Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Taurat’

I. Mukaddimmah.

Sebagai umat Islam seharusnya kita menyadari bahwa tidak ada contoh dan keteladanan yang lebih baik dan lebih sempurna kecuali mencontoh dan meneladani apa yang telah diperbuat Rasulullah Muhammad saw, sebagai utusan Allah yang telah diberi kehormatan agar menyampaikan Al-Quranul Karim yang berisi perintah dan larangan dari Sang Khalik Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Allah swt. Piagam Madinah yang dibuat beberapa saat setelah hijrah Rasulullah ke Madinah adalah contoh nyata yang mustinya di terapkan oleh para pemimpin dan penguasa Muslim dimanapun berada di belahan dunia ini. Sebagaimana telah kita ketahui, Islam bukanlah sebuah ajaran yang sekedar menerangkan bagaimana hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan hanya mengajarkan bagaimana cara melaksanakan sebuah ibadah, sebuah ritual tata cara penyembahan terhadap Tuhannya. Lebih dari itu, Islam adalah sebuah pandangan hidup, way of life.

Oleh sebab itu, ajaran ini menuntut agar pengikutnya membentuk sebuah masyarakat yang juga Islami yaitu masyarakat yang memiliki tatanan, aturan dan hukum yang bernafaskan ajaran Islam. Masyarakat yang seperti inilah yang dijanjikan-Nya bakal menuai kemakmuran, keadilan, ketentraman serta kebahagiaan tidak saja di akhirat namun juga dunia. Ini adalah janji Allah yang pasti. Banyak contoh negara, masyarakat maupun kaum yang mencapai kemajuan dan kemakmuran ketika mereka mentaati dan menerapkan hukum Allah.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik “. (QS. An Nur(24):5 5).

Keluarga adalah satuan terkecil dalam tatanan sebuah masyarakat. Selanjutnya keluarga-keluarga ini membentuk kelompok yang saling berinteraksi secara sosial. Mereka saling membantu dan menolong agar kepentingan mereka dapat terpenuhi. Dalam ajaran Islam saling membantu dan menolong hanya diperbolehkan dalam kerangka menegakkan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Itupun atas dasar kecintaan dan ketakwaan kepada-Nya.

Oleh karenanya demi menghindari perbedaan pikiran dan persepsi, hukum yang dijadikan pijakan harus pula hukum Islam, yaitu hukum-Nya bukan hukum yang didasarkan atas kebenaran pikiran dan pendapat sekelompok golongan atau bangsa maupun ras tertentu.. Namun demikian, ini bukan berarti bahwa penduduk non Muslim otomatis harus pula menerapkan hukum Islam. Pun ketika penduduk Non Muslim tersebut hanya minoritas! Inilah keistimewaan yang jarang sekali ditemukan di negara manapun di dunia ini sekalipun negara yang memproklamirkan diri bahwa negaranya adalah Negara demokrasi seperti Amerika Serikat misalnya.

II. Pendirian Negara Madinah.

Penduduk Yatsrib, nama lama kota Madinah, sebelum hijrahnya Rasulullah selalu berada dalam perselisihan. Menurut beberapa sumber, penduduk kota ini adalah para pendatang dari Yaman, semenanjung Arab bagian Selatan. Mereka adalah suku Aus dan suku Khazraj yang termasuk kedalam bani Qailah. Mereka berbondong-bondong berpindah dan menetap di Yatsrib sejak ambruknya bendungan raksasa Ma’arib yang sebelumnya telah menjadi sumber kehidupan negri tersebut.

Kedua suku tersebut segera mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Mereka hidup dengan mengandalkan kemampuan lama mereka yaitu bertani. Hal ini menyebabkan kaum Yahudi yang telah lebih awal menetap di Yatsrib merasa tidak senang. Dengan sekuat tenaga mereka terus berusaha mengadu domba kedua suku yang ketika itu masih menyembah berhala ini. Mereka berhasil. Hampir setiap waktu suku Aus dan Khazraj terus bertikai dan berperang. Keduanya baru bersatu dan berdamai setelah Islam datang.

Selanjutnya mereka mendapat sebutan penghormatan sebagai kaum Anshor. Ini disebabkan jasa mereka yang telah dengan suka rela mau membantu dan menampung kaum Muhajirin yang diusir dari kota kelahiran mereka, Mekkah. Sejak itu nama kota Yatsribpun berubah menjadi Madinah Al-Munawarah. Di kota inilah Rasulullah mulai menata kehidupan masyarakat Madinah berdasarkan petunjuk Allah swt yang disampaikan melalui malaikat Jibril dan tertulis dalam kitab-Nya, Al-Quranul Karim.

Hal pertama yang dilakukan Rasulullah begitu beliau menginjakkan kaki di kota Madinah adalah mendirikan masjid. Masjid ini tidak saja berfungsi sebagai tempat ibadah ritual melainkan juga sebagai pusat segala aktifitas masyarakat Islam, baik dalam bidang spiritual maupun keduniaan. Di dalam lingkungan masjid inilah masyarakat Madinah menimba berbagai ilmu pengetahuan. Mulai ilmu pengetahuan keagaamaan hingga ilmu pengetahuan umum. Tempat ini selalu terbuka untuk umum, siapa saja, besar kecil, kaya miskin, lelaki atau perempuan, berhak masuk dan menerima pengajaran baik langsung dari Rasulullah maupun dari para sahabat.

Barangsiapa mendatangi masjidku ini dan ia tidak mendatanginya melainkan untuk mempelajari suatu kebaikan dan mengajarkannya maka kedudukannya laksana pejuang fi sabilillah. Namun barangsiapa datang bukan dengan tujuan tersebut maka ia seperti orang yang melihat harta orang lain” (HR Bukhari).

Langkah selanjutnya Rasulullah mempersaudarakan kaum Anshor dan kaum Muhajirin.

Tujuan adalah :

1. Menciptakan rasa kebersamaan dan persatuan.

2. Menyatukan arah dan pikiran pada satu tujuan yang sama.

3. Menanamkan solidaritas sosial diantara keduanya.

4. Menenangkan perasaan kehilangan kaum Muhajirin atas putusnya persaudaraan mereka di Mekah.

Disamping itu Rasulullah juga mengatur hukum dan tata cara pergaulan dan hubungan antar sesama penduduk Madinah, baik antar Muslim, antar Yahudi maupun antara Muslim dengan Yahudi. Hal ini sangat penting karena masyarakat Arab sejak dahulu telah dikenal sebagai bangsa yang memiliki sifat kesukuan yang teramat kental. Rasulullah menyadari bahwa hal tersebut tidak boleh dibiarkan karena hal yang demikian berpotensi menjadi penghalang persatuan umat.

Secara detail Rasulullah bahkan menuangkan segala peraturan dan hukum tersebut dalam sebuah perjanjian yang terkenal dengan nama Piagam Madinah. Sebagai produk yang lahir dari rahim peradaban Islam, piagam ini belakang hari diakui sebagai piagam yang mampu membentuk sekaligus menciptakan perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat yang plural, adil dan berkeadaban.

Hal ini diakui sejumlah sejarahwan dan sosiolog Barat diantaranya adalah Robert N. Bellah, seorang sosiolog jebolan Harvard University, Amerika Serikat. Ia menilai bahwa piagam Madinah adalah sebuah konstitusi pertama dan termodern yang pernah dibuat di zamannya.

Isi Piagam Madinah antara lain  adalah sebagai berikut :

1. Kaum Muslimin, baik yang berasal dari Quraisy, Madinah maupun dari kabilah lain yang bergabung dan berjuang bersama-sama adalah satu umat.

2. Semua Mukminin dari kabilah mana saja harus membayar diyat (denda) orang yang terbunuh di antara mereka dan menebus tawanan sendiri dengan cara yang baik dan adil antar sesama mukmin.

3. Kaum Mukmin tidak boleh membiarkan siapa saja diatara mereka yang tidak mampu membayar utang atau denda. Mereka harus membantunya untuk membayar utang atau denda tersebut.

4. Kaum Yahudi dari Bani ‘Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.

5. Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang (olehnya).

6. Di saat menghadapi peperangan orang-orang Yahudi turut memikul biaya bersama-sama kaum Muslimin.

7. Jika diantara orang-orang yang terikat perjanjian ini terjadi pertentangan  atau perselisihan yang dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan, perkaranya dikembalikan kepada Allah swt dan Muhammad Rasulullah.

8. Sesungguhnya Allah swt yang akan melindungi pihak yang berbuat kebajikan dan takwa.

( Baca lengkap : http://www.mail-archive.com/media-dakwah@yahoogroups.com/msg02993.html ).

Itulah substansi dari Piagam Madinah. Piagam yang dibuat Rasulullah, terkait dengan posisi penduduk Madinah yang menunjukkan bahwa kelompok non-Muslim memperoleh jaminan keadilan dalam menjalankan agamanya. Hal ini akan menjaga integritas bangsa Madinah yang terdiri dari berbagai suku dan penganut agama, meskipun kaum Muslimin merupakan mayoritas. Piagam Madinah adalah jaminan integrasi bangsa dan persamaan hak dan kewajiban bagi masyarakat plural.

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan”. ( QS.An-Nur (24):52).

( Bersambung ke bagian 2) .

Read Full Post »

Pegunungan Apennis adalah rantai pegunungan sepanjang 1000 km di Italia yang membentang dari Italia bagian utara hingga Italia bagian selatan. Secara geografis pegunungan ini dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu Apennis utara, Appenis Tengah dan Apennis Selatan. Di Appenis Selatan inilah berdiri 2 gunung berapi teraktif  di Eropa yaitu gunung Etna ( 3330 m) dan gunung Vesuvius ( 1281 m ).

Gunung Etna tercatat sebagai salah satu gunung paling berbahaya di dunia. Hampir setiap tahun gunung ini memperlihatkan kemarahannya dengan menumpahkan lahar merah panasnya. Bahkan hingga detik ini pemerintah Italia belum bisa mengendurkan pengawasannya terhadap kegiatan berbahaya gunung yang terletak di pulau Sisilia  itu.

Sementara gunung Vesuvius yang terletak di teluk Naples di pantai Tirrenia tercatat sebagai gunung paling terkenal di dunia karena akibat letusannya mampu mengubur kota Pompei dan sekitarnya plus ribuan penduduknya yang tidak berhasil menyelamatkan diri.  Ironisnya lagi, bekas dan sisa kejadian memilukan yang  terjadi pada tahun 79 M ini hingga kini masih dapat kita saksikan. Mayat-mayat bergelimpangan di seluruh penjuru kota dengan berbagai posisi mengerikan. Dari ekspresi wajahnya jelas tampak bahwa mereka ini meninggal dunia dalam keadaan menahan sakit luar biasa. Para peneliti menemukan fakta bahwa leher dan rongga pernafasan korban disesaki lumpur dan debu ! Astaghfirullahaladzim ..

( Youtube Pompei, The Lost City, click :  http://www.youtube.com/watch?v=gmwylbF3-CA&feature=related )

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”.(QS.Ali-Imran (3):137).                

Masyarakat Romawi dibawah raja Nero Claudius pada awal Masehi adalah masyarakat pagan. Mereka menyembah dewa dewi seperti Isis, Eleusis dan Mithras. Nero sendiri diangkat sebagai raja pada tahun 54 M pada usia 17 tahun.. Ia dikenal sebagai raja yang amat kejam. Bahkan kakak tiri dan ibunya sendiri dikabarkan dibunuh atas perintahnya ! Nero juga adalah raja yang mempopulerkan adu antara manusia dengan singa sebagaimana film The Gladiator yang mengerikan itu. Ironisnya, ia sendiri meninggal bunuh diri karena khawatir dibantai rakyatnya. Ini terjadi ketika militer melakukan kudeta terhadap kekuasaannya pada tahun 68 M.      

Yerusalem sebelum datangnya nabi Isa as.

Yerusalem di bawah kekuasan nabi Daud dan nabi Sulaiman  ( King Solomon) pada 1000 SM berada pada masa puncak kejayaan Yahudi. Sayang masa keemasan kerajaan ini hanya berlangsung tidak lebih dari 80 tahun saja. Setelah nabi Sulaiman wafat, kerajaan terpecah-pecah dibawah para raja yang zalim. Mereka tidak lagi mau mentaati dan menjadikan bekas raja mereka yang sholeh itu sebagai panutan. Perintah Allah yang tertulis pada kitab suci Taurat yang dibawa nabi Musa as tidak dijalankan dengan baik. Bahkan sebagian besar ayat-ayat tersebut mereka sembunyikan dan diputar balikan.

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya dikala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?”….”.(QS. Al-An’am(6):91).

Akibatnya pertolongan Allahpun menjauh. Yerusalem kini menjadi bulan-bulanan para penguasa asing yang datang menjajah mereka.  Syria, Assyria, Babylon, Mesir dan  Romawi adalah diantaranya. Bahkan orang-orang Yahudi ini beberapa kali harus mengulangi sejarah pahit sebagai budak belian, persis seperti ketika mereka berada dibawah kekuasaan Fir’aun di Mesir pada masa nabi Musa as. Mereka hidup sebagai budak di negrinya sendiri, dibawa ke berbagai negri yang menjajahnya sebagai budak atau dipaksa pergi meninggalkan negrinya dan hidup terlunta-lunta. Inilah yang di kemudian hari dikenal dengan istilah Diaspora.

Bahasa Aramaic, bahasa asli bangsa Yahudi juga terkena dampaknya. Sedikit demi sedikit bahasa ini punah digantikan oleh bahasa Yunani. Ironisnya, kitab Tauratpun tak bisa mereka pertahankan dalam bahasa aslinya. Kitab ini diterjemahkan kedalam bahasa Yunani, diutak atik dan diubah disana sini hingga akhirnya jauh dari aslinya.      

Setelah beberapa ratus tahun berlalu, bangsa Yahudi akhirnya dapat kembali dan berkumpul di Yerusalem. Dengan sangat antusias mereka kembali mendirikan tempat peribadatan yang dulu sempat dihancurkan para penguasa. Ajaran Yahudi kembali dihidupkan walaupun sebenarnya telah mengalami penyimpangan. Namun tak lama   kemudian Yerusalem jatuh ke tangan kekaisaran Romawi. Pada masa inilah ajaran Yunani yang pagan masuk kedalam ke ajaran Yahudi. Karena penguasanya ketika itu memang memerintahkan hal tersebut.

Tentu saja para ulama dan penganut fanatik Yahudi memberontak. Namun dengan tangan besi mereka ini ditangkapi dan dikucilkan. Bahkan dibawah raja Herod I, raja Yahudi penguasa Yerusalem yang diangkat Romawi, mengeluarkan perintah agar seluruh anak lelaki Yahudi yang berumur dibawah 2 tahun dibasmi. Ini dilakukannya agar Romawi tetap memberinya kepercayaan sebagai penguasa Yerusalem. Herod I memegang tampuk pemerintahan tertinggi antara tahun 37 SM hingga  4 M.

Pada masa inilah Allah swt mengutus nabi Isa as ke kota Yerusalem. Ia diutus kepada  bangsa Yahudi agar mereka kembali ke jalan yang lurus. Yang menjadi raja Yerusalem ketika itu adalah pengganti Herode I yaitu Pontius Pilate yang naik tahta karena ditunjuk Romawi. Dibawah kekuasaannya bangsa Yahudi benar-benar mengalami penderitaan berat. Siapapun yang menentang kebijaksanaan Romawi harus dibunuh dengan cara disalib atau dibakar hidup-hidup !

Nabi Isa as dengan susah payah mengingatkan kaumnya agar tetap bertahan dan menyembah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah swt. Namun hingga akhir hayatnya murid setianya hanya 12 orang. Itupun salah satunya mengkhianatinya. Nabi Isa  dijebak dan difitnah hingga akhirnya penguasa menangkap dan memutuskan bahwa beliau harus dihukum salib. Namun atas izin-Nya Isa as diselamatkan-Nya dari kematian yang hina tersebut. Peristiwa ini terjadi pada tahun 33 M.     

“ dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.(QS. An-Nisa (4):157).

Meletusnya Gunung Vesuvius.

Hingga wafatnya nabi Isa as tidak berhasil mengajak kaumnya ke jalan yang benar. Baik penduduk Yerusalem maupun penduduk Romawi, keduanya sama. Mereka bergelimang dalam kesesatan. Ritual dan penyembahan dewa dewi terjadi dimana-mana. Akhlak merekapun sungguh bejat. Perebutan kekuasaan, fitnah, saling bunuh dan kemaksiatan terus saja terjadi. Sementara pengikut nabi Isa yang hanya sedikit itupun terus diburu dan dibunuh. Murkakah Sang Khalik akan hal tersebut ??

Sejarah mencatat bahwa pada masa kekuasaan raja Nero, yaitu pada tahun 62 M terjadi gempa hebat di kota Pompei dan sekitarnya. Sejak itu gempa terjadi hampir  setiap tahun dan mengakibatkan kerusakan yang tidak sedikit. Ketika itu belum diketahui apa penyebabnya. Selanjutnya pada suatu malam ditahun 64 M, terjadi kebakaran besar di kota Roma. Kebakaran hebat yang hanya menyisakan 4 dari 14 distrik Roma ini berlangsung hingga 6 hari tujuh malam.    

Puncaknya adalah bulan Agustus tahun 79 M. Sumur-sumur dan sumber air mengering. Disusul dengan terjadinya gempa selama 4 hari yang makin lama makin kuat. Kemudian tepat satu hari sebelum Vulcanalia, perayaan hari besar dewa api Yunani, terjadi letusan hebat gunung Vesuvius yang terletak tidak jauh dari Naples. Letusan ini didahului dengan terjadinya hujan batu runcing hingga menutupi permukaan tanah Pompei setebal 2.8 m.  Ini terjadi hanya dalam waktu 2 jam yaitu pukul 18.00 hingga 20.00 !.

Setelah itu baru keluar awan panas yang membakar apa saja yang ditemuinya. Gunung Vesuvius meletus. Debu super tebal berterbangan dan mengubur habis kota Pompei, Herculanum, Oplontis dan Stabies berikut penduduknya  yang tidak mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan diri. 

Dan hingga detik ini atas kehendak-Nya kita dapat menyaksikan Pompei yang diselimuti debu dan lumpur tebal berikut jasad-jasad dengan berbagai posisi  masih utuh ditempatnya. Betulkah ini azab Allah swt ? Wallahu’alam ..

 “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong”. (QS.Ali Imran (3):55-56).

Lalu bagaimana pula dengan berbagai bencana yang akhir-akhir ini terus bermunculan di sekitar kita. Apakah ini tanda-tanda  kemurkaan-Nya?  Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang lalai terhadap ayat-ayat-Nya apalagi mengingkarinya .. Astaghfirullahaladzim ..  

Lebih ironis lagi, ratusan tahun kemudian kitab yang dibawa nabi Isa as ( Injil) malah disatukan dengan Taurat yang jelas-jelas sudah diselewengkan itu. Taurat dinamakan perjanjian lama dan Injil disebut perjanjian baru. 

Wallahu’alam bishawab.

Pau – France, 11 Februari 2010.

Vien AM.

Read Full Post »

Yakub as bin Ishaq as bin Ibrahim as memiliki nama lain yaitu Israel. Israel inilah kakek moyang bangsa Israel atau bangsa Yahudi. Jadi sebenarnya bangsa Arab dan bangsa Yahudi adalah bersaudara. Nasab mereka bertemu pada garis Ibrahim as karena Ismail as dan Ishaq as adalah kakak beradik dari ayah yang sama yaitu Ibrahim as walaupun ibu mereka berbeda. Ishaq menurunkan garis bangsa Yahudi sedangkan Ismail adalah kakek bangsa Arab yang kelak menurunkan Muhammad saw. Ibrahim as sendiri adalah seorang pendatang di negri Palestina. Ia berasal dari Mesopotamia.

Yakub memiliki 12 anak laki-laki, yang ke 11 adalah Yusuf as. Ketika Yusuf masih kanak-kanak, saudara-saudaranya merasa bahwa ayah mereka lebih menyayangi Yusuf dari pada mereka. Meski sebenarnya sikap sang ayah yang sangat melindungi Yusuf tersebut bukannya tanpa sebab. Yaitu karena mimpi yang dialami Yusuf ( lihat surat Yusuf ayat 4 dan 5), yang memang di kemudian hari terbukti Yusuf adalah seorang ahli tafsir mimpi ( lihat surat Yusuf ayat 45).

Disebabkan perasaan cemburu dan dengki inilah mereka kemudian melemparkan Yusuf kecil ke sebuah sumur. Namun Allah SWT berkehendak lain, Yusuf diselamatkan para khafilah dagang yang menemukannya di dasar sumur. Kemudian Yusuf dibawa ke Mesir dan dijadikan budak. Dalam Al-Qur’an surat ke 12 yaitu surat Yusuf diceritakan secara panjang lebar bahwa Yusuf as selain diangkat menjadi salah satu utusan Allah juga berhasil menduduki jabatan penting di negri Mesir.

Disitu juga diceritakan bahwa akhirnya ia berhasil bertemu kembali dengan keluarga besarnya. Ia memaafkan saudara-saudaranya dan kemudian memboyong keluarga besarnya tersebut ke negri Mesir. Hal ini diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 2150 SM. Sebagai tamu keluarga pembesar negara, mereka mendapat kedudukan dan perlakuan yang baik di negri tersebut. Namun tak lama setelah Yusuf wafat, dibawah kekuasaan para firaun mereka diperlakukan sebagai budak oleh bangsa Mesir. Ini terus terjadi selama ratusan tahun.

Hingga tiba suatu saat, Musa as diperintah Allah SWT untuk menyelamatkan dan membebaskan mereka dari perbudakan. Namun sayang, setelah pertolongan Allah datang dengan dibelahnya laut Merah, keturunan Yakub tersebut tidak memiliki nyali untuk masuk ke negri Palestina yang ketika itu dikuasai oleh bangsa Kana’an yang gagah perkasa. Padahal melalui Musa as dan Harun as, Allah SWT memerintahkan mereka untuk memasuki negri tersebut. Tampak bahwa keimanan dan rasa syukur mereka kepada-Nya begitu tipis. Bahkan ketika Allah SWT memanggil Musa as ke bukit Tuur di Sinai untuk menerima Taurat yang berisi perintah-perintahNya selama 40 hari, dipimpin salah satu murid Musa yang bernama Samiri, mereka malah membuat sapi emas sebagai sesembahan. Musa begitu gusar dan kecewa begitupun Allah SWT hingga akhirnya mereka dikutuk selama 40 tahun tidak memiliki tanah dan tempat tinggal tetap. Mereka hidup nomad di sekitar bukit Sinai.( lihat QS.Al-Maidah(5):26).

Setelah itu Allah SWT mengutus Yusya bin Nun memimpin generasi berikutnya untuk memasuki tanah Palestina. Setelah melewati sejumlah peristiwa ( lihat QS.Al-Baqarah(2):58-59, 246-251) akhirnya Daud as berhasil mendirikan kerajaan Yahudi di tanah tersebut dengan ibu kota Yerusalem. Di bawah pemerintahan putranya, Sulaiman as, mereka membangun rumah peribadatan, yang kelak dinamakan Haekel atau kuil Solomon oleh bangsa Yahudi. Namun fondasi masjid ini sesungguhnya telah didirikan jauh sebelumnya oleh Yakub as, yaitu 40 tahun setelah dibangunnya Masjidil Haram di Mekkah. Pada ayat 96 surat Ali Imran, diterangkan bahwa rumah/bait tertua di muka bumi adalah Masjidil Haram dimana didalamnya terdapat Ka’bah.

Bangsa Yahudi dibawah Daud as dan Sulaiman as berada pada puncak kejayaannya. Kerajaan ini berdiri pada sekitar 1010 SM – 927 SM . Namun raja-raja yang menggantikan Sulaiman setelah wafatnya adalah raja-raja yang zalim dan tidak mentaati ajaran Allah SWT. Mereka menyembah dewa-dewa disamping menyembah Tuhan yang mereka namakan ’Yahweh’. Hingga akhirnya lenyaplah kekuasaan kerajaan tersebut. Demikian pula Tabut, meja kecil keramat tempat penyimpanan lembaran-lembaran ( shuhuf )suci mereka beserta Taurat versi aslinya ikut ra’ib. ( lihat surat Al-Baqarah ayat 248).

Kemudian pada tahun 587 SM, raja Nebukadnezar dari Babilonia datang membantai bangsa ini. Haekel Solomon tidak luput dari penghancuran. Seluruh warga kota dijadikan budak. Namun setelah raja tersebut meninggal, mereka dibebaskan. Kezalimanpun kembali meraja lela. Mereka tetap menyembah dewa-dewa disamping ’Yahweh’. Lebih dari itu, mereka kemudian memproklamirkan diri sebagai bangsa pilihan Tuhan. Mereka mengatakan bahwa hanya bangsa Yahudi yang berhak menguasai dunia. Bangsa lain adalah bangsa yang rendah dan terkutuk.

Para Rasul yang datang untuk mengingatkan agar mereka kembali ke jalan yang benar, antara lain Zakaria, Yahya dan terakhir Isa as yang diutus pada sekitar tahun 30 M, mereka dustakan dan bunuh / ’salib’. Walaupun sebenarnya itu hanya dugaan mereka saja karena Allah swt telah mengangkat Isa as. ( lihat surat An-Nisa ayat 157 -158). Demikian pula, Rasulullah Muhammad saw, beliau juga tidak luput dari usaha pembunuhan yang berkali-kali mereka kerjakan.

” dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa”. ( Terjemah QS. An-Nisa(4):157).

“Penyaliban ” Isa as terjadi pada masa kekuasaan kerajaan Romawi dimana ketika itu hidup  seorang Yahudi yang sangat membenci Isa as dan ajarannya.  Itulah Paulus (nama aslinya Saul). Paulus inilah yang pertama kali mengacak-acak isi Injil dan menamakannya sebagai ajaran Kristen. Nabi Isa as sendiri sebenarmya tidak pernah meng-klaim ajaran yang dibawanya sebagai ajaran Kristen. Karena sejatinya ajaran yang dibawanya itu khusus untuk orang Yahudi yang ketika itu banyak yang tersesat. Paulus memasukkan ide-ide filsafat Yunani dalam ajaran Yesus yang di dapatnya dari murid Yesus.

https://cahyaimancahayakebenaranislam.wordpress.com/2010/08/25/p-a-u-l-u-s-atau-s-a-u-l/

Selama tiga abad ajaran Kristen ini terus berkembang di kalangan masyarakat Romawi. Di sisi lain, masyarakat Romawi pada umumnya, adalah masyarakat pagan. Mereka sedang menantikan datangnya anak dewa matahari, dewa sesembahan mereka. Konstantin I, sang kaisar Romawi menjadi khawatir akan kehilangan pamor dan kekuasaan. Maka pada tahun 325 M ia segera membentuk sebuah dewan yang kemudian menghasilkan sebuah deklarasi yang dikenal dengan nama ’deklarasi/konsili Nicea’ (’Nicene Creed’).

https://id.wikipedia.org/wiki/Konsili_Nicea_I

Deklarasi ini intinya menerangkan bahwa agama Kristen adalah agama resmi kerajaan dan Isa as ditetapkan bukan lagi ’hanya’ utusan Tuhan melainkan justru anak Tuhan itu sendiri (sebagai ganti anak dewa matahari) yang malah lebih parah lagi dengan substansi yang sama pula dengan Tuhan ‘ bapak’. Itulah doktrin Trinitas. Dengan demikian ia berhasil menyatukan masyarakatnya dari perpecahan. Namun sebagai dampaknya, Yahudi dan ajarannya menjadi tersingkir. Mereka dimusuhi dan tidak lagi mendapat tempat hingga akhirnya sebagian besar dari mereka terusir dari Yerusalem yang ketika itu takluk dibawah kerajaan Romawi. Mereka ber’diaspora’ ke berbagai tempat, diantaranya ke Madinah, Yaman dan negara-negara Eropa.

Sekitar tahun 620 M, ketika Rasulullah Muhammad saw melaksanakan Isra’ Mi’raj ke Sidratul Muntaha, Rasulullah sempat melaksanakan shalat di masjid Al-Aqsha ( kuil Solomon) yang ketika itu merupakan kiblat shalat umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah di Mekah. Namun 18 tahun kemudian ketika akhirnya pasukan Muslim berhasil menaklukan Syam termasuk Yerusalem, keadaan masjid ini sama sekali tidak terawat. Penguasa Romawi sebagai penguasa terakhir daerah tersebut menjadikan reruntuhan masjid / kuil sebagai tempat pembuangan sampah.

Sampai-sampai ketika Sang Khulafaul Rashidin, Umar bin Khatab datang mengunjungi lokasi tersebut , diceritakan bahwa ia tidak dapat melewati lokasi masjid disebabkan begitu tingginya tumpukan sampah yang mengitarinya. Tidak diketahui sejak kapan persisnya rumah ibadah tersebut runtuh dan tidak lagi dipergunakan sebagai tempat peribadatan. Tempat ibadah tersebut baru diperbaiki dan diaktifkan sebagai tempat ibadah umat Islam di bawah kekhalifahan Islam.

Selanjutnya pada awal abad ke 10 M, terjadi kesalah-fahaman antar penduduk Yerusalem. Padahal selama hampir 4 abad dibawah kekuasaan kekhafilahan kota tersebut aman bagi seluruh pemeluk agama, baik Islam, Nasrani maupun Yahudi. Hal ini memicu ketegangan hingga akhirnya meletuslah Perang Salib ( The Crusaders ) yang diprovokasi oleh Paus Urban yang ketika itu berkedudukan di Perancis Selatan. Menempuh perjalanan yang sangat jauh pasukan ini secara sadis dan membabi buta menyerang Yerusalem dan sekitarnya. Namun tampaknya pihak Salib tidak menyadari bahwa sesungguhnya ada yang memanfaatkan situasi tersebut, yaitu orang-orang Yahudi. Mereka diam-diam menyusup kedalam pasukan Salib. Tujuan mereka bulat, yaitu disamping mencari Tabut yang telah lama hilang juga merebut Yerusalem untuk kemudian mendirikan kembali kuil atau Haekel Solomon. Pasukan Yahudi ini dikenal dengan nama Knight Templar.

Dalam Perang yang berlangsung berkali-kali selama hampir 200 tahun, Pasukan Salib nyaris tidak pernah menang. Pada akhirmya pihak Salibpun menyerah. Mereka menyadari bahwa pasukan Muslim terlalu kuat untuk dikalahkan dengan perang senjata secara terbuka. Perang di jalan Allah adalah jihad dan kematian adalah surga. Oleh karena itu pasukan Muslim tidak pernah takut mati. Maka pasukan Salibpun memilih jalan lain untuk mengalahkan pasukan Muslim yaitu melalui perang Pemikiran ( Al-Gazwl Fikri). Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Demokrasi, Feminisme, faham-faham kebangsaan, faham Materialisme dan Kapitalisme, isu-isu HAM adalah contohnya. Semua ini dimaksudkan untuk memecah belah rasa persatuan umat Islam.

Sementara itu, usai Perang, pasukan Salib kembali ke negaranya, sebagian besar ke Perancis selatan. Namun di tempat tersebut, para Knight Templar berprilaku buruk, rasis dan sering melanggar janji. (Ini pula salah satu penyebab, mengapa pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi diusir dari Madinah). Munculnya ‘ anti semit ‘ di Eropa yang menjadi salah satu pemicu ’Holocaust’ juga oleh sebab tersebut). Lebih dari itu, pihak gereja melihat bahwa mereka telah melakukan penyimpangan ajaran Kristen. Akhirnya merekapun diusir bahkan sebagian harus menerima hukuman bakar sebagai hukum yang umum berlaku ketika itu.

Namun mereka tidak putus asa. Mereka segera membentuk kelompok rahasia yang merupakan cikal bakal organisasi berpengaruh di dunia, yaitu Freemason. Tujuan mendesak mereka adalah mencari tanah kosong, tempat yang aman agar mereka bebas bertindak dan berprilaku. Dan tanah itu adalah tanah suku Indian, yaitu benua Amerika sekarang ini. Di kota New York inilah kaum Yahudi menancapkan kuku-kukunya dengan kuat. Untuk mencari dukungan, baik materi maupun spirit, juga sekaligus mengaburkan niat sejati mereka, mereka kemudian mencampur-adukkan ajaran Yahudi dan Kristen. Perjanjian baru (Injil) dan perjanjian lama ( Taurat) yang memang sudah mengalami distorsi, digabung menjadi satu.

https://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry

Mereka menyebut diri sebagai Yahudi Kristen (Kristen Zionis). Dalam perjalanannya kelompok ini terus berkembang membentuk organisasi-organisasi elite, diantaranya adalah Illuminaty. Gerakan ini bekerja secara rahasia dan dengan sangat rapi menyusup ke segala bidang seperti lembaga keuangan, telekomunikasi, media, perfilman, budaya, sosial dan politik bahkan juga LSM di berbagai negara. Anggotanya orang-orang terhormat, kaya dan memiliki pengaruh besar di masyarakat lokal maupun dunia.

Hebatnya, mereka tidak mewajibkan anggotanya harus menjadi Yahudi. Karena sejatinya seperti juga Konstantin I, sang kaisar Romawi yang berinisiatif menjadikan Isa as sebagai Tuhan, adalah penganut agama pagan, penyembah dewa matahari. Tujuan utama mereka satu, yaitu kembali ke tanah yang ’dijanjikan’, itulah tanah rakyat Palestina, demi mendirikan kembali negara Israel Raya plus Haekelnya, dengan ibu kota, Yerusalem!

Rencana panjang yang disusun secara amat matang ini mulai membuahkan hasilnya pada tahun 1917, yaitu pada era pasca Perang Dunia I dengan adanya Perjanjian Balfour. Dengan dikalahkannya kerajaan Islam – Ottoman oleh pihak sekutu, maka Inggris memberikan dukungan bagi berdirinya negara Zionis di tanah Palestina yang sebelumnya termasuk wilayah kekuasaan Ottoman. Dukungan ini baru terealisasi pada tahun 1948. Namun hingga kini sebagian negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia, tidak mengakui keabsahan negara Israel ini.

Melalui berbagai media informasi dewasa ini, dapat kita saksikan betapa ternyata Israel tidak cukup puas dengan menguasai tanah rakyat Palestina. Mereka terus berlaku semena-mena tidak hanya kepada penduduk asli namun juga ke negara-negara tetangganya. Saat ini Al-Aqsa, masjid ke 3 kaum Muslimin ini terus mereka gali dan hancurkan secara sembunyi-sembunyi agar Haekel dapat segera berdiri kembali. Mereka berupaya meluaskan kekuasaan dan ingin menjadikan tata dunia baru (The New World Order) dengan standard prilaku dan kemauan mereka dibawah kepemimpinan Dajjal, ” Si Messiah” yang masih dinanti kedatangannya hingga saat ini.

https://www.kompasiana.com/chilso/the-new-world-order-tata-dunia-presiden-dajjal_5664bee3d87a61f808af60c5

http://lingkarannews.com/tentang-astana-khazakhstan-ibukota-new-world-order-illuminati-capital/

Namun yang tak kalah pentingnya, umat Islam harus terus waspada terhadap segala siasat dan fitnah busuk sekaligus canggih yang dilemparkan Zionis Yahudi demi memenangkan pertempuran akhir zaman. Rasulullah telah mengingatkan bahwa di akhir zaman nanti akan muncul kekhalifahab dibawah Imam Mahdi. Dan dibawah khalifah inilah kekuasaan Yahudi dibawah Dajjal akah dikalahkan secara telak. Itu sebabnya dimunculkan ISIS, si khalifah gadungan  !! ( update Juni 2018).

http://spionase-news.com/2018/05/19/akhirnya-terungkap-pimpinan-isis-ternyata-agen-mossad-israel/

https://rumaysho.com/725-kedatangan-imam-mahdi-yang-dinanti-nanti.html

 

Wallahu’alam bishawab.

Jakarta, 31 Maret 2008.

Vien AM.

Read Full Post »