Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hikmah’ Category

Sabtu, 21 Juli 2012, saya berdua suami ‘ngabuburit ‘, istilah bahasa Sunda untuk mengisi waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa, dengan mengunjungi expo « Tutankhamon,  makam dan harta peninggalannya ». Pameran ini diselenggarkan Paris Expo, di hall 8 Porte De Versailles, Paris,  selama 3.5 bulan, sejak tanggal 12 Mei 2012 hingga 1 September 2012. Tujuan utama pameran ini adalah untuk  memperlihatkan hasil temuan Howard Carter, arkeolog Inggris pada tahun 1922 lalu, lengkap dengan prosesnya, melalui video serta replika temuan spektakuler tersebut.

Tak dapat dipungkiri, berita mengenai Mesir dengan fir’aun dan temuannya selalu menarik untuk disimak. Bahkan sampai muncul imu untuk mempelajari hal ini. Egyptology, begitulah nama ilmu tersebut. Ilmu ini secara khusus mempelajari sejarah Mesir kuno, yaitu Mesir sejak tahun 5000 SM hingga abad 4 AD. Termasuk didalamnya tentang bahasa, agama, seni dan segala hal yang berhubungan dengannya.

Saya sendiri secara pribadi tertarik mengikuti sejarah firáun karena  Al-Quran dan juga hadist banyak menyinggung hal ini. Kisah nabi Ibrahim as bersama istri pertamanya Saras, pergi ke Mesir hingga akhirnya kembali ke negri asalnya dengan membawa Siti Hajar yang merupakan hadiah dari fir’aun, nabi Yusuf as dengan kisah panjang hidupnya hingga diangkat menjadi penasehat fir’aun di Mesir dan yang paling ‘heboh’ adalah kisah nabi Musa as.

Kisah nabi bertubuh gagah perkasa ini diabadikan dalam Al-Quran dalam banyak surat, secara acak. Dari beliau masih bayi dan dihanyutkan di sungai hingga dewasa, menikah dan berdakwah melawan kekejaman fir’aun yang tak lain ayah angkatnya sendiri.

« Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir`aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir`aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Dan berkatalah isteri Fir`aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfa`at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak“, sedang mereka tiada menyadari ».(QS.Al-Qashash(28) :8-9).

Rasulullah bersabda, “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia. Mereka adalah Asiah binti Muzahim, istri Fir’aun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwalid, istri Rasulullah SAW; dan Fatimah binti Muhammad” (HR Bukhari).

Istri fir’aun yang dimaksud ayat 9 surat .Al-Qashash di atas adalah Asiah binti Muzahim, sebagaimana sabda Rasulullah di atas. Rasulullah saw menyebutkan bahwa Asiah sederajat dengan Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwalid, dan Fatimah binti Muhammad, putri Rasulullah karena  meski suami Asiah seorang tokoh yang sangat kejam, zalim dan menuhankan diri, Asiah tetap kokoh berani mempertahankan keimanannya.

“Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar. Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.”.  ( QS. An-Naziyat (79):20-24).

Pada beberapa kisah nabi Musa juga disinggung adanya Karun, pembesar Mesir kaya raya yang bahkan kunci-kunci gudang hartanya saja harus dipikul sejumlah bodyguard, saking beratnya.

“ Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri“.(QS.Qashash(28):76).

Sementara kehidupan nabi Yusuf as diabadikan dalam surat 12 dengan nama yang sama yaitu, surat Yusuf.  Ini merupakan satu-satunya kisah nabi Allah yang diceritakan secara utuh dan berurut  dalam satu surat Al-Quranul Karim. Ayat 54 dan ayat 55 surat Yusuf berikut adalah ayat yang menunjukkan bahwa nabi yang dikisahkan sebagai nabi yang paling tampan ini, pernah menduduki jabatan penting di Mesir.

Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku”. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami”.

Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”  

Sedangkan kisah nabi Ibrahim di Mesir diceritakan oleh Rasulullah melalui beberapa hadist. Disamping itu masih ada ayat lain tentang negri Mesir yang juga cukup menarik. Yaitu kisah Dzul Qarnain, yang berarti si pemilik dua tanduk. Dikisahkan bahwa Dzul Qarnain adalah seorang  raja yang sangat adil dan bijaksana. Kekuasaannya meluas hingga ke dataran tinggi Cina dimana disana ia membangun tembok besi. Al-Quran menceritakan bahwa di akhir zaman nanti tembok ini akan dihancurkan oleh Ya’juj Ma’juj, orang-orang jahat bermata sipit pembuat kerusakan,  sebagai salah satu tanda datangnya Hari Kiamat.

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” “.(QS.Al-Kahfi(18):94).

Dzulqarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar“.(QS.Al-Kahfi(18):98).

