Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2009

Keluasan Rahmat Allah.

“ Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”.(QS.Al-Furqon(25): 68 – 69).

Inti ajaran Islam adalah Tauhid yaitu menyembah hanya kepada-Nya, Sang Khalik yang telah menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Dialah tempat bergantung, tempat memohon, tempat mengadu. Tidak ada yang selain Dia, tidak pula yang bersama Dia. Penyembahan mutlak yang dilakukan dengan hati yang ridho’, ikhlas dan tulus hanya kepada-Nya yang bila diikuti dengan amal perbuatan shaleh kelak akan mengantarkan manusia untuk kembali ketempat yang mulia disisi-Nya, yaitu Surga. Sesungguhnya perbuatan syirik, membunuh tanpa alasan yang sesuai syariat dan berzina adalah dosa-dosa besar yang tak terampuni. Allah SWT amat murka dan tidak meridho’i manusia yang berbuat demikian.

Namun disebabkan kecintaan Allah SWT yang begitu besar kepada manusia maka bila orang yang telah tersesat jauh tersebut mau memohon ampunan yang sebenar-benar ampunan, ampunan dan taubat yang disertai janji bahwa ia tidak ingin dan tidak akan mau mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut serta kemudian ia mengerjakan amal saleh maka Allah SWT, Sang Pemberi Taubat akan membukakan pintu maaf dan pintu ampunan bagi siapa yang dikendaki-Nya.

“ kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya”.(QS.Al-Furqon(25): 70 – 71).

” Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, …………….”QS.At-Tahrim(66):8).

Namun Allah SWT mengingatkan Dia tidak akan menerima taubat yang dilakukan ketika seseorang dalam keadaan sakratul maut, yaitu saat-saat menjelang kematian ketika tidak ada jalan lain baginya kecuali harus menyerah dan mengakui kesalahan serta terpaksa mengakui ke-Besar-an dan ke-Esa-an-Nya.

”Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir”.(QS.Al-Mukmin(40):84-85).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar ra, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Aku mengetahui penduduk neraka yang terakhir keluar dari neraka dan penduduk surga yang terakhir masuk ke surga. Ada seseorang ditampilkan. Allah berfirman :“ Enyahkanlah dosa-dosanya yang besar dan lucutilah dosa-dosanya yang kecil”. Kemudian dikatakan kepadanya, “ Kamu telah melakukan anu dan anu pada hari anu ”. Orang itu membenarkannya. Dia tidak dapat mengelak sedikitpun. Kemudian dikatakan: ” Setiap keburukanmu menjadi kebaikan”. Dia berkata : ” Ya Tuhanku, aku telah melakukan aneka kesalahan. Namun aku tidak melihatnya dalam catatan amalku ”. Maka Rasulullahpun tertawa hingga terlihat gigi taringnya.” ( HR Muslim ).

”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihatnya pula”.(QS. Al-Zalzalah(99):7-8).

Hanya berkat rahmat-Nyalah seseorang bisa masuk surga, karena sesungguhnya sebesar apapun pahala dan amal ibadah seseorang tidak mungkin mampu menebus apa yang telah Allah SWT limpahkan kepada manusia. Namun sebagai penghormatan dan tanda kasih sayang-Nya terhadap Rasulullah Muhammad SAW, Allah SWT memberikan izin kepada beliau untuk memberikan syafaat , yaitu memohonkan ampunan kepada-Nya bagi seorang yang mau meminta kepada beliau. Dan bila orang tersebut sebelumnya telah pula memohon ampunan kepada-Nya maka Allah SWT pun akan berkenan memberikan pengampunan kepada orang tersebut.

“Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk dita`ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(QS(An-Nisa’(4):64).

“ Katakanlah: ” Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Az-Zumar(39):53).

Demikianlah janji Allah SWT, Sang Maha Pengasih, Sang Maha Penyayang, Sang Maha Pengampun. Ia memberikan harapan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, ampunan yang seluas-luasnya sebagai tanda kasih-sayang-Nya kepada seluruh umat manusia. Allah SWT tidak menghendaki rasa putus-asa menyelimuti hati mahluk yang dicintai-Nya.


Wallahu’alam bi shawab.

Jakarta, 25/9/2007.

Vien AM.

Read Full Post »

Kata Islam berasal dari akar kata Salima yang berarti selamat, damai, sentosa. Sedangkan Islam adalah berarti tunduk, patuh, berserah diri, menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah SWT, Sang Pemilik, Sang Pencipta Alam Semesta dan segala isinya, agar tercapai keselamatan dan kedamaian di muka bumi. Oleh karenanya perintah utama yang disampaikan oleh seluruh Nabi dan Rasul kepada umat manusia sejak zaman nabi Adam as hingga Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman, tidak pernah berubah yaitu memurnikan ketundukkan, penyembahan dan penghambaan hanya kepada-Nya, tidak ada yang selain-Nya. Ini adalah ajaran Tauhid. Jadi sesungguhnya semua agama yang diturunkan melalui perantaraan para Nabi dan Rasul pada dasarnya adalah satu, yaitu Islam. Yang berbeda hanyalah syariat, cara penyembahan, yang sesuai dengan zaman dimana Sang Rasul diturunkan ditengah masyarakatnya.

Yang disebut Islam yang dikenal sekarang ini adalah agama Islam yang diturunkan melalui Rasulullah Muhammad SAW 14 abad silam dengan kitabnya Al-Qur’an. Didalam kitab ini diterangkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi penutup yang diutus untuk seluruh umat yang ada di dunia ini. Allah SWT tidak akan mengutus lagi seorangpun Nabi maupun Rasul setelah itu. Artinya syariat yang dikehendaki dan diridhoi setelah adanya ajaran Muhammad SAW hingga akhir zaman nanti hanyalah ajaran yang dibawanya tersebut. Sedangkan ajaran dan syariat yang dibawa para Nabi dan Rasul terdahulu hanya berlaku untuk masa yang telah lalu dan umat tertentu pula.

Para Nabi dan Rasul ini mengajarkan bahwa dibalik kehidupan di dunia ini terdapat kehidupan akhirat. Semua kitab yang dibawa para utusan tersebut menerangkan hal ini dengan sangat jelas.

”dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”.
(QS.Al-Baqarah(2):4-5).

Ironisnya, kehidupan akhirat ini jauh lebih kekal daripada kehidupan dunia. Dan kehidupan akhirat terbagi dua, yaitu surga dan neraka. Surga adalah kehidupan yang menyenangkan dan penuh kenikmatan sebaliknya neraka adalah kehidupan yang penuh kesengsaraan, penuh siksaan dan penderitaan. Celakanya lagi, kehidupan dunia inilah yang menentukan kehidupan akhirat nanti, tentu saja atas izin-Nya.

Maha Suci Allah, Ia tidak menginginkan hambanya masuk neraka. Sesungguhnya neraka dan siksaan yang ditunjukkannya hanyalah ancaman dan peringatan agar hamba-Nya berhati-hati dalam menjalani kehidupan dunianya, agar ia tidak tersesat dengan hanya mengikuti hawa nafsu serta menuruti godaan syaitan terkutuk. Untuk itulah Ia mengutus para Nabi dan Rasul lengkap dengan Kitab Petunjuknya. Dan untuk itu pula Allah SWT memerintahkan para utusan-Nya untuk memerangi hamba-hamba-Nya yang tersesat, bila mereka tidak mau dan tidak bisa didakwahi secara baik-baik. Itu semua demi keselamatan hamba yang dicintai-Nya dari siksa neraka yang sangat mengerikan!

Rasulullah SAW berdakwah di Makkah secara sembunyi-sembunyi 3 tahun lamanya. Setelah itu turun ayat agar beliau berdakwah secara terang-terangan. Namun ajakannya menuju kebaikan, menuju penyembahan Tauhid yang benar, tidak disambut dengan baik. Sebaliknya Rasulullah dan para sahabat malah diejek, dilecehkan dan dianiaya. Sejumlah sahabat seperti Sumayyah dan suaminya disiksa kemudian dibunuh. Siksaan demi siksaan terus ditingkatkan. Kaum musyrikin yang keras kepala tersebut bahkan melakukan pemboikotan. Selama 2 atau 3 tahun para sahabat hidup dalam kesulitan baik dalam hal makanan dan minuman maupun berinteraksi dengan dunia luar. Padahal mereka tidak berbuat kejahatan, mereka hanya ingin memurnikan penghambaan dan penyembahan kepada yang berhak. Bahkan Rasulullahpun tidak luput dari ancaman pembunuhan sehingga akhirnya kaum Muslimin terpaksa menuju Madinah meninggalkan kota kelahiran mereka, Makkah, kota dimana mereka mencari nafkah kehidupan.

Namun di kota baru tersebut, kaum Muslimin tetap tidak dapat hidup dengan tenang. Kali ini kaum Yahudi yang banyak menempati wilayah-wilayah tertentu di Madinah, ikut memusuhi kaum Muslimin. Mereka merasa benci dan dengki karena Sang Mesiah, utusan yang dijanjikan dalam kitab mereka, ternyata bukan datang dari kalangan mereka, melainkan dari bangsa Arab yang selama ini mereka lecehkan. Perjanjian Madinah yang isinya antara lain saling menghormati ajaran masing-masingpun mereka langgar. Orang-orang Yahudi ini malah memprovokasi penduduk Makkah dan sekitarnya agar mereka bersatu menyerang dan mengenyahkan ajaran Islam yang baru tumbuh tersebut. Akhirnya muncullah peperangan demi peperangan : Perang Badar, Perang Uhud, Perang Parit, Perang Khaibar dan sebagainya.

Perang yang mendapat izin dari-Nya mulanya memang hanya untuk mempertahankan diri. Kemudian setelah Islam berdiri tegak, perang diperintahkan dengan tujuan menghilangkan penyembahan terhadap berhala dan kembali ke ajaran Tauhid. Tetapi dengan syarat pihak yang akan diperangi harus didakwahi terlebih dahulu secara damai. Bila mereka menolak dan ingin tetap pada pendiriannya semula, mereka tidak boleh menghalangi apalagi mengganggu ajaran Islam. Jika ia berada di bawah kekuasaan pemerintahan Islam, orang-orang seperti itu tetap berhak mendapat hak perlindungan. Namun sebagai gantinya mereka harus membayar jiziah. (zakat bagi penduduk Muslimin). Tetapi bila mereka menolak apalagi mengganggu dan menghalangi ajaran Islam maka mereka wajib diperangi. Namun demikian perempuan, anak-anak, orang tua bahkan tanamanpun dilarang untuk dihancurkan kecuali karena sebab-sebab khusus.

” Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah”.(QS.Al-Anfal(8):39).

Tetapi harus diingat, perang dalam Islam bukan untuk kepentingan politik, kelompok, ras maupun golongan tertentu. Perang adalah pilihan terakhir demi tercapainya masyarakat yang adil, damai, tunduk dan patuh terhadap aturan Sang Pemilik Yang Tunggal. Jadi tujuan perang bukan untuk mencari korban dan asal membunuh saja. Hal ini jelas tercermin dari jumlah korban selama peperangan yang terjadi pada masa hidup Rasulullah. Tercatat selama 23 tahun itu telah terjadi kurang lebih 20 perang besar. Dr. Muhammad Imarah, seorang cendekiawan Muslim Mesir terkenal melakukan penelitian. Ternyata jumlah korban yang jatuh selama itu hanyalah 386 orang saja, baik dari pihak Muslim maupun pihak musuh. Bandingkan dengan perang saudara antara Katholik vs Protestan yang terjadi selama 30 tahun antara 1618-1648. Perang ini menelan korban jiwa 10 juta orang! Menurut Voltaire, seorang filsuf Perancis yang hidup antara tahun 1694-1778 jumlah tersebut sama dengan jumlah 40% penduduk Eropa Tengah pada abad pertengahan. Bandingkan juga dengan jumlah korban yang tewas paska lahirnya UU Indian Removal Act tahun 1830 yang menyebabkan 70.000 orang Indian tewas dan terusir dari tanah airnya sendiri. Atau bandingkan dengan jumlah korban bom atom di Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945 yang jumlahnya mencapai ratusan ribu.

“Demi Allah, wahai paman! sekiranya mereka letakkan matahari di sebelah kananku dan bulan disebelah kiriku dengan maksud agar aku tinggalkan pekerjaan ini (menyeru mereka kepada agama Allah) sehingga ia tersiar (dimuka bumi) atau aku akan binasa karenanya, namun aku tidak akan menghentikan pekerjaan ini”.

Itu yang diucapkan Rasulullah SAW ketika Abu Thalib, sang paman yang selama itu senantiasa melindunginya, menganjurkan agar beliau mau menghentikan syi’ar karena ia merasa tak mampu terus menerus melindungi keponakan tercintanya karena ia sendiri terus ditekan para pemuka Quraisy. Ajakan ini pulalah yang terus dikumandangkan para utusan Allah sejak dahulu kala, agar manusia terhindar dari siksa api neraka.

” Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam”.(QS.Asy-Syuara’(26):107-109).

Sayangnya, kebanyakan orang tidak mau lagi memikirkan Hari Akhirat. Kecintaan terhadap dunia yang berlebihan serta takut akan mati membuat pandangan dan pikiran menjadi picik dan sempit. Kebebasan berpendapat dan segala macam ideologi yang hanya sebatas pada kepentingan yang sifatnya duniawiyah dan hanya menguntungkan kelompok tertentu terus bermuncullan. Padahal hukum yang seperti ini akhirnya hanya akan memunculkan Hukum Rimba, siapa kuat dialah yang menang. Sungguh orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang merugi dan sangat patut di belas-kasihani.


Wallahu’alam bi shawab.

Jakarta, 4/4/2008.
Vien AM.

Read Full Post »

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak berguna, hati yang tidak pernah khusu’(tenang), doa yang yang tidak didengar dan dari nafsu yang tidak pernah puas”

Begitulah bunyi salah satu doa yang diajarkan Rasulullah dalam mencari ilmu. Namun ilmu yang bagaimanakah yang dimaksud Rasulullah tidak berguna itu? Mu’adz bin Jabal, salah seorang sahabat meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Pelajarilah ilmu, sebab mencari ilmu karena Allah adalah kebaikan, menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya tasbih, mengkajinya adalah jihad dan mengajarkannya adalah sedekah. Dengan ilmu seorang hamba sampai pada kedudukan orang-orang baik dan tingkatan paling tinggi. Memikirkannya setara dengan berpuasa dan mengkajinya sama dengan menegakkan shalat. Dengannya Allah ditaati, disembah, di-Esa-kan dan ditakuti. Dengannya pula tali silaturahmi diikatkan. Ilmu adalah pemimpin dan pengamalan adalah pengikutnya. Dengannya Allah mengangkat bangsa-bangsa lalu Dia menjadikan mereka pemimpin, penghulu dan pemberi petunjuk pada kebajikan karena ilmu adalah kehidupan hati dari kebutaan,cahaya dari kezaliman dan kekuatan tubuh dari kelemahan.” Dalam hadits lain Rasulullah bersabda :” Aku bertanya pada Jibril,’Apakah kepemimpinan itu?’ Jibril menjawab, ‘Akal”.

Dari kedua hadis diatas maka dapat disimpulkan bahwa ilmu yang bermanfaat yang dimaksud Rasulullah itu adalah ilmu yang dicari karena mengharap ridho Allah SWT dan yang disebabkannya seseorang menjadi bertambah dekat kepada-Nya. Al-Khalil bin Ahmad berkata, “Manusia itu ada empat: Pertama, yang tahu dan tahu bahwa ia tahu. Ia adalah alim, maka ikutilah. Kedua, yang tahu tetapi tidak tahu bahwa ia tahu. Ia adalah orang yang tertidur, maka bangunkanlah. Ketiga, yang tidak tahu dan tahu bahwa ia tidak tahu. Ia adalah orang yang mencari bimbingan, maka ajarilah. Keempat, yang tidak tahu tetapi tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Ia adalah orang bodoh, maka waspadailah.”. Sedangkan Al-Ghazali berkata, “Barangsiapa yang kehilangan ilmu, maka hatinya akan sakit dan mati. Ia tidak menyadarinya karena kesibukan dunia mematikan perasaannya. Jika kesibukan itu menampakkan kematian maka ia merasakan sakit yang pedih dan penyesalan yang tiada akhir.” Ucapannya itu dimaksudkan dalam menafsirkan hadis berikut : “Manusia itu dalam keadaan tidur dan bila ia telah mati terjagalah ia”.

” Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.(QS.Qaaf(50):22).

Saat ini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan amat pesat. Berbagai cabang ilmupun banyak dipelajari orang. Kita bahkan dapat dengan mudah mengikuti perkembangan dunia hanya dengan duduk didepan televisi. Namun apakah dengan adanya berbagai penemuan itu hidup menjadi mudah, tenang dan damai? Bukankah salah satu tujuan memperdalam ilmu agar kwalitas hidup meningkat? Kenyataannya dimana-mana masih terlihat berbagai kasus mulai kelaparan, kemiskinan, bunuh diri hingga penyakit fisik seperti demam berdarah, kanker, AIDS, chikungunya, flue burung dan yang terbaru liptospirosis, maupun penyakit mental seperti penyimpangan prilaku seksual seperti pemerkosaan, pedofili dan homoseksual. Juga munculnya berbagai masalah dunia seperti peperangan, isu nuklir, pemanasan global, krisis energi hingga adanya perubahan iklim, rusaknya lapisan Ozon, naiknya permukaan laut yang semuanya itu sebagai akibat dari pencemaran udara disebabkan makin tingginya konsentrasi gas rumah kaca (CO2 gas buang baik dari kendaraan maupun pabrik), diexploitasinya perut bumi secara berlebihan dan juga musibah banjir yang disebabkan penebangan liar dan pembuangan sampah yang sembarangan kemudian juga ekonomi yang tidak berpihak kepada kaum lemah. Lalu dimanakah manfaat berbagai lmu mereka itu?

Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah bumi dan sebagai konsekwensinya ia harus mempertanggung-jawabkan segala perbuatannya itu kepada Sang Pemberi mandat dan dengan demikian manusia juga sekaligus adalah hamba Allah. Sebagai khalifah bumi ia diberi kebebasan untuk mengelola dan memanfaatkan bumi agar hidupnya menjadi mudah dan tenang namun dengan syarat tidak merusak keseimbangan alamnya. Allahlah yang telah menetapkan segala hukum sebab-akibat yang ada di alam ini.

“………… dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”(QS.Al-Fushilat(28):77).

Tampaknya inilah yang sedang terjadi saat ini. Alam menjadi murka karena manusia tidak lagi memegang amanah yang dipikulkan kepadanya yaitu untuk memelihara dan menjaga keseimbangan alam. Kerusakan terjadi karena ulah manusia. Maka atas izin-Nya akibatnya harus kita terima. Untuk itulah manusia harus berilmu. Dan hanya dengan akal dan keimanan sajalah manusia akan berhasil menggali ilmu yang menuju kebenaran. Manusia diberi kebebasan untuk memilih, kebahagiaan dunia saja, kebahagiaan akhirat saja atau yang paling tinggi derajatnya yaitu kebahagiaan dunia-akhirat. Ini yang paling disukai-Nya.

“………Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat……..”. (QS.Al-Mujadillah(58:11).

Salah satu sifat Allah SWT yang harus kita imani adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Ar-Rahman atau Maha Pengasih ini diberikan-Nya kepada seluruh mahluk ciptaannya tanpa kecuali sedangkan Ar-Rahim atau Maha Penyayang hanya diperuntukkan bagi umatnya yang mau tunduk kepada perintah-Nya, yaitu kaum muslimin( kaum yang berserah–diri ). Hukum alam atau Sunatullah, yaitu kunci yang memperlihatkan hukum sebab-akibat atas aturan-aturan Allah SWT agar manusia dapat mengenal dan menaklukkan alam adalah salah satu nikmat dan bukti ke-ArRahman-anNya. Itulah sebabnya semua orang, baik muslim atau bukan, yang mau berusaha mencari ilmu berdasarkan hukum alam yang banyak tersebar di muka bumi ini, atas izin-Nya, akan mendapatkan kemudahan dan kesenangan dunia. Sebaliknya bagi ilmuwan muslim, kemudahan dan kebahagiaan dunia adalah ‘bonus’ karena tujuan utama seorang muslim adalah kebahagiaan akhirat. Karena seorang muslim menyadari bahwa dunia adalah jembatan menuju suatu tujuan, sedang tujuan adalah akhirat yang mempunyai dua ujung yaitu surga dan neraka.

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi ……”(QS.Al-Fushilat(28):77).

Al-Ghazali mengingatkan, seseorang hendaknya menuntut ilmu tidak hanya sekedar kebutuhan melainkan harus hingga tuntas, hingga sampai kepada hakekat atau inti ilmu tersebut. Karena hanya dengan inti ilmu inilah seseorang akan mencapai suatu tingkat penyingkapan akan rahasia dan kebesaran Sang Maha Pencipta, Allah azza wa jalla. Itulah keutamaan ilmu karena puncak ilmu adalah pengenalan Allah SWT. Dengan ilmu manusia dapat lebih merasakan sekaligus mengagumi kekuasaan dan kebesaran-Nya. Rasulullah bersabda:” Barangsiapa yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah petunjuknya, maka ia akan bertambah jauh dari Allah.”

Ilmu yang hanya dimaksudkan untuk memperoleh kekuasaan, harta dan pangkat tidak akan sampai kepada hakekat hidup yang sebenarnya. Menurut Al-Ghazali pengetahuan indrawi tunduk dibawah ilusi dan kesesatan. Sebagai contoh, ia mengemukakan betapa matahari dan bintang-bintang di langit terlihat begitu kecil, ia hanya bagaikan dinar dinar yang berserakan di atas hamparan kebiruan padahal sesungguhnya ia adalah benda raksasa di langit, bahwa apa yang diterima oleh mata adalah hanya bayangan terbalik, bagaimana fatamorgana telah menipu penglihatan. Bukankah penglihatan kita ini terbentur hanya sebatas dinding atau paling jauh hanya sebatas cakrawala? Demikian pula seluruh panca-indra kita, sesungguhnya ia hanya memiliki kemampuan yang amat sangat terbatas. Oleh sebab itu, masih menurut Al-Ghazali, pengetahuan indrawi patut diragukan kebenarannya.

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. ……(QS.An-Naml(27):88).

Bagaimana pula halnya dengan pengetahuan rasional berdasarkan akal? Seperti diketahui, sains berkembang melalui pengamatan, penelitian dan berbagai percobaan berdasarkan data yang ditangkap oleh pancaindera baik langsung maupun dengan bantuan alat deteksi karena manusia memang tidak memiliki kemampuan melihat yang ghaib. Namun karena sains telah sejak lama dikuasai oleh bangsa Barat yang sebagian besar Atheis, yang tidak mempercayai yang ghaib, yang tidak meyakini keberadaan Allah dan tidak menjadikan Al-Quran sebagai pegangan maka sains berkembang hanya sebatas akal mereka saja.

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran”.(QS.An-Najm(53):28).

Padahal sebagai ganti atas keterbatasan indera dan akal manusia, Allah SWT telah memberikan kita hati. Dan hati yang senantiasa bersih akan selalu siap menerima cahaya ilahi. Dengan bantuan cahaya inilah manusia akan dibimbing untuk menemukan dan mengenal kebenaran yang hakiki. Namun hati perlu dirawat, ia bagaikan cermin yang harus selalu dibersihkan. Dengan apa ia harus dibersihkan? Tentu saja bukan dengan lap yang kotor karena hal tersebut hanya malah akan membuat cermin menjadi buram sehingga pantulan yang diberikanpun menjadi tidak sesuai dengan kebenaran. Itulah perumpamaan ilmu yang sesat. Namun sebaliknya bila sekarang ini ada temuan sains yang terlihat bertentangan dengan teks Al-Quran, sebenarnya ada dua kemungkinan. Yang pertama mungkin data atau informasi yang didapat para ilmuwan belum tepat, sedang yang kedua mungkin pemahaman kita terhadap Al-Quranlah yang kurang tepat. Karena tidak mungkin keduanya saling bertentangan. Karena Islam bukanlah sekedar agama yang menghubungkan antara manusia dengan Tuhannya sebagaimana kebanyakan agama, ia melainkan adalah nafas kehidupan yang memperlihatkan segala yang ada di alam semesta termasuk hubungan antar manusia dan hubungan antara manusia dengan alam. Islam adalah juga sains.

“ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?(QS.Al-Anbiya(21):30).

“ (Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. “(QS.Al-Anbiya(21):104).

Kedua ayat diatas dalam dunia sains membuktikan akan kebenaran teori “Big Bang” dan “Big Crunch” yaitu awal penciptaan alam semesta dan kebalikannya yaitu akhir dari alam semesta atau kiamat. Itu semua terjadi atas kehendak Allah SWT, atas izin-Nya.

Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira”.(QS.Ar-Rum(30):48).

Jadi sungguh menyesatkan bila selama ini berkembang teori yang mengatakan ‘karena hukum alam’ tanpa menyebut kata Allah SWT atau ‘secara kebetulan’ ataupun ‘dengan sendirinya’ seperti halnya dalam proses penciptaan alam semesta dan evolusi. Ini jelas sebuah penolakan terhadap keberadaan Allah SWT, Sang Maha Pencipta. Alangkah congkaknya !

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” (QS.Yaasin(36):77).

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa“. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.(QS.Al-Fushilat(41):11).

Itulah hukum alam atau sunatullah, ia tunduk-patuh kepada perintah-Nya. Ironisnya, ajaran tersebut beredar luas di berbagai buku IPA pegangan siswa SMP dan SMA di negeri yang mayoritas berpenduduk muslim! Maka sebaiknya kita sebagai orang tua harus selalu waspada dalam mengawasi pendidikan anak-anak kita yaitu dengan membekali mereka dengan Al-Quran dan As-Sunnah sedini mungkin sebagai bekal keimanan mereka. Sehingga ketika mereka dewasa kelak, apapun ilmu yang dipelajarinya akan memberinya manfaat, tidak malah menyesatkannya.

Rasulullah bersabda : “Manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah seorang alim yang Allah tidak memberikan manfaat pada ilmunya.”

Wallahu’alam.

Jakarta, 5/2/2007.
Vien AM.

Read Full Post »

Manusia pada umumnya amat mencintai kehidupan dunianya. Untuk mencapai itu semua ia rela bersusah-payah bekerja siang dan malam tanpa mengenal lelah. Ia merasa hidupnya menderita bila kebutuhan hidupnya tidak semua terpenuhi. Ia merasa kurang sempurna bila tidak memiliki keturunan. Ia merasa terhina bila dirinya tidak mendapat penghargaan dari orang lain. Namun demikian pada kenyataannya, tidak semua orang yang kebutuhan materi dan dunianya terpenuhi merasa bahagia dan tenang hidupnya. Jika demikian dimanakah sebenarnya letak permasalahannya?

Sebagai orang beriman, kita tentunya tahu dan yakin bahwa kita ini hidup karena Allah SWT. Dialah yang menciptakan kita. Dengan demikian tentu Dia pulalah yang mengetahui segala kebutuhan kita. Dialah yang berkuasa atas segala yang ada pada diri kita termasuk diantaranya kemudahan rezeki, kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Oleh sebab itu disamping bekerja keras seharusnya kita selalu bermohon kepada-Nya agar usaha kita tersebut memberikan hasil yang terbaik. Kita mohon ridho-Nya. Allah dengan jelas telah memberikan petunjuk bagaimana cara kita mendekatkan diri kepada-Nya.

“ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS.Al-Ankabut(29):45).

Allah mewajibkan setiap umatnya agar menikah dan berkeluarga. Demikian pula hadist rasulullah. Karena dengan berkeluarga hidup akan lebih tenang dan tentram.Masing-masing anggota keluarga mempunyai kewajiban dan hak. Seorang laki-laki yang telah menikah adalah pemimpin bagi keluarganya. Ia wajib bekerja dan menafkahi istri dan anak-anaknya. Ia juga harus bertanggung-jawab atas prilaku dan moral istri dan anak-anaknya itu.

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”. (QS.Taahaa(20):132)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS.At-Tahriim(66):6).

Sedangkan seorang perempuan sebagai istri, ia wajib menjaga diri dan mematuhi suaminya.

“ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS.An-Nuur(24):31)

Ayah dan ibu adalah dua orang yang harus paling bertanggung-jawab terhadap anak-anaknya. Allah telah memilih mereka berdua agar menyayangi, menjaga serta mendidik putra-putrinya. Adalah tugas keduanya untuk mengingatkan bahwa kehidupan di dunia adalah cobaan. Bahwa tempat kembali kelak adalah akhirat.  Alkisah terjadi percakapan di alam ruh sebagai berikut :

Bayi : “ Ya Allah kenapa aku harus meninggalkan surga yang begitu indah ini ?”

Allah swt :  “ Karena aku ingin mengujimu

Bayi : “ Tapi siapa yang kelak akan menjaga dan menyayangiku seperti Kau menjaga dan menyayangiku ? ”

Allah swt: “ Aku akan mengirimkanmu malaikat yang akan menjaga dan menyayangimu”.

Bayi : “ Namun bagaimana bila aku rindu pada-Mu?” , rengek si bayi dengan nada penuh keberatan.

Allah swt : “ Malaikatmu itulah yang akan mengajarimu bagaimana kau dapat menghubungiku”.

Bebe: “ Kalo begitu katakanlah padaku, siapa malaikat  yang akan menjagaku,menyayangiku dan mengajariku ketika aku rindu pada-Mu , Ya Allah ?”

Allah swt : “ Malaikat itu adalah AYAH dan IBU-mu”.

Jadi sungguh berat tugas kedua orang tua itu. Di tangan merekalah nasib dan masa depan mereka berada.

Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak yang lahir, dilahirkan dalam keadaan suci dan islam, yang menjadikannya Yahudi, Nashrani, atau Majusi adalah orang tuanya“. (HR.Al-Bukhori).

Namun dalam kenyataannya, berapa banyak orang-tua yang lebih marah dan kecewa ketika mendapati anaknya tinggal kelas, malas belajar atau bahkan ‘hanya’ lupa menggosok gigi dibanding anaknya yang lupa mengerjakan  shalat, menghafal ayat-ayat Al-Quran atau bahkan menutup auratnya dengan baik.

Karenanya wajib bagi seorang anak agar menyayangi keduanya, terutama ibu yang telah dengan susah-payah mengandung, melahirkan dan menyusui anak-anaknya. Itu sebabnya Allah SWT memerintah seorang anak agar menghargai dan menghormati ibu tiga kali lebih besar dari ayahnya.

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau. ” Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Ibumu”, jawab beliau. “Kemudian siapa?” tanyanya lagi.“Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim ).

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.(QS.Luqman(31):14).

Al-Quran menyebutkan manusia yang tidak mau menjalankan perintah Allah bagaikan seekor binatang bahkan lebih buruk lagi. Bagi mereka tidak ada jalan lain kecuali neraka jahanam.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.(QS.Al-Araf(7):179).

Kemudian kelak ketika ajal menjelang, ketika diperlihatkan neraka sebagai tempat mereka kembali ,mereka amat menyesal dan ingin diberi kesempatan sekali lagi agar dapat memperbaiki cara hidup mereka. Namun semuanya telah terlambat.

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”.(QS.Al-Mu’minuun(23):99-100).

Seperti kita ketahui, umur manusia rata-rata pada zaman sekarang tidak lebih dari 100 tahun bahkan 80 tahunpun jarang. Setelah itu kita akan dikembalikan kepada Sang Pemilik yang telah menciptakan kita dan kita harus mempertanggung-jawabkan apa yang telah kita perbuat di dunia. Kemudian setelah itu kita akan memasuki babak baru yaitu babak kehidupan setelah mati, kehidupan akhirat yang kekal, yaitu surga atau neraka. Maka alangkah meruginya manusia yang hanya sibuk memikirkan kehidupan dunianya tanpa mempersiapkan kehidupan selanjutnya.

“Abu Hurairah ra mengatakan, Rasulullah saw bersabda, “Seorang hamba berkata, hartaku, hartaku, hartaku. Padahal hartanya yang sesungguhnya hanya tiga macam: apa yang dimakan lalu habis, apa yang yang dipakai lalu lusuh (rusak), dan apa yang disedekahkannya lalu tersimpan (untuk akhirat). Selain yang ketiga macam itu lenyap atau ditinggalkannya (warisan) bagi orang lain.” (HR. Muslim)

 

Wallahu’alam.

Jakarta, 6/12/2006.

Vien AM.

Read Full Post »

Perempuan2 Tangguh

Siapakah mereka itu? Ibu2 kitakah, para istri, anak2 perempuan kita, kakak2 kita atau adik2 kita atau teman2 perempuan kitakah? Semuanya bisa jadi akan tetapi perempuan yang bagaimanakah mereka itu? Biasanya bila orang menyebut kata perempuan maka yang ada di benak dan langsung terbayang adalah sosok seorang yang rapuh, sosok lemah, sosok yang mempunyai perasaan amat peka dan sensitive atas segala sesuatu, yang mudah dipermainkan oleh perasaan takut& khawatir dan yang tak jarang pula dianggap remeh oleh lawan jenisnya, yaitu kaum lelaki. Tetapi benarkah semua itu?

Bila demikian, marilah kita bayangkan sejenak ibu-ibu kita, ibu yang telah melahirkan kita ke dunia ini yang hanya dengan perantaraannyalah Sang Maha Pencipta mempercayakan kelahiran seorang manusia, semua manusia kecuali tentu saja manusia pertama yang langsung diciptakanNya dengan ‘Kun Fayakun’ maka jadilah ia, yaitu nabi Adam as.

Untuk sementara sisihkan dahulu bayangan ibu yang telah beranjak senja. Bayangkanlah ibu ketika beliau masih muda, ketika beliau mengandung dan harus menanggung beban dalam rahimnya selama lebih-kurang 9 bulan, dan kemudian bayangkanlah perjuangannya untuk melahirkan anak-anaknya. Kemudian disusuinya selama 2 tahun, dipelihara, dididik dan dibesarkannya dengan penuh kesabaran dan kasih-sayang tanpa mengharap imbalan sedikitpun. Ibu yang tak mengenal lelah, siang dan malam bekerja di rumah demi menjaga keutuhan keluarganya. Bahkan tak jarang pula ibu yang terpaksa bekerja keras di luar rumah membanting tulang untuk membantu sang suami mencari nafkah. Maka mungkinkah kita katakan bahwa mereka itu mahluk yang lemah?

Maka untuk itu pulalah, sebagai imbalan atas jerih payahnya, Allah berfirman :

“Dan telah Kami perintahkan kepada manusia(berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” .  (QS.Luqman( 31):14)

Perempuan tangguh juga adalah mereka yang berpendirian teguh,yang kuat tekadnya untuk mempertahankan keyakinan dan agamanya. Ia tidak mudah terpengaruh oleh apapun dan siapapun walau lingkungan disekitar menentangnya. Perempuan yang mau dan mampu menggunakan akalnya untuk berpikir apakah hakekat hidup ini, apakah tujuan hidup ini, mengapa ia hidup, siapa yang menghidupkannya, kepada apa dan siapa ia harus mempertanggung-jawabkan hidup ini. Yang kemudian untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut ia mau mencari jawabnya. Perempuan yang dengan penuh keridhoan mau menerima ketetapan-Nya secara kaffah, tidak memilah-milah dan memisah-misahkan ayat2 mana yang disukainya dan mana yang tidak disukainya. Semua diyakininya.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syeitan. Sesungguhnya syeitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS.Al-Baqarah( 2):208).

Mereka yang mau berpikir, mengapa hanya kaumnya saja yang diberi kemampuan untuk melahirkan dan yang kemudian dapat menerima kodratnya sebagai perempuan. Maka dengan demikian ia tahu persis apa yang menjadi hak dan tanggung-jawabnya sebagai perempuan, sebagai istri, sebagai ibu maupun sebagai anak perempuan. Sebagai istri misalnya, ia akan berani mengingatkan sang suami untuk terus berada di jalan yang benar tetapi dilain pihak tetap dapat menghormatinya sebagai kepala keluarga.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka(adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh(mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS.At Taubah( 9):71)

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka(laki-laki) atas sebagian yang lain(perempuan), dan karena mereka(laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS.An Nisaa’( 4):34).

“Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf”.(QS.Al Baqarah( 2):233)

Rasullullah saw bersabda :“Dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah,dinar yang kamu nafkahkan untuk budak,dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin dan dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.  “Yang lebih besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu”.

Perempuan_perempuan seperti inilah yang kelak akan mencetak manusia-manusia berkwalitas, manusia-manusia bermoral yang akan mampu memimpin sebuah bangsa besar. Mereka itu bagaikan bibit unggul yang akan menghasilkan benih-benih yang unggul pula. Rasullullah bersabda: “ Pilihlah untuk benih-benih kalian, karena sesungguhnya keturunan itu direncanakan”. Karena sesungguhnya perkawinan bukanlah sekedar pemenuhan keinginan biologis & penyaluran dorongan hawa nafsu semata akan tetapi jauh lebih mulia. Rasullullah juga menambahkan :”Barangsiapa ingin bertemu dengan Allah dalam keadaan suci & mensucikan maka hendaklah ia mengawini wanita yang menjaga kehormatannya”.

Allah berfirman: “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”.(QS.An Nuur( 24):33).

Tampaknya pepatah yang berbunyi “ Maju-mundurnya sebuah bangsa tergantung kaum perempuannya” ataupun “ Surga dibawah telapak kaki ibu” tidaklah keliru.

Selain itu karena kehidupan dunia adalah bagaikan ladang untuk mencari amal-shaleh yang kemudian hasilnya akan dibawa kelak ke akhirat, maka perempuan-perempuan tangguh adalah juga mereka yang mau menuntut ilmu yang bermanfaat dan yang kemudian diamalkannya untuk kebaikan umat. Rasullulah menegaskan, tiga hal yang tidak terputus pahalanya dan terus mengalir bagi manusia walaupun ia telah tiada, yaitu : amal-shalehnya, ilmunya yang terus diamalkan untuk kebaikan umat dan doa anak yang shaleh.

Allah berfirman : ”Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya sedikitpun”.(QS.An-Nisaa’( 4):124)

Ada banyak perempuan tangguh yang patut dijadikan suri teladan, empat diantaranya adalah:

1.Siti Khadijah ra, istri Rasullullah saw, Ummul Mukminin.

Beliau adalah seorang perempuan kaya-raya bangsa Quraisy yang termasuk elite masyarakat Arab saat itu. Beliau adalah seorang perempuan yang cerdas yangmenguasai ilmu perniagaan dengan sangat baik.Beliau adalah seorang saudagar perempuan yang sukses yang sangat dihormati dan amat dikenal. Beliaulah orang yang pertama beriman dan langsung mempercayai kerasulan Muhammad saw disaat yang lain masih mengingkari dan mencemoohnya. Bahkan jauh sebelum kerasulan beliau telah amat menghormati suaminya itu walaupun usia Rasullullah jauh lebih muda dari beliau sendiri. Beliau rela mengorbankan jiwa dan hartanya untuk dakwah Rasullullah.

2.Siti Maryam, ibunda Isa as.

Beliaulah satu-satunya perempuan di dunia ini yang atas kehendak dan mukzizat-Nya mengandung tanpa sedikitpun sentuhan lelaki. Beliau adalah seorang putri keluarga Imran,keluarga yang amat shaleh. Ketika ibunya dikabarkan akan melahirkan seorang bayi padahal usianya telah amat tua, maka beliau dinazarkan untuk menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat di Baitul Maqdis. Beliau dibesarkan dibawah pemeliharaan Zakaria as. Beliau menerima cobaan Allah untuk mengandung bayinya itu dengan pasrah dan berserah-diri.

3. Asiya, istri Firaun.

Beliau adalah istri Firaun,seorang raja Mesir yang menganggap dirinya Tuhan,seorang yang amat mengingkari Tuhannya. Tetapi Asiya dibawah kekuasaan suami yang zalim tetap bertahan menjadi hamba Allah yang shaleh.

4. Sumayyah, seorang budak yang hidup di zaman Rasulullah saw.

Bersama suami dan anaknya, Ammar, beliau termasuk orang-orang awal yang beriman dan mengakui kerasulan Muhammad saw. Beliau adalah perempuan yang berasal dari keluarga miskin. Beliau dan keluarganya disiksa oleh kaum musyrikin Mekah saat itu karena mempertahankan keimanannya tersebut. Beliau akhirnya ditikam bagian bawah perutnya dengan tombak oleh Abu Jahal hingga rahimnya koyak dan tewas saat itu juga. Beliaulah orang pertama yang mati syahid dalam Islam.

Ke-empat perempuan shalehah ini telah dijanjikan surga sebagai imbalan atas ketakwaan mereka.

Wallahu ‘alam bish shawab.

Paris, 20 januari 2009.
Vien AM.

Read Full Post »

 Untuk menunaikan rukun Islam ke 5, meskipun suami bekerja di perusahaan minyak asing yang relative bergaji lumayan cukup besar, tidaklah terlalu mudah bila kita tidak memprioritaskan kebutuhan tersebut dengan terencana. Pada tahun 1998, dengan asumsi menyisihkan sebagian gaji secara disiplin, kami memperkirakan baru dapat melaksanakan kewajiban tersebut 5 tahun mendatang. Namun nyatanya baru 2 tahun berlalu, Subhanallah tabungan kami telah mencukupi bahkan untuk 3 orang. Akhirnya pada April 2000, dengan mengajak ibu mertua yang waktu itu berusia 70 tahun, kami berangkat ke tanah suci. Kira-kira 4 bulan sebelum keberangkatan saya memutuskan untuk berhijab. Saya ingin menghapuskan kesan seolah berhijab hanya diwajibkan bagi seseorang yang telah berhaji.

Selang beberapa minggu setelah kami kembali ke tanah air, kami menerima kabar bahwa suami mendapat tugas baru di Paris, Perancis. Kabar tersebut kami sambut dengan suka-cita.Entah doa apa yang kami panjatkan sehingga Allah SWT berkenan memberikan kesempatan yang amat berharga ini. Kami hanya dapat memohon semoga kami sekeluarga dapat melewati cobaan yang menggembirakan ini dengan baik. Maka pada Agustus 2000 resmilah kami menjadi penghuni sebuah apartemen di daerah bergengsi di pinggiran sebelah barat laut Paris, dimana sebagian besar diplomat bertempat tinggal, termasuk duta besar Indonesia untuk Perancis.

Kendala yang langsung terasa begitu kami menetap di ibu kota Perancis ini adalah masalah ketiadaan PRT. Tetapi dengan adanya peralatan bantu elektronik seperti mesin pencuci piring dan microwave hal tersebut dapat segera diatasi. Kendala berikutnya adalah persoalan makan. Sangatlah sulit untuk mendapatkan restoran yang tidak memasak babi. Demikian pula halnya dengan makanan ringan seperti biskuit, jelli, es krim dll. Karena pada umumnya makanan2 tersebut menggunakan emulsifier dan lechytine yang berasal dari lemak babi. Bersyukur pada masa-masa awal, kami memiliki teman yang sangat peduli terhadap hal2 tersebut. Darinya kami memperoleh daftar kandungan makanan yang tidak halal yang dikeluarkan `Mosque de Paris`, mesjid besar yang bertanggung-jawab menangani hal2 yang berkaitan dengan kehidupan kaum muslim.

Maka sejak saat itu kami termasuk anak2 terbiasa memeriksa kandungan suatu makanan sebelum membelinya. Beberapa kali, karena keteledoran, kami terpaksa membuang makanan yang baru kami beli karena ternyata mengandung zat yang meragukan. Dan dari teman kami itu pula kami mengetahui adanya `Boucheri Musulmane`, penjual khusus daging halal yang cukup banyak tersebar diberbagai sudut kota, terutama di daerah pemukiman muslim. Malah pada tahun ke 2 kami di Paris, di suatu superstore ternama, tempat kami biasa berbelanja, menyediakan counter khusus daging halal ini.

Firman Allah: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syeitan; karena sesungguhnya syeitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.(QS Al Baqarah (2:168))

Satu hal yang juga mengesankan, bila sesama muslim berpapasan (teridentifikasi berkat jilbabnya) mereka saling mengucapkan salam dengan spontan. Rasa persaudaraan terasa begitu kental. Beberapa kali seseorang menyapa hanya untuk sekedar menerangkan bahwa iapun muslimah walaupun ia tidak berhijab. Biasanya kemudian ia menanyakan asal negara kami namun tidak jarang pula ia langsung menyangka bahwa kami berasal dari Malaysia. Pernah suatu hari ketika kami sedang menunggu panggilan dokter di ruang tunggu, kami mengobrol dengan seorang perempuan Iran. Ia mengaku beragama Islam. Ia menanyakan apakah saya berhijab karena pemerintah setempat (maksudnya Indonesia) mewajibkannya. Tentu saja saya katakan tidak.

Allah berfirman : “ Katakanlah kepada wanita yang beriman: “ Hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, ……”. (QS An Nuur (24:31)).

penulis ( paling kiri) berfoto bersama teman-teman di Hotel de Ville

penulis ( paling kiri) berfoto bersama teman-teman di Hotel de Ville

Selanjutnya ia menceritakan bahwa di negaranya, kaum perempuan diwajibkan berhijab. Dan masih menurutnya pula, itulah salah satu sebab mengapa ia dan banyak temannya satu negara memilih meninggalkan Iran dan pindah menjadi warga-negara Perancis. Saya menjadi teringat beberapa waktu yang lalu saya pernah melihat acara di TV lokal Perancis yang menyiarkan tayangan mengenai seorang perempuan Iran yang berbicara keras mengenai kebijaksanaan negaranya tersebut. Tentu saja hal ini kemudian menjadi berita hangat yang amat memojokkan kaum muslimin.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah ((2:256)).

Sejujurnya, ada satu hal lain yang sangat memalukan bagi kaum muslimin. Kejadiannya didalam sebuah supermarket ternama dan kami melihatnya dengan mata kepala sendiri.Yaitu adanya sekelompok anak muda berwajah Arab yang sering kami pergoki sedang membuka bungkusan makanan, memakannya kemudian dilanjutkan dengan mengambil botol minuman dan langsung meneguknya. Semua itu dilakukannya sambil berjalan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tentu saja mereka tidak membayarnya! Astaghfirrullah… Perlakuan mereka ini bagaikan ‘racaille’ begitu orang Perancis menyebutnya atau kurang lebih ‘preman’ kita menamakannya. Memang harus dipisahkan secara jelas antara orang Arab dan Islam.

Yang juga mencengangkan, untuk memenuhi rasa keingin-tahuannya, orang Perancis kerap mengajukan pertanyaan kepada seseorang yang mengaku beragama, baik ia Muslim,Kristen ataupun Yahudi,`Etes-vous Pratiquant?` untuk mengetahui apakah orang tersebut menjalankan ajaran agamanya atau tidak. Saya pernah beberapa kali dimintai keterangan mengapa saya mengenakan jilbab sedang teman lain yang juga mengaku beragama Islam tidak mengenakannya, mengapa kaum muslim dilarang makan babi dan minum alkohol. Suatu ketika saya menjawab bahwa itu semua karena perintah Allah yang disampaikan melalui ayat2 dalam Al-Quran. Tetapi ternyata ia malah mempertanyakan keorisinilan Al-Quran sebagaimana ia meragukan keorisinilan Injil, padahal ia sendiri mengaku sebagai penganut agama Kristen!

Firman Allah : “Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin(Jibril) ke dalam hatimu(Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-Kitab orang yang dahulu”.(QS Asy Syu`araa` (26:192-196)).

Tetapi pada umumnya, mereka lebih dapat menghargai kita, kaum muslimin, bila kita dapat menjawab pertanyaan mereka dan teguh dalam berpendirian dan berpendapat. Sebenarnya banyak diantara mereka yang mengenal Islam secara umum, seperti perintah shalat 5 waktu, berpuasa dan pergi haji. Mereka mengetahuinya dari tetangganya yang muslim atau saudaranya yang menikah dengan muslim, karena memang disana cukup banyak pendatang asal Maroko dan Aljazair yang telah puluhan tahun menjadi warga-negara Perancis. Suatu ketika saya dan beberapa teman muslim Indonesia menghadiri acara masak-memasak di rumah seorang Perancis. Ternyata mereka telah khusus mempersiapkan daging sapi sebagai ganti daging babi dan memasaknya tanpa tambahan alkohol dan dimasak secara terpisah pula.

Pengalaman lain yang juga cukup menarik adalah berinteraksi dengan kaum Yahudi. Di tanah-air, rasanya kaum Yahudi hanya dikenal melalui Al-Quran. Disana, anak perempuan bungsu kami yang berusia 8 tahun mempunyai sahabat Yahudi. Ibunya asli Perancis sedangkan ayahnya seorang Yahudi Rusia. Kami cukup akrab. Suatu kali ibunya bercerita bahwa ibu mertuanya, mengenakan penutup kepala sebagaimana perempuan muslim. Adik perempuannya menikah dengan seorang muslim Pakistan. Anak lelaki sulung kami yang berusia 16 tahun juga mempunya seorang teman Yahudi. Suatu kerika ia dan beberapa temannya makan siang di apartemen kami.Rupanya ia sangat tertarik dengan krupuk udang yang ada di atas meja. Ketika ia hendak mengambilnya, ia bertanya terbuat dari apakah itu. Namun ketika anak kami menerangkan bahwa itu berasal dari udang ia langsung mengurungkan niatnya.Ia mengatakan bahwa agamanya melarang memakan makanan yang berasal dari laut termasuk udang. Alangkah beruntungnya kita, kaum muslim hanya dilarang makan babi.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” . (QS.Al-Baqarah(2): 173)

Pengalaman yang cukup berat adalah pada waktu bulan Ramadhan, terutama bagi anak2. Karena sebagian besar teman-temannya tentu saja tidak berpuasa. Bahkan pada hari Raya Idul-Fitripun sekolah tidak libur. Jadi pada hari itu kami hanya dapat memintakan izin kepada gurunya agar anak2 dapat datang ke sekolah agak siang agar pagi harinya dapat melaksanakan shalat Ied. Shalat tarawih diselenggarakan di aula kedutaan oleh pihak KBRI 2x seminggu yaitu Rabu dan Sabtu. Tetapi selain itu kami secara bergantian dengan teman2 Indonesia satu kantor, setiap hari Sabtu menyelenggarakan shalat tarawih dari rumah ke rumah. Biasanya selalu diikuti makan malam bersama dengan menu masakan khas Indonesia yang dimasak secara gotong-royong. Tentu saja `Mosque de Paris` setiap hari menyelenggarakan shalat tarawih dengan penceramah kadang berbahasa Perancis kadang berbahasa Arab. Di luar Ramadhan, bila ada uztad yang kebetulan berdakwah di Eropa Barat, kami akan berusaha `menculik` beliau agar sudi memberikan siraman rohani di apartemen kami atau apartemen teman2 lain.

Sedangkan untuk shalat Jumat, suami melaksanakannya di suatu apartemen milik orang Arab yang telah disulap menyerupai mesjid kecil, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi kantor. Ia bercerita pada mulanya ia dan kawan2 selalu meng`amin`i setiap perkataan sang imam. Namun di belakang hari barulah mereka menyadari bahwa sang imam tidak sedang membacakan doa karena beliau memang memberikan ceramah dalam bahasa Arab! Akhirnya suami mengatakan bahwa hari Jumat sebelum shalat dimulai adalah `l`heure de prendre une petite sieste` alias `waktu untuk tidur siang sekejap` daripada salah `amin`.

Begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang dapat kami petik selama kami di rantau. Maka untuk menyatakan rasa syukur kami, pada liburan musim panas 2002, tepat 2 tahun setelah kami di Paris, kami memutuskan untuk berumrah di tanah suci beserta ke 3 anak kami. Lebih kurang 1 tahun kemudian, kami kembali ke tanah air tercinta dengan membawa banyak kenangan yang tak terlupakan .

Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (QS Adh Dhuhaa (93:11)).

Alhamdullillah, Ya Allah , hanya untuk-Mu segala pujian.

Jakarta,21 Mei 2006.

Vien AM

Read Full Post »

Bonjour itulah kata pertama dalam bahasa Perancis yang langsung terdengar akrab di telinga begitu kita menapakkan kaki di ibukota Perancis. Cukup dengan bermodalkan peta Paris, tiket Metro lengkap dengan petanya dan beberapa kata akrab dalam bahasa Perancis seperti Bonjour, Merci, Pardon, dan Au Revoir, kita akan dapat menjelajahi Paris dengan cukup puas. Bahkan bagi seorang turis yang baru pertama kali datang dan sama sekali tidak mampu berbahasa Perancis.

Sarana angkutan umum massal yang dikenal dengan nama Metro ini memang harus diakui kehebatannya. Petunjuknya begitu jelas dan mudah. Jadwalnya begitu mengagumkan. Tiket dapat dibeli disetiap loket stasiun  secara manual ataupun  otomatis   dengan beberapa macam pilihan. Ada yang satuan ada yang per-10an  dengan harga lebih murah. Tetapi bila kita tiba di Paris pada hari Senin, Carte d’Orange adalah pilihan yang tepat. Dengan harga yang jauh lebih murah kita dapat menggunakannya selama 1 minggu bebas kemanapun,  dengan Metro maupun dengan bus. Carte d’Orange ini harus dilengkapi dengan sebuah pas foto. Tetapi tidak perlu khawatir, karena di banyak stasiun dapat ditemui foto box.

Peta jalur Metro dapat diminta di loket tanpa dipungut bayaran. Kemudian dengan bantuan peta kota Paris yang telah dilengkapi dengan  tanda obyek turis beserta nama stasiun Metronya, siaplah sudah kita untuk menelusuri seluruh pelosok kota. Satu hal yang cukup penting, jangan lupa untuk mengingat sortie alias exit alias pintu keluar stasiun. Karena bila kita tidak memperhatikan hal tersebut, kita akan kebingungan mencari arah padahal kita telah berada di lokasi yang benar tetapi bisa jadi di sisi yang berlawanan.

IMG_4889Stasiun metro dapat dikenali dengan mudah melalui huruf M besar mencolok berwarna merah, atau tak jarang pula tertulis jelas ” Metro”. Sarana kereta api bawah tanah kota Paris ini memiliki 14 jalur. Setiap jalur dalam peta diberi warna yang berbeda sesuai nomornya. Selain sortie, yang juga harus dingat adalah nama stasiun ujung satu dan ujung satu lagi.

paris-metro-mapContoh jalur no 1, jalur ini di peta diberi warna kuning. Nama ujung stasiun jalur ini adalah La Defense ( lihat ujung kiri atas ), sedangkan yang satu ujung lagi adalah Chateau de Vincennes ( lihat kanan tengah). Sementara di sepanjang jalur kuning tersebut terlihat 23 simpul yang diberi nama. Itu adalah nama-nama stasiun yang dilewati metro jalur 1. Jadi seandainya kita berada di stasiun Hotel de Ville, dan tujuan kita adalah Champs Elysees, kita harus naik metro no 1 jurusan La Defense. Dan bila Bastille yang akan kita tuju maka jurusan  Chateau de Vincennes yang harus kita ambil.

Tapi seandainya kita ingin berbelanja di Galery La Fayette, dengan posisi tetap di Hotel de Ville ( line/ligne 1), maka yang harus diperhatikan adalah stasiun terdekat tujuan kita. Dalam hal ini adalah stasiun Chaussee d’Antin La Fayette. Stasiun ini tidak berada di line 1. Berarti kita harus ganti line metro lain. Bagaimana cara tahunya ? Perhatikan warna line yang melewati stasiun tujuan tersebut.

Ternyata warna pink dan hijau. Sekarang perhatikan lagi, no berapa dan apa nama ujung stasiunnya. Ambil misalnya yang pink, yaitu no 7 dengan ujung stasiun La Courneuve di utara dan Villejuif di selatan. Sekarang perhatikan lagi, di stasiun mana line kuning ( no 1) bertemu dengan line pink ( no 7). Jawabnya adalah Palais Royal Musee du Louvre. Maka disinilah kita harus turun dan ganti metro line no 7. Perhatikan lagi, stasiun tujuan berada di jurusan mana, La Courneuve atau Villejuif? Ternyata La Courneuve. Maka ambillah jurusan tersebut.

2009-07-paris_2287

Opera

dome galeries lafayette paris

Kubah Galeries lafayette

Jangan lupa bila sudah sampai di galeri terindah di Paris dengan kubah birunya itu, mampirlah ke gedung Opera yang letaknya tidak terlalu jauh, dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki beberapa menit.

Mosquee de ParisOya, sebagai info tambahan, mumpung mata masih berada di line 7. Bagi yang muslim dan ingin mampir di masjid agung Paris, masjid berada di line 7 ini, diantara stasiun Place Monge dan Censier Daubenton. Maka kalau kita masih di posisi seperti di atas (Palais Royal Musee du Louvre), ambillah jurusan Villejuif. Turun di salah satu stasiun tersebut kemudian manfaatkan peta atau bertanya kepada seseorang arah ke masjid cantik bermodel Maroko tersebut, Grand Mosquee de Paris ( baca  gron moske de Pari).img_4698img_4681

Jangan lupa mampir di resto Maroko halal yang ada di salah satu ujung masjid atau ke arah belakang taman Place Monge kalau ingin menjajal masakan khas Perancis tapi halal. Atau agak menjauh lagi ke rue Mouffetard, pedestrian yang banyak menjual kebab halal. Atau kalau kita turun di stasiun Censier Daubenton, universitas terkenal Sorbonne dapat sekaligus kita sambangi.

Area yang terletak di Paris 5th arrondissement atau terkenal dengan sebutan Quartier Latin yang merupakan pusat kota di masa lalu dengan pedestrian dan peninggalannya ini, sangat menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.

Selain Metro dan bus, Paris juga mempunyai 2 jenis angkutan massal cepat semacam kereta api, yaitu RER ( baca er-e-er) dan Tramway. RER yang jalurnya dibawah tanah seperti halnya Metro, beroperasi hingga jauh ke luar kota Paris, tidak seperti Metro yang hanya beroperasi di dalam kota. RER terdiri dari 4 line yaitu A, B, C dan D. Untuk mengunjungi Chateau de Versailles ( baca : syato de wersai) atau Disney Land biasanya orang menggunakan jasa RER ( lihat kiri bawah, RER C). RER juga biasa digunakan mereka yang pergi dan pulang dari bandara Charles de Gaulle ( lihat kanan atas, RER B).

img_2936Demikian pula untuk mencapai menara Eiffel. Menara yang merupakan ikon Paris ini, meski letaknya di dalam kota, namun stasiun RER ( stasiun Champs de Mars, RER C)  lebih dekat ketimbang stasiun metro ( Bir Hakim, line 6). ( lihat sisi kiri sebelah sungai ke 2 ).

Sementara Tramway yang jalurnya berada di atas permukaan tanah beroperasi mengelilingi kota, layaknya JOR di Jakarta. Sedangkan Tramway yang berkode T, terdiri dari 3 line yaitu T1, T2 dan T3.

p1010665

L’Arch de Triomphe

Saya pribadi, tidak pernah bosan menikmati jalur Paris sebagai berikut. Penjelajahan yang dimulai dari stasiun L’Etoile dengan sortie Champs-Elysée menurut saya pilihan yang tidak boleh dilepaskan begitu saja. Stasiun ini berada tepat dibawah L’Arc de Triomphe, sebuah tugu kemenangan yang dibangun pada tahun 1836 atas perintah Napoleon Bonaparte. Sejak tahun 1920 para pahlawan tak dikenal dikebumikan di tempat ini.

place-de-la-concorde

Palace de la Concorde

Tugu ini berada disebuah bunderan yang sangat istimewa karena ia memiliki 12 simpang avenue! Salah satunya yaitu Champs-Elysée yang sangat terkenal itu. Dari sini kita dapat menyusuri boulevard yang memiliki pedestrian yang amat lebar, ramai dijejali  turis manca negara dengan brasserienya yang amat khas Perancis dengan boutique2 perancang ternamanya yang  berarsitektur indah dikiri-kanannya. Bila telah lelah berjalan, kita dapat menggunakan bus no 73 untuk meneruskan penelusuran dengan melewati Place de la Concorde, sebuah tempat bersejarah dimana raja Louis XVI, sang permaisuri Marie Antoinette dan puluhan ribu lainnya di gulletin.

Madeleine

Madeleine

Musee Du Louvre

Musee Du Louvre

Pelataran luas terbuka ini dihiasi dengan 2 air mancur besar nan indah, tugu Obelisk dan dikelilingi bangunan2 penting seperti Palais Bourbon yang berfungsi sebagai gedung Assembly Nasional dan gedung kembaran disisi seberangnya yaitu gereja Madeleine, hotel De Crillon, hotel tempat para tamu penting seperti para presiden sering menginap dan pintu gerbang taman Jardin de Tuleries yang merupakan pintu menuju Musee du Louvre. Bagi para pembaca yang telah menyaksikan film Da Vinci Code tentu tempat ini tidak asing lagi, karena ini memang lokasi dimana peristiwa kejar-mengejar dengan polisi untuk menuju kedutaan Amerika terjadi dan memang kedutaan tersebut terletak tidak jauh dari sini.

IMG_4916

La Concierge

IMG_4787

ile de la cite

img_3857img_3887Selanjutnya bus akan terus melaju menyusuri sungai Seine melewati La Concierge, Hotel de Ville hingga Ile de la Cite. Bosan dengan bus; kita dapat turun di terminal yang dekat dengan stasiun Metro, bila kita ingin meneruskan perjalanan yang agak jauh dengan menggunakan Metro. Namun bila tidak, kita dapat sekedar berjalan kaki menuju Notre-Dame de Paris ataupun Place St Michelle yang ramai untuk menikmati keindahan Seine sambil mengganjal perut dengan kebab halal ataupun baguette yang banyak dijual di kedai2 pinggir jalan. Atau mungkin hanya sekedar melihat-lihat buku2 dan majalah2 bekas yang banyak dijual berjajar di kios2 disepanjang sungai. Siapa tahu tiba-tiba menemukan koleksi yang telah lama kita cari.

grand arch

grand arch

arch de triomp carousel

arch de triomp carousel

Penjelajahan di atas merupakan bagian dari axe historik Napoleon, yaitu poros bersejarah yang dimulai dari Grande Arch di La Defense, L’Arc de Triomphe, melewati Jardin de Tuleries hingga Arc de Triomphe du Carrousel yang merupakan pintu gerbang istana raja Louis XIV sebelum pindah ke Versailles, yaitu Musee du Louvre, yang sejak beberapa ratus tahun lalu telah berubah fungsi menjadi benteng dan terakhir museum. Bagi yang sudah pernah membaca “ 99 cahaya di langit Eropa” karya Hanum Rais, pasti lokasi ini amat sangat menarik untuk dikunjungi.

p1020047p1020053Sementara bagi ke 3 putra-putri kami yang sudah remaja, area Montmarte dengan Sacre Coeurnya tampaknya lebih menarik perhatian. Area yang sering disebut sebagai atap Paris ini, karena posisinya yang lebih tinggi dari area lain, adalah merupakan tempat berkumpulnya para seniman manca negara. Lukisan banyak dijumpai di Place du Tetre. ( stasiun Anvers di line 2).

Harus diakui Paris memang banyak sekali memiliki obyek menarik untuk dikunjungi. Hampir di setiap tempat wisatawan manca negara memadati kota ini. Bahkan hanya sekedar kerumunan di dalam stasiun metro untuk menonton seseorang yang memperlihatkan kepiawaiannya bermain alat music atau sekedar diam menjadi patung berbalut kostum firaun. Namun sebagaimana kota-kota besar di dunia, malingpun ikut berbaur di dalam kerumunan wisatawan. Jadi, harus extra hati-hati!!

Akhir kata semoga kesempatan dan kemampuan yang diberikan Allah swt hingga kita dapat menjelajahi kota ini mampu menjadikan kita lebih bersyukur dan menjadikan kita hamba yang takwa, aamiin ya robbal ‘aalamiin …

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. ( Terjemah QS. Al-Mulk (67):15).

“Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya), di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api. Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” ( Terjemah QS. Ar-Rahman (55):10-16).

Jakarta, 11 Juni 2006.

Vien AM.

( terakhir di update pada 14 Desember 2015).

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »