Feeds:
Posts
Comments

Archive for January 18th, 2010

Proses Belajar dan Mengajar

Pendidikan sejak dini bagi seorang anak akan membuat mereka kelak menjadi manusia yang baik.

Pendidikan bukanlah ranah asing bagi Ibnu Miskawaih. Ia telah lama bergelut di bidang tersebut walaupun lebih dikenal sebagai filsuf dan lekat dengan bidang etika. Maka, berserak pula uraian konsep-konsepnya tentang pendidikan.

Dalam salah satu karyanya, Tahdhib al-Akhlaq , cendekiawan Muslim asal Ray, Persia, ini menyatakan, pendidikan menunjukkan tugas dan kewajiban yang harus dilakukan orang dewasa, terutama orang tua kepada anak-anaknya.

Menurut Miskawaih, orang tua wajib memberikan pendidikan kepada anak-anaknya, yang berisi pengetahuan, moralitas, adat istiadat, dan perilaku yang baik. Langkah ini untuk mempersiapkan mereka agar menjadi manusia yang baik.

Kelak, bila anak-anak itu menjelma menjadi manusia dewasa yang baik, akan memberikan manfaat bagi masyarakatnya. Mereka pun akan diterima secara baik oleh masyarakatnya. Miskawaih menambahkan, pendidikan memang bertujuan menyempurnakan karakter manusia.

Dalam pandangan Miskawaih, layaknya kebaikan yang bisa ditularkan melalui pendidikan, demikian pula dengan kejahatan. Maka, ia mengingatkan orang tua untuk secara berulang, mengingatkan dan mendidik anak-anak mereka tentang kebaikan dan kesalehan.

Selain memberikan pendidikan mengenai kebaikan, Miskawaih menekankan pula agar sejak dini orang tua mengarahkan buah hatinya berada dalam lingkungan yang baik. Orang tua harus membiasakan anak-anaknya bergaul dan berteman dengan orang-orang berperilaku baik.

Miskawaih memberikan alasan mengapa ia menekankan pentingnya lingkungan yang baik. Menurut dia, tak semua orang dapat dengan cepat menerima kebaikan yang diajarkan kepadanya. Lingkungan yang baik akan mencegah mereka yang lamban, bisa terhindar dari kejahatan.

Mereka yang lamban, harus terus-menerus mendapatkan pendidikan tentang kebaikan. Miskawaih menyatakan pula, setiap orang dapat berubah asalkan mendapatkan pendidikan secara terus-menerus tentang kebaikan.

Tak heran jika Miskawaih kemudian menyimpulkan, hal-hal yang telah terbiasa dilakukan oleh anak-anak sejak kecil, akan memengaruhinya ketika menjadi orang dewasa. Dengan demikian, anak laki-laki ataupun perempuan harus sejak dini dididik tentang kebaikan.

Pemikiran Miskawaih itu tersurat dalam bagian kedua bukunya yang berjudul,  Tahdhib al-Akhlaq . Miskawaih mengatakan, pendidikan sejak dini terhadap anak-anak memiliki arti penting. Selain menanamkan kebaikan sejak dini, juga bisa sebagai sarana pembentuk karakter.
 
Menurut Miskawaih, tidak mudah bagi seseorang yang telah dewasa untuk mengubah karakternya. Kecuali, dalam kondisi tertentu. Misalnya, orang tersebut sadar dan menyesal atas perilaku dan moralnya yang buruk selama ini.

Lalu, orang tersebut bertekad untuk memperbaiki diri dan meninggalkan perilakunya yang buruk itu. Miskawaih mengatakan, orang semacam ini, yang memiliki kesadaran dari lubuk hatinya untuk melakukan perubahan diri, biasanya akan terus menjauhkan diri dari kejahatan moral.

Bahkan, jelas Miskawaih, orang itu biasanya akan secara sadar meminta orang lain membimbingnya ke jalan yang benar. Pun, meminta orang lain untuk selalu mengingatkannya saat ia berkecenderungan melakukan hal yang tidak baik.

Di sisi lain, Miskawaih mengungkapkan, adanya seseorang yang berusaha  memperbaiki karakternya, memurnikan jiwanya yang kotor, dan membebaskan dirinya dari kebiasaan jahat, karena pada dasarnya semua orang itu baik.

Miskawaih menegaskan pula, mereka akan tetap menjadi baik karena adanya hukum dan pendidikan. Juga, ada pelatihan dan pembiasaan terhadap mereka sejak kanak-kanak, agar mereka selalu menjalankan kebaikan sesuai fitrahnya.

Bila hal ini diabaikan, ungkap Miskawaih, mereka akan jatuh dalam perangkap keburukan. Dan, tentunya hubungan spiritual dengan Allah SWT akan mengalami gangguan akibat perilaku yang buruk itu. Jadi, pendidikan menjadi hal yang sangat berperan penting.

Karakteristik buruk
Dalam pandangan Miskawaih, ada empat karakteristik buruk yang harus dihilangkan sejak anak-anak supaya mereka tidak menderita ketika dewasa. Pertama, malas, menganggur, menyiakan hidup tanpa kerja apa pun. Intinya, manusia tanpa manfaat.

Kedua, kebodohan dan ketidaktahuan yang disebabkan oleh kegagalan untuk mempelajari dan melatih diri dengan ajaran-ajaran yang diucapkan oleh orang-orang bijak. Ketiga, bersikap kurang ajar dan tak tahu sopan santun.

Hal itu terjadi karena seseorang mengejar keinginan yang tak terkendali dan berusaha melakukan perbuatan dosa dan jahat. Sedangkan keempat, adalah rasa asyik dan keadaan terbiasa dengan perbuatan buruk karena seringnya melakukan perbuatan tersebut.

Miskawaih mengatakan, untuk menghilangkan setiap karakteristik buruk di atas, dibutuhkan pendidikan ataupun pelatihan yang dilakukan secara terus-menerus. Hanya orang cerdas, kata dia, yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri dari karakter buruk tersebut.

Sekali lagi, Miskawaih menegaskan, persoalan itu bisa diatasi melalui pendidikan dan pelatihan. Keduanya bisa dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Ia menyatakan, pendidikan bisa menjadi sarana untuk mewujudkan hal-hal yang baik itu.

Miskawaih mengatakan, pendidikan ini selain berguna bagi anak-anak, juga bermanfaat bagi orang tua. Sebab, saat memberikan pengajaran dan contoh kepada anak-anaknya, mereka akan terus ingat untuk selalu menjalankan perbuatan yang baik.

Pada akhirnya, pendidikan ini akan mengarahkan anak-anak saat menjadi dewasa, untuk menjalankan kebaikan dan menghindari perbuatan jahat dengan mudah. Pun, tentunya mudah mengikuti semua ajaran yang ada di dalam Alquran dan sunah.

Mereka, jelas Miskawaih, juga akan menjadi terbiasa menjaga diri dari godaan kesenangan yang menjerumuskan kepada keburukan. Tak hanya itu, mereka juga akhirnya tak terbiasa memanjakan dirinya dalam kesenangan yang melalaikan.

Pada akhirnya, mereka lebih menginginkan untuk memiliki kemampuan yang tinggi dalam filsafat, dan mencari kedekatan diri dengan Allah. Lalu, jelas Miskawaih, mereka akan menuai persahabatan yang hangat dari orang-orang yang saleh.

Miskawaih dan Metode Pendidikan

Ibnu Miskawaih juga mengenalkan sejumlah langkah yang akan melahirkan aspek positif dalam mendidik. Ia, misalnya, memandang penting pemberian pujian. Pujian, kata dia, bisa dilakukan oleh orang tua atau pendidik ketika anak-anak melakukan hal-hal baik.

Menurut Miskawaih, patut pula memberikan pujian kepada orang dewasa yang melakukan perbuatan baik di hadapan anak-anak. Tujuannya, anak-anak bisa mencontoh sikap terpuji yang dilakukan oleh orang dewasa tersebut.