Meski Al-Quran tidak menerangkan lebih jauh siapa raja adil tersebut, namun ada sebagian cendekiawan Muslim yang memperkirakan bahwa raja tersebut adalah salah satu fir’aun, yaitu Akhenaton. Sejarah mengatakan bahwa Akhenaton adalah satu-satunya raja Mesir yang menganut Monotheisme ( satu tuhan), berlawanan dengan fir’aun lain yang Polytheisme ( banyak tuhan) dan Paganisme.

Menariknya lagi, raja tersebut ada kemungkinan adalah orang dekat fir’aun yang hidup pada zaman nabi Musa as dan diam-diam calon raja tersebut telah beriman kepada Tuhan-nya Musa. Dengan lantang, laki-laki ini berani menantang fir’aun, sang tirani, dengan membela Musa dan ajaran Tauhidnya.

 “ Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir`aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta”.(QS.Al-Ghafir(40):28).

Pendapat lain mengatakan bahwa Dzulqarnaen kemungkinan adalah Alexander the great, raja dari Masedonia yang terkenal itu. Namun mayoritas ulama menolaknya.

Kembali ke expo tentang Tutankhamon. Howard Carter ( 1874-1939) memulai karirnya di Mesir pada tahun 1891 di usianya yang ke  17 tahun sebagai seorang seniman. Ia dipekerjakan tim expedisi penggalian makam para firáun karena keahliannya dalam menggambar dan meniru dekorasi peninggalan barang-barang berharga temuan tim. Ia mewarisi bakat seni tersebut dari darah ayahnya, yang memang seorang seniman.

Howard mulai bergabung pada tahun 1907 dengan tim expedisi yang dipimpin Lord Carnavon, seorang bangsawan milyarder Inggris yang sangat terobsesi dengan sejarah para firaun. Pada tahun 1922, setelah melalui perjuangan yang panjang dan sempat terhenti oleh adanya PD I ( 1914 – 1917 ) akhirnya Howard dan timnya berhasil menemukan makam Tutankhamon, fir’aun ke 11 dari dinasti ke 18, Kerajaan Baru ( the New Kingdom).

Kompleks pemakaman spektakuler ini ditemukan di Valley of the king ( Wadi Al-Mulk atau lembah para raja) yang  terletak  di bukit Theban di tepi sungai Nil, Thebes ( Luxor)  900 km di selatan Kairo. Ini adalah kompleks makam raksasa milik para firaun dari dinasti 18- dinasti 19 yang berlangsung selama 5 abad, yaitu dari 16 SM hingga 11 SM. Di bawah lembah inilah selama kurang lebih 3700 tahun tersembunyi 63 makam dan ratusan ruangan berisi peninggalan berharga para firaun, penguasa Mesir yang sering dianggap dan menggagap diri tuhan itu.

Sesuai adat dan kebiasaan Mesir kuno, jenasah para fir’aun itu ditemukan dalam keadaan sudah dibalsem alias dibuat menjadi mumi. Diantara mumi para fir’aun ini terdapat mumi Ramses II, fir’aun terakhir The New Kingdom. Ramses II terdaftar sebagai firaun ke 3 dari dinasti ke 19.  Ia  memerintah Mesir dari tahun 1279 SM hingga 1213 SM. Ia mendapat julukan Ramses the Great karena dianggap sebagai firaun yang paling sukses dan terkenal.

Lebih menarik lagi, Ramses II inilah yang paling sering dianggap sebagai firaun yang hidup pada zaman nabi Musa as. Dasarnya adalah karena muminya mengandung kadar garam yang sangat banyak, cocok dengan firaun yang ditenggemkan Sang Khalik di laut Merah.

“ Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. Maka Fir`aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka”. (QS. Toha(20):77-78).

Maha Benar Allah Dengan Segala Firman-Nya.

( Bersambung).

Read Full Post »

Hikmah Dibalik Kesulitan

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.(QS.Al-Insyirah(94):5-6).

Sebagian besar diantara kita pasti hafal betul ke dua potongan ayat surat Al-Insyirah diatas, yang juga sering disebut surat Alam Nasyrah karena bunyi awal surat tersebut memang demikian. Meski mungkin dalam penerapan kesehariannya tidak semua orang memahami dan menguasai ayat pamungkas mengatasi kesulitan tersebut.

Kesulitan dalam hidup adalah hal biasa. Bahkan hidup tanpa sedikitpun kesulitan rasanya tidak akan menarik. Karena justru dengan adanya kesulitan atau masalah maka kemudahan akan lebih terasa nikmatnya. Inilah tantangan hidup.

Setiap orang pasti pernah mengalami masalah yang kurang menyenangkan dalam hidupnya. Ntah itu sakit, kecewa, sakit hati atau berbagai kegagalan dalam hal apapun. Kegagalan dalam mengikuti pelajaran sekolah, dalam berkarier atau dalam cinta dan berumah-tangga, misalnya. Walaupun mungkin  berbeda tingkat kesulitannya, bagaimana cara memandang dan menghadapinya.

Dan  yang terpenting, sebenarnya bangkit atau keluar dari kesulitan itu sendiri merupakan hikmah yang mustinya dapat menambah kwalitas hidup seseorang. Asam garam kehidupan , begitu kira-kira. Inilah seninya hidup, kesulitan dan kemudahan yang silih berganti membentuk roda kehidupan. C’est la vie, kata orang Perancis, yang artinya : Itulah hidup!

Hingga suatu saat Sang Khalik memintanya kembali, tentu saja.

Saya jadi teringat “ The Truman Show”, film tahun 1998 yang dibintangi actor komedi Jim Carrey itu. Jujur, sebenarnya saya bukan penggemar Jim Carrey, aktor favorit anak saya yang jago mempermainkan mimik muka itu , dan bukan juga penggemar film, jenis apapun. Namun film yang satu ini sungguh menarik untuk dicermati.

Film ini bercerita tentang ambisi seorang produser  televisi yang ingin menaikkan rating acara televisinya.  Truman, tokoh utama film ini, yang bertugas menarik perhatian sebanyak mungkin penonton. Ia sengaja “dipersiapkan”  sejak  bayi agar melakukan tugas tersebut, tanpa disadarinya.  Tujuannya supaya  film terlihat “hidup”, jadi  bukan sekedar acting, seperti layaknya sebuah film.

Sebelum itu sang sutradara telah mempersiapkan “dunia” buatan bagi tokohnya itu. Dunia tersebut terbuat dari bola super raksasa dimana didalamnya ia merekayasa sebuah kota lengkap dengan orang tua “ buatan”,  teman-teman dan orang –orang yang bakal menjadi pelengkap lingkup hidupnya.

Disanalah kehidupan Truman dipotret dan diikuti oleh penggemarnya, dari seluruh penjuru dunia. Ratusan alat perekam  dipasang di seluruh perabot rumah Truman dan seluruh jalanan yang bakal dilewati Truman.

Hingga suatu waktu, ketika Truman telah dewasa, ia berkeinginan  ke luar dari kota yang dirasa mulai membosankan dan mengungkungnya. Disinilah masalah mulai timbul. Puncaknya adalah ketika sang sutradara  yang mengganggap dirinya Tuhan bagi mahluk rekayasanya itu mulai panik. Karena akhirnya Truman mendapati bahwa dunianya adalah hanya sebuah balon raksasa buatan. Dan ia memutuskan untuk keluar, baik dari dunia palsunya maupun cengkeraman rekayasa sang Tuhan palsu.

“ Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” .(QS.Al-Hadid(57):20).

Ya, itulah kehidupan kita, persis Truman dalam shownya.  Bedanya, karena Tuhan dalam show tersebut hanyalah tuhan palsu, maka ia tidak dapat mencegah keinginan aktornya untuk keluar dari kendalinya. Sebaliknya dalam kehidupan nyata, dimana Tuhan adalah Allah Azza wa Jalla, mustahil kita minta berhenti alias pensiun atau keluar dari panggung buatan-Nya itu. Bunuh diri mungkin satu-satunya jalan. Itupun bila Sang Khalik tidak mengizinkan, mustahil akan berhasil .. L. Sialnya, kalaupun berhasil, hukuman maha berat telah menantinya di alam akhirat nanti. Na’udzubillah min dzalik ..

« Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes  air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya) ».(QS. Al-Mukminun(40):67).

Jadi memang tidak ada jalan lain. Kita harus menjalani peran yang telah ditetapkan-Nya, senang atau tidak senang, sulit atau mudah, terpaksa maupun tidak terpaksa. Sang Khalik menuntut para aktor dan aktris-Nya itu agar berusaha sekuat tenaga menjalani peran tersebut, dengan tetap berpegang teguh pada aturan-Nya, bila ingin berhasil, sukses di panggung ( dunia) maupun di « kehidupan nyata » (akhirat) .

Apakah aturan tersebut ? Bagi aktor dan aktris yang hidup setelah turunnya ayat-ayat suci kepada Rasulullah Muhammad saw hingga akhir zaman nanti, itulah kitab suci Al-Quran.  Sedangkan bagi mereka yang hidup sebelum itu, Allah swt telah menurunkan beberapa kitab melalui para Rasul-Nya. Dengan catatan, sebelum ayat-ayat tersebut diselewengkan.

Dan yang tak kalah pentingnya,  kita harus yakin bahwa  tidak mungkin Allah swt memberikan beban dan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.  … …”.(QS.Al-Baqarah(2):286).

Sekedar sharing. Belakangan ini, hanya dalam waktu 2 bulan saya mengalami cobaan beruntun. Diawali dengan sakit di kepala, mual dan akhirnya hampir kehilangan kesadaran, ketika di dalam pesawat terbang, sendirian pula, kemudian terpaksa di rawat di RS dengan keluhan yang sama. Disusul dengan kejadian yang sama pula, ketika terbang kembali menemui suami tercinta di rantau.

Dua minggu kemudian, pulang berlibur bersama anak dan suami, ke 4 roda mobil kami raib dilucuti maling ! Ironisnya, hal ini terjadi di garasi apartemen kami sendiri yang kebetulan memang rusak pintunya, hingga orang bebas keluar masuk, siang malam. Suami saya mengetahui hal tersebut ketika pukul 4 pagi menuju garasi hendak berangkat ke masjid untuk Subuh berjamaah.  Kami tidak habis berpikir, bagaimana nasib suami kalau pada pagi buta tersebut, maling masih berada di garasi, berkutat melepas ban-ban tersebut dan kemudian mengganjal mobil  dengan 2 ban butut, yang pastinya butuh waktu yang tidak sedikit . Allahuakbar .. Terima-kasih Ya Allah ..

Belum lepas dari keterkejutan ternyata Paris sama dengan kota –kota besar dunia lainnya, dalam hal keganasannya, kembali kami harus terhenyak.  Di suatu pagi, kali ini sekitar pukul 10 pagi, pintu apartemen kami tiba-tiba dibuka orang dengan kunci, dari luar. Namun kali ini saya hanya terpaksa dapat mengelus dada. Karena orang yang membuka pintu tersebut adalah petugas penyemprot insektisida. Ia dapat  masuk karena penjaga apartemen meminjamkan kunci apartemen, yang memang resmi haknya.

Yah begitulah, nasib tinggal di apartemen yang dibayar oleh perusahaan dimana suami bekerja.  Judulnya, kan hanya numpang .. Meski sebenarnya bukan numpang juga. Ini adalah hubungan timbal balik; anda bekerja kami membayar .. Namun begitulah kenyataaannya …

Nah, kalau  begitu apalagi kita hidup di dunia ini .. Kita ini sebenarnya benar-benar hanya numpang di bumi, milik Allah. Yang bukan saja tanpa dipungut bayaran alias gratis, tapi juga diberi segala fasilitas memuaskan seperti udara, air, matahari, tanaman, buah-buahan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Subhanallah ..

«  Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu ».(QS.An-Naziat(79) :30-33).

Lalu apa pula hikmah sakit yang saya alami beberapa hari itu? Salah satunya, adalah kesendirian ..  Doa yang saya panjatkan secara serius waktu itu adalah agar saya tidak dipanggil-Nya di tempat asing tanpa seorangpun yang saya sayangi dan menyayangi saya.  Jujur, pengalaman tersebut benar-benar pengalaman yang sungguh menakutkan.

Sementara beberapa malam di rawat dan tidur  di RS memberikan beberapa hikmah lain. Meski sempat ditemani  anak perempuan yang pasti amat menyayangi ibunya,  tetap saja ketika malam terbangun karena merasakan sakit, saya musti menghadapinya sendiri.

Jangankan ketika sakit. Bahkan ketika kita dalam mimpipun, kebetulan saya adalah orang yang hampir tiap malam “ hobby” mimpi, sangat terasa bahwa kita itu sendirian dalam menghadapi hidup. Karena meski suami berada pada satu ranjang, dan sudah berpesan berkali-kali untuk membangunkannya jika saya bermimpi menakutkan, tetap saja ia tidak dapat “masuk” dalam dunia mimpi buruk tersebut

Hikmah lain adalah betapa hebat dan makin canggihnya ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu.  Para dokter dengan bantuan teknologi  terbarunya dapat mendeteksi dan mengetahui berbagai penyakit.  Anehnya, berbagai pengobatan yang mereka usahakan secara maksimal itu tetap tidak dapat menjadi jaminan bahwa  pasien bakal sembuh 100 persen !

Saya yakin, hal ini pasti membuat para dokter yang benar-benar pintar  tersebut menjadi makin “ melek” dan makin terkagum-kagum dengan ciptaan Sang Khalik yang satu ini; manusia dengan berbagai kerumitan sistim kerja tubuhnya.

Terakhir,  adalah apa yang dialami anak gadis kami. Ia bercerita bahwa bahwa pada detik-detik terakhir penerbangannya, dari Paris ke Jakarta, pesawat hampir  mengalami kecelakaan. Pesawat  yang nyaris mengeluarkan roda dan mendaratkannya di rerumputan tersebut tiba-tiba terbang lagi dan berputar-putar rendah di atas laut, membuat panik seluruh penumpangnya.

“ Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”(QS.Al-An’am(6):63).

Demikianlah Allah menciptakan kesulitan. Karena  dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.  Pasti ada hikmah dibalik segala peristiwa.  Kita harus mencarinya bila tidak menemukan hikmah tersebut. Dan hanya dengan sabar, shalat serta tawakal sajalah maka Allah swt akan menolong kita.

“ Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.(QS.Al-Baqarah(2):45).

Dalam sebuah hadist dikatakan,

“Jagalah Allah maka engkau akan mendapatkan-Nya dihadapanmu, kenalilah Allah di kala senang maka Dia akan mengenalmu di kala susah. Ketahuilah sesungguhnya apa yang tidak menimpamu maka dia tidak akan menimpamu dan apa yang akan menimpamu pasti dia akan menimpamu (tidak akan meleset). Dan ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.”

Wallahu’alam bish shawwab.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Paris, 17 Juli 2012.

Vien AM.

 

 

 

Read Full Post »

Copy Paste dari : http://arrahmah.com/read/2012/06/30/21300-bukti-kebesaran-allah-pada-tulang-ekor.html

Sabtu, 30 Juni 2012 06:14:41

(Arrahmah.com) – “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama.

Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovumtelah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.

Han Spemann, Ilmuwan Jerman

Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.

Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).

Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm,mesoderm, dan endoderm terbentuk.

– Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.

– Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.

– Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.

Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, profesor bidanghistology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.

“Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”(Fushshilat: 53)

Wallahu alam bish showab.

(saif/zzl/arrahmah.com).

Subhanallah Allahuakbar !!

Semoga semakin menambah tebalnya keimanan.

Paris, 13 Juli 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba’ (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.

Al Qur’an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur’an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.

1. Tidak menyekutukan Allah.
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Q.S. Luqman:13)

Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk disembah (Allahu mustahiqqul ‘ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja’) hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
Firman Allah SWT.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”( QS.Luqman: 14)

Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
“Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah” (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah; karena tidak boleh
taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”(QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT
Firman Allah SWT
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)

Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah SWT yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah SWT, yang telah diberi Allah SWT hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.

5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.
Firman Allah swt :
(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)

“Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. (QS. Al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan sholat.
Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :
“Hai anakku, dirikanlah shalat …”

Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.
…”Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabuut: 45)

7. Amar Ma’ruf nahi Munkar.
Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma’ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma’ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur’an seperti :
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.(QS. Ali Imran:104).

8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.
Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah SWT, apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah SWT.
“Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”(QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri
Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik
Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah SWT mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah SAW selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.

Dicopy dari :

http://alkisah.web.id/2009/12/nasehat-luqman-al-hakim-kepada-putranya.html

Paris, 3 Juli 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

Hikmah Dibalik Rasa Takut

« Waduuh, cantik-cantik tapi udah molor aja padahal terbang juga belum », kata saya dalam hati, melihat seorang bule cantik tertidur dengan posisi sama sekali tidak cantik. Pemandangan ini saya temui ketika saya sedang mencari no kursi penerbangan kami menuju Dublin, Irlandia.

Lucunya, di akhir penerbangan saya baru menyadari bahwa perempuan tersebut ternyata satu dari  15 anggota grup dimana kami bergabung untuk menjelajahi Irlandia, negara pulau yang menjadi tertangga terdekat Inggris itu. Dan baru di akhir tur selama 8 hari itu, saya tahu atas alasan apa ia tertidur seperti itu.

Takut ! Ya, itulah satu-satunya alasannya. Caroline, begitu nama perempuan cantik asli Perancis  ini, mengakui bahwa ia sangat takut ketika ia harus terbang, menumpang pesawat terbang. Namun demikian rasa takut tersebut tidak cukup kuat untuk menghalanginya bepergian menikmati keindahan Negara-negara yang ingin dikunjunginya.   Untuk itu, maka setiap kali pesawat akan terbang, iapun menelan obat tidur !

Saya yakin, Caroline pasti bukan satu-satunya orang yang takut bepergian dengan menumpang pesawat terbang, terutama ketika pesawat baru take off, landing dan ketika pesawat berguncang karena harus melewati awan tebal. Jujur, saya adalah satu di antaranya. Dan pasti banyak orang seperti itu. Yang jarang mungkin orang yang sampai harus menelan obat tidur. Padahal, menurut saya, rasa takut itu, bila  sekali-sekali terjadi sebenarnya merupakan nikmat yang memiliki nilai tersendiri.

Betapa tidak, pada saat takut biasanya secara reflek, orang akan teringat Tuhannya. Tidak percaya ? Coba perhatikan, bahkan orang bulepun, yang notabene atheis alias tidak percaya akan keberadaan Tuhan, ketika mereka ketakutan minimal akan berteriak “Oh my god !”. Demikian pula yang tercermin pada film-film Barat. Ironisnya, begitu badai berlalu, maka merekapun segera melupakan pertolongan yang datang tersebut bahkan kembali melupakan atau mempersekutukan-Nya.

 “ Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.” Katakanlah: “Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.”(QS.Al-Anám(6):63-64).

Rasa takut sebenarnya sebuah nikmat besar, selama tidak berlebihan, tentu saja. Karena dengan adanya perasaan takut inilah seseorang dapat merasakan bahwa ada kekuatan tersembunyi yang dapat melindungi dan membantunya. Melalui rasa takut, terasa betapa kecil dan lemahnya kita ini.

Sungguh beruntung orang yang meyakini adanya Tuhan, Allah azza wa jala, Dia Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Dalam keadaan takut diajarkannya kita untuk berdoa, memohon pada-Nya agar dibebaskan dari keadaan yang membuat kita takut. Dalam takut kita dapat merasakan indahnya doa. Rasulullah saw mengatakan bahwa doa yang langsung dikabulkan Allah swt salah satunya adalah doa yang dipanjatkan ketika kita dalam perjalanan atau safar ( doa seorang musafir).

Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)

Doanyapun bukan doa sembarang doa melainkan doa yang dipanjatkan diantara rasa takut, khawatir harapan kita tidak terwujud dan harapan doa pasti dikabulkan-Nya. Karena sesungguhnya Ialah yang paling mengetahui mana yang tebaik bagi hamba-Nya. Maka dengan demikian ketika doa tidak terkabul kita tetap sabar menerimanya.

 “ … dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”.(QS.Al-Araf(7):56).

Takut tampaknya adalah fitrah manusia. Demikian juga percaya akan adanya Tuhan atau minimal percaya akan adanya kekuatan lain disamping diri manusia. Katakanlah kekuatan ghaib. Kekuatan ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi rasa tidak menyenangkan tadi yaitu takut. Dengan kata lain takut dan Tuhan itu 2 kata yang saling berkaitan.

Rasa takut sebenarnya bisa dibagi menjadi dua jenis. Pertama, takut gagal dan kalah, takut sakit, takut menderita, takut sakit hati, takut miskin dan hidup susah, takut mati dll. Intinya, semua jenis takut yang  sifatnya duniawi berada di jenis no 1 ini.

Sedangkan jenis takut yang kedua, adalah jenis takut terhadap Tuhannya.  Takut disini adalah takut terhadap pembalasan di alam akhirat. Rasa takut jenis ke 2 ini hanya dimiliki orang-orang yang percaya akan adanya hari pembalasan. Artinya hanya orang-orang beragama saja. Itupun kelihatannya hanya orang yang benar-benar takwa. Orang-orang seperti ini bisa dibilang tidak takut terhadap penderitaan yang sifatmya duniawi. Mereka itu adalah orang-orang yang berserah diri, pasrah pada kehendak Sang Ilahi, tentu setelah berusaha keras menghindari penyebab rasa takut itu sendiri. Mereka tegar karena meyakini adanya kadar dan takdir yang telah ditetapkan-Nya dan tidak mungkin mengindarinya..

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.(QS.Al-Baqarah(2):(153).

Ya begitulah orang beriman mengatasi rasa takutnya. Mereka tidak cukup hanya berdoa apalagi hanya menelan pil tidur, namun dengan shalat dan menahan sabar.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 12 Mei 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

Telekomunikasi, dari hari ke hari, makin canggih saja. Dewasa ini, di pelosok kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dll  hampir semua orang bisa dibilang mempunyai apa yang disebut telpon genggam, telpon seluler atau HP ( Hand Phone). Alat telekomunikasi canggih yang beberapa tahun lalu masih dianggap barang mewah ini sekarang sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja. Dari presiden hingga sopir, kenek bus, pembantu rumah tangga dan tukang sampah. Dari orang dewasa, kakek-nenek hingga anak SD, laki-laki maupun perempuan, semua punya HP, dengan berbagai merk, model dan tingkat kecanggihannya masing-masing.

Bukan lagi pemandangan yang aneh, ketika dalam kemacetan, kita tengok kiri kanan kita, semua memegang HP, termasuk yang sedang mengemudikan kendaraan ! Ada yang untuk keperluan dasar yaitu menelpon, ada yang sms-an atau bbm-an, namun ada juga yang main game. Bahkan pada acara kumpul-kumpul, katakanlah reunian teman lama, yang belakangan ini memang sedang marak,  HP seolah sudah menjadi bagian dari tubuh. Sambil mengobrol kesana kemari, tangan tetap lincah ‘ berzikir”, alias ber-sms ria atau ber-BB ria.

HP di zaman super canggih ini, memang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Tetapi juga sebagai alat pemotret, perekam suara, surfing di dunia maya, game, musik dan  film,  GPS alias penunjuk jalan, juga untuk membaca Al-Quran, bila kita mau.

Namun fenomena HP yang paling membuat saya  tertegun adalah ketika HP disambungkan dengan head phone, sementara HP itu sendiri diselipkan di saku pakaian hingga tidak terlihat dari luar ( HP wireless; bluetooth). Yang dengan demikian, seseorang yang sedang menelpon tidak tampak sedang menelpon. Sepintas mungkin seperti orang ‘miring’ karena ia tampak sedang bercakap-cakap  bahkan tersenyum-senyum atau tertawa-tawa, sendiri !

Syukurlah ketertegunan tersebut segera hilang. Yang muncul kemudian adalah perasaan takjub. Ingatan saya langsung berbalik kepada saat-saat ketika seseorang sedang shalat atau berdoa. Tentu saja bukan dalam hal tertawa-tawa atau tersenyum-senyumnya, melainkan ‘seolah’ berbicara sendirinya itu. Untuk kita, orang Indonesia, yang sebagian besar memang orang beriman mungkin hal ini tidak terpikirkan.  Apalagi yang hampir tidak pernah bersinggungan dengan orang  Barat.

Sebagian besar orang Barat dewasa ini adalah atheis alias tidak percaya akan adanya Tuhan. Bagi mereka Tuhan adalah absurb, mistik. Orang beragama dan mempercayai adanya Tuhan bagi mereka adalah kuno, ketinggalan zaman, terbelakang dan jauh dari kata modern. Bagi mereka orang modern adalah orang berakal, yang berpikiran kritis dan tidak mempercayai hal-hal ghaib, hal-hal yang tidak dapat dibuktikan keberadaanya dengan data-data empiris.

Kembali kepada orang yang sedang menelpon, dengan kedua tangan berada di dalam saku celana, head phone mini nyaris tak terlihat. Namun ia terlihat serius berbicara sendiri, sekali-kali berteriak, mengeluarkan salah satu tangannya dari saku lalu memukul kepalanya sendiri. Atau tiba-tiba tertawa keras. Orang gilakah ini?

Tidak ! Ia sedang berbicara dengan seseorang di ujung dunia sana. Tahunya? Ambil saja head phonenya  .. Ada suara orang kan? Iya sih .. tapi bagaimana bisa yakin ada seseorang di ujung kabel sana?? Bagaimana kalau itu hanya suara rekaman seperti answering machine , misalnya, yang tidak jarang bisa mengecoh seseorang. Itulah tehnologi telekomunikasi yang makin hari makin canggih saja.

Patut dicatat, perusahaan telpon pertama di dunia baru ada pada tahun 1875.  Adalah Alexander Bell yang umumnya dikenal sebagai penemu tehnologi telpon yang ketika itu berhak mendapatkan paten atas penemuan Antonio Meucci, sang penemu aslinya. Dua tahun setelah berdirinya perusahaan tersebut, baru 300 buah telpon yang dapat dihasilkan. Tahun berikutnya menjadi 10.000 telpon dihasilkan.

Sementara telepon tanpa kabel atau wireless, pertama kali digunakan pada tahun 1915, yaitu pada waktu Perang Dunia I berkecamuk. Itulah pertama kalinya komunikasi telpon lintas negara mulai terjalin. Selanjutnya tahun 1971 barulah perusahaan telekomunikasi mandiri untuk keperluan bisnis mendapat izin untuk dikembangkan. Maka berjuta-juta saluran teleponpun  mulai digunakan masyarakat luas.

Dua tahun kemudian yaitu, tahun 1973, ponsel alias telepon seluler alias telepon genggam atau hp ( Hand Phone)  pertama berhasil diciptakan, dengan berat 2 kg dan biaya US$1 juta atau 9 milyard rupiah !  Sedangkan telepon genggam ringan nan canggih yang mampu browsing internet dengan harga relative terjangkau baru lahir belakangan saja, yaitu tahun 2000-an.

Artinya, kemudahan fasilitas telekomunikasi yang sehari-hari kita nikmati saat ini sebenarnya adalah benar-benar hasil kerja keras dan percobaan berkali-kali sejumlah pakar teknologi yang menghabiskan waktu hingga puluhan tahun dengan biaya luar biasa besarnya. Suara yang dikeluarkan orang yang berbicara di depan mike telepon diubah menjadi sinyal listrik dan menjadi energi gelombang radio. Energi tersebut kemudian dikirim melalui jalur khusus tertentu di udara agar sampai ke tempat tujuan yang diminta, untuk kemudian diubah lagi menjadi suara yang dapat di dengar orang di seberang  sana.

« Demi langit yang mempunyai jalan-jalan, » (QS.Adz-Dzariyat(51) :7).

Bagi orang awam mungkin ayat di atas biasa-biasa saja, alias tidak istimewa. Tetapi bagi para ilmuwan, khususnya para peneliti teknologi komunikasi diatas pasti ayat diatas membuat mereka terpana. Karena ‘jalan-jalan di langit’ itu memang benar adanya, diantaranya yaitu tadi, jalur komunikasi telepon, jalur dimana gelombang suara yang begitu rumit itu berseliweran, tanpa khawatir saling bersinggungan, kecuali sekali-sekali saja. Padahal ayat di atas sudah ada sejak 14 abad yang silam ! Allahuakbar …

Tak dapat dipungkiri, alangkah besarnya jasa para penemu komunikasi telepon ini.  Berkat teknologi HP, kita dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang kita cintai di ujung dunia manapun ia berada. Bahkan jika mau, kita dapat mengikuti dan mengetahui apa yang mereka sedang kerjakan dan lakukan, dari waktu ke waktu. Begitulah kira-kira Sang Khalik yang tidak pernah mengantuk dan tidur mengawasi hamba-hamba-Nya. Sungguh, bukan hal yang mustahil bagi-Nya !

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.( QS. Al-Baqarah(2):255).

Jadi sebenarnya agak aneh juga bila di zaman modern ini sebagian besar orang Barat yang mengaku sebagai orang pandai dan maju masih juga tidak mempercayai adanya Tuhan. Padahal telah tercatat  betapa banyaknya ilmuwan Barat yang  takluk terhadap kebenaran Al-Quran dan kemudian memeluk Islam berkat temuan ilmiah yang mereka temukan, yang ternyata kemudian cocok dengan ayat-ayat Al-Quran. Albert Einstein, fisikawan terkemuka asal Jerman yang pada tahun 1905 memperkenalkan teori Relatifitas, adalah salah satu contohnya.

click:http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/03/09/m0lv5f-subhanallah-inilah-kemukjizatan-alquran-tentang-teori-relativitas.

Sementara dari Jepang, seorang dokter bernama Masaru Emoto, pada tahun 1992, menerima sebuah sertifikat bergengsi berkat pengobatan alternatifnya dengan air. Dalam tesisnya ia berhasil membuktikan bahwa air bersih ternyata bereaksi terhadap bacaan.  Bila bacaan tersebut bacaan yang positif maka akan terbentuk kristal hexagon yang sangat indah. Kristal ini mampu membuang racun dalam darah serta mampu meningkatkan effisiensi metabolisme cairan dalam tubuh. Sebaliknya bila dibacakan bacaan buruk/kasar  maka kristal akan menjadi berantakan, tanpa bentuk.

Saya juga pernah membaca berita bahwa ruangan yang di dalamnya selalu dibacakan bacaan positif, ruangan akan menjadi lebih hangat dan adem. Masjid adalah contoh yang paling nyata.

“ Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”.(QS.Al-Araf(7):204-205).

Kembali kepada fenomena HP canggih di awal tulisan ini. Bila saat ini banyak orang terlihat cuek berteriak-teriak seolah sedang berbicara sendiri mengapa pula kita, umat Islam, harus malu ketika sedang shalat, berzikir atau berdoa dengan suara agak keras hingga terdengar oleh telinga sendiri, seolah berbicara sendiri, padahal kepada Allah kita sedang berbicara. Yang bahkan telah terbukti melalui berbagai penelitian mampu membuat kita dan aura di sekitar kita menjadi teduh, bila dilakukan dengan benar.

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. … “.(QS.Az-Zumar(39):23).

Jadi, komunikasi dengan Sang Pencipta, raja dari segala raja, melalui shalat, zikir dan doa, bukan sekedar keimanan belaka namun juga bagian dari teknologi canggih, teknologi milik-Nya.  Al ‘Alim, Yang Menguasai Segala Ilmu, yang sengaja dibuka-Nya bagi orang-orang yang mau mencari dan memikirkan  kehebatan dan kedasyatan jagad raya ciptaan-Nya ini. Allahuakbar …

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan“.(QS.Al-Baqarah(2):164).

Sudah tiba waktunya umat Islam ini harus percaya diri, diantaranya dengan membaca Al-Quranul Karim, dimanapun berada, di dalam kendaraan pribadi, kendaraan umum, ruang tunggu, atau di tempat umum manapun, sebagaimana orang Barat membaca buku apapun, dimanapun.

Wallahu’alam bish shawwab.

Paris, 5 April 2012.

Vien AM.

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »