkel mata seorang arsiteknya. Alasannya sederhana saja, agar sang arsitek tidak bisa lagi membuat bangunan yang lebih indah dari katedral St Basil, geraja ikon Moskow yang dibangun sebagai lambang jatuhnya Khanat Kazan, dan selanjutnya dijadikan  simbol arsitektur tradisional Rusia !

Sejarah Islam makin terpuruk di era Uni Sovyet yang memberangus kehidupan beragama semua agama di negri komunis ini. Namun ternyata hal ini tidak berhasil menutup hasrat bangsa Tatar untuk kembali ke fitrah, yaitu Islam.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “,(QS.Ar-Ruum(30):30).

P1020305Saat ini ratusan masjid besar dan kecil bisa dijumpai di kota ini. Alhamdulillah pagi itu kami sempat melihat masjid yang diberi nama Masjid Marjani, meski hanya dari luar. Masjid berarsitektur gabungan khas Tatar dan baroque provinsial ini terletak di tepi danau dan menempati areal yang lumayan luas. Masjid terlihat bersih dan terawat baik.  Masjid ini dibangun pada tahun 1766-1770, merupakan masjid yang pertama kali dibangun kerajaan Rusia sejak jatuhnya Kazan. Hebatnya, masjid ini dibangun justru di saat Kazan dalam keadaan rusak parah. Sebaliknya ia adalah satu-satunya masjid di Kazan yang lolos dari penutupan pemerintahan Sovyet.

P1020314P1020238P1020209Berbeda dengan ketika kemarin kami berjalan kaki untuk ‘hunting’masjid, dengan taxi menara sejumlah masjid terlihat lebih jelas dan mudah. Sultan Mosque dan Nurullah Mosque adalah diantaranya. Sementara menara Soyembika yang menjadi bagian dari salah satu masjid yang kini hanya tinggal menaranya saja, miring pula, ternyata menyimpan kisah sendiri. Menara ini terletak di dalam Kremlin, tidak jauh dari masjid biru Kul Syarif yang fenomenal itu.

Konon, adalah Soyembika, putri seorang bangsawan, yang juga  permaisuri raja Khanat Kazan. Putri yang dikenal sangat jelita ini sempat menikah 3 kali dengan raja-raja pengganti suaminya, setiap kali mereka meninggal dunia. Hingga saat raja terakhir terbunuh paska penyerangan raja Ivan IV, ratu ini terpaksa ikut merasakan penderitaan yang mendalam. Ada 2 versi kisah akhir yang mengenaskan dari ratu ini. Yang pertama, ia diasingkan ke penjara Moskow bersama putranya yang masih belia, hingga wafatnya 3 tahun kemudian di usianya yang ke 38 tahun.

Yang kedua, tergiur oleh kecantikannya, Ivan sang penakluk yang kejam itu melamarnya. Soyembika menerima lamaran tersebut namun dengan syarat, yaitu membangun menara masjid berlantai 7 dalam waktu 7 hari. Ironisnya, begitu menara selesai tepat pada waktunya, dengan alasan ingin melihat kota untuk terakhir kalinya dari atas menara, sang putri calon mempelai malah melompat menjatuhkan diri hingga tewas.

( Click :  http://web67.derternet.com/Kazan2006/photos/photo02160.htm ).

P1020350Setelah puas berkeliling kamipun meninggalkan kota dan menuju bandara. Gerbang kota dengan initial M raksasa, mengartikan Miliainaire untuk 1000 tahun ulang tahun Kazan, menutup kunjungan singkat kami di kota Muslim tercantik dan terbesar di Eropa ini.

Dan kurang lebih satu jam kemudian kamipun telah berada di ibu kota Rusia, Moskow. Bertolak belakang dengan sopir taxi Kazan, sopir taxi di kota metropolitan ini terlihat grasak-grusuk, serobot sana serobot sini, masuk verboden, hingga akhirnya tiba di hotel, dengan memarkir taxinya di atas trotoar jalanan yang padat pejalan kaki ..

Setelah cek in hotel, kami langsung keluar lagi. Udara cerah meski dingin mendukung kami. Stasiun metro berada tepat di depan hotel, Alhamdulillah. Tujuan kami adalah Moskow Cathedral Mosque. Saya mendengar masjid ini berkat youtube yang menayangkan shalat Ied dan shalat Iedul adha Muslim Rusia yang selalu membludak sampai ke jalanan, mengular hingga berkilo-kilo meter, Subhanallah. Saya yakin bahwa orang yang membuat video tersebut, yang tampak jelas merekam dengan niat busuk dan penuh kebencian, tidak sadar bahwa perbuatannya tersebut justru bisa menjadi dakwah tersendiri.