Miskawaih mengingatkan, pujian harus dilakukan untuk menekankan pentingnya tindakan-tindakan yang baik dan harus diberikan untuk tindakan yang baik-baik saja. Selain pujian, ia juga memberi saran untuk mendorong anak menyukai makanan, minuman, dan pakaian yang baik.

Namun, perlu diingatkan pula agar seorang anak atau siapa pun yang telah dewasa untuk tak makan, minum, dan berpakaian secara berlebihan. Dalam aturan makan, anak harus diberi tahu bahwa makan itu suatu keharusan dan penting bagi kesehatan tubuh.

Makan, jelas Miskawaih, bukan sebagai alat kesenangan indra. Perlu diketahui pula bahwa makanan merupakan obat bagi tubuh, yakni obat untuk rasa lapar dan mencegah timbulnya penyakit. Orang tua atau pendidik harus mengingatkan anak didiknya agar tak makan berlebihan.

Dalam cara berpakaian, Miskawaih menyatakan, saat anak telah beranjak dewasa, khususnya laki-laki, sebaiknya mereka mengenakan pakaian putih-putih dan menghindari pakaian berpola. Sebab, menurut dia, pakaian berwarna dan berpola lebih layak untuk perempuan.

Selain itu, Miskawaih mendorong laki-laki untuk tak menghiasai dirinya dengan perhiasan perempuan, seperti memakai cincin dan mempunyai rambut panjang. Mereka tidak boleh mengenakan emas dan perak dalam bentuk apa pun.

Anak-anak, jelas Miskawaih, pun harus dilatih untuk mengagumi sifat-sifat murah hati. Misalnya, berbagi makanan. Selain pujian, anak juga perlu mendapatkan peringatan bila melakukan hal tak baik. Jika anak berbuat buruk, perbuatan itu juga perlu dikecam.

Langkah ini bertujuan agar si anak tak lagi melakukan hal buruk. Jika kecaman tak membuat si anak menghentikan perbuatan buruknya, Miskawaih menyarankan tindakan terakhir, yaitu hukuman fisik. Namun, hukuman ini tak dilakukan secara berlebihan.

Dikutip dari : http://www.republika.co.id/berita/100866/ibnu_miskawaih_mendorong_pendidikan_sejak_dini

Read Full Post »

 ( Sambungan dari :  Suka Duka Muslim Di Perancis (11).)

Kami tiba di Marseilles, kota pelabuhan terbesar Perancis dan terbesar ke 4 di Eropa, pukul 8 malam lebih. Saat itu hujan sedang turun. Setelah cek in dan menurunkan barang, kami keluar lagi untuk mencari makan malam. Karena ingin segera melihat keadaan kota, kami memutuskan untuk makan di restoran cepat saji. Namun ternyata kami sedikit terlambat. Resto hanya buka hingga pukul 9 karena ini adalah malam tahun baru. Mereka hanya melayani ‘drive thru’. Apa boleh buat … berhubung lapar ditengah hujan rintik-rintik kamipun menyantap makan malam di dalam mobil sambil menyaksikan sejumlah muda mudi yang juga kecele ..” Apa g beku ya .. dinginnya kayak gini koq pake baju njeblak semua ..”, begitu komentar suami melihat anak-anak muda yang ber-celana pendek jeans atau rok mini yang terbuka disana-sini … Bbrr ..      

Selesai makan, kami berputar-putar keliling kota.Tampaknya tidak ada pesta ataupun persiapan khusus menyambut tahun baru. Memasuki ‘vieux port’ kota tua di sepanjang pelabuhan kapal kecil baru terasa ada sedikit  keramaian. Jalanan sempit  yang naik turun ini dipenuhi anak-anak muda. Berkali-kali kami terpaksa berputar karena tidak bisa lewat.

Hingga detik-detik terakhir, pesta kembang api yang sangat diharapkan anak-anak tidak juga muncul. Yang ada yaitu tadi .. anak-anak muda yang bergerombol, minum-minum,  bersalaman, berpelukan, berciuman .. Sedihnya, dari raut wajahnya kelihatannya  kebanyakan anak-anak muda tersebut adalah keturunan Arab ..

Dalam hati saya berharap, “ Semoga ini bukan cerminan wajah Muslimin .. “. Terus terang saya sering mendengar keluhan warga Perancis yang merasa terganggu akan kelakuan buruk anak-anak muda keturunan Arab yang suka berbuat keributan. Sedih dan malu rasanya ..

Dari Abu Syuraih r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman; demi Allah, seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya, “Siapa itu, Ya Rasulallah?” Jawab Nabi, “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (Bukhari)

vieux port, Marseille

vieux port, Marseille

Esok paginya kami kembali berjalan-jalan dan melihat kota. Marseilles yang merupakan kota terpadat kedua di Perancis ini secara geografis sangat menarik. Terletak di tepi laut Mediterania dengan latar belakang pegunungan walaupun tidak begitu tinggi. Sayang sekali selama kami berada disini cuaca tidak begitu bagus. Selain hujan anginnyapun besar. Akibatnya tidak ada foto yang cukup bagus untuk dimuat di blog ini .. 😦  

Umat Islam di kota ini cukup banyak, yaitu sekitar 250 ribu atau hampir 30 persen dari total jumlah penduduk Marseilles. Namun menurut catatan imam besar Marseilles, hanya 40 ribu yang ‘pratiquants’, istilah umum Perancis bagi orang yang mempraktekkan ajaran agama. Dibanding saudara-saudaranya yang tinggal di kota-kota dimana muslim banyak ditemui, muslim Marseilles termasuk kurang beruntung. Paris, Lyon, Toulouse dan Lille mempunyai masjid besar bahkan di empat kota tersebut terdapat sekolah Islam setingkat SMA / Lycee. 

Namun beberapa waktu yang lalu ( November 2009), setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya pemerintah memberi izin pembangunan masjid besar Marseilles… Allahuakbar.. Masjid dengan menara setinggi 25 m dan mengandalkan sinar lampu semacam soclay sebagai ganti azan ( pemerintah melarang panggilan azan terdengar keluar masjid !!) ini bakal mampu menampung lebih dari 3000 jamaah. Dan diperkirakan siap menyelenggarakan shalat Idul Fitri 2011.

Sayangnya ada desas desus bahwa proyek ini sebenarnya hanya bersifat politis. Biaya pembangunan masjid amat sangat besar sementara dana yang diberikan ( termasuk bantuan dari Negara-negara Arab ) tidak seberapa karena pemerintah memang membatasinya …L

masjid Marseilles

masjid Marseilles

Kebetulan hari ini adalah hari Jumat.  Dengan bantuan GPS dan alamat masjid yang sebelumnya memang telah kami siapkan, maka kamipun berbaur bersama jamaah  Marseilles dalam rangka menegakkan shalat Jumat di sebuah masjid yang lumayan kecil L …  semoga suatu waktu kelak kami berkesempatan shalat di Grand Mosque de Marseilles .. Insya Allah ..       

Pau- France, 18 Januari 2010.

Vien AM.    

Read Full Post »

Sambungan dari “ Suka Duka Muslim Di Perancis (10)”.

Dengan menumpang kereta api kami kembali ke Florence. Sesampainya kami segera mengambil mobil yang diparkir di parkir tertutup stasiun (dengan biaya 16 euro untuk 5 jam atau 240 ribu ! padahal biaya kereta api hanya 5 euro per orang sekali jalan .. mahalan parkirnya ya ..  ) kemudian kami langsung berangkat menuju Milan yang terletak 250 km di barat laut Florence.  

Kami memotong barisan pegunungan Apennis yang membujur sepanjang Italia sepanjang 1000 km. Pegunungan ini terbagi atas tiga kelompok, yaitu pegunungan Apennis Utara, Apennis Tengah dan Apennis Selatan. Di pegunungan Apennis Selatan inilah terdapat  gunung Vesuvius yang pada tahun 79 M meletus. Letusan yang diawali dengan kebakaran hebat selama 6 hari 7 malam dan gempa hebat ini telah mengubur kota Pompei dan sekitarnya. Bahkan penduduknyapun terkubur dalam keadaan hidup-hidup ! Astaghfirullah ..   

Padahal gunung ini tingginya hanya 1281 meter. Namun akibatnya sungguh mengerikan. Jenazah dengan berbagai posisi bergelimpangan dimana-mana. Jenazah yang tertutup debu letusan tersebut utuh hingga saat ini ! Kemungkinan besar mereka meninggal dalam keadaan menderita  luar biasa karena tenggorokan mereka tampak masih disesaki debu. Letusan dasyat ini terjadi hanya beberapa tahun setelah peristiwa ‘penyaliban’ Isa as yang disusul dengan pembantaian pengikut setianya. Masyarakat Pompei (Romawi / Yahudi) ketika itu adalah para penyembah berhala dan dewa-dewi. Mungkinkah ini salah satu azab Allah terhadap penduduk (bani Israel) yang tidak mau mengakui kenabian Isa as dan mendustakannya? Wallahu’alam.

( Youtube Pompei , click : http://www.youtube.com/watch?v=gmwylbF3-CA&feature=related )

52.  Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.

54. Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai `Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

56. Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong. (QS. Ali Imran (3):52-56).  

Pemandangan selama perjalanan ini sebenarnya indah. Sayang hari telah sore menjelang gelap. Disamping itu cuaca sangat dingin ( 2 derajat !) dan anginpun amat  kencang bertiup. Saya berkali-kali terpaksa mengingatkan suami agar jangan melaju terlalu kencang dan berhati-hati. Sepanjang perjalanan menaiki dan menuruni pegunungan tersebut kami tak hentinya terus berzikir kepada-Nya : “ Ya Allah mudahkanlah  perjalanan kami “.  

Kami tiba di Milan sekitar pukul 9 malam, dengan selamat. Alhamdulillah. Setelah makan malam di resto Yunani di sebelah hotel,  kami keluar lagi dengan mengendarai mobil untuk melihat-lihat pusat kota. Tujuan kami  adalah Kathedral Milan, orang Italia menyebutnya ‘Duomo di Milano’  yang terletak di Piazza del Duomo.  

Milan yang saya tahu adalah salah satu pusat mode dunia. Namun kotanya sendiri ternyata kurang begitu cantik. Jalanannya selain sempit juga agak gelap. Ini masih ditambah lagi dengan jalur trem yang saling tumpah tindih dengan jalanan mobil. Padahal jalanannya bukan jalan aspal melainkan jalan kuda yang sama sekali tidak mulus.   

Duomo di Milano

Duomo di Milano

Setelah berputar-putar karena bingung ( begitu juga sang GPS alias Global Positioning System yang selalu setia memandu kami ) akhirnya secara tidak sengaja kami tiba di pelataran gereja yang menjadi land mark kota itu. Bangunan tersebut begitu besar dan megah. Kami sampai terbengong-bengong melihatnya. Saking bengongnya kami tidak memperhatikan suasana sekitar. Suami sempat berkomentar  : “ Koq g ada mobil lain ya .. “. Namun saya dan anak-anak tidak menanggapi dengan serius. Saya malah menganjurkan anak-anak untuk segera turun dan berfoto ria ..

Tetapi belum sempat mobil diparkir dengan baik, sebuah mobil polisi, ntah dari mana munculnya, tiba-tiba sudah berada disisi mobil kami. Suami saya yang masih belum menyadari keadaan berusaha menyingkir memberinya jalan. Eh .. mobil polisi tersebut malah mepet mobil kami .. layaknya mobil penjahat mau kabur itu lho .. Ya ampun, ada apa ini .. pikir kami ..  

Dengan memasang wajah galak, kedua polisi tersebut turun dan menghampiri mobil kami. Kemudian dengan berbahasa Perancis yang tidak begitu lancar ( mungkin karena melihat plat mobil kami ) mereka mengatakan bahwa kami telah melanggar peraturan. Ternyata jalanan tersebut hanya untuk pejalan kaki !! Astaghfirullah … Koq kita bisa ngga llihat tanda larangannya ya .. Terpaksa uang 38 euro atau kira-kira setara dengan 500 ribu rupiahpun  terpaksalah  melayang …   Tapi jangan salah, ini legal lho .. bukan sogokan seperti yang lazim yang terjadi di negri kita tercinta. Untung tidak masuk pengadilan, begitu kami menghibur diri …  

Esoknya, kami kembali ke tempat ini lagi…( tentu saja kali ini mobil di parkir di tempat yang semestinya. ..   ..meski ternyata tidak mudah mencari parkir ditempat ini ) ..  

Pelataran ramai dipadati turis, tidak seperti kemarin malam yang lenggang. Padahal udara dingin dan agak mendung. Gereja yang mulai dibangun pada tahun 1386 dan baru rampung secara keseluruhan pada tahun 1805 ini memang harus diakui keindahan dan kemegahannya. Gaya campuran antara Ghotique, Baroque, Néoclassique  dan Neogothique, sesuai zaman ketika dibangunnya, jelas sekali tampak disana. Di gereja raksasa ini pulalah Napoleon Bonaparte melantik raja Italia pada tahun 1805.  

Duomo di Milan ternyata adalah salah satu katedral tertinggi di dunia. Luas Kathedral ini 11700 m2, memiliki 136 menara (  yang tertinggi mencapai 108 meter) dan 3400 patung. Dengan biaya 10 euro, pengunjung dapat memasuki dan menaiki menara melalui lift atau tangga berjalan yang tersedia.  

Piazza Duomo di Milano
Piazza Duomo di Milano

Kami tidak menyempatkan diri masuk selain memang tidak tertarik juga karena waktunya hanya sedikit. Kami hanya berjalan-jalan di mall artistik di yang terletak disamping kathedral dimana sejumlah butik terkenal ada di dalamnya. Di tempat ini kami menjumpai sejumlah keramaian. Ada kelompok musisi yang memainkan musik, ada pula panggung dimana dari atasnya menjulur setangkai batang pohon (artificial). Dari tangkai tersebut menjulur  daun dan buahnya  

Mulanya kami tidak begitu ‘ngeh’ apa maksudnya. Kami hanya heran melihat barisan  panjang orang yang mengantri ingin berpose di bawah juntaian daun tersebut. Dengan berbagai gaya orang-orang tersebut berfoto. Ada yang sedang menggigit buahnya, ada yang hanya memegang daunnya.  

Ketika sepasang suami-istri naik dan berpose dengan gaya sedang menggigit buah tersebut, barulah saya sadar apa maksudnya. Tak syak lagi, ini adalah penggambaran kisah nabi Adam as dan Siti Hawa ketika berada di surga. Astaghfirullah hal Adzim  .. Wong Allah swt murka atas kelalaian keduanya koq orang malah berebut bergaya dan berfoto seperti itu. Benar-benar menantang …… keterlaluan ..

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk“.  (QS.Toha (20):121-122)

Tak lama kemudian kami sudah berada didalam mobil. Marseilles yang berjarak 521 km adalah kota tujuan terakhir untuk menutup akhir tahun 2009. Ini adalah jarak terpanjang yang bakal kami tempuh dalam liburan kali ini. Namun demikian kami tetap ingin mengunjungi masjid Milan dan ingin melaksanakan shalat Zuhur dan Asar di dalamnya. Menurut internet masjid ini mempunyai madrasah dan forum kajian rutin yang membahas berbagai materi, dari aqidah hingga permasalahan sehari-hari yang dihadapi kaum Muslimin di kota ini.    

masjid Milan

masjid Milan

 Alhamdulillah tanpa kesulitan kami berhasil mencapai tempat tersebut. Masjid terletak diluar kota, didekat auto road. Memiliki tanda yang cukup jelas dan menara lumayan tinggi. Kami disambut oleh seseorang yang kelihatannya adalah penjaga masjid. Dalam bahasa Italia ia menunjukkan letak ruang shalat, tempat wudhu dan juga letak madrasah. Karena kesulitan bahasa, kami tidak dapat berbincang banyak .. sayang sekali ..    

 

( Bersambung ke : Suka Duka Muslim Di Perancis (12).)  

Read Full Post »