Feeds:
Posts
Comments

Archive for February 16th, 2009

Tak seorangpun mengetahui kapan persisnya Kiamat bakal terjadi. Ayat Al-Quran hanya mengatakan bahwa hari yang maha dasyat tersebut terjadi secara tiba-tiba.

” Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba … ” (QS.Al-An’am(60:31).

Berikut beberapa ayat yang menunjukkan betapa mengerikannya keadaan hari akhir yang di dustakan keberadaannya oleh orang-orang kafir.

” Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan”. (QS.Al-Qoriah(101):3-5).

” Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”,(QS.Al-Zalzalah(99):1-3).

” Apabila langit terbelah dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh dan apabila bumi diratakan dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi  kosong”, (QS.Al-Insyiqoq(84):1-4).

” Apabila langit terbelah dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan dan apabila lautan dijadikan meluap dan apabila kuburan-kuburan dibongkar”, (QS.Al-Infithor(82):1-4)

” Apabila matahari digulung dan apabila bintang-bintang berjatuhan dan apabila gunung-gunung dihancurkan dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan dan apabila lautan dipanaskan dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)”, (QS.At-Takwir(81):1-7).

” (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras”. (QS.Al-Hajj(22):2).

” (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tunduk. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?” Mereka berkata: “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan“.(QS.An-Nazi’at(79):6-12).

” Ia bertanya: “Bilakah hari kiamat itu?” Maka apabila mata terbelalak (ketakutan) dan apabila bulan telah hilang cahayanya dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: “Ke mana tempat lari?” Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali”. (QS.Al-Qiyamah(75):6-12).

Ketika suatu hari Rasulullah ditanya para sahabat kapankah hari yang sungguh mengerikan ini akan datang, Rasulullah menjawab bahwa Sang Khalik tidak memberinya ilmu tentang hal tersebut. Allah swt hanya memberi tahu tanda-tandanya saja.

“Nabi Saw. datang kepada kami, sementara kami tengah berbincang-bincang. Beliau bertanya, ‘Apa yang sedang kalian perbincangkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami sedang membicarakan masalah hari kiamat.’ Rasulullah Saw. berkata, ‘Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi hingga kalian –sebelumnya- melihat sepuluh tanda.’ Lalu beliau menyebut asap, Dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa Bin Maryam, Ya’juj, Ma’juj dan terjadi tiga kegelapan: kegelapan di timur, kegelapan di barat dan kegelapan di jazirah Arab. Dan akhir dari semua itu adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat perhimpunannya.” (H.R.Muslim).

Hadist shohih diatas menyebutkan bahwa kedatangan Dajjal adalah merupakan salah satu tanda kedatangan Hari Kiamat. Namun tahukah kita sebenarnya apa,siapa dan bagaimanakah Dajjal itu ?

Al-Imam Al-Qurthubi ra dalam kitab At-Tadzkirah mengatakan bahwa lafadz Dajjal ( arti secara bahasa ) dipakai untuk sepuluh makna. Di antaranya: Kadzdzab (tukang dusta)dan Mumawwih (yang menipu manusia).

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ra mengatakan: “Dikatakan demikian karena dia adalah manusia yang paling besar penipuannya.”

Sementara itu Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ra mengatakan ( Dajjal secara istilah ) : “Dajjal adalah Seorang laki-laki pendusta (penipu) yang keluar di akhir zaman mengaku sebagai Rabb/Tuhan”.

Para ulama berpendapat bahwa saat ini kita telah berada pada waktu yang teramat dekat dengan kedatangan Dajjal, si raja Yahudi terlaknat. Berbagai tanda telah menunjukkan hal tersebut. Dari hadits kita tahu bahwa Hari Kiamat datang didahului dengan beberapa tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar. ( Hadits diatas adalah hadits yang menunjukkan tanda-tanda besar ).  Dajjal, si Pembohong besar ini akan datang menjelajahi berbagai sudut dunia kecuali Makkah, Madinah, Al-Quds ( Yerusalem ) dan Tha’if bersama pasukannya yang berjumlah lebih dari 70.000 orang.

Dari Anas ra, Rasulullah bersabda : “Yang akan mengikuti Dajjal adalah Yahudi Ashbahan dan 70.000 dari mereka memakai pakaian yang tebal dan bergaris.” (HR. Muslim no. 5237 )

Hadis riwayat Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: ” Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah ”. (Shahih Muslim No.5205).

Kita telah menyaksikan sendiri kemunculan sejumlah dajjal kecil yang membawa keahlian sihirnya yang begitu mampu mempesona pandangan kita. Sejumlah nabi-nabi palsu juga telah berhasil memperdaya banyak orang. Akankah kita siap menghadapi fitnah, sihir serta kenikmatan palsu yang lebih besar lagi ? Apa yang harus kita persiapkan ?

Rasulullah memperingatkan para sahabat untuk tidak menganggap ringan kehebatan pengaruh si mata satu ini. Rasulullah bahkan berkata lebih baik mereka bersembunyi dari pada menghadapinya. Ini tidak ada hubungannya dengan sifat pengecut, munafik apalagi murtad. Kita tahu betapa kerasnya ayat-ayat tentang kewajiban jihad dalam rangka menegakkan kebenaran dan menghadapi kemungkaran. Dan para sahabat telah membuktikan kesetiaan, ketaatan dan ketakwaan mereka. Para sahabat adalah manusia yang dikenal kuat keimanannya. Lalu bagaimana dengan kita yang rata-rata jauh dari kwalitas keimanan mereka padahal kita hidup di masa yang rawan dan berbahaya tersebut?

Dari Abu Umamah ra, Rasululah bersabda : “ dan diantara fitnahnya ia membawa surga dan neraka. Nerakanya adalah surga sedangkan surganya adalah neraka. Barangsiapa duji dengan nerakanya hendaklah ia berlindung kepada Allah dan membaca pembukaan surah Al-Kahfi karena ia akan menjadi jernih dan dingin sebagaimana api Ibrahim yang dingin dan menyelamatkannya. Di antara fitnahnya yan lain ia melewati suatu perkampungan tetapi penduduknya membohonginya maka tidak ada binatang ternak mereka yang tersisa kecuali binasa. Ia juga melewati suatu perkampungan dan penduduknya mempercayainya lalu ia menyuruh langit untuk mernurunkan hujannya dan bumi menumbuhkan tanamannya maka turunlah hujan dan tumbuhlah tanamannya sehingga binatang ternak mereka pada waktu itu menjadi lebih gemuk dan banyak susunya”.( HR Ibnu Majah dan Hakim)

Allah swt sengaja membekali orang terlaknat ini dengan kehebatan yang begitu dasyat. Ini adalah merupakan cobaan terberat dan terbesar bagi orang-orang di akhir zaman yang cenderung sering  lupa dan lalai akan keberadaan-Nya. Hanya orang-orang dengan keimanan super tinggi serta senantiasa berpegang kepada tali-Nyalah yang bakal lolos dari cobaan dan petaka besar ini. Untuk itu Rasulullah mewanti-wanti kita, umat yang dicintainya, agar membaca 10 ayat pertama surat Al-Kahfi terutama setiap hari Jumat, disamping mengerjakan ibadah-ibadah lainnya tentunya.

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Berikut terjemahan surat Al-Kahfi  ayat 1 – 10 :

1.Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;

2. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

3. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

4. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak“.

5. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

6. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).

7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

8. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

10. (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.

( Click : http://www.youtube.com/watch?v=emBhzxHIuR4&feature=related )

Dalam rangka mengantisipasi fitnah Dajjal ini Rasulullah juga mengajarkan agar kita selalu membaca doa dibawah ini setiap kali kita usai membaca tahiyatul akhir sebelum mengucapkan salam :

”Allahumma inni a’udzubika min adzaabil jahannam wa min adzaabil qubur wa min fitnatil mahyaa wa mamaati wa min fitnatil masiihid Dajjal”.

” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa ( neraka ) Jahanam dan dari siksa kubur dan dari fitnah hidup dan mati serta dari fitnah Dajjal ”. (HR Muslim).

Na’udzu billah min dzalik.

Jakarta, 15/2/2009

Vien AM.

Advertisements

Read Full Post »