( Click :  https://www.youtube.com/watch?v=4BYExXqM7k4 )

Sayangnya, September lalu dikabarkan bahwa masjid ini telah dibongkar hingga menuai protes banyak orang, padahal bangunan ini terdaftar sebagai warisan budaya. Masjid ini  dibangun pada 1904 atas permintaan orang-orang Tatar yang sejak ratusan tahun telah menjadi penghuni Moskow. Masjid berwarna biru hijau pastel yang mampu menampung 2000 jamaah ini adalah satu-satunya masjid di Moskow yang selama era Sovyet lolos dari penutupan pemerintahan komunis.

Mustinya tidak sulit menemukan masjid ini karena orang sering menyebutnya dengan nama masjid Prospekt Myra, sesuai nama stasiun metro dimana masjid berlokasi. Namun yang diluar dugaan kami ternyata exit metro bukan cuma satu. Dan sayangnya kami  ke luar di exit yang tidak benar, tanpa sadar bahwa kami salah. Akibatnya kami harus berputar-putar sebelum akhirnya sampai di tujuan, dan mendapati bahwa ternyata masjid bukan dibongkar melainkan diperbesar. Subhanallah …

IMG_3993IMG_3988Senangnya hati ini bisa menjadi saksi perluasan ini. Senangnya lagi kami masih melihat masjid lama dalam bentuk dan warna aslinya. Masjid baru berlantai 4 dengan menara setinggi 75 meter ini dibangun tepat di samping masjid lama, ntah berapa kali lipat lebih besar. Yang pasti, masjid lama benar-benar  terlihat imuut ..  Dari menara masjid yang terletak tidak jauh dari stadion tertutup Olympic di pusat kota ini nantinya Kremlin Moskow dapat terlihat jelas.

Dari beberapa sumber, saya mendapat kesimpulan bahwa keberatan dan protes atas ‘diambrukannya’masjid ini terbagi menjadi 2 golongan. Golongan pertama adalah kaum Muslimin yang mengira bahwa masjid benar-benar diruntuhkan. Alasan yang sampai kepada golongan ini adalah kondisi masjid yang sudah tidak aman, ditambah mihrab yang kabarnya tidak menghadap sepenuhnya ke arah kiblat di Mekah (?).

Golongan kedua adalah mereka yang tahu pasti bahwa masjid bukan diambrukkan melainkan diperluas. Ini yang membuat mereka kesal dan merasa pemerintah terlalu memanjakan kaum Muslimin. Seorang politikus kenamaan Rusia beragumen bahwa mayoritas Muslim yang ada di Moskow bukan penduduk tetap. Namun pernyataan ini ditangkis politikus lain bahwa ia terlalu berlebihan dan cenderung rasis karena sebagian besar jamaah gereja juga bukan penduduk tetap Moskow.

Sementara mufti masjid besar Moskow menyatakan bahwa Muslim Moskow yang jumlahnya sekitar 2 juta itu sangat memerlukan rumah ibadah tambahan. Saat ini Moskow hanya memiliki 4 masjid. Menurutnya, paling tidak diperlukan 1 masjid untuk setiap distrik yang jumlahnya 12 itu. Sebagai catatan, kaum Muslimin di Rusia meliputi 20% dari 270 juta penduduk seluruh negara. Mereka terdiri lebih dari 35 suku yang memakai sekitar 100 bahasa yang berlainan. Rusia memang dikenal sebagai Negara mutietnis.

Kami tiba di lokasi sekitar pukul setengah 11. Masjid lama ditutup dan pagarnya digembok. Sebagai gantinya, sebuah tenda raksasa semi permanen dibangun di sisi kiri masjid. Untuk memasuki areal ini kami harus berputar. Kami menyempatkan diri masuk dan shalat tahiyatul masjid. Beberapa jamaah perempuan terlihat sedang berkumpul di sisi luar tenda. Sebelum keluar saya sempatkan meninggalkan Al-Quran dengan terjemah bahasa Perancis di loker yang tersedia di tenda tersebut. Bismillah, semoga jadi amal jariyah, aamiin ..

IMG_4000IMG_3999Setelah itu kami menuju ke semacam gerobak makanan yang ada di depan tenda. Huruf hijaiyah besar “HALAL” tertera di kacanya. Seorang perempuan Tatar terlihat sedang melayani beberapa tamu. Sejumlah makanan tradisional dipamerkan di etalase gerobak tersebut. Ditambah lagi dengan ‘nasi campur khas Rusia’nya, membuat kami tak tahan untuk tidak mencobanya. Dan memang yummy, lezat sekali … Akhirnya secangkir teh panas di hari yang memang sangat dingin itu menutup kenangan religius kami berada di Moskow Catedral Mosque, Moskow, Rusia.

( berikut foto2 kegiatan di sekitar masjid : http://www.demotix.com/news/1484381/four-mosques-2-million-muslims#media-1484374 ).

Aji Surya, seorang diplomat yang sedang bertugas di ibukota Rusia, dalam bukunya “Geliat Islam di Rusia” menuturkan pasca datangnya Perestroika dan Glasnost, ada hampir 7.000 masjid di Rusia dan tidak sedikit Muslim Rusia menjadi pejabat penting di negri ini, diantaranya yaitu sebagai wali kota dan gubernur.

Untuk itu ia memprediksi bahwa tidak sampai satu generasi ke depan, atau kira-kira 50 tahun lagi, Islam bisa menjadi agama mayoritas di Rusia. Tingginya tingkat kematian dan rendahnya kelahiran pada kelompok tertentu di Rusia dapat mendororong perubahan demografi.

“Jumlah umat Kristen Ortodok menurun di Rusia, sedangkan umat Islam di sana rata-rata mempunyai tiga hingga lima anak. Jika tren ini konstan, jumlah Muslim Rusia bisa meningkat 50 persen dari jumlah penduduk di sana”, begitu ia berujar.

Bukan hal yang berlebihan, saya rasa. Mungkin rekaman video youtube berikut bisa menjadi salah satu buktinya :  http://www.youtube.com/watch?v=TOSFT3FxqgM

P1020387P1020385Sore itu kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di pusat kota. Sepanjang perjalanan kami banyak dikejutkan banyaknya ‘masjid’ dengan tanda salib di puncak kubahnya yang warna-warni. Ya, itu memang bukan masjid melainkan gereja dan katedral yang dari kejauhan  amat mirip dengan masjid sekiranya tidak ada tanda salibnya. Gereja dan juga museum di Moskow adalah obyek wisata andalan kota ini.

IMG_4066IMG_4079Malamnya kami mencoba masakan halal dari Uzbekistan. Uzbekistan adalah bekas wilayah Uni Sovyet yang penduduknya mayoritas Muslim. Itu sebabnya banyak Muslim Uzbek yang membuka resto di kota ini.

P1020379P1020365IMG_4092Esoknya giliran stasiun metro yang indah bagaikan museum dan merupakan bagian dari daya tarik kota menjadi tujuan wisata kami. P1020393Yang paling unik adalah stasiun Ploshcad Revolyutsii dimana berdiri beberapa patung serdadu dengan anjingnya. Kabarnya, banyak pelajar yang beranggapan bahwa dengan mengelus moncong anjing tersebut mereka akan sukses melalui ujian sekolah. Dan dari pengamatan kami, ternyata bukan hanya pelajar yang berusaha melakukan hal itu, namun juga anak-anak kecil, orang dewasa laki dan perempuan bahkan nenek-nenek sekalipun, hingga moncong anjing tersebut berubah warna  … 🙂 …

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.(QS. Al-Maidah(5):90).

Semoga saja tidak satupun Muslim melakukan kesyirikan tersebut. Karena menggantungkan keberuntungan ( lulus ujian, misalnya) dengan mengelus patung sama dan mengundi nasib dengan anak panah, pada dasarnya adalah sama saja.

Tepat lima  hari sudah kami berada di negri tirai bambu ini, persis dengan jumlah hari yang kami peroleh di visa kami. Kami harus terbang meninggalkan Rusia bagaimanapun caranya, meski dengan terpaksa bermalam di bandara Lituania, tetangga terdekat Rusia. Mengapa bisa demikian?

mushola bandara Moscow

mushola bandara Moskow

Sore menjelang magrib hari itu kami terjebak kemacetan luar biasa di jalanan Moskow, persis seperti kedatangan kami 5 hari lalu. Akibatnya beginilah, kami ketinggalan pesawat … Namun demikian kami tetap sempat melihat bahwa di bandara Moskow ada musholanya lho, Alhamdulillah …

Jakarta, 28 Juni 2013.

Vien AM.

Sumber :

http://www.sptimes.ru/index.php?action_id=2&story_id=36352 )

http://putrahermanto.wordpress.com/2009/10/12/sejarah-islam-di-rusia/

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